Prasetya Online

>

Berita UB

Dr. Ir. Bambang Dwi Argo, DEA: Manfaat Pemodelan Tersistem dalam Teknologi Pertanian

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 5514

Dr. Ir. Bambang Dwi Argo DEA
Dr. Ir. Bambang Dwi Argo DEA
Penanganan permasalahan dalam bentuk konsep pemecahan yang tersistem sudah saatnya dibudayakan, dan dapat direalisasikan bentuk-bentuk alternatif penyelesaiannya. Demikian antara lain orasi ilmiah Dr. Ir. Bambang Dwi Argo DEA, dosen Fakultas Teknologi Pertanian di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya, 5 Februari 2004 di Widyaloka yang bertajuk "Pemodelan Tersistem, Perkembangan dan Manfaatnya dalam Bidang Teknologi Pertanian".
Permasalahan di masyarakat, menurut pengamatan menurut Bambang Dwi Argo, dapat dibedakan menjadi permasalahan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia mulai yang paling mendasar hingga mewah, dan yang berkaitan dengan perlindungan terhadap hak asasi manusia.
Disampaikan bahwa teknologi pertanian merupakan satu pohon ilmu yang di dalamnya penuh dengan kegiatan penelitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat. Berbagai permasalahan yang biasanya dibahas adalah berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia meliputi diversifikasi produk agrokompleks, perancangan dan pembangunan agro-estate, perancangan dan pembuatan alat dan mesin, inovasi atau penemuan bahan pangan atau minuman baru sampai pembuatan studi kelayakan, perencanaan pabrik dan proses fabrikasi.

Pidato Tahunan Rektor: Memajukan Pendidikan, Memajukan Bangsa di Kemudian Hari

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2965

Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno
Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno
Perlu usaha memajukan pendidikan tanpa mengenal perbedaan ras, golongan, dan agama, agar kita menjadi bangsa terhormat di mata bangsa lain. Sekecil apapun usaha kita memajukan pendidikan, pasti akan ada pengaruhnya bagi kemajuan bangsa kelak di kemudian hari.
Demikian ditegaskan Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno dalam pidato di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya dalam rangka Dies Natalis ke-42, di Widyaloka Unibraw, Sabtu 5 Februari 2005.
Dalam pidato laporan tahunan itu, beberapa hal menjadi perhatian rektor, di antaranya tentang otonomi; prestasi dan kerjasama internasional; bidang akademik, dosen dan karyawan; dana hibah kompetisi dan kegiatan lembaga; perpustakaan, UPT Bahasa dan teknologi informasi; sarana dan prasarana kampus; serta kepedulian terhadap lingkungan.

Otonomi
Rencana otonomi mulai tahun 2006 merupakan salah keputusan penting yang diambil Senat Universitas Brawijaya, pada awal Desember 2004. Dikemukan bahwa otonomi perguruan tinggi merupakan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan organisasi perguruan tinggi. Pemerintah mengupayakan infrastuktur perundangan yang memungkinkan perguruan tinggi negeri di Indonesia melakukan pembenahan organisasi dan melaksanakan otonomi. Otonomi perguruan tinggi adalah hal yang tak terelakkan sebagai respon terhadap perubahan jaman. Dengan perubahan status menjadi perguruan tinggi otonom, Unibraw diharapkan mempunyai kemandirian dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan. Agar dapat berjalan dengan baik, perlu beberapa pembenahan, antara lain meningkatkan kesehatan organisasi, yang diindikasikan oleh lama studi mahasiswa, efektivitas proses pembelajaran, peran lulusan di masyarakat, relevansi antara kegiatan pengajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, kedisiplinan staf dan mahasiswa, efisiensi penggunaan sumberdaya, maupun tingkat transparansi dan akuntabilitas. Khusus untuk akademik, Rektor menyatakan Unibraw akan menerapkan standar pendidikan setara perguruan tinggi di negara maju.

