Prasetya Online

>

Berita UB

FMIPA Gelar Diklat SEM dan PLS

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2583

Penelitian di bidang manajemen, akuntansi, ilmu sosial, administrasi bisnis, psikologi, dan bidang lain, belakangan cenderung didekati dengan sistem. Umumnya melibatkan multivariabel, multihubungan dan berjenjang. Agar hasil penelitian bersifat komprehensif, diperlukan suatu metode analisis data yang terintegrasi dan simultan.
Structural Equation Modeling (SEM) merupakan multivariate analysis yang mempunyai kemampuan dan keunggulan untuk menganalisis model yang bersifat multivariabel, multihubungan dan berjenjang secara simultan. Namun banyak penelitian yang tidak bisa memenuhi diaplikasikanya SEM, sehingga Partial Least Square (PLS) merupakan metode yang dapat digunakan.
Berangkat dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan calon peneliti dan peneliti dalam menyelesaikan permasalahan penelitian yang bersifat multivariabel dan multihubungan, di mana variabel yang terlibat bersifat laten, dengan menerapkan PLS dan SEM di dalam berbagai macam permasalahan penelitian, agar dapat mengaplikasikan software AMOS dan SmartPLS serta bagaimana mengoperasikannya dan menginterpretasi hasil, jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya menyelenggarakan Diklat  Pemodelan Persamaan Struktural Pendekatan PLS dan SEM: Aplikasi Software SmartPLS dan AMOS 6 pada 18-20 September 2006.
Materi diklat yang dibahas meliputi: Pengantar Multivariate Analysis, Analisis Path, Confirmatory Factor Analysis dan Principal Component Analysis (measurement model), pengujian reliabilitas dan validitas instrumen penelitian, Structural Equation Modeling, Partial Least Square, serta Aplikasi AMOS dan Smart PLS.
Para peserta diklat adalah pengguna metode kuantitatif yaitu dosen, peneliti, mahasiswa, wirausahawan, dan lain-lain.
Narasumber/instruktur terdiri dari Dr Ir Solimun MS, Nurjannah SSi, dan Adji Achmad Rinaldo SSi. [nik]

Dies Natalis ke-46 Fakultas Ilmu Administrasi Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2481

Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya telah memasuki usia yang ke-46. Didirikan pertama kali oleh Universitas Kotapraja Malang, 15 September 1960, dengan nama Fakultas Administrasi Niaga (FAN). Untuk menyesuaikan diri dengan Undang-undang No. 22 tahun 1962 tentang perguruan tinggi, pada 30 September 1962, nama FAN diubah menjadi Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (FKK). Pada dasawarsa 80-an, melalui PP No. 27/1982 tentang restrukturisasi fakultas pada universitas atau institut negeri dan Keputusan Presiden No. 59/1982 tentang Susunan Organisasi Universitas Brawijaya, FKK diubah nama menjadi Fakultas Ilmu Administrasi (FIA).
Dalam rangka memeriahkan ulang tahunnya, digelar serangkaian acara. Mulai dari pertandingan olahraga memperebutkan "Dekan Cup" yang berlangsung 5-18 September 2006, jalan sehat dan donor darah pada 17 September 2006,  hingga pelaksanaan seminar nasional pada 18 September 2006. Seluruh kegiatan melibatkan mahasiswa, alumni, dosen, dan tenaga administrasi serta masyarakat umum. Olahraga yang dipertandingkan meliputi bulutangkis, tenis meja, tenis lapangan, bola voli, dan futsal.

Jalan Sehat dan Donor Darah

Untuk mempererat tali persaudaraan antar sivitas akademika, BEM Fakultas Ilmu Administrasi menyelenggarakan jalan sehat. Kegiatan yang berlangsung 17 September 2006 ini diikuti oleh ratusan peserta dengan mengambil rute jalan sehat yaitu jalan Veteran, TMP jalan Bogor, dan Mayjen Panjaitan. Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Dr Suhadak MEc didampingi oleh Pembantu Dekan I FIA Dr Sumartono melepas secara simbolis puluhan burung "emprit" (Lonchura punctulata). Pihak panitia juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbuat amal dengan melakukan donor darah. Kegiatan selama satu hari ini dimeriahkan dengan pertunjukkan musik kolintang oleh ibu-ibu Dharma Wanita FIA, pertunjukan musik, games, dan pemberian door prizes yang memperebutkan televisi, tape recorder dan sepeda gunung.

