Prasetya Online

>

Berita UB

Shalat Tarawih di PPI Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1899

Pusat Pembinaan Agama (PPA) Universitas Brawijaya, Rabu 12/10, menyelenggarakan acara shalat tarawih berjamaah di gedung PPI Unibraw. Acara ini diikuti oleh sekitar 50 orang jamaah, yang terdiri dari para pimpinan universitas dan fakultas, pimpinan lembaga, kepala biro, kepala bagian dan kepala sub bagian di lingkungan Unibraw.
Acara diawali shalat isya' dengan imam Drs. H Imam Hasan, dan diteruskan dengan shalat tarawih dan witir dengan imam Drs. HM Sam'un Makmur, sambutan rektor dan ceramah oleh Ketua MUI Malang Drs. H. Imam Hasan.
Dalam sambutannya, Rektor Prof. Bambang Guritno mengharapkan "siraman rohani" yang disampaikan oleh penceramah, dapat menambah keimanan dan ketaqwaan keluarga besar Universitas Brawijaya.
Penceramah Drs. H Imam Hasan, dalam ceramahnya mengupas makna yang terkandung dalam surat Al Baqarah ayat 153 yang berbunyi: "Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". Menurut Drs. H Imam Hasan, banyak ahli tafsir mengartikan sabar di sini adalah puasa. Sehingga, apabila ingin meraih sesuatu dianjurkan untuk berusaha di samping shalat (berdoa) dan berpuasa. Dijelaskan pula bahwa pertolongan Allah (inayah) adalah kekuatan yang diberikan oleh Allah kepada manusia yang sabar dan melaksanakan shalat. Keistimewaan lain diberikan Allah kepada orang-orang yang terpilih, seperti para sahabat, wali, yang disebut karamah. Dan kekuatan atau keistimewaan yang tertinggi, disebut mukjizat, hanya diberikan Allah kepada para nabi dan rasul.
Acara serupa akan dilaksanakan lagi pekan depan di tempat yang sama. [Far]

Penataan Pusat-Pusat Penelitian

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1415

Untuk mengantisipasi perkembangan kondisi dewasa ini, Rektor memandang perlu menata kembali Pusat-pusat Penelitian/Kajian yang ada di bawah Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Brawijaya.
Untuk itu, melalui Keputusan nomor 163/SK/2005, Rektor membubarkan semua pusat penelitian/kajian yang ada di lingkungan Lemlit Unibraw dan memberhentikan dengan hormat personalia pada pusat penelitian/kajian tersebut, sebagai-mana diatur dalam SK nomor 130/SK/2005, dan SK nomor 144/SK/2005.
Dengan Keputusan nomor 163/SK/2005 tersebut, ditetapkan 4  buah pusat penelitian yang ada di lingkungan Lemlit Unibraw, yakni: Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH), Pusat Peneltian Gender dan Kependudukan (PPGK), Pusat Peneluitian Ilmu Sosial (PPIS), dan Pusat Penelitian Biokomversi (PPB). Keputusan ini berlaku terhitung mulai 18 Agustus 2005.
Sesuai dengan SK nomor 144/SK/2005, personalia ketua masing-masing pusat penelitian itu adalah Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS (PPLH), Prof Dr Ir Keppi Sukesi MS (PPGK), Prof Drs Ismani MA (PPIS), dan Prof Dr Ir Chandrawati Cahyani MS (PPB). [Far]

Kunjungan Siswa SMAN 1 Amlapura

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1749


Universitas Brawijaya, Selasa (11/10), menerima kunjungan siswa-siswi SMAN 1 Amlapura, Bali. Rombongan diterima oleh Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Brawijaya Dra. Ratnawati beserta Kepala Bagian Pendidikan Ir. Hesti Indratin Rahayu MSi, dan Kepala Sub Bagian Evaluasi Pendidikan Drs Agus Yuliawan S, di lantai VIII gedung Rektorat Universitas Brawijaya. Kunjungan 70 orang siswa ini, menurut pimpinan rombongan yang juga kepala sekolah tersebut, Drs. I Ketut Jelantik, dimaksudkan untuk mengenal lebih dekat Universitas Brawijaya. "Sebagian besar dari mereka menyatakan kekagumannya", tuturnya.
Penjelasan mengenai pendidikan di Universitas Brawijaya disampaikan oleh para pejabat Unibraw, baik mengenai program studi yang ada, maupun tentang sistem seleksi mahasiswa baru. Pada akhir kunjungan, pimpinan rombongan Drs. I Ketut Jelantik bertukar tali asih dengan Ka BAAK Dra. Ratnawati. [nik]

