Prasetya Online

>

Berita UB

Agar Mampu Bersaing, Dokter Dituntut untuk Profesional

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 November 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2664

pengucapan sumpah sepuluh dokter baru di gedung Biomedik
pengucapan sumpah sepuluh dokter baru di gedung Biomedik
Seorang dokter dituntut untuk profesional dalam melakukan profesinya. Paling tidak terdapat dua hal utama yang harus dipenuhi oleh para dokter agar mampu bersaing dengan para dokter dari negara lain yaitu penguasaaan ilmu dan teknologi kedokteran dengan memanfaatkan teknologi informasi, serta selalu mengamalkan sumpah yang telah dilavalkannya dengan sungguh-sungguh dan menjalankan prosedur standar praktek kedokteran dengan benar. Demikian sambutan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, dr Harijanto MSPH, seusai meyaksikan pengucapan sumpah sepuluh dokter baru di gedung Biomedik, Selasa 28 November 2006.
Untuk mendapatkan ijin praktek sebagai dokter, Harijanto mengatakan, Undang-undang Praktek Kedokteran dan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) mengharuskan para dokter mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai dokter umum. Selain itu terhitung mulai 2008, Indonesia sebagaimana kesepakatan yang telah ditandatangani bersama para anggota negara ASEAN dalam Mutually Recognition Agreement, akan memiliki satu standart kompetensi. Kesepakatan ini menurut Harijanto, mengharuskan para dokter untuk mengikuti Pendidikan Dokter Berkelanjutan untuk menjamin tingkat kompentensi yang dimiliki para dokter.

Lokakarya Manajemen Sistem Informasi BAPSI Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 November 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2331

Lokakarya Manajemen Sistem Informasi Terpadu BAPSI Universitas Brawijaya
Lokakarya Manajemen Sistem Informasi Terpadu BAPSI Universitas Brawijaya
Pembantu Rektor IV Prof Dr Umar Nimran MA, Senin 27/11, membuka Lokakarya Manajemen Sistem Informasi Terpadu BAPSI Universitas Brawijaya, di lantai VIII gedung Rektorat Unibraw. Lokakarya ini diikuti segenap pejabat di fakultas dan universitas, mulai dari pembantu dekan, ketua dan sekretaris jurusan, ketua program studi, para kepala biro dankepala bagian, serta para kepala sub bagian.
Peserta lokakarya ini mendapatkan pengarahan PR-IV dengan topik "Peranan Unit Kerja dalam Menunjang Keberlanjutan Sistem Informasi Manajemen BAPSI, mendengarkan laporan pelaksanaan kegiatan PCPT (program cakupan perguruan tinggi) serta penjelasan tentang prosedur layanan sistem informasi dari Kepala BAPSI, dan paparan tentang Sistem Informasi Terpadu BAPSI dari staf UPPTI (Unit Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi) Unibraw.
Dalam pengarahannya, Prof Umar Nimran mengatakan, banyak kesalahan pengambilan keputusan diakibatkan oleh kekurangcermatan dalam menangani informasi yang masuk. Oleh karena itu, melalui forum lokakarya ini diharapkan peserta dapat saling memberi informasi, tukar-menukar informasi, dan berdiskusi dengan pakar-pakar di bidang informasi. Diakui pula, "kita ini lemah dalam hal pemutakhiran data".

Beasiswa Unggulan BPKLN Depdiknas

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 November 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 4174