Seminar Nasional Good Governance


Sementara itu dalam rangka untuk mengidentifikasi pemikiran baru di bidang administrasi publik dan administrasi bisnis yang berkaitan dengan good governance, serta untuk merumuskan konsep pemikiran tentang pengembangan konsep dan pelaksanaan good governance di bidang administrasi publik dan administrasi bisnis menghadapi era globalisasi dan otonomi daerah, berkaitan dengan Dies Natalis FIA diselenggarakan seminar nasional Good Governance pada 18 September 2006.
Hadir dalam seminar sehari ini yaitu Ketua PWNU Jawa Timur Dr Ali Maschan Moesa dengan materi “Perspektif Agama dalam Menciptakan Good Public Corporate Governance”, staf ahli Menko Kesra bidang Ekonomi Kerakyatan dan Informasi Dr Komet Mangiri MA dengan materi “Pandangan Good Corporate di Kalangan Pemerintah dan Masyarakat”, dan Presiden Direktur Chevron Caltex Ir Suwito Anggoro dengan materi “Good Corporate”. Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Drs H Paskah Suzetta MBA juga dijadwalkan hadir sebagai pembicara. Materi yang disampaikan “Good Governance dalam Perencanaan Pembangunan di Indonesia (Isu dan Agenda Lima Tahun ke Depan)”. [nik]

Seminar Nasional Good Governance

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2019


Dalam rangka dies natalis ke-46, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA Unibraw) menggelar seminar nasional dengan tema "Good Governance dalam Perspektif Ilmu Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis". Seminar berlangsung Senin 18/9, di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, diikuti utusan dari pemerintah propinsi, kabupaten, kota, perusahaan, perbankan/lembaga keuangan, perguruan tinggi negeri dan swasta, pemuda, LSM, pers, dan masyarakat umum. Tak ketinggalan para dosen, mahasiswa, dan alumni Universitas Brawijaya sendiri.
Seminar bertujuan mengidentifikasi pemikiran baru di bidang administrasi publik dan administrasi bisnis, terutama yang berkaitan dengan good governance. Di samping untuk merumuskan konsep pemikiran tentang pengembangan konsep dan pelaksanaan good governance di bidang administrasi publik dan administrasi bisnis dalam menghadapi era globalisasi dan otonomi daerah.
Seminar ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa berbagai kejadian penting yang mewarnai dunia administrasi seperti transparansi dan akuntabilitas, globalisasi, pemerintah daerah yang desentralistik, keterbukaan informasi, pemberantasan korupsi, kelesuan bisnis, memerlukan pemikiran ulang para praktisi administrasi untuk meningkatkan relevansi keilmuan dan kebijakan untuk merespons kejadian-kejadian tersebut.
Dijadwalkan, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Drs H Paskah Suzetta MBA memberikan keynote speech dengan judul "Good Governance dalam Perencanaan Pembangunan di Indonesia (Isu dan Agenda Lima Tahun ke Depan)". Selain itu, dijadwalkan pula keynote speech tentang good governance dari Menko Kesra Ir Aburizal Bakrie, dari pimpinan PT Caltex, di samping pokok bahasan "Perspektif Agama dalam Menciptakan Good Corporate Governance" yang disampaikan oleh Dr Ali Maschan Moesa (Ketua PW NU Jawa Timur). [Far]

Olimpiade Kimia di FMIPA Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 4917

Kimia selama ini dianggap momok di tengah-tengah masyarakat. Melalui penyelenggaraan Olimpiade Kimia tingkat SMU se-Jawa Timur, Himpunan Mahasiswa Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya mencoba untuk mengikis anggap itu. Olimpiade digelar dalam jangka waktu sepekan (10-17 September 2006), merupakan kegiatan rutin tahunan sejak 5 tahun silam. Tema olimpiade tahun ini: “Find The Secret Life With The Real Chemistry”. Puncak acara berlangsung Minggu (17/9) dihadiri Dekan FMIPA, Ir. Adam Wiryawan MS, yang menyatakan dukungannya terhadap aktivitas mahasiswa mengembangkan kegiatan-kegiatan berbasis kimia secara intensif.
Ketua pelaksana, Alvin Djauhar Al Khair menuturkan, berbeda dengan sebelumnya, seleksi babak penyisihan olimpiade tingkat SMU se-Jawa Timur tahun ini terbagi dalam tiga rayon: Surabaya, Malang dan Jombang. Diikuti 143 orang peserta, babak penyisihan berlangsung Minggu 10/9, untuk menyeleksi 30 peserta yang berhak ke babak selanjutnya. Kalau tahun lalu peserta hanya diberi soal-soal teoritis (multiple choice) dan aplikatif (praktikum), untuk tahun ini bentuk kegiatannya lebih variatif.
Dari 30 peserta yang mengikuti babak penyisihan, selanjutnya dipilih 10 peserta yang maju ke babak semifinal. Pada babak semifinal dengan kegiatan Chem’s Visual dan Chem’s Laboratory, diseleksi 5 peserta terbaik. Kelima peserta ini masuk babak final, dengan kegiatan Chem’s Speech bertema aplikatif dengan topik “Energi Alternatif sebagai Pengganti Bahan Bakar Fosil” dan Chem’s Action (cepat tepat di bidang kimia).
Pada pelaksanaan olimpiade kali ini, pihak panitia berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik kepada tim peserta. Antara lain dengan menyediakan ruang istirahat bagi official (guru pembimbing) maupun peserta. Dalam ruangan tersebut mereka dapat menikmati VCD Iptek Harun Yahya dan pameran berbagai poster penelitian, hasil praktikum dan PKM dari kimia fisik, kimia organik, kimia anorganik dan biokimia.
Melengkapi penjelasan Alvin, dua orang staf pelaksana: Arfebiyan Wahyu dan Widi Rahayu Mereka menambahkan, Olimpiade Kimia kali ini melibatkan tim soal yang terdiri dari mahasiswa berprestasi dalam berbagai karya ilmiah, seperti PKM dan LTM. Mereka antara lain: Andra Dwi Yulianto (Kimia 2003), Ari Enggar Fitri (Kimia 2004), Ratih Purnaningtyas (Kimia 2004), Sisca Yuliati (Kimia 2004), Novi Suniasih (Kimia 2003) dan Eva Elya (Kimia 2003). Mereka mengatakan, olimpiade ini merupakan cikal bakal kegiatan yang lebih besar: Olimpiade IKA HIMKI (Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia), untuk tingkat regional maupun nasional, sehingga diutamakan pesertanya adalah siswa siswi kelas I dan II SMU.
Dewan juri dalam olimpiade ini adalah para dosen Jurusan Kimia FMIPA Unibraw, yaitu: Drs Warsito MS (kimia organik), Zubaidah Ningsih SSi (kimia fisik), Qonita Fardiah SSi (kimia analitik), Siti Muthrofin SSi MSi (kimia anorganik) dan Ari Srihardyastuti SSi MKes.
Pemenang dalam ajang kompetisi ini, secara berturut-turut, Juara I: Ria Ayu (SMAN 3 Malang, berhak atas trofi bergilir Gubernur Jatim dan trofi tetap Walikota Malang serta uang senilai Rp 700 ribu); Juara II: Jefry (SMAN 1 Gresik, berhak atas trofi Rektor Unibraw dan uang senilai Rp 400 ribu); Juara III: Anita (SMAN 2 Kediri, berhak atas trofi Dekan FMIPA Unibraw dan uang senilai Rp 300 ribu). Sementara itu Juara Harapan I: David dan Juara Harapan II: Ivan, keduanya dari SMA Kolese Santo Yusuf,  berhak mendapatkan vandel dan hadiah hiburan dari panitia. [nok]

