Prasetya Online

>

Berita UB

Simposium Ketahanan Nasional

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1880

Universitas Brawijaya, Rabu 1/6, menyelenggarakan Simposium Regional Pemberdayaan Ekonomi Rakyat dalam rangka Meningkatkan Ketahanan Nasional. Simposium dilaksanakan di Balai Senat, lantai II Gedung PPI Unibraw.
Direncanakan, simposium ini dihadiri oleh Gubernur Lemhannas Ermaya Suradinata. Menyampaikan makalah dalam simposium itu Prof. M. Nursyam (UM), Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc (LP3-UB), Drs. Muhadjir Effendy MAP, dan Prof. Dr. Ir. Syamsulbahri MS (LPM/Lemlit-UB).

Sumpah Dokter Periode Juni 2005

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1947

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dr. Harijanto MSPH, Rabu 1/6 mengambil sumpah dokter baru. Kegiatan yang diselenggarakan di gedung Graha Medika ini dihadiri oleh Direktur RSSA Dr. Pawik Supriadi SpJP(K) dan para pejabat di lingkungan FK Unibraw.
Dalam sambutannya Dekan menyatakan bahwa tuntutan pelayan medik dan kesadaran hukum dari masyarakat menuntut seorang dokter untuk lebih profesional dan selalu meningkatkan pengetahuan di bidang kedokteran.
Lebih lanjut diungkapkan mengenai Undang-undang (UU) Praktek Kedokteran yang telah disahkan pemerintah pada 6 Oktober 2004. Pemerintah kemudian membentuk Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) pada 29 April 2005. KKI akan memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat yang menerima jasa pelayanan kesehatan sekaligus untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Sosialisasi Beasiswa L'Oreal Unesco

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2198

Sosialisasi Beasiswa L'Oreal-Unesco
Sosialisasi Beasiswa L'Oreal-Unesco
Indonesia adalah mega biodiversity atau negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi sedunia.Tujuh belas persen sumber daya alam yang ada di dunia dapat ditemui di Indonesia.Namun hal ironis yang terjadi adalah dari semula 121 juta hektar hutan yang ada, kini tinggal 19 juta hektar saja yang dimiliki.
Demikian ungkap Dr. Endang Sukara APU, Deputi Bidang Ilmu Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pada acara Sosialisasi Beasiswa L'Oreal-Unesco, Rabu (1/5) di lantai 8 gedung Rektorat Universitas Brawijaya.
Menurut Dr. Endang Sukara, rendahnya pengungkapan potensi tanaman asli dan kurangnya pemahaman sebagian besar masya-rakat tentang pentingnya hutan sebagai sumber hayati alami, mendukung terjadinya penebangan liar itu.
Lebih lanjut, Dr. Endang Sukara yang juga Ketua Tim Juri Program L'Oreal Indonesia Fellowship for Woman in Science 2004 ini mengemukakan bahwa penelitian di bidang life science menjadi semakin penting, tidak hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi juga kemanusiaan.
Sementara itu, dalam sambutan pembukaan, Rektor Unibraw Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno menyatakan bahwa potensi para peneliti perempuan sesungguhnya sangat besar. Ini terlihat dari banyaknya perempuan peserta wisuda (khususnya di Unibraw) yang meraih predikat cum laude. Disinggung pula bahwa seorang staf Fakultas Kedokteran, Dr. Diana Lyrawati MKes, tahun 2004 lalu mengikuti program ini, dan mendapatkan beasiswa L'Oreal tingkat nasional.
Corporate Communications and Public Relations PT L'Oreal Indonesia, Richele Maramis, menjelaskan bahwa sasaran program internasional L'Oreal-Unesco for Women in Science adalah mengidentifikasi ilmuwan wanita yang unggul, membantu para ilmuan wanita muda berbakat untuk maju dalam karir serta mendorong lebih banyak wanita untuk memilih sains sebagai karir. Bekerjasama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco, L'Oreal Indonesia memberikan beasiswa nasional senilai masing-masing Rp 40 juta untuk dua pemenang.

