Prasetya Online

>

Berita UB

Bedah Buku: ”Akulah Setan, Anda Siapa?” 

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 4351
Bedah Buku: Akulah Setan, Anda Siapa?
Bedah Buku: Akulah Setan, Anda Siapa?
Dalam rangkaian kegiatan Pekan Budaya III, Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya menyelenggarakan bedah buku berjudul ”Akulah Setan, Anda Siapa? Tafsir Imajiner Ayat-Ayat (tentang) Setan” karya Aang Efha, terbitan Pustaka Pesantren. Hadir dalam kesempatan tersebut sang penulis, Rajarul Hakam Fauzi (Aang Efha) yang juga dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan  Agus Sunyoto, pengarang buku Syekh Siti Jenar sebagai pembanding.
Dalam pemaparannya, Aang Efha mengungkap bahwa buku ini ditulis dengan perspektif ’keberadaan’ setan, sehingga dengan membaca buku ini kita mampu mempelajari ’gerak-gerik’ dan tipudaya setan yang diciptakan dari api untuk menggoda manusia. ”Membaca buku ini bukan untuk meniru setan apalagi menyembahnya, tetapi untuk ’membaca’ sifatnya”, ungkap Aang. Lebih lanjut Aang mengatakan, tugas menggoda manusia, setidaknya telah berhasil dilaksanakan setan dengan baik. Tetapi bagaimana dengan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi, dan sekaligus sebagai hambaNya, yang bahkan sebelumnya telah ditolak oleh berbagai ciptaanNya yang lain?"
Sang penulis mengakui ketidakberhasilannya dalam mendefinisikan dan mengidentifikasi ’setan’ itu sendiri yang bersifat metafisis. Tetapi menurut pandangan Aang, ”segala sifat dan tingkah laku buruk manusia adalah setan, dan bahkan setan mengalir dalam darah manusia”, ungkapnya. Sementara itu, Agus Sunyoto, dalam bandingannya menyatakan bahwa sang penulis tidak berani untuk keluar dari mainstream dalam penafsirannya, yang diduganya akan berimbas pada reaksi umat Islam mainstream. ”Berbagai tayangan irasional di televisi yang menggambarkan sosok ’maujud’ yang metafisis hanyalah hasil gambaran dan angan-angan manusia saja”, ungkapnya. [nok]

Pembukaan Pekan Budaya III 

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2574

Pekan Budaya III
Pekan Budaya III
Karnaval budaya mewarnai pembukaan ”Pekan Budaya III” yang diselenggarakan Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya, Senin (3/4). Ritus yang digelar ini, diawali dengan sambutan Pembantu Rektor III, Drs. Tjahjanulin Domai MS.
Dalam kesempatan itu PR-III berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda universitas dalam upaya peningkatan sensitivitas mahasiswa terhadap khazanah budaya dan pariwisata.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Nanang Endrayanto MSc, menjelaskan, ”karnaval budaya ini merupakan manifestasi dari doa dan harapan agar kegiatan yang dilaksanakan mendapat berkah dari-Nya”. Terangkum dalam kegiatan dengan ritual khas Jawa ini adalah ”pencucian tangan” yang merupakan simbol penyucian diri, ”memecah kendi” yang merupakan simbol awal mula kehidupan, ”sesajen” yang merupakan ungkapan hidup seimbang dengan alam, ”buceng” sebagai ungkapan rasa syukur serta ”ongkek” sebagai semangat bekerja dalam kehidupan Jawa.
Selain berbagai aktivitas simbolik tersebut, digelar pula tarian yang dibawakan oleh mahasiswa Program Bastra, yaitu tari Batik dari Banyuwangi yang menggambarkan kegiatan membatik para gadis di tepi pantai, dan "Yosakhoi" tarian petik padi ala Jepang. Sesuai dengan tema, ”Membangun Budaya Unggul Melalui Apresiasi Khazanah Budaya”,  ditampilkan pula kebudayaan berbagai negara, seperti Perancis dengan budaya Mardigra, Inggris dengan budaya Victorian, dan Arab dengan kesenian Hadrah.
Prosesi karnaval budaya ini berakhir di gedung Student Center, tempat diselenggarakannya Open House Program Bastra, Bazar buku, pernik-pernik, dan khazanah budaya berbagai negara (Inggris, China, Prancis, Arab) yang diselenggarakan sampai Kamis (6/4). [nok]

