Prasetya Online

>

Berita UB

MoU FMIPA-Direktorat Pembinaan SLB

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 Januari 2007 | Komentar : 0 | Dilihat : 2166

Dekan Fakultas MIPA, Ir Adam Wiryawan MS, atas nama Universitas Brawijaya, Kamis 18 Januari 2007 menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Nota kesepahaman ini adalah dalam peningkatan kualitas pembelajaran MIPA pada pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus. Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa, drg Ekodjatmiko Sukarso MM MKom, menandatangani MoU itu sebagai pihak pertama. Penandatanganan dilakukan di kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Dalam MoU itu, kedua belah pihak secara bersama-sama bermaksud meningkatkan kualitas layanan pendidikan khusus (PK) dan pendidikan layanan khusus (PLK) di bidang MIPA. Adapun tujuannya adalah: mendayagunakan PK dan PLK sebagai layanan program keterampilan belajar mengajar melalui pendidikan dan latihan (diklat) MIPA yang diselenggarakan oleh kedua belah pihak; mewujudkan keterpaduan pelaksanaan diklat peningkatan kualitas pembelajaran MIPA bagi peserta didik dan guru pada PK dan PLK; dan mewujudkan keterpaduan peserta didik dan guru pada PK dan PLK yang kompeten.
Lingkup kegiatan meliputi: bidang pembinaan, antara lain memberikan layanan program pembelajaran MIPA kepada guru dan peserta didik  PK dan PLK dalam setiap pendidikan dan pelatihan yang relevan; bidang peningkatan mutu, antara lain menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan peningkatan  kualitas pembelajaran MIPA pada PK dan PLK; dan bidang penelitian dan pengembangan, meningkatkan kompetensi ketrampilan, sumber daya manusia, materi dan bahan ajar melalui penelitian dan penerapannya  di bidang MIPA pada PK dan PLK.
Kesepahaman ini berlaku selama 1 tahun, yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Secara periodik, pada setiap akhir tahun nota kesepahaman akan dievaluasi bersama. Hasil analisa evaluasi dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kelanjutan kerjasama tahun berikutnya.
Penandatangan juga dilakukan oleh 7 perguruan tinggi lain yaitu: Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Merdeka Malang. [aw]

Pertemuan Program Insentif Bersama Kementerian Ristek di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 Januari 2007 | Komentar : 0 | Dilihat : 1801

program insentif
program insentif
program insentif 2
program insentif 2
Para peneliti dari seluruh fakultas, Rabu (17/1), mengikuti pertemuan yang diadakan Lembaga Penelitian (Lemlit) dalam rangka sosialisasi program insentif penelitian bersama pejabat dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT), di lantai VIII gedung Rektorat Universitas Brawijaya. Dua pejabat dari KNRT, masing-masing Prof Ir Martin Jamin PhD dan Agus C. Prasetyono, memberikan presentasi dalam kesempatan itu.
Ketua Lemlit Prof Dr Ir Syamsulbahri MS menyatakan, tahun ini Universitas Brawijaya menduduki peringkat kedua setelah ITB dalam jumlah nilai penerimaan insentif dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Insentif senilai 5,5 milyar rupiah ini digunakan untuk mendanai 36 judul penelitian dengan kategori insentif Riset Dasar, Insentif Riset Terapan, Insentif Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi, serta Insentif Percepatan Difusi dan Pemanfaatan Iptek. Prof Syamsulbahri juga mengatakan, pengkoordinasian kelompok peneliti merupakan salah satu bentuk rintisan Unibraw menuju entrepreneurial uniersity. ?Harapannya, penelitian mereka bukan hanya bermuara pada jurnal dan laporan, tetapi lebih sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas bangsa melalui penggerakan unit-unit di perguruan tinggi bersama dengan unit-unit bisnis masyarakat?, ungkap Prof Syamsulbahri.

