Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen Unibraw Finalis LIPI Awards 2006 

Dikirim oleh prasetya1 pada 19 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1744

Edwin Widodo SSi, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, terpilih sebagai finalis LIPI Awards 2006. Makalah Edwin berjudul "Studi Keberadaan Antibodi Bovine Zona Pellusidda 3 (Anti bZP3) pada Oosit Kelinci (Oryctolagus cuniculus) Pasca Induksi Bovine Zona Pellusida 3 (bZP3)", akan dipresentasikan secara oral di samping digelar dalam sebuah pameran poster pada 23 Januari 2006 di Puslit Kimia LIPI, Serpong.
LIPI Awards 2006 merupakan bagian dari penyelenggaraan Indonesian Symposium on Science and Technology on Chemistry 2006. Penghargaan ini diperuntukkan bagi skripsi ataupun tesis yang dibuat dalam kurun dua tahun belakangan.
Untuk jenjang pendidikan S1, selain Edwin yang lulusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, terdapat dua orang finalis lain pada ajang yang sama, yaitu Tio Kay Hok dengan judul "Synthesis of Titanium Dioxide-clay Nanocomposites and Their Application for Degradation of Methyl Orange Under Solar Light Irradiation", dan Ajib Roihan dengan judul "Pengaruh Penambahan AI203-Montmorllonit sebelum Reaksi Transe-sterifikasi Jelantah Minyak Sawit terhadap Konversi Biodeiesel Total", keduanya dari UGM Yogyakarta.
Sementara itu untuk jenjang pendidikan S2, terpilih lolos ke babak final masing-masing: Siti Aisyah dari Departemen Kimia FMIPA ITB, Hedi Surahman dari Jurusan Kimia FMIPA UI, dan Widya Ernayati Kosimaningsum dari Departemen Kimia FMIPA ITB. [nik]

Re-Launching Guest House Unibraw 

Dikirim oleh prasetya1 pada 19 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 4358

Wisma Tamu (guest house) Universitas Brawijaya
Wisma Tamu (guest house) Universitas Brawijaya
Setelah mengalami rehabilitasi berat sejak pertengahan tahun lalu (http://prasetya.brawijaya.ac.id/agu05.html#rehab), Wisma Tamu (guest house) Universitas Brawijaya menurut rencana akan di-relaunching 7 Februari 2006 mendatang.
Wisma tamu yang semula hanya satu lantai ini, sekarang telah berganti rupa menjadi bangunan dengan 3 lantai seluas 1700 meter persegi, dengan 23 kamar tidur, 4 ruang pertemuan, dan sebuah kafetaria.
Menurut Rien Samudayati Guritno, Ketua Dharma Wanita Unibraw yang diserahi mengelola, wisma ini memiliki fasilitas setara hotel melati dengan pelayanan setara hotel berbintang. Sementara tarifnya cukup kompetitif, dengan kisaran Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per kamar per malam.
Dana untuk rehabilitasi sebesar Rp 3,147 milyar, berasal dari anggaran DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) dan PNBP (penerimaan negara bukan pajak). [nik]

Unit Korpri Unibraw Bangkit Kembali 

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1905

Ketua Korpri UB Drs. Djanalis Djanaid
Ketua Korpri UB Drs. Djanalis Djanaid
Setelah sekian lama mengalami “mati suri”, Unit Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) Universitas Brawijaya bangkit kembali. Hal ini ditandai dengan pelantikan pengurus Unit Korpri Unibraw maupun Sub Unit Korpri di fakultas-fakultas, Rabu 18/1, di Balai Senat, gedung PPI Unibraw.
Drs. Djanalis Djanaid yang dalam kepengurusan baru Unit Korpri Unibraw ini menjabat sebagai Ketua, dalam sambutannya mengatakan peristiwa pelantikan pagi ini adalah peristiwa penting, karena dapat dijadikan awal kebangkitan kembali Korpri yang selama ini dianggap mati suri. “Ada yang mengata-kan hidup segan, mati tak mau”, tuturnya.
Menurut Djanalis, mati surinya Korpri ini terjadi di seluruh Indonesia akibat trauma keterlibatan Korpri dalam politik. Dan untuk menghilangkan trauma diperlukan proses. Korpri di Unibraw, kata Djanalis, walaupun secara organisatoris kurang aktif tetapi sebenarnya kegiatan-kegiatan rutin tetap dilakukan, misalnya memberikan bantuan beasiswa, dana kematian, dan lain-lain. Bahkan salah satu usaha kesejahteraan yang dilaksana-kan oleh KPRI Serba Usaha Unibraw hasilnya telah dinikmati oleh sebagian besar karyawan. KPRI yang didirikan tahun 1975 itu, sempat menjadi koperasi teladan sebanyak 3 kali. Begitu pula dalam cabang olahraga, Unit Korpri Unibraw memiliki klub dan sekolah sepakbola Unibraw 82 yang telah memberi kontribusi cukup banyak dalam persepakbolaan di Malang.