Seminar Comparison Entrepreneurship 

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1628

Junior Achievement (JA) Worldwide
Junior Achievement (JA) Worldwide
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Senin 3/4, menyelenggarakan seminar internasional dengan tajuk “Comparison Entrepreneurship Educational Outcome Between Indonesia With Other Countries In Indonesia”. Junior Achievement (JA) Worldwide mengirimkan perwakilannya dalam seminar yang berlangsung di gedung Widyaloka. Sementara itu perwakilan pelajar SMA se-Malang Raya diundang sebagai peserta seminar. Ditampilkan sebagai pemateri Nancy Keel (Operational Director JAI for Asia Pacific), Robert D Gardiner (Operational Director JA Indonesia), Ir. Unggul Abinowo (Direktur SPT), Ir. M. Nadjikh (Presiden Direktur PT KLM) dan perwakilan Dinas Perindagkop Kota Malang, Setyo Budi SE MT.
Dalam paparannya, Setyo Budi menyampaikan strategi sukses para macan Asia yaitu Jepang, Korea, China, Taiwan, Singapura dan Hongkong. Lebih lanjut disampaikannya, Jepang dengan konsepsinya, Kaizen, TQM, JIT, Kanban, Statistical Process Control dan SMDE (Single Method Die Exchange, Keiretsu) berhasil meraih kesuksesannya melalui berbagai hal di antaranya perencanaan strategis, perencanaan transfer teknologi, target dari produk celah dan pasar, teamwork dan eksekusi yang excellent serta komitmen dan keinginan untuk menang. Untuk Indonesia, Setyo Budi yang didaulat sebagai perwakilan
birokrat mengungkap bahwa sebagai konsekuensi sebagai negara agraris, pembinaan terhadap industri yang berbasis agro harus dikembangkan karena memiliki dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional.
“Selain itu, agroindustri dapat dijadikan produk unggulan dengan prioritas kerajinan, makanan dan minuman serta houseware”, tutur Budi.
Sementara itu Robert J. Gardiner menyampaikan, Junior Achievement yang diindonesiakan menjadi Prestasi Junior Indonesia, bertujuan memotivasi masyarakat Indonesia, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa, untuk berwirausaha dengan fokus pendidikan. ”Kami telah melakukan observasi terhadap kultur dan karakteristik pelajar dan institusi di berbagai negara. Dan hasilnya akan kami jadikan panduan dalam delivery program yang bersifat jangka panjang, tanpa mengubah karakter”, ungkapnya. [nok]

