Prasetya Online

>

Berita UB

Perjanjian Kontrak Kerja LPM Salah

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2181

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menemukan kesalahan pada perjanjian kontak kerja yang dibuat Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Brawijaya (Unibraw) dengan Pemkab Malang terkait pengerjaan Pabrik Gula (PG) Kigumas di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi.
Itu ditemukan pada perjanjian kontrak kerja No 5 dan 6 tertanggal 9 Agustus 2003. Dalam hal ini LPM yang semestinya selaku konsultan Kigumas ternyata merangkap pengawas dan perencanaan mesin yang akan dipakai Kigumas. "Ini berarti LPM melakukan tugas rangkap, selain sebagai konsultan, juga sebagai perencanaan mesin," kata penyidik Kejari Kabupaten Malang, Timbul Tamba SH M Hum, dikonfirmasi usai memeriksa Ketua LPM Unibraw Malang, Prof Dr Ir Syamsul Bahri, Jumat (28/1).
Menurutnya, kalau ada dua kegiatan berbeda di Kigumas, semestinya LPM harus membuat perjanjian baru, terkait tugas yang akan dilakukan, bukan langsung merangkap jabatan seperti itu. "Namun hal itu akhirnya diakui salah oleh Ketua LPM Unibraw," ujar Timbul Tamba. (fiq) http://www.surya.co.id/flashnews/20050128/213349.phtml

Kejari Desak Secepatnya, MCW-PP Otoda Laporkan Dugaan Penyalahgunaan ABT

Dikirim oleh prasetya1 pada 26 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2022

Ancaman Malang Corruption Watch (MCW) dan Pusat Pengembangan (PP) Otoda FH Unibraw melaporkan dugaan penyalahgunaan anggaran biaya tambahan (ABT) oleh Pemkot Malang kepada Kejari Kota Malang rupanya tak bertepuk sebelah tangan. Kasat Intel Kejari Sufari bahkan menyarankan, agar mereka segera melaporkan dugaan itu.
Kecepatan laporan tersebut, menurut Sufari, sangat menentukan langkah kejari selanjutnya. "Cepat saja lapor, biar lebih afdol," ujar Sufari di Kejari kemarin saat merespons niat masyarakat itu. Ditambahkan, dengan laporan itu secepatnya pula kejari melakukan penyelidikan kepada persoalan ABT itu.
Ditanya bagaimana jika kejari berinisiatif menyelidiki kasus tersebut tanpa adanya laporan, Sufari mengatakan bahwa sebaiknya ada pelaporan terlebih dulu. Ini agar kejari dapat menindaklanjutinya berdasarkan laporan yang jelas, bukan semata-mata berdasar informasi-informasi media massa. "Jika setiap informasi dari media massa saja, kejaksaan langsung merespons, bisa dibayangkan. Sehari-hari kejaksaan akan repot dengan segudang kasus," katanya.
Seperti diberitakan kemarin, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) akan melaporkan persoalan dugaan penyalahgunaan dana ABT senilai Rp 11 miliar ke Kejari Kota Malang. Mereka yang ancang-ancang melapor ke kejari adalah MCW dan PP Otoda FH Universitas Brawijaya. Koordinator Malang Coruption Watch (MCW) Lutfhi J. Kurniawan menjelaskan, secara prosedural, penggunaan ABT tidak jauh berbeda dengan APBD.
Persoalan itu semakin menjadi polemik, ketika dewan menemukan sejumlah dana pada ABT digunakan tidak sesuai dengan peruntukkan. Dalam ABT Pemkot Malang 2004, hanya ada satu item yang murni untuk penanggulangan banjir, yakni pada item kegiatan sumber daya air yang menghabiskan total dana Rp 3 miliar. Sedang sisanya sebesar Rp 8 miliar digunakan untuk item prasarana wilayah, perkotaan dan pedesaan, serta perumahan dan pemukiman.

Diklat SEM FMIPA

Dikirim oleh prasetya1 pada 26 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2619

Informasi yang baik adalah informasi yang bersifat komprehensif dan akurat. Penelitian ekonomi, sosial, pendidikan, psikologi ataupun kedokteran, sering melibatkan multivariabel, multihubungan dan berjenjang. Agar hasil penelitian bersifat komprehensif, diperlukan suatu metode analisis data yang terintegrasi dan simultan. Di samping itu, variabel yang terlibat sering berupa variabel kualitatif yang bersifat unobservable seperti sikap, motivasi, kinerja, komitmen, kepuasan, perilaku, strategi, dan sebagainya. Berangkat dengan tujuan meningkatkan kemampuan dalam menyelesai-kan permasalahan penelitian yang melibatkan sifat variable unobservable,
Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya pada 21-22 Februari 2005 menyelenggarakan Diklat Structural Equation Modeling (SEM). SEM adalah metode multivariate analysis yang memiliki kemampuan dalam keunggulan untuk menganalisis model yang bersifat multivariabel, multihubungan dan berjenjang secara simultan. SEM juga merupakan measurement model yang dapat digunakan untuk pengujian validitas dan reliabilitas instrumen secara terintegrasi. Kendala perhitungan yang kompleks untuk aplikasi SEM dapat diatasi dengan software AMOS 5.0 yang merupakan paket program komputer yang penggunaannya sangat luas setelah SPSS. Diklat selama dua hari dengan narasumber Dr. Ir. Solimun MS ini menawarkan materi overview metode penelitian kuantitatif, analisis regresi dan analisis path, factor analysis: exploratory dan confirmatory, structural equation modeling, aplikasi AMOS 5.0, dan interpretasi hasil analisis.
Pendaftaran peserta dibuka mulai selama sebulan, 18 Januari - 19 Februari 2005, dengan biaya pendaftaran Rp 500.000,00. Setiap peserta akan mendapatkan fasilitas training kit, sertifikat, makan siang dan rehat kopi. Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai pelaksanaan seminar dapat menghubungi Jurusan Matematika FMIPA Universitas Brawijaya, Jl. MT Haryono 169, Telp (0341) 571142 atau contact person Isnani Darti di 08123305506 dan Umu Sa’adah di 08883327730. [li]

Posisi Pemkab Terpojok, Hari Ini, Asisten II Sekkab Diperiksa Tambahan

Dikirim oleh prasetya1 pada 26 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2317

Posisi Pemkab Terpojok, Hari Ini, Asisten II Sekkab