Rektor: Ada Tanda-tanda Cendekiawan Kehilangan Jatidiri

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1892

sambutan pembukaan Pemasyarakatan Pentingnya Wawasan Kebangsaan
sambutan pembukaan Pemasyarakatan Pentingnya Wawasan Kebangsaan
Memasuki era global, bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh negara-negara maju terhadap tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan, telah mempengaruhi sendi-sendi kehidupan masyarakat, walaupun disadari betul bahwa bangsa kita belum siap menghadapi pengaruh global, baik politik, ekonomi, maupun hukum.Akibatnya, egoisme dan sentimen kedaerahan menjadi lebih mengemuka dibandingkan dengan semangat untuk bersatu.Kebersamaan sosial warisan budaya bangsa sudah luntur, dan rasa kebangsaan juga menurun.
Demikian Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno dalam sambutan pembukaan Pemasyarakatan Pentingnya Wawasan Kebangsaan dalam Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Simposium Regional Pemberdayaan Ekonomi Rakyat dalam rangka Meningkatkan Ketahanan Nasional, di Balai Senat, lantai II Gedung PPI Unibraw, Rabu (1/6).
Menurut Rektor, hal tersebut bisa dipahami karena rasa kebangsaan akan tumbuh dan berkembang apabila suatu bangsa memiliki cita-cita kehidupan dan tujuan nasional, atau memiliki wawasan kebangsaan.
Sejumlah pengamat menunjukkan bahwa rakyat bertambah cerdas dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. "Namun anehnya", demikian Rektor, "justru ada tanda-tanda bahwa para pemimpin/cendekiawan malah kebingungan dan kehilangan jati diri".
Mengutip pendapat Prof. Mubyarto (alm), Rektor menyebutkan ada 2 alasan penyebabnya. Pertama, para cendekiawan telah "tercuci otaknya" oleh iptek sangat modern dan spesialistis dari Barat yang sangat menyilaukan.Dan kedua, kebanyakan mereka dengan sadar meremehkan sejarah bangsa sendiri yang dianggapnya kuno, dan sebaiknya dilupakan saja.

Ujian Disertasi Dra. Marijati Sangen MM

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2294

Dra. Marijati Sangen MM
Dra. Marijati Sangen MM
Ujian terbuka disertasi Dra. Marijati Sangen MM yang berjudul "Pengaruh Orientasi Kewirausahaan, Orientasi Pasar dan Budaya Etnis Cina, Bugis, Jawa dan Bajnar terhadap Kinerja Usaha Kecil", dilaksanakan Rabu 1/6, di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Majelis penguji terdiri dari Prof. Dr. M. Syafiie Idrus MEc (promotor), Armanu Thoyib SE MSc PhD (ko-promotor), Dr. Agus Suman DEA (ko-promotor), Prof. Dr. Djumilah Zain SE (dosen penguji), Prof. Dr. Taher Al Habsyi (penguji), Prof. Dr. Moch. Ichsan (penguji) dan Prof. Drs. M. Zaini Hasan MSc PhD (penguji dari Universitas Negeri Malang).
Dalam ujian terbuka tersebut, Marijati antara lain menyimpulkan bahwa orientasi kewirausahaan mempunyai pengaruh signifikan terhadap orientasi pasar dan kinerja. Sementara itu tiga indikator (inovatif, proaktif dan keberanian mengambil risiko) memberikan kontribusi terhadap orientasi kewirausahaan. Sedangkan tiga indikator lainnya (pengetahuan tentang pasar, penyebarluasan informasi pasar dan kontribusi pemasaran) memberikan kontribusi terhadap orientasi pasar.
Selain itu, disertasi Marijati juga mengungkap adanya hubungan positif antara budaya dengan orientasi kewirausahaan.Disimpulkan bahwa budaya berperan langsung terhadap orientasi kewirausahaan, dan budaya mempunyai hubungan terbalik dengan orientasi pasar dan berpengaruh signifikan.