Pekan Budaya III 

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2489

Membangung Budaya Unggul Melalui Apresiasi Khasanah Budaya
Membangung Budaya Unggul Melalui Apresiasi Khasanah Budaya
Setiap bangsa memiliki keunikan dan kekhasan produk-produk budayanya. Kekayaan ini semakin memperkuat keragaman pandangan tentang pluralitas budaya bangsa, termasuk Indonesia yang memiliki banyak suku. Keanekaragaman budaya salah satunya tercermin dalam bahasa. Dengan penguasaan bahasa, masyarakat bisa saling berkomunikasi dengan baik.
Dilatarbelakangi oleh keinginan untuk membangun budaya unggul bangsa dengan melakukan apresiasi hasil budaya, serta untuk mengenalkan budaya asing dan mempromosikan peran vital bahasa asing dalam dunia kerja, Program Bahasa dan Sastra (Bastra) Universitas Brawijaya menyelenggarakan Pekan Budaya yang berlangsung pada 3-6 April 2006.
Tema yang diangkat pada kegiatan yang berlangsung untuk ketiga kalinya ini adalah "Membangung Budaya Unggul Melalui Apresiasi Khasanah Budaya". Menurut ketua pelaksana Nanang Endrayanto MSc, penyelenggaraan kegiatan pekan
budaya 2006 bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kepedulian sivitas akademika Universitas Brawijaya dan masyarakat luas terhadap khasanah budaya bangsa di dunia, meningkatkan motivasi, pemahaman dan keaktifan mahasiswa Program Bastra dalam berbahasa, memperkenalkan lebih jauh tentang keberadaan Program Studi Bastra serta untuk memperkenalkan hasil-hasil budaya baik ide maupun materiil dari berbagai bangsa kepada masyarakat luas.
Beragam kegiatan Pekan Budaya yang diselenggarakan meliputi Open House Budaya Inggris, Jepang, Perancis, Cina dan Arab, diskusi serta lokakarya, pentas seni, monolog Putu Wijaya, tes gratis TOEFL, festival film empat bahasa, bazar makanan, demo memasak serta demo adat istiadat, pameran dan bazar buku. Keterangan lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat menghubungi Prodi Bastra, Jalan Veteran, Telp (0341) 575822, Fax (0341) 575822. [nik]

Aksi Kreasi Peduli Reboisasi 

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2549

Kegiatan reboisasi atau penghijauan kembali biasanya diadakan di hutan gundul atau di hulu sungai. Ini berbeda dengan konsep yang diterapkan Panitia Pekan DAS Brantas VIII 2006 (PDB 2006). Kegiatan reboisasi justru dilakukan oleh siswa di SMA-SMA.
Menurut Aji Widyatmoko, koordinator kegiatan aksi kreasi peduli reboisasi ini, reboisasi yang biasa dilakukan di hulu sungai dampaknya kurang jelas. Oleh karena itu panitia kemudian memilih peserta dari siswa SMA. Alasannya, menurut mahasiswa angkatan 2002 ini, siswa biasanya lebih bersemangat jika mendapatkan tugas dibandingkan mahasiswa atau kelompok masyarakat yang lain. Kegiatan reboisasi yang bersifat perlombaan ini mengambil tema “Pengembangan kepedulian, kreatifitas ilmu pengetahuan dan kerjasama dalam upaya pengikatan konservasi alam pada lingkungan” dan “Selamatkan tanahmu, selamatkan airmu, selamatkan hidupmu.”
Hanya ada 4 SMA yang mengikuti kegiatan reboisasi ini, yakni SMAN 2 Malang, SMAN 4 Malang, SMAN 10 Malang, dan SMA Salahuddin Malang. Peserta, sebelum lomba reboisasi ini mendapatkan breifing terlebih dahulu. Breifing telah dilaksanakan 11 Februari 2006 silam di Aula Fakultas Teknik Unibraw. Acara ini merupakan transfer wacana dari kegiatan reboisasi. Breifing tersebut juga dihadiri Neno, Putri Lingkungan Hidup tahun 2004, yang bertindak sebagai pembicara dalam acara tersebut. “Misi kami memang untuk memberikan penyadaran kepada kawula muda untuk peduli pada lingkungan,” ujar Aji.
Sebanyak 500 bibit pohon diserahkan kepada perwakilan siswa 4 SMA yang hadir. Bibit berasal dari sumbangan Perum Jasa Tirta. Setiap 2 minggu sekali pihak panitia akan memantau kegiatan siswa SMA itu, mulai 19 Februari hingga 16 April 2006 mendatang.
Penilaian lomba ini. didasarkan pada konsep tata ruang, kerjasama tim, penentuan lokasi, serta keadaan lahan dan tanahnya. Tim yang berhasil memenangkan perlombaan ini akan mendapatkan hadiah fresh money sebesar Rp 300 ribu untuk juara I, Rp 200 ribu untuk juara II, dan Rp 100 ribu untuk  juara III. [vty]