Prasetya Online

>

Berita UB

Biaya Kuliah Kian Melambung

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3187

Para mahasiswa dan orangtua terutama yang kuliah di lembaga pendidikan negeri akan menuai getah bila UU 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) efektif diberlakukan. Biaya kuliah diperkirakan kian melambung jika -departemen teknis tidak diperbolehkan lagi menyelenggarakan pendidikan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Sisdiknas tersebut. Lembaga yang masuk pendidikan teknis di antaranya Akademi Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Penyuluh Pertanian dan Petugas Kelautan.
"Benar, para mahasiswa dan orangtua yang paling dirugikan," kata Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Malang, Ny Isnaeni DTN SKM Mkes, Jumat (11/2), Sesuai UU yang baru, semua penyelenggaraan pendidikan teknis nantinya dikelola satu atap, yakni Departemen Pendidikan. UU tersebut seharusnya berlaku efektif tiga tahun setelah diundangkan atau pada 2006 nanti.
Menurut Ny Isnaeni, ada dua alternatif yang bisa dilakukan lembaga pendidikan -termasuk Poltekkes Malang- bila UU tersebut efektif berlaku. Pertama, beralih menjadi Badan Hukum Pendidikan Milik Negara (BHPMN), kedua merger dengan kampus negeri lain seperti Univeritas Negeri Malang (UM) atau Unibraw.
Kedua alternatif itu kini sedang dijajaki, sambil menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) pelaksana UU 20/2003 yang diperkirakan Juli 2005 mendatang. Bila alternatif pertama dipilih tentu biaya kuliah yang harus ditanggung para mahasiswa tidak semurah sekarang. "Ya karena namanya BHPMN semuanya ditanggung kampus, tidak ada lagi subsidi, tentu uang kuliah yang harus dibayar berlipat-lipat. Biaya kuliah di Poltekkes Malang saat ini rata-rata Rp 900.000/semester," beber Ny Isnaeni. (ono) http://www.surya.co.id/flashnews/20050211/221720.phtml

Mahasiswa Unibraw ke Norwegia

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1886

International Student Festival in Trondheim (ISFiT) pada tahun 2005 ini kembali digelar. Kegiatan yang melibatkan ratusan mahasiswa dari seluruh penjuru dunia ini adalah acara rutin dua tahunan dengan tema berbeda setiap kali penyelenggaraan. Tema ISFiT 2005 yaitu "Education. Why?", dilaksanakan 11-20 Februari 2005, oleh salah satu universitas terbaik di Norwegia, yaitu The Norwegian University of Science and Technology (NTNU).
Sekitar 450 peserta dari 123 negara berkumpul untuk membahas masalah pendidikan dari 2400 aplikasi pendaftaran yang dikirim ke panitia. Mereka adalah peserta yang telah melalui proses seleksi. Setiap peserta harus mengirimkan esai sebanyak 500 kata tentang workshop yang diinginkan dan latar belakang diri dalam bahasa Inggris. Peserta yang terpilih akan dibagi dalam 16 workshop dan akan berdiskusi, melakukan presentasi, dan berdebat mengenai masalah pendidikan yang lebih spesifik, sesuai sub tema yang diikuti. Dari Indonesia terpilih 13 orang yaitu Universitas Indonesia 7 orang, Universitas Brawijaya, Universitas Kristen Petra Surabaya, Universitas Diponegoro, dan Universitas Andalas masing-masing 1 orang, serta dua orang lagi adalah mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri.

KKN-U Fapet di Pasuruan

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2091

Setelah melalui pembekalan selama 2 hari, 4-5 Febuari 2005, Senin 7/2 pagi rombongan KKN-U (Kuliah Kerja Nyata Usaha) Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya diberangkatkan menuju lokasi. Dalam pesan pemberangkatan, Dekan Fapet Dr. Ir. Ifar Subagiyo MAgrSt, meminta mahasiswa untuk memanfaatkan KKN ini sebagai ajang belajar tentang ilmu peternakan secara langsung, dan bersosialisasi di masyarakat.
Di Kabupaten Pasuruan rombongan KKN yang berjumlah 138 mahasiswa diterima secara langsung oleh Bupati Pasuruan H. Jusbakir Aldjufri SH MM, didampingi oleh Bakesbangda, Kepala Dinas Peternakan, Camat Kecamatan Grati dan seluruh Kepala Desa yang ditempati KKN. Dalam sambutannya Bupati Pasuruan mengingatkan bahwa potensi peternakan harus digali dan dikembangkan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan manusia.
Pemilihan Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, sebagai lokasi KKN ini didasarkan besarnya potensi peternakan yang ada di wilayah tersebut. Di Kecamatan Grati, desa yang akan ditempati untuk program KKN-U ini adalah Desa Grati Tunon, Desa Kalipang, Desa Karanglo, Desa Sumberdawesari, Desa Ranu Klindungan dan Desa Cukur Gondang. [Fapet] http://fapet.brawijaya.ac.id/01berita/?file=detail&id=40

