Prasetya Online

>

Berita UB

Pengawasan SPMB Diperketat

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1551

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Brawijaya, hari ini Senin 3/7, telah memasuki tahap persiapan akhir menjelang pelaksanaan ujian tulis hari Rabu 5/7 dan Kamis 6/7. Panitia telah mempersiapkan lokasi ujian bagi 9000 peserta di dalam kampus Universitas Brawijaya. Untuk kelompok IPA, lokasi ujian di Lab FK, Graha Medika FK, RK Amfi FK, RK Anatomi dan Biomedik FK, RK Sosek FP, RK Tanah FP, Gedung-A FP, Lab Pangan FTP, RK Faperik, RK Fapet, RK FMIPA, Lab Matematika MIPA, Lab Biomolekuler MIPA, RK FTP, dan RK Pascasarjana. Sedangkan untuk kelompok IPS, di Gedung Justitia FH, RK FE, RK FIA, RK FTP, RK Pariwisata FIA, RK FT Mesin II, RK FT Sipil, Lab Beton FT, Lab Mektan FT, Gedung-A FT, dan RK D-III FP. Sementara kelompok IPC menempati gedung RKB, RK FH, RK FT Mesin, dan RK FT Elektro.
Bersamaan dengan itu, panitia telah mempersiapkan tenaga 515 orang pengawas yang direkrut dari pada dosen dan tenaga administrasi yang berpangkat III/a ke atas, di tambah dengan 30 orang dosen senior yang ditugaskan selaku koordinator lokasi. Selain itu, juga disiapkan tenaga distributor naskah ujian sebanyak 29 orang dosen, dibantu oleh 32 orang tenaga administrasi sebagai pembantu distributor. Para distributor ini dikoordinasikan oleh dr Supranowo SpPA.
Para pengawas hari ini telah mendapatkan briefing dari koordinator pelaksana ujian Dr. Isrok SH MS, dan subseksi pengawas Dr Ir Eko Widodo untuk pengawas dari lingkungan Kantor Pusat, maupun para koordinator lokasi untuk pengawas yang berasal dari fakultas-fakultas. Briefing dilaksanakan di gedung Widyaloka dan di masing-masing fakultas. Melalui briefing ini disampaikan berbagai informasi mengenai pelaksanaan ujian, sampai pada kemungkinan-kemungkinan kecurangan yang sering terjadi pada waktu-waktu lalu, dan cara-cara mengantisipasinya.
Diperoleh informasi, dari rapat koordinasi antar sublokal yang berlangsung pagi tadi di Universitas Negeri Malang selaku Pantap Lokal Malang, ujian tulis tahun ini rawan kecurangan. Oleh karena itu, panitia sublokal diminta untuk memperketat pengawasan, antara lain dengan menambah jumlah pengawas, sehingga tercapai rasio pengawas/peserta sekitar 1:10. [Far]

Pelatihan Proses Pengolahan Biodiesel di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2453


Permasalahan energi merupakan permasalahan global pada saat ini. Pemanfaatan energi fosil yang diprediksi bakal habis pada masa 30 tahun mendatang menuntut berbagai upaya dalam menemukan dan mengkaji berbagai upaya solusi alternatif guna mengatasi permasalahan tersebut. Pemerintah Indonesia pun pada saat ini tengah memikirkan, mengkaji dan menyiapkan blue print atau road map kebijakan Biofuel Nasional atau Bahan Bakar Nabati (BBN).
Didasari pemikiran tersebut, Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya menyelenggarakan "Pelatihan Proses Pengolahan Biodiesel sebagai Alternatif Solusi Permasalahan Energi”. Pelatihan diselenggarakan selama dua hari, Senin 3/7 hingga Selasa 4/7, di gedung Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian
Menurut Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Prof Dr Ir Simon Bambang Widjanarko MAppSc, pengkajian tentang biofuel telah lama berlangsung di Universitas Brawijaya, khususnya oleh Jurusan Teknik Pertanian. ”Pengkajian dari bahan-bahan biofuel di antaranya kelapa sawit, jarak, singkong, dan tebu, tidak hanya sekedar pada fungsinya guna menghasilkan biofuel semata, tetapi harus lebih luas dari itu, yakni mulai dari pembudidayaan, optimalisasi produk, sampai pada pemanfaatan limbah”, ungkap doktor lulusan School of Food Technology, University of New South Wales, Australia ini.
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Pertanian FTP Unibraw, Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo MS mengatakan kegiatan pengolahan berorientasi pada upaya peningkatan nilai tambah produksi suatu bahan pertanian. Di bidang teknik pertanian, upaya pengkajian dalam pengadaan biofuel bisa diekstensifkan sampai pada upaya peningkatan kesejahteraan petani, optimalisasi produksi melalui teknologi proses dan permesinan, pemanfaatan limbahnya sampai pada berbagai terobosan pohon industri dari bahan baku biofuel. Pelatihan diikuti oleh 25 peserta dari berbagai instansi, baik negeri maupun swasta. Peserta diberi kesempatan untuk praktek langsung pembuatan biodiesel dengan instruktur dari Jurusan Teknik Pertanian.
Hadir sebagai narasumber Prof. Ir. ING Wardhana MEng PhD dengan topik ”Prospek Biodiesel ke Depan”, Ir. Bambang Susilo MScAgr dengan judul ”Teknik Pengolahan Biodiesel”, Dr. Ir. Bambang Dwi Argo DEA dengan materi ”Alat dan Mesin Pengolahan Biodiesel”, dan Ir. Sukindar MS dengan tajuk ”Budidaya Tanaman Jarak Pagar”, dan Ir. Roy Hendroko.
Dalam presentasinya, Ir. Roy Hendroko, perwakilan dari PT Kreatif Energi Indonesia, perusahaan yang memproduksi biofuel, menyatakan perusahaannya saat ini tengah berkonsentrasi pada produksi biofuel. Sehubungan dengan ini PT Kreatif Energi Indonesia menjalin relasi dengan para petani penanam jarak dan perusahaan pengguna solar industri. ”Kita masih menunggu regulasi pemerintah guna meningkatkan distribusi yang lebih luas lagi melalui kerjasama dengan Pertamina”, ungkapnya. [nok]