Peksiminas VIII: Mahasiswa Unibraw Meraih Emas

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2805


Selamat pagi Indonesia, seekor burung mungil mengangguk, dan menyanyi kecil buatmu. Akupun sudah selesai, tinggal mengenakan sepatu, dan pergi untuk mewujudkan setiaku kepadamu. Dalam kerja yang sederhana, bibirku tak bisa mengucapkan kata-kata yang sukar. Dan tanganku terlalu kurus untuk mengacu terkepal. Selalu kujumpai kau di wajah anak-anak sekolah, di mata para perempuan yang sabar, di telapak tangan yang membantu para pekerja jalanan. Kami telah bersahabat dengan kenyataan, untuk diam-diam mencintaimu. Pada suatu hari tentu kukerjakan sesuatu. Agar tak sia-sia kau melahirkanku.
Demikian sepenggal puisi karangan Sapardi Djoko Damono yang dibacakan oleh Maria Agustina Mamahit pada Peksiminas VIII tahun 2006 beberapa waktu lalu. Puisi Selamat Pagi Indonesia, puisi Asmaradana buah karya Goenawan Mohammad, dan puisi Membaca Tanda-tanda karya Taufiq Ismail, telah menghantarkan mahasiswa Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya itu dalam menyumbangkan emas bagi kontingen Jawa Timur di Pekan Seni Mahasiswa Indonesia Tingkat Nasional yang berlangsung pada 6-12 September 2006 di Makassar .
Grace, demikian perempuan cantik yang memiliki hobi membaca puisi ini dipanggil, mampu menggetarkan para penonton yang memenuhi aula Universitas Islam Negeri Makassar tempat lomba membaca puisi dilakukan. Sebelum maju di tingkat nasional, Grace terlebih dahulu mengikuti seleksi tingkat daerah yang berlangsung di Universitas Negeri Malang pada Juli 2006. Dewan juri pada lomba membaca puisi Peksiminas VIII yaitu Jose Rizal Manoa seorang sutradara, Udin Palisuri seorang penyair dan Ahmadun salah seorang putra daerah Makassar. Kriteria penilaian lomba meliputi pemahaman dan penghayatan, teknik penyajian seperti teknik vokal, artikulasi, jeda, dan intonasi, serta penampilan.
Peksiminas merupakan agenda dua tahunan yang diselenggarakan sejak 1991. Peserta lomba adalah para mahasiswa yang berasal dari seluruh propinsi di Indonesia. Peserta Peksiminas ke VIII kali ini diikuti oleh 29 propinsi. Tangkai lomba yang dipertandingkan sebanyak 16 yaitu seni lukis, komik strip, fotografi, poster/desain grafis computer, tari, monolog, baca puisi, penulisan puisi, penulisan cerpen, penulisan lakon, nyanyi pop, nyanyi keroncong, nyanyi dangdut, nyanyi seriosa, vokal grup, dan film pendek. [nik]