Lokakarya Otonomi Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1998

Dalam rangka persiapan menuju otonomi pengelolaan Universitas Brawijaya, Selasa 8/2, diselenggarakan lokakarya di Hotel Agrowisata-Batu. Rektor Prof. Bambang Guritno, dalam sambutan pembukaan berharap agar ada persepsi yang sama tentang otonomi kampus di kalangan peserta lokakarya yang terdiri dari para pejabat di lingkungan Unibraw. Diharapkan pula mereka dapat menyebarluaskan kepada sivitas akademika di lingkungannya masing-masing.
Akhir Februari ini, dijadwalkan hal serupa akan disampaikan kepada pimpinan lembaga kemahasiswaan tingkat universitas, fakultas, dan jurusan. Sedangkan sosialisasi untuk seluruh anggota Senat Universitas dijadwalkan pada bulan Maret mendatang. Proposal mengenai otonomi diharapkan tahun ini selesai, dan dapat dikirimkan kepada Dirjen Pendidikan Tinggi, sehingga pada tahun 2006 mendatang Unibraw dapat memperoleh status sebagai perguruan tinggi otonom.
Pembantu Rektor I Prof. Yogi Sugito, selaku Ketua Tim Kajian Persiapan Otonomi Unibraw, dalam lokakarya itu menyampaikan hasil survei evaluasi diri yang telah dilaksanakan beberapa waktu silam. Bahasan lain, tentang program kerja periode transisi dibawakan oleh anggota tim Prof. Sutiman Bambang Sumitro, sedangkan bahasan mengenai rancangan anggaran dasar dipresentasikan oleh Dr. Ir. M. Sasmito Djati MS.

Penghargaan untuk Mahasiswa Berprestasi

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3012

Untuk kesinambungan prestasi, Rektor memandang perlu memberikan penghargaan kepada para mahasiswa Universitas Brawijaya yang berprestasi di bidang ilmiah, baik untuk tingkat regional maupun nasional. Penghargaan yang tertuang dalam Keputusan Rektor nomor 014/SK/2005 tanggal 7 Februari 2005 ini, berupa pembebasan SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) selama 1 tahun. Bagi penerima penghargaan yang telah lulus pada suatu semester, maka selain mendapatkan pembebasan SPP untuk semester yang bersangkutan juga mendapat tambahan uang sebesar sisa pembayaran SPP untuk semester berikutnya. Penghargaan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang berhasil dalam kegiatan tingkat regional/nasional pada tahun 2004, dalam kategori bidang minat dan bakat (24 penghargaan), dan bidang penalaran (10 penghargaan). Selain kepada individu, penghargaan tersebut juga diberikan kepada grup. Berikut adalah daftar penerima penghargaan.

Bidang minat dan bakat
Sebanyak 16 orang mahasiswa mendapatkan penghargaan karena berprestasi pada Kejuaraan Nasional Silat Perisai Diri antar Perguruan Tinggi Piala Presiden XXI di Universitas Mataram 18-25 Agustus 2004. Pembebasan SPP semester genap tahun 2004/2005 diberikan kepada Hardian Aruna S (FT, juara I kelas B putra versi serang-hindar); Bagus Sidharta G (FT), dan Fitrah (FE) juara I kelas beregu putra pertarungan bebas IPSI; Haidi Marlina (FE), Mahmudah Mukti (FT), dan Iin Dwi Indarti (FP) juara I kelas beregu putri pertarungan bebas IPSI; Ismail (FTP juara I jurus tunggal putra kerapian teknik perisai diri); dan Dian Merina Amalia (FMIPA, juara I jurus tunggal putri kerapian teknik perisai diri).