Rektor pada Pelantikan Dekan FP: Perlu Terobosan agar Pertanian Kembali Diminati

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2541

Prof. Dr. Ir. Syekhfani
Prof. Dr. Ir. Syekhfani
"Saya sangat berharap agar Prof. Dr. Ir. Syekhfani melakukan terobosan agar program studi ilmu pertanian kembali diminati oleh masyarakat, dan perlu dipikirkan untuk menyatukan berbagai program studi yang peminatnya makin lama makin berkurang, sehingga di masa mendatang Fakultas Pertanian tetap menjadi pelopor pembaharuan, tidak saja di Universitas Brawijaya, tetapi juga bagi perkembangan pendidikan pertanian di Indonesia".
Hal tersebut disampaikan Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno dalam sambutan seusai melantik Prof. Dr. Ir. Syekhfani MS sebagai Dekan Fakultas Pertanian, Jumat 4/2, di Gedung PPI Universitas Brawijaya. Dengan pelantikan ini, Prof. Syekhfani mendapatkan perpanjangan masa tugas hingga akhir Desember 2006. Upacara pelantikan dihadiri oleh segenap anggota senat, pembantu rektor, para dekan dan direktur Pascasarjana serta Politeknik, para ketua jurusan dan para pejabat lain di lingkungan Unibraw, para pengurus Dharma Wanita, serta fungsionaris lembaga kemahasiswaan di lingkungan Universitas Brawijaya.
Menurut Rektor, kesempatan untuk mencapai ini masih ada. Hanya yang harus dipikirkan adalah bagaimana memadukan kekuatan individu yang ada, dapat bekerja sama menjadi suatu kelompok yang kompak dan kuat, sehingga Fakultas Pertanian dapat bersinar kembali, maka rasa kebersamaan harus terus ditingkatkan. Selain itu, Rektor juga berpesan agar warga Universitas Brawijaya selalu meningkatkan profesioalisme, karena tantangan di masa depan semakin berat.

Sekelumit Kisah Adiyono (Karyawan KPRI Unibraw) menjadi Relawan di Aceh

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1816

Bersama rombongan Masjid Pelma (Pelajar dan Mahasiswa) Dinoyo Malang, pada tanggal 3 Januari 2004, Adiyono (40 tahun) karyawan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Unibraw, berangkat ke Aceh sebagai relawan kemanusiaan. Adiyono berangkat ke Aceh dengan niat untuk kemanusiaan dan silaturrahmi. Setelah transit sejenak di Jakarta, ia diberangkatkan dengan pesawat Hercules bersama rombongan relawan lain.
Berikut adalah cerita Adiyono tentang perjalanan dan kegiatannya selama 25 hari di Aceh yang dituturkannya kepada Prasetya.
Sesampainya disana, bersama 10 anggota rombongan ia berkoordinasi untuk melaksanakan kegiatannya di Aceh. Bergabung dengan PMI, daerah yang ia singgahi pertama kali adalah Ulelue, "di Ulelue saya mengevakuasi mayat. Di sana banyak sekali mayat yang belum ditangani dan tertimbun puing-puing. Selain ttu, sepanjang 5 km bahkan lebih kondisi daerah Ulele hancur tidak ada rumah berdiri dan sepi dari kehidupan padahal sebelum bencana tsunami terjadi, Ulele adalah daerah dengan penduduk yang sangat padat", ungkapnya.
Ditambahkan oleh laki-laki kelahiran Malang, 12 Juni 1965 ini bahwa pada waktu pertama kali ia sampai di Aceh, masih sedikit sekali jumlah relawan yang terjun. Adiyono sendiri langsung ditempatkan di Pos Uliikareng. Dengan biaya dan bekal sendiri  ia terus bergerilya dengan persinggahan dari masjid ke masjid.

Outgoing Seminar AIESEC Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2256

Berangkat dengan misi membangun kualitas melalui program pertukaran pelajar, AIESEC komisariat Universitas Brawijaya mengadakan Outgoing Preparation Seminar atau seminar persiapan keberangkatan mengikuti program pertukaran untuk magang di luar negeri. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Dekanat Fakultas Ekonomi pada Kamis (3/2) lalu ini dihadiri oleh anggota AIESEC Unibraw. Bertindak sebagai pembicara dalam kegiatan adalah Rini dengan materi Time Management dan Dr. Ir. A. Latief Abadi dengan materi Culture Shock serta seorang incoming trainee dari Jerman A.Tezcan.
Setelah tiga orang alumnus Fakultas Ekonomi Unibraw dikirim magang ke beberapa waktu yang lalu, kini dua orang alumni yaitu Nila Puspita dan Wily Ariwiguna akan magang selama lebih kurang dua bulan di United Nations Development Program (UNDP). Wily Ariwiguna yang merupakan salah satu Board of Advisor AIESEC Unibraw akan bekerjasama dengan 30 trainee dari berbagai negara untuk mengajar Cultural Understanding (perbedaan budaya) pada para pelajar di beberapa sekolah di Polandia, sementara Nila Puspita akan magang di salah satu perusahaan di Rusia, Central Asia Tourism Corporation. [li]