Diklat Manajemen Usaha bagi UKM dan Koperasi di Jatim

Dikirim oleh prasetya1 pada 10 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2519


Setelah mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi usaha kecil menengah (UKM) dan koperasi bulan April lalu, Inkubator Bisnis Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Brawijaya kembali menyelenggarakan diklat manajemen usaha bagi usahakecil dan koperasi selama 2 hari, 10-11 Oktober 2005. Diklat yang berlangsung di gedung LPM Unibraw ini diikuti oleh 16 UKM serta koperasi di Jawa Timur dan akan menerima kucuran dana dari PT Danareksa, dengan jumlah total sekitar Rp 295 juta.
Dr. Sihabuddin SH MH, Kepala Pusat Pelayanan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (P4M) LPM Unibraw, menjelaskan diklat bertujuan untuk meningkatkan kualitas managerial pengelola usaha kecil/menengah dan koperasi. Materi diklat meliputi organisasi, administrasi keuangan, dan pemasaran, dengan instruktur dari LPM Unibraw.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa dari 290-an UKM binaan yang telah mendapatkan pembinaan LPM Unibraw, baru 30% yang berhasil meningkatkan kegiatan usahanya, sementara sisanya stagnan atau bahkan bangkrut. UKM yang dibina adalah UKM yang memproduksi suatu produk yang usahanya lancar, atau paling tidak telah berjalan lebih kurang 1,5 tahun, dengan modal usaha kurang dari Rp 100 juta. UKM yang mengikuti pelatihan ini di antaranya adalah produsen jenang salak dari Gondanglegi, Kerajinan keramik ‘Cenderamata' dari Malang, dan Peternakan Puyuh dari Jombang. [nik]

Satu Juta Data KK Dikoreksi

Dikirim oleh prasetya1 pada 10 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1747

Pemerintah memutuskan mengoreksi sekitar satu juta data keluarga penerima dana subsidi langsung tunai atau dana kompensasi bahan bakar minyak. Koreksi tersebut sejauh tidak mengubah jumlah total penerima dana subsidi langsung tunai sebanyak 15,5 juta keluarga, tidak mengubah besaran subsidi yang disediakan pemerintah.
Demikian dikatakan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Sri Mulyani Indrawati kepada wartawan di Malang, Sabtu (8/10), seusai memberikan kuliah perdana di depan mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Malang.
Koreksi itu terjadi karena sejak semula Badan Pusat Statistik (BPS) memang tidak memiliki data keluarga miskin dan sebarannya pada tingkat individual. "Data yang ada hanya besaran jumlah keluarga miskin di suatu kota/kabupaten. Namun, di mana lokasinya, seberapa banyak sebarannya, tidak dimiliki sehingga dalam waktu yang amat singkat BPS harus melakukan pendataan," katanya menjelaskan.
Koreksi tersebut merupakan kegiatan verifikasi, atau coklit (pencocokan dan penelitian), agar penerima dana subsidi langsung tunai bisa tepat sasaran. "Pemerintah melakukannya bersama antara Menteri Dalam Negeri dan Menteri Sosial. Tentu saja koreksi ini akan membutuhkan waktu karena harus menerbitkan kartu baru dan distribusinya kembali," katanya.
Di Kota Cirebon pendataan dan pembagian kartu dana kompensasi BBM di beberapa tempat menimbulkan kemarahan dan rasa iri sebagian warga, Sabtu. Pasalnya, pendataan yang dilakukan pihak rukun tetangga dan BPS Kota Cirebon tidak tepat sasaran. Ada warga yang bukan keluarga miskin mendapatkan kartu kompensasi, tetapi ada warga miskin yang hingga kini belum pernah didata sehingga tidak mendapatkan dana kompensasi BBM.
Berdasarkan pemantauan di beberapa tempat di Kota Cirebon, banyak warga yang mengeluhkan sudah didata, tetapi hingga kini belum diberi kartu kompensasi. Bahkan, di beberapa daerah lainnya, ada warga miskin yang belum didata sehingga tidak berhak menerima dana kompensasi BBM. (ody/d01) http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0510/10/utama/2113777.htm