Kontrak perjanjian kerja dalam bidang program beasiswa unggulan antara Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional (BPKLN Depdiknas) dan Universitas Brawijaya, awal bulan Oktober silam telah ditandatangani. Sebagai tindak lanjut, Rektor telah pula membentuk tim pengelola yang diketuai oleh Prof Ir Liliek Sulistyowati PhD dan Drs Andy Fefta Wijaya MDA PhD. Berdasarkan keputusan nomor 167A/SK/2006 tanggal 17 November 2006, terdapat tiga bidang pendidikan yang menjadi perhatian tim, yaitu bidang bioteknologi agroindustri (diketuai Pembantu Dekan I Fakultas Pertanian), bidang bioteknologi perikanan dan kelautan (diketuai Pembantu Dekan I Fakultas Perikanan), dan bidang perencanaan pendidikan (diketuai Pembantu Dekan I Fakultas Teknik).
Tak berapa lama, Kepala BPKLN Depdiknas mengirimkan surat pemberitahuan hasil seleksi program beasiswa unggulan. Surat bernomor 51796/A7.4/LN/2006 tanggal 21 November 2006 itu, menyeleksi calon mahasiswa baru tahun akademik 2006/2007 yang memenuhi syarat akademik maupun administrasi sebagai mahasiswa baru Program S2 Bioteknologi Perikanan dan Kelautan, serta Program S2 Bioteknologi Agroindustri Universitas Brawijaya.
Dengan keputusan Rektor nomor 171/SK/2006 tanggal 27 November 2006, ditetapkan sejumlah 28 mahasiswa baru Program S2 Bioteknologi Perikanan dan Kelautan, dan 47 mahasiswa baru Program S2 Bioteknologi Agroindustri.
Mahasiswa baru Program S2 Bioteknologi Perikanan dan Kelautan (Program Studi Budidaya Perairan), adalah: Gunawan Abidin SPi MP, Kartika Uli SPi, Mahfud Heni Topan SPi, Yuni Setyaningsih SPi, Imam Irawan SPi, Rani Sasmita SSi, Basuki Wibowo SPi, Suwantini SSi, Budi Hariani SSi, Syarif Hidayat SSi, Iskandar Putra SPi, Muhammad Nur SPi, Tengku Said Karai SPi, Hengky Irawan SPi, Dian Iriani SPi, Dini Surilayani SPi, Devi Ulinuha SPi, Dwi Budi Wiyanto SPi, Yusmansyah SPi, Didit Eko Prasetyo SPi, Tri Prihatini SPi, Wazir Natan SPi, Ima Yudha Perwira SPi, Dony Barlianto SPi, Anjas Sasana SPi, Said Dolah SPi, Harwin Yonathan SPi, dan Yohanis B SPi.
Sedangkan mahasiswa baru Program S2 Bioteknologi Agribisnis (Program Studi Ilmu Tanaman) terdiri dari: Shalahudin SHut, Zainudin SHut, Andry Pramudyanto ST (kimia), Sopian Hadi SP, Rolistiawati SP, Iswadi SP, Desy Haryani SP, Khoirun Nizam SP, Sri Rezeki Muria ST (kimia), Joko Darma Jaya SSi, Almaisarah SP, Doni IIham SHut, Nur Hidayah S Handayani SP, Gusti Rohmaniati Istarliyah SP, Mudyawati SSi, Renitawati STP, Askur Rahman STP, Emma Ratna Fiorentina STP, Sri Nurhayati SP, Bram Hadi Wijaya SP, Elvi Kurniawati SP, Rahmat Dzulfikry SP, Midia LW Handayani STP, Irisa Trianti SP, Amalia Sukma Agustina STP, Sakunda Anggarini STP, Ika Rachmatul Layly SSi, Dyah Kinasih Wurasil SSi, Richa Kusumawanti STP, Siwi Nugrahanti STP, Haryudian Prihastuti SHut, Indi Hendraswari SHut, Retno Wulandari SHut, Rolly Yulianthi SHut, Ahmad Rivai SHut, Rizky Ayu Kristanti SHut, Dina Richa SHut, Akbar Ciptanto SHut, Ahmad Zamroni SHut, Sendy Andika Nur SHut, Nurcholis Majid SHut, Dedy Hadriani SHut, Novi Arvarita SP, Tresina SHut, dan Eko Heryadi SHut.

Balon Berhadiah Dies Natalis ke-44 Unibraw Ditemukan

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 November 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2570

balon berhadiah dalam rangka Dies Natalis Universitas Brawijaya
balon berhadiah dalam rangka Dies Natalis Universitas Brawijaya
Berbeda dari tahun sebelumnya, balon berhadiah dalam rangka Dies Natalis Universitas Brawijaya yang selalu diterbangkan setiap 5 Januari, dalam peringatan HUTnya kali ini diterbangkan pada 26 Nopember 2006. Penerbangan balon berhadiah itu dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan jalan sehat, sebagai kegiatan pembuka perayaan Dies Natalis ke 44. Adalah Paidi, seorang pekerja di PTPN XII (Persero), perkebunan Tempusari, Sirahkencong, Wlingi Kabupaten Blitar yang berhasil menemukan balon berhadiah senilai satu juta rupiah. Ayah dua orang putri yang sehari-hari memetik teh itu mengatakan balon berhadiah Universitas Brawijaya tersangkut di pohon pinus tidak jauh dari rumahnya. Serah terima hadiah dilakukan oleh Ali Farid SH disaksikan oleh Drs Rudjita. Paidi mengungkapkan, uang itu akan dimanfaatkan untuk membeli hewan ternak kambing. [nik]

Sistem Pelayanan Kesehatan Menghadapi Globalisasi

Dikirim oleh prasetya1 pada 26 November 2006 | Komentar : 1 | Dilihat : 4457

Kesehatan merupakan modal bagi pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia dan sebagai modal bagi pelaksanaan pembangunan nasional yang pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Globalisasi yang marak dikampanyekan dalam semua lini sebagai tantangan maupun ancaman juga merambah wilayah kesehatan yang merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum. Hal inilah yang menjadi latar belakang bagi Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia BEM Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya untuk menyelenggarakan seminar nasional dengan tajuk “Globalisasi dan Sistem Pelayanan Kesehatan” di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya pada Minggu (27/11).
Ketua pelaksana, Aji Yusworo (mahasiswa FK angkatan 2003) mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan para peserta yang mayoritas mahasiswa kesehatan se-wilayah Malang Raya untuk mengantisipasi dan mempersiapkan berbagai hal menjelang era globalisasi tersebut. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terbentuk frame berpikir pada beberapa elemen yang terkait langsung degan dunia kesehatan yaitu pemerintah sebagai regulator, masyarakat sebagai konsumen serta para awak kesehatan sebagai penyedia layanan jasa kesehatan merumuskan strategi ke depan”, ungkapnya.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dr Harijanto MSPH menyatakan bahwa isu globalisasi telah didengungkan sejak 10 tahun lalu pada era mantan Presiden Soeharto. “Pada waktu itu, mantan Presiden Soeharto telah memperingatkan kita semua untuk melakukan persiapan”, ungkapnya.