Prasetya Online

>

Berita UB

Nominasi Diumumkan Hari Ini, 13 Tim Malang Masuk PKM

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1499

Babak penyisihan kompetisi PKM (program kreativitas mahasiswa) tingkat pertama telah usai. Hasilnya, ada 75 tim yang lolos dalam final PKM. Dari jumlah itu, 13 di antaranya adalah tim dari Malang, yakni Universitas Brawijaya 7 tim, Universitas Muhammadiyah Malang 3 tim, dan Universitas Negeri Malang 1 tim.
Untuk menjadi juara, semua tim yang lolos final harus berkompetisi kembali dalam sesi presentasi final. Rupanya, persaingan di tingkat final ini jauh lebih ketat dibanding presentasi sebelumnya. Sebab, dari 75 tim itu hanya akan tersaring 15 pemenang karena masing-masing kelas PKM yang jumlahnya lima hanya akan diambil juara 1,2, dan juara 3. Belum lagi proses penjurian yang juga jauh berbeda. "Sebelumnya, semua tim diberi waktu 45 menit untuk presentasi dengan juri 2-3 orang. Tapi, pada babak final hanya akan dibatasi 30 menit dengan juri 5 orang," ucap Ketua Dewan Juri PKM Drs Ir Endi Suwondo DEA.
Menariknya, meski presentasi final telah dibentang sejak kemarin sore hingga malam harinya, namun nominasi juara belum bisa diumumkan. Itu karena tim juri akan mengadakan rapat tertutup dan semua hasil baru dipublikasikan hari ini. "Kami tidak ingin semua tim saling menebak. Jadi, biarlah berjalan seperti biasa," tambahnya.
Untuk penilaian sendiri, sesuai dengan peraturan Dikti, ada beberapa kriteria penilaian yang dilakukan. Di antaranya, kreativitas tim PKM yang didasarkan pada kegunaan sesuai bidang, kontribusi bagi perkembangan Iptek, dan kontribusi bagi pemecahan masalah di masyarakat serta potensi paten PKMT. Selain kreativitas, kriteria lain didasarkan pada tulisan dan presentasi serta kemampuan diskusi tim. "Kalau melihat tim-tim yang masuk final, semuanya cukup bagus. Tinggal menunggu hasil penilaian tim juri saja," kata dia.
Sementara itu, selain tiga perguruan tinggi dari Malang yang lolos final, ada sekitar 22 perguruan tinggi lainnya yang juga berhasil masuk final. Yakni, IPB 14 tim, UGM 11 tim, Unair 5 tim, UNS 4 tim, ITS 3 tim, UI 3 tim, UKI Atmajaya 3 tim, Poltek Negeri Semarang 2 tim, STT Telkom 2 tim, Universitas Andalas 2 tim, Universitas Lambung Mangkurat 2 tim, Universitas Muhammadiyah Surakarta 2 tim, Universitas Sebelas Maret Surakarta 2 tim, UII Jogjakarta 1 tim, UK Soegijapranata Semarang 1 tim, UK Petra Surabaya 1 tim, Unlam 1 tim, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara 1 tim, Universitas Negeri Padang 1 tim, UNY 1 tim, UPI 1 tim, dan Universitas Udayana 1 tim. (nen) RADAR MALANG Sabtu, 29 Juli 2006