Tim Geologi Unibraw Amati Tanah Gerak Malang Selatan

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 Januari 2007 | Komentar : 0 | Dilihat : 2610

Dody Wisnu Pribadi
Dody Wisnu Pribadi
MALANG, KOMPAS - Tim geologi dari Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya hari Rabu (17/1) berangkat ke Dusun Sentongan, Desa Bantur Kidul, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur untuk meneliti gejala tanah bergerak di wilayah itu. Gejala yang sudah dilaporkan warga tahun 2003 dan terulang 2005 itu mengakibatkan 21 keluarga sudah pindah sejak itu.
Ancaman masih dialami oleh 3 keluarga yang tersisa di kampung itu. Posisi rumah mereka berada di bibir tebing sedalam sekitar 10 meter. Ketiga rumah itu, merupakan bagian dari sekitar 10 ha bentang lahan yang diungkapkan warga setempat telah melorot ke bawah. Kecepatan melorot itu cukup besar selama dua tahun terakhir, sehingga dapur rumah yang semula lebih tinggi sekitar 0,5 meter kini menjadi rata dengan rumahnya.
Tim Unibraw, Dr Adi Soesilo menjelaskan, secara umum lokasi pegunungan kapur Malang Selatan memang berada pada topografi yang rawan longsor. Sentongrejo bukan satu-satunya lokasi di selatan Malang dengan fenomena tanah bergerak. Sebelum ini tim yang sama telah mengajukan usulan penelitian kepada pemkab.
Warga Sentongrejo, Kecamatan Bantur (sekitar 53 km dari Kota Malang) menerima bantuan selimut, bahan pangan dan tikar serta bantuan lain karena posisi rumah mereka sebanyak 24 keluarga yang terancam longsor sehingga harus pindah. [Dody Wisnu Pribadi] http://www.kompas.com/ver1/Nusantara/0701/17/130300.htm

Kunjungan ke PT Coca-Cola dan Kodeco Energy

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 Januari 2007 | Komentar : 0 | Dilihat : 4185

PT Coca-Cola Botling Indonesia
PT Coca-Cola Botling Indonesia
Mahasiswa Magister Teknik dan Manajemen Industri Universitas Brawijaya, Rabu (17/1), mengunjungi PT Coca-Cola Botling Indonesia, Pandaan. Rombongan diterima langsung oleh manajemen perusahaan. Para mahasiswa ini berupaya belajar dari praktek terbaik perusahaan kelas dunia seperti Coca-Cola, dan melaksanakan kunjungan itu menjelang ujian akhir semester (UAS). Semua ini adalah dalam rangka menyelaraskan pengetahuan dan menambah wawasan mengenai Supply Chain Management dan Strategic Management. Dr Ir Gembong Baskoro MSc, dosen mata kuliah tersebut, ikut dalam rombongan, mendampingi para mahasiswa.
Selain paparan tentang bisnis Coca-Cola di Indonesia, mahasiswa juga berkesempatan mengenal strategi yang dipakai Coca-Cola dalam rantai manajemen suplai dan quality system. Mahasiswa juga diberi kesempatan bertanya-jawab lebih detail mengenai topik tersebut secara langsung. Begitu antusias para mahasiswa, sampai-sampai manajer public relations perusahaan harus mengingatkan tentang batas waktu yang tersedia. Setelah acara itu rombongan mengadakan shop-floor tour, melihat dari dekat proses produksi yang sangat bersih, dan otomatis. Pada akhir acara kunjungan, Dr Gembong Baskoro berharap, kerja sama yang baik antara industri dan akademis ini bermakna bagi kedua pihak, dan dapat berlanjut untuk waktu yang akan datang.

Mahasiswa FH Unibraw Ikuti Konferensi Internasional di Bangkok

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 Januari 2007 | Komentar : 0 | Dilihat : 4076

Ratih Permata Putri Hadiwinoto
Ratih Permata Putri Hadiwinoto
Ratih Permata Putri Hadiwinoto, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (angkatan 2005) akan menghadiri konferensi internasional Asian Law Student Association (ALSA) di Bangkok, Thailand.
ALSA Conference 2007 yang berlangsung selama 7 hari (19/1-26/1) ini merupakan forum bagi mahasiswa hukum se-Asia. Konferensi ini diikuti oleh negara-negara anggota ALSA yaitu: Indonesia, Malaysia, Jepang, Cina, Hongkong, Singapura, Thailand, Filipina, dan Korea. Ratih adalah salah satu dari 17 orang anggota delegasi Indonesia yang berangkat ke Thailand. Anggota delegasi lain berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Airlangga.