Kongres Nasional VII Masyarakat Endokrinologi  Indonesia

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2927

Persatuan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) selama 4 hari, mengadakan kongres nasional. Perkumpulan para ahli yang beranggotakan para dokter maupun peneliti di bidang endokrinologi ini menyelenggarakan Kongres Nasional VII atau "7th National Congress of The Indonesian Society of Endocrinology", di Batu, 29 Juni-2 Juli 2006. Perkeni berpusat di Jakarta, dan memiliki beberapa cabang di kota-kota besar Indonesia, termasuk di Malang.

Selama ini upaya mengatasi berbagai jenis penyakit endokrin lebih banyak diarahkan pada aspek pengobatan (kuratif), yaitu melalui konsumsi obat-obatan (kemoterapi). Pada tahun 2000, Perkeni Cabang Malang membentuk kelompok "Molecular Diabetology" di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Bagian Penyakit Dalam. Pembentukan kelompok ini merupakan terobosan baru, sekaligus merupakan langkah awal dalam rangka meningkatkan kualitas pengobatan penyakit diabetes. Pembentukan kelompok ini diprakarsai oleh Prof. Dr. Djoko W. Soeatmadji SpPD-KEMD dan dr. Achmad Rudijanto SpPD-KEMD.
Selama ini bidang endokrinologi selalu identik dengan dunia medis atau kedokteran, namun pada kongres kali ini turut dilibatkan unsur scientific knowledge pada sesi Plenary Lecture dan Scientific Symposium.
Sesi plenary lecture dibawakan oleh Prof. Sutiman B. Sumitro SU DSc guru besar biologi sel dan molekuler Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang. Sedangkan pada sesi scientific symposium berperan sebagai keynote speaker Fatchiyah Fatah MKes PhD dan Dr. drh Aulanni’am DES, keduanya adalah dosen senior Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya. Ketiga pakar itu menyampaikan materi tersebut pada tanggal 2 Juli 2006 dalam sesi yang berbeda.
Prof. Sutiman B. Sumitro SU DSc
Pada Sesi Plenary Lecture, Prof. Sutiman B. Sumitro SU DSc membahas mengenai “dampak genomik dan proteomik dalam endokrinologi”. Sebagai guru besar biologi sel dan molekuler, Prof Sutiman menjelaskan bahwa proteomik merupakan studi yang sistematis tentang protein baik dalam hal struktur, fungsi maupun interaksinya. Dibandingkan dengan genom, proteomik bersifat lebih kompleks. Satu organisme akan memiliki ekspresi protein yang berbeda pada tiap-tiap bagian tubuh yang berbeda pula. Lebih jauh lagi Prof. Sutiman menjelaskan bahwa proteomik memiliki peranan dalam menyelidiki dan mengidentifikasi biomarker, yaitu suatu molekul biologis yang berperan sebagai indikator penyakit tertentu. Selain itu teknologi proteomik juga dapat digunakan untuk keperluan diagnosis (target) dari terapi pengobatan.
Fatchiyah Fatah MKes PhD
Berbeda dengan topik kuliah Prof. Sutiman, Fatchiyah Fatah MKes PhD membahas tentang “peran knockout gen (KO) pada hewan untuk memahami patogenesis penyakit endokrin”. Topik tersebut juga merupakan salah satu hasil penelitianya selama menempuh pendidikan Doktor di National Institute for Basic Biology (NIBB), Okazaki, Jepang. Menurut Fatchiyah yang juga dosen senior dari Jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya, tikus KO merupakan suatu perangkat untuk mempelajari fungsi gen tertentu dalam suatu sistem biologis dan untuk mengamati proses regulasi dalam tubuh. Aplikasi yang paling mengesankan dari teknologi ini yaitu di bidang biomedik dan penelitian di bidang endokrinologi molekuler. Tujuan dari KO menurut Fatchiyah, yaitu untuk menghilangkan gen pada organ tertentu, tipe sel atau tahapan perkembangan. Contoh aplikasi dari KO adalah pada studi mutasi genetik yang berkaitan dengan maturity-onset Diabetes (kondisi awal Diabetes). Studi ini lebih lanjut diharapkan dapat meningkatkan teknik pengobatan terhadap penyakit Diabetes yang disebabkan karena defisiensi glukokinase.
drh Aulanni’am DES