Pelatihan Analisis Data Penelitian Tanah dengan Genstat

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3078

Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, 24-28 Juli 2006, menyelenggarakan pelatihan analisis data hasil penelitian menggunakan program Genstat. Pelatihan diikuti oleh para dosen dan asisten pada Jurusan Ilmu Tanah dan beberapa mahasiswa S2 maupun S3 Program Pascasarjana Unibraw, dengan fasilitator Prof Dr Ir Kurniatun Hairiah, PIC (person in charge) Perbaikan Suasana Akademik Proyek PHK A2 Jurusan Ilmu Tanah, dan narasumber pakar statistika Dr Ir Bernadetha Maria Mitakda, dari FMIPA Universitas Brawijaya.
Pelatihan ini dimaksudkan sebagai upaya peningkatan mutu publikasi ilmiah para dosen Jurusan Ilmu Tanah, baik untuk tingkat nasional maupun internasional.
Kurikulum Program Studi Ilmu Tanah, saat ini diarahkan pada pengelolaan sumberdaya alam, bukan lagi tanah sebagai faktor produksi pertanian. Dengan demikian, maka penelitian di bidang pertanian, khususnya ilmu tanah tidak cukup dengan rancangan dengan menggunakan RAK (rancangan acak kelompok), RAL (rancangan acak lengkap) atau yang lain. Penelitian lebih rumit dengan melibatkan data kualitatif dan kuantitatif, pengukuran antar waktu, hasil survei berupa data spasial yang sering tidak bisa diatur dengan menggunakan rancangan tertentu. Oleh karena itu, software seperti SPSS dan Minitab yang sering digunakan tidak lagi memenuhi kebutuhan.
Selama ini sebenarnya sudah banyak data hasil survei sumberdaya alam yang ada di Jurusan Tanah, tetapi sulit dipublikasikan karena kurang memenuhi persyaratan penulisan ilmiah, salah satunya karena alasan rancangan yang tidak tepat dan tidak dianalisis secara statistik. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini merupakan pencerahan bagi dosen di Jurusan Tanah untuk meningkatkan jumlah dan kualitas tulisannya.
Selama pelatihan, pemateri Dr. Bernadetha Mitakda menjelaskan kelemahan metoda analisis ‘lama’ atau ‘kuno’, seperti uji BNT (beda nyata terkecil) dan MDRS. Di samping juga diberikan ‘tips and trick’ untuk menggunakan program Genstat yang lebih fleksibel, efisien dan efektif. Diajarkan pula, ‘trick’ mempersiapkan dan mencek data hasil penelitian sebelum tahapan analisis statistik, cukup menggunakan fasilitas program Excel (pivot table dan pivot charge). Pelatihan berjalan dengan lancar, dengan suasana akademik yang hidup. Peserta berlatih menganalisis data hasil penelitiannya sendiri (bidang ilmu tanah), sehingga diskusi tidak hanya membahas hasil analisis statistik saja tetapi juga berupaya menjelaskan dari sudut pandang ilmu pertanian dan lingkungan. Ditekankan pula oleh pemateri, statistik hanyalah alat saja, kepiawaian peneliti dalam merancang skenario analisis dan menjabarkannya secara ilmiah masih tetap merupakan kunci utama keberhasilan penelitian.
Kegiatan pelatihan ini tidak hanya meningkatkan ketrampilan dosen dalam menganalisis hasil penelitian, tetapi juga dapat dipakai untuk memperbaiki materi pembelajaran “metode penelitian tanah” untuk mahasiswa S1 di Jurusan Tanah. [ret]

Kompensasi Finansial Tidak Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3104

Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh strategi perusahaan dengan memperhatikan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Dalam perspektif sumber daya manusia (SDM), pencapaian kinerja karyawan sangat bergantung pada keberhasilan pengelolaan SDM dalam suatu organisasi. Karyawan sebagai individu dan kelompok dalam organisasi, memiliki perbedaan unik dari suatu
pribadi. Sehingga keberhasilan pengelolaan SDM harus ditopang dengan penguasaan skill dan knowledge yang dimiliki karyawan, yang tidak dapat ditiru oleh perusahaan pesaing. Peningkatan kinerja perusahaan, juga sangat dipengaruhi oleh aktiva tidak berwujud yaitu budaya perusahaan. Setiap perusahaan memiliki budaya yang unik, dan budaya yang paling efektif adalah budaya kerja yang mendukung strategi organisasi dengan menyesuaikan perilaku, proses dan metode sesuai dengan hasil yang diinginkan perusahaan.
Dwi Wahyu Artiningsih SE MM
Dwi Wahyu Artiningsih SE MM
Demikian antara lain Dwi Wahyu Artiningsih SE MM dalam disertasi berjudul ”Kompensasi: Pengaruhnya terhadap Budaya dan Kinerja Perusahaan PMDN di Kalimantan Selatan” yang disampaikan pada ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 27 Juli 2006. Bertindak sebagai promotor Prof Dr Eka Afnan Troena SE, dan Prof Armanu Thoyib SE MSc PhD serta Dr Solimun MS selaku kopromotor. Tim penguji terdiri dari Prof Dr MS Idrus SE MEc., Prof Dr Djumilah Zain SE dan Prof Dr Umar Nimran MA dengan penguji dari luar instansi Prof Christantius Dwiatmadja ME PhD dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
Diungkapkan pula, perbedaan perusahaan meliputi perbedaan nilai-nilai, norma-norma dan harapan yang membentuk budayanya.
Sistem kompensasi, menurut Dwi Wahyu Artiningsih, mencerminkan nilai-nilai organisasi. Sementara budaya adalah konsep organisasi yang mencakup bagaimana kerjadilaksanakan dan bagaimana orang dipilih, dikembangkan, diatur dan diberi penghargaan. Sehingga, program pembayaran yang sukses adalah program yang sesuai dengan perubahan budaya organisasi, cita-cita bisnis dan nilai-nilai yang menekankan pada keberhasilan sebagai individu atau tim.
Penelitian disertasi Dwi Wahyu Artiningsih bertujuan untuk mengetahui dampak pemberian kompensasi finansial dan kompensasi non finansial sebagai upaya menumbuhkan budaya dan peningkatan kinerja perusahaan PMDN besar dan menengah di Kalimantan Selatan. Responden dalam penelitian ini adalah 321 orang karyawan tingkat menengah sebanyak dari 42 perusahaan yang berada di kabupaten dan kota Banjarmasin, Martapura, Hulu Sungai Utara, Barito Kuala, Tabalong, Tanah Laut, Kotabaru dan Banjarbaru.
Dari penelitian itu ditemukan beberapa hal menarik. Kompensasi non finansial yang diterapkan pada perusahaan besar mampu menumbuhkan budaya kerja yang kuat, menuntut keterlibatan karyawan yang tinggi, meningkatkan konsistensi perilaku dan mendukung karyarwan melakukan pekerjaan yang berorientasi tim, sehingga berdampak positif terhadap kinerja perusahaan. Sementara itu kompensasi finansial ternyata tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Kompensasi finansial kepada karyawan tingkat menengah berupa upah, belum mampu memberikan kontribusi terhadap perbaikan kinerja perusahaan.
Dalam disertasi itu Dwi Wahyu Artiningsih merekomendasikan, sudah waktunya perusahaan untuk meninjau kembali sistem kompensasi finansial yang dibayarkan kepada karyawan, dan lebih menekankan pada konsep pemberian kompensasi finansial berupa bonus lebih besar sebagai tolok ukur performa individu dengan tetap memperhatikan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Selain itu perusahaan harus lebih berorientasi merit system pada kontribusi individu dalam tim, posisi karyawan dan memperhatikan pengalaman kerja karyawan.
Dalam yudisium, Dwi Wahyu Artiningsih dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu ekonomi kekhususan manajemen dengan predikat cumlaude (IPK 3,76).
Dr. Dwi Wahyu Artiningsih SE MM (41 tahun), putri kelahiran Nganjuk 19 Mei 1965, adalah sarjana ekonomi lulusan STIE Malangkucecwara Malang (1989), dan magister manajemen dari Universitas Brawijaya Malang (2001). Saat ini yang bersangkutan adalah tenaga pengajar STIE Indonesia Banjarmasin. [nik]

