Prasetya Online

>

Berita UB

Pelatihan Pembuatan Modul Ajar Multimedia

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3096

Perubahan paradigma pembelajaran dari teacher center (dosen aktif) menjadi student center (siswa aktif) menjadikan kegiatan belajar mengajar harus lebih menarik, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Dalam rangka memberdayakan dosen di lingkungan Universitas Brawijaya untuk membuat modul ajar yang interaktif dan menyenangkan, Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya dengan dukungan Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, menyelenggarakan pelatihan pembuatan modul ajar multimedia, Kamis (29/30) di gedung LP3.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan dosen dari semua fakultas ini menghadirkan narasumber Jasmadi STP seorang praktisi bidang IT yang banyak menerbitkan buku, serta Winastwan Gora S ST dari Unissula Semarang. Ketua LP3 Prof. Hendrawan Soetanto menyatakan bahwa program ini nantinya akan menjadikan Universitas Brawijaya melalui Unit Jasa dan Industri LP3 sebagai pusat produksi bahan ajar multimedia. Bahan ajar yang dibuat adalah bahan ajar dengan judul-judul yang memiliki nilai jual, serta dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa.
Beberapa materi yang diajarkan meliputi "Pengantar: Konsep pembuatan buku, konsep pengembangan media interaktif", "Produksi CD Multimedia Interaktif, Pembuatan Skenario Sederhana, Proses Pengambilan Gambar, dan Capture Video",
"Penyusunan Bahan Ajar dengan Macromedia Captivate, Memasukan Video, PowerPoint, dan Narasi dalam CD Interaktif, Membuat Kuis, Tampilan Menu, Distribusi Bahan Ajar ke Format CD, serta materi "Teknik Editing dan Layout Pembuatan Buku, Membuat Template Buku dan Style, serta Membuat Daftar Isi".[nik]

Ujian Terbuka Disertasi Drs. Hendri Sukotjo MM

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2847


Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 28/12, menggelar ujian terbuka disertasi bagi Drs. Hendri Sukotjo MM. Kandidat doktor dari Program Studi Ilmu Ekonomi dengan minat Manajemen ini membawakan disertasi berjudul "Pengaruh Orientasi Riset Pemasaran, Komitmen Manajemen, Pemasaran Internal dan Kepuasan Kerja terhadap Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelanggan, dan Loyalitas Pelanggan Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Timur".
Bertindak sebagai promotor Prof Drs MS Idrus MEc PhD, didampingi Dr Agus Suman SE DEA dan Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS selaku ko-promotor. Para penguji Unibraw terdiri dari Prof Dr Djumilah Zain SE, Prof Dr Bambang Swasto ME, Dr. Armanu Thoyib SE MEc, sedangkan dari luar Unibraw Prof Dr Soedjono Abipradja.
Peningkatan jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) dalam dekade terkahir berdampak pada persaingan yang semakin ketat. Masing-masing PTS berusaha menarik, memelihara, bahkan berebut pelanggan (mahasiswa). Penelitian disertasi Hendri mengambil sampel 31 PTS di Jawa Timur, diwakili 3 kota yaitu Surabaya, Malang, dan Jember. Untuk menganalisis data, dipergunakan structural equation modelling (SEM) dibantu dengan progam AMOS (analysis of moment structures). Hasil analisis antara lain menunjukkan orientasi riset pemasaran, komitmen manajemen dan kepuasan kerja berpengaruh langsung, positif dan signifikan terhadp kualitas layanan yang dirasakan peelanggan, dan kepuasan pelanggan. Selain itu, pemasaran internal berpengaruh langsung, negatif, signifikan terhadap kualitas layanan dan kepuasan pelanggan.

Semiloka Optimalisasi Peran DPD

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 4698


Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merupakan lembaga negara baru yang dihasilkan amandemen ketiga UUD 1945. DPD merupakan jelmaan dari representasi regional. Secara esensial DPD sesungguhnya untuk memberikan kontrol daerah kepada kebijakan pemerintah pusat. Posisi DPD secara normatif tidak signifikan. Mekanisme pemilihan DPD pada Pemilu 2004 dirasa lebih sulit jika dibandingkan pencalonan legislatif. Keberadaan DPD merupakan kanalisasi untuk mewujudkan desentralisasi, yaitu dengan memberikan peran kepada daerah untuk maju dengan mengelola sumber daya dan sumber dana di daerah semata-mata demi mewujudkan kesejahteraan rakyat di daerah bersangkutan. Adanya DPD akan meningkatkan posisi tawar pemerintah daerah dalam memperjuangkan aspirasi daerah secara langsung di tingkat pusat.
Hal-hal tersebut nampak bertolak belakang dengan praktik sistem politik kita saat ini. DPD dianggap seperti macan ompong karena dianggap tidak mampu berbuat banyak dalam memperjuangkan kepentingan daerah. Salah satu problem eksistensial DPD adalah UUD 1945. Meski telah diamandemen 4 kali, masih dijumpai pasal-pasal yang mengkerdilkan DPD, khususnya pasal 22D ayat (2) yang menyatakan "DPD hanya sebatas ikut membahas rancangan UU yang berkaitan dengan otonomi daerah dan tidak memiliki hak "vote".
Adakah sisi lain yang menjadi faktor penghambat DPD untuk mengoptimalkan fungsi dan perannya di lembaga legislatif?

Radio Penyuluhan FP Mengudara

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1656

Setelah empat tahun vakum, awal pekan lalu radio Kaswara (Karya Swadaya Agri Ressisonia) milik Program Studi Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat Fakultas Pertanian (KPM-FP) Unibraw kembali mengudara. Sebelumnya, radio tersebut bernama Agri FM.
Kini, bukan hanya nama yang berubah, jangkauannya juga makin luas. Bahkan bisa didengarkan hingga Kota Batu. Radio dengan frekuensi 93,5 Mhz ini menyiarkan berbagai program. Di antaranya program education yang mengulas tentang informasi pendidikan. Baik internal maupun eksternal kampus.
Menariknya, meski radio ini tergolong radio kampus, namun menyiarkan lagu-lagu campur sari. "Karena radio ini merupakan salah satu sarana praktikum mata kuliah penyuluhan pertanian. Karena itu kami mencoba menyiarkan lagu yang relatif disenangi petani agar informasi yang kami sampaikan bisa diterima oleh petani," terang Koordinator Kaswara Rio Despantoro.
Menurut Rio dengan diudarakannya radio di studio penyuluhan ini akan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa. "Karena saya rasa teori dari meja kuliah saja tidak cukup, harus dengan aplikasi langsung. Selain itu dengan belajar menjadi penyiar, mahasiswa dapat mengembangkan talentanya," ungkap Rio.
Siaran radio yang dilakukan langsung oleh mahasiswa FP ini dapat didengarkan masyarakat mulai jam Masyarakat dapat mendengarkan 07.00-17.00. Namun studio radio ini menurut Rio juga masih memiliki kekurangan karena belum dilengkapi dengan telephon. "Karena itu pendengar harus bersabar, mungkin tahun depan telepon baru terpasang dan pendengar bisa berinteraksi langsung," ujar mahasiswa PKM-FP angkatan 2002 ini. [skm] http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=111850&c=88

Dr Ir Lily Agustina MS: Pertanian Organik adalah Masalah Hati

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3253


Pertanian organik memerlukan penanganan yang integratif dari berbagai stakeholder dalam satu kesatuan koordinasi yang rapi dan kuat, baik di tingkat desa maupun nasional. Pertanian organik adalah masalah hati. Manusia (petani) sebagai pelaku, juga harus memikirkan secara arif dan bijaksana, dalam mengolah dan memanfaatkan kekayaan hayati, yang telah diberikan oleh sang pencipta untuk kelangsungan hidup manusia. Demikian ungkap Dr. Ir. Lily Agustina MS, dosen senior program studi hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, penerima Maporina Award, ketika ditemui di ruang kerjanya Selasa (27/12).
Lily Agustina adalah satu dari delapan penerima penghargaan dari Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) dalam workshop dan kongres nasional II Maporina, di Jakarta (21/12). Kedelapan orang tersebut berasal dari kalangan wartawan, badan sertifikasi, birokrasi, peneliti, pemerintah, petani, pengusaha, dan praktisi. Penghargaan diserahkan oleh Sekjen Departemen Pertanian Dr Ir Hasanuddin Ibrahim.