Dilantik, Pengurus Unit dan Sub Unit Korpri Unibraw 

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1983

Kebangkitan kembali Unit Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) Universitas Brawijaya ditandai dengan pelantikan pengurus Unit Korpri Unibraw maupun Sub Unit Korpri fakultas-fakultas, Rabu 18/1, di Balai Senat, gedung PPI Unibraw. Pagi itu Wakil Ketua Dewan Pengurus Provinsi Korpri Jawa Timur Bambang Kusbandono melantik pengurus Unit Korpri Universitas Brawijaya.

Pengurus Unit
Susunan pengurus Unit Korpri Unibraw periode 2005-2010, Ketua: Drs. Djanalis Djanaid, Wakil Ketua I: Isrok SH MS, Wakil Ketua II: Dr. Ir. Nuhfil Hanani Ar MS, Sekretaris: Ir. Chanif Mahdi, Wakil Sekretaris: Drs. Slamet Kusnady MSi, Bendahara: Ir. Usman Effendi MS, Wakil Bendahara: Rustinigrum SSos. Sementara itu Bidang Organisasi dan SDM diketuai Drs. Tjahjanulin Domai MS dengan anggota: Sugeng Pinando SE MPd, Ir. Sukoso MSc PhD; Bidang Usaha dan Kesejahteraan Masyarakat diketuai Ir. Saleh Susanto MS dengan anggota: Dra. Siti Romlah; Bidang Kesehatan dan Mental diketuai Dr. dr. Achdiat Agus SpS dengan anggota Drs. HM Hafid Hamid MAg; Bidang Pelayanan Masyarakat dan Bantuan Hukum diketuai Lutfi Efendi SH MH dengan anggota Dra. Suprihatini MM; sedangkan Bidang Olahraga, Seni dan Budaya diketuai Ir. Retno Suntari MS dengan Anggota Much. Furqon.

Ir. Chanif Mahdi MS: Kit Tester Formalin telah Dipakai Masyarakat Umum 

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2836

Ir. H Chanif Mahdi MS
Ir. H Chanif Mahdi MS
Kit tester formalin yang ditemukan oleh Ir. H Chanif Mahdi MS, dosen kimia FMIPA Unibraw, telah dipakai oleh khalayak umum di beberapa daerah di Indonesia. Pemberitaan tentang penemuannya akhir tahun 2005 lalu, (baca PRASETYA 395/XV, atau klik http://prasetya.brawijaya.ac.id/des05.html#formalin), ternyata banyak membuahkan hasil.
“Telepon saya terus berdering, dan banyak pula yang meminta informasi mengenai penemuan saya via email,” terang Chanif.
Alat uji formalin ini menurutnya telah digunakan oleh Universitas Widyagama, Dinas Perikanan dan Sumberdaya Kelautan Kabupaten Pasir (Kalimantan Timur), Indonesia National Meat Processor Association (Assosiasi Industri  Pengolah Daging Indonesia), ibu-ibu PKK Dinoyo dan ibu-ibu PKK Griya Shanta. Institut Teknologi Bandung pun, menurut Chanif,  pernah menghubunginya mempertanyakan perihal penemuannya tersebut.
Murah, mudah, cepat, praktis dan akurat. Seperti itulah gambaran kelebihan alat yang berupa larutan ini dibanding alat uji yang lain. Bagi yang berminat menggunakan alat tersebut dapat memperolehnya di rumahnya Jl Venus 21 Malang. Harganya Rp 50.000 untuk digunakan dalam 5-10 kali pengujian.
Cara kerja alat ini pun mudah. Pertama siapkan tabung, kemudian potongan bahan yang akan diuji dimasukkan ke tabung, tambahkan 3-5 tetes larutan asam sulfat pekat dan kocok. Setelah tercampur maka larutan FMR 2-3 ml dan kocok selama 2-3 menit. Jika mengandung formalin maka cairan akan berubah warna menjadi biru.
Alat ini menurut dosen lulusan S1 di Fakultas Peternakan Unibraw juga dapat mendeteksi pewarna sintetis yang digunakan dalam makanan. “Hanya saja hasilnya tidak  terlalu tampak hanya lebih keruh,” tegasnya. [vty]