Stan Pameran Unibraw di Pimnas XIX

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2065


Mengusung tema ”Dengan Penguasaan Inovasi Iptek Kita Tingkatkan Profesionalitas dan Life Skill Mahasiswa”, Universitas Brawijaya membuka stan sebagai salah satu kegiatan pendukung Pimnas XIX di Universitas Muhammadiyah Malang. Di dalam stan tersebut ada sekitar 30 materi yang dipajang dari FMIPA, FPi, FTP, FP dan FT. ”Kali ini animo mahasiswa tidak begitu tinggi, sehingga kita tidak bisa tampil maksimal”, ungkap koordinator pameran, Dr Ir Susinggih Widjana MS.
Peragaan
Di dalam pameran tersebut, Universitas Brawijaya mengadakan bebarapa peragaan. Peragaan pembuatan mie dari rumput laut oleh Anne Gusti Ayu (mahasiswa Fakultas Perikanan), peragaan pembuatan biodiesel dari jelantah penggoreng vakum oleh Nur Fitri Kurniawan dkk (mahasiswa Teknik Pertanian), sirup rumput laut, jelly drink mengkudu, ginseng dan cuka buah-buahan.
Anne menjelaskan, dia terinspirasi oleh fenomena kegemaran makan mi di kalangan masyarakat. Di samping untuk memperkenalkan mi alternatif yang tidak mengandung zat aditif berbahaya. Anne mengatakan mi buatannya menggunakan bahan rumput laut jenis Eucheuma spinosum yang memiliki sifat iotakaragenan (elastis). Tidak hanya dipamerkan, mi buatan Anne memiliki beberapa kelebihan di antaranya enak dan lebih gurih, mengandung iodium dan serat pangan, serta tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin dan zat pewarna. Mi buatan Anne nyatanya telah dikonsumsi oleh teman-teman kosnya, dimasak menjadi mi goreng, mi baso, atau omelet.
Sementara itu, peragaan pembuatan biodiesel dengan jelantah penggoreng vakum diperagakan langsung oleh Nur Fitri Kurniawan, dkk. Jelantah dipanaskan sampai suhu 65-70ºC, kemudian dicampur dengan larutan sodium metoksida. Setelah diaduk selama 1 jam, kemudian diendapkan, dan dihasilkan biodiesel pada lapisan atas, serta gliserol pada lapisan di bawahnya.
Konsep Design Hi-Tech Komunikatif
Design stan pameran kali ini dirancang langsung oleh tim workshop Himpunan Mahasiswa Jurusan Arsitektur, IHI Design. Agus Sutikno (mahasiwa Arsitektur angkatan 2003) yang juga koordinator workshop tersebut menjelaskan stan pameran kali ini bertema “Hi Tech Komunikatif”.
Tim beranggota 5 orang ini menyusun konsep hanya beberapa hari menjelang pelaksanaan. “Kami telah terbiasa merancang bangun dalam kegiatan perkuliahan, namun baru kali ini yang berhasil diwujudkan”, ujar Danang Fauzi mahasiswa Arsitektur angkatan 2004 yang juga anggota tim workshop tersebut.
Mengenai filosofi rancang bangun "Hi Tech Komunikatif", Agus Sutikno dkk yang dibimbing oleh Dito Hari P ST MT menjelaskan konsep yang dibangun melalui tema tersebut adalah konsep rumah tinggal. Di dalamnya ada “hi tech” yang diartikan sebagai zaman modern dengan kecanggihan teknologi, dan “komunikatif” yang dimaknai sebagai interaksi langsung antara pengunjung dan peserta pameran dalam stan tersebut. “Harapannya, pengunjung yang memasuki stan tersebut merasa nyaman seperti masuk dalam rumah tinggal”, ungkap Dito.
Dijelaskan lebih lanjut tentang bagian-bagian dari stan tersebut meliputi voyer/teras sebagai area selamat datang bagi para pengunjung stan. Kemudian masuk ke dalam akan dijumpai 3 kolom yang dimaknai dengan tri dharma perguruan tinggi. Di atasnya, atap berwarna biru yang menandakan warna almamater. Masuk ke dalam lagi akan dijumpai hard space (ruang tengah) untuk warga stan yang tertutup dari lingkungan luar dan dilanjutkan dengan soft space yang memiliki akses langsung dengan lingkungan luar. Selain itu, dalam pameran tersebut perancang juga memainkan teknik pencahayaan secara dramatis dengan konsep hi-tech. Untuk bahan, Dito dkk menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di pasaran, di antaranya kayu usuk meranti, tripleks, kayu halus untuk kisi-kisi, dan cat. [nok]

Kunjungan Jajaran Kemahasiswaan UNS ke Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2085


Sebagai rangkaian kegiatan Pimnas, jajaran bidang kemahasiswaan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) mengadakan kunjungan ke Universitas Brawijaya, Kamis (27/7). Rombongan dipimpin oleh Pembantu Rektor III UNS, Drs. Totok Sarsito SU MA dan diterima oleh staf ahli PR III Unibraw, Ir. Arief Prayitno MS mewakili Pembantu Rektor III yang berhalangan hadir, serta Pembantu Dekan III FMIPA, Pembantu Dekan III FK, Pembantu Dekan III FE, Pembantu Dekan III FTP, Kepala BAAK Dra. Ratnawati, dan Kepala Bagian Kemahasiswaan Ali Farid SH. Dalam kesempatan tersebut, Totok Sarsito menyampaikan keinginannya untuk sharing dengan Universitas Brawijaya dalam pengembangan struktur organisasi kemahasiswaan serta penanganan bidang penalaran dan kreativitas.
Pertanyaan yang muncul dalam kesempatan tersebut di antaranya mengenai upaya Universitas Brawijaya dalam mengkondisikan mahasiswa agar mengenal, memahami, dan mau bekerja membuat proposal penelitian.
Pihak Universitas Brawijaya mengungkapkan, pembinaan minat, bakat dan penalaran bagi mahasiswa telah ditumbuhkan sejak mahasiswa baru dengan beberapa stimulus reward, sampai akhirnya ketertarikan tersebut bertahan hingga mahasiswa yang bersangkutan lulus. Reward itu dapat berupa pembebasan SPP bagi mahasiswa berprestasi.
Sementara itu dr Sri Poeranto MKes (pembantu dekan III FK), pada gilirannya menginformasikan selain reward finansial yang ada selama ini, perlu juga reward emosional (psikologis) yang harus mulai dibudayakan. [nok]