Dalam 7th National Congress of The Indonesian Society of Endocrinology yang selenggarakan di Kota Batu (Jawa Timur) pada tanggal 29 Juni-2 Juli 2006, sekaligus menjadi ajang penghargaan bagi drh Aulanni’am, DES. Dosen Biokimia FMIPA Universitas Brawijaya ini menerima anugerah Diabetes Award dari Merck, sebuah perusahaan farmasi terkemuka dunia. Aulanni’am yang bertindak sebagai salah satu keynote speaker pada sesi Scientific Symposium, membawakan topik diskusi tentang ”produksi antibodi monoklonal terhadap autoantibodi GAD65 pada manusia”. Aulanni’am menjelaskan bahwa Diabetes Mellitus tipe 1 disebabkan karena terjadinya kerusakan sel beta pankreas yang berperan dalam memproduksi insulin. Kerusakan tersebut dapat terjadi karena adanya proses autoimmun kronis. Antibodi monoklonal diperlukan untuk mendeteksi keberadaan circulating autoantibodies terhadap glutamic acid decarboxylase (GAD65) yang merupakan biomarker utama dalam proses autoimmun kronis. Dengan mengembangkan teknik ini, maka penyakit Diabetes Mellitus (tipe I) akan dapat dideteksi secara akurat dan lebih awal sehingga upaya pencegahan maupun pengobatan dapat dilakukan secara efektif. Demikian penjelasan drh Aulanni’am, DES yang sejak tahun 1997 telah melakukan penelitian tentang Diabetes bersama-sama dengan peneliti senior dari UNIBRAW seperti Prof. Dr. Djoko Wahono Soeatmadji SpPD dan Prof. Sutiman Bambang Sumitro SU. [Wid/Shof]

Gerak Jalan Sehat Dies Natalis FH Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1765

Dalam rangka memeriahkan peringatan dies natalis ke-49 Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, panitia mengadakan gerak jalan sehat. Gerak jalan sehat ini dilaksanakan hari Minggu, 2/7, berawal dari halaman depan gedung FH Unibraw. Panitia mengajak segenap alumni dan sivitas akademika FH Unibraw untuk berpartisipasi mengikuti acara ini. Panitia menyediakan door prize, makan pagi, dan menggelar panggung musik.
Tertua
Fakultas Hukum adalah fakultas tertua di Universitas Brawijaya, berawal dari sebuah perguruan tinggi swasta Perguruan Tinggi Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (PTHPM) yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Malang (YPTM) tanggal 1 Juli 1957. PTHPM diakui sebagai milik Kotapraja Malang dengan persetujuan DPRD Kotapraja Malang pada 19 Juli 1959. Pada peringatan dies natalis III PTHPM, 1 Juli 1960, diresmikan penggunaan nama Universitas Kotapraja Malang, sebuah gemeentelijke universiteit yang sejak lama didambakan. Sejak saat itu PTHPM berganti nama menjadi Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, dan menjadi bagian dari Universitas Kotapraja Malang. Universitas ini kemudian mendirikan Fakultas Administrasi Niaga (FAN, 15 September 1960), dan Fakultas Pertanian (FP, 10 November 1960).
Selanjutnya, Universitas Kotapraja Malang berganti nama menjadi Universitas Brawijaya. Sebuah nama yang diberikan oleh Presiden RI melalui kawat bernomor 258/K/61 tanggal 11 Juli 1961. Berikutnya, 3 Oktober 1961, terjadi penggabungan YPTM yang mengelola Universitas Brawijaya dengan YPTEM (Yayasan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang) yang memiliki PTEM (Perguruan Tinggi Ekonomi Malang), dan membentuk yayasan baru bernama Yayasan Universitas Malang. Dengan bergabungnya, PTEM, maka Universitas Brawijaya saat itu memiliki 4 fakultas, yakni FHPM, FE, FAN, serta FP, dan dinegerikan pada tanggal 5 Januari 1963
FHPM dalam perkembangan selanjutnya berganti nama menjadi Fakultas Hukum (FH), berdasarkan Keputusan Presiden nomor 92 tahun 1982 tanggal 7 September 1982. Hingga saat ini tercatat 11 orang yang pernah menjabat sebagai ketua atau dekan fakultas ini. Mereka itu adalah: Mr. M. Mardojo (1957-1963), Drs. Koen Soebekti (1964-1966, 1968-1971), Chabib Syarbini SH (1966-1967), M Kafrawi SH (1972-1974, 1980-1982), A Masyhur Effendi SH (1974-1979), Moch. Idris SH (1979-1980), Moch. Munir SH (1982-1988), A. Moekthie Fadjar SH MS (1988-1992), Amir Hamzah SH (1992-1995), Masruchin Ruba'i SH MS (1995-2001), dan Warkum Sumitro SH MH (2001-sekarang). [Far]

Ceramah Imam Masjid Nabawi Madinah di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3760


Imam dan khatib Masjid Nabawi Madinatul Munawarah, Syaikh Dr. Shalah bin Muhammad Budair, Sabtu 1 Juli 2006, mengadakan kunjungan ke kampus Universitas Brawijaya. Dalam kunjungan tersebut, Syaikh Shalah bin Muhammad Budair memberikan ceramah dan mengadakan dialog interaktif dengan sivitas akademika Universitas Brawijaya maupun undangan yang lain. Acara ini di digelar di gedung Widyaloka Unibraw, mulai pukul 08.30 WIB.
Di sini, rombongan Syaikh Dr. Shalah bin Muhammad Al Budair disambut oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito beserta staf pimpinan lain dan sivitas akademika Universitas Brawijaya. Tauziyah Syaikh Dr. Shalah bin Muhammad Al Budair bertajuk ”Ukhuwah Islamiyah” yang diterjemahkan oleh Ust. Abdullah Sholeh Hadrami, diikuti dengan khidmat oleh seluruh hadirin.
Dalam kesempatan itu Syaikh Dr. Shalah bin Muhammad Al Budair menyatakan saat ini Islam dan umat muslim sedang dalam kondisi keterasingan, di tengah berbagai fitnah dari “musuh-musuh” Islam yang telah melanda berbagai segi, baik aqidah, politik maupun ekonomi. Di tengah kondisi tersebut, Syaikh Shalah mengimbau agar segenap kaum muslim memperkuat konsolidasi Islam dengan kembali bersatu dan berkumpul di bawah naungan Islam sebagai ikatan yang paling besar. Fenomena perpecahan yang sekarang sedang marak di tengah-tengah kaum muslim sendiri, menurut Syaikh merupakan hal yang sia-sia dan melemahkan.
Disinggung pula permasalahan khilafiyah yang seringkali menjadi penyebab perpecahan di kalangan umat Islam. Disebutkan di antaranya permasalahan aqidah, permasalahan fiqih, dan permasalahan duniawi. Secara khusus, Syaikh Shalah mengutarakan berbagai solusi bagi permasalahan khilafiyah tersebut, kecuali aqidah. Menurutnya tidak ada ijtihad dalam permasalahan aqidah, karena Islam adalah agama tauhid, dengan satu Rasulullah penyampai risalah, Muhammad SAW, dan satu kitab suci, Al Qur’an.
Disimpulkan bahwa persatuan dalam Islam adalah mutlak, dengan saling membantu dan saling menasehati dalam hikmah, berdialog dengan penuh akhlak tanpa saling menjelekkan, dan menyalahkan, serta menyampaikan dakwah dengan lemah lembut.
Sementara itu Ketua Pusat Pengkajian Agama (PPA) Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Thohir Luth MA, mengatkan kunjungan Syaikh Shalah bin Muhammad Al Budair ini merupakan rangkaian kunjungan silaturrahim untuk melihat perkembangan umat Islam di berbagai negara dengan penduduk mayoritas muslim. Guru besar hukum Islam ini berharap, secara khusus Universitas Brawijaya dapat menjalin kerja sama dalam pengadaan fasilitas bidang keagamaan di lingkungan Universitas Brawijaya, di antaranya bantuan berupa buku-buku untuk perpustakaan Islam, maupun bantuan dalam ibadah haji. Menurut Prof. Thohir Luth, keinginan itu langsung ditanggapi secara positif oleh Syaikh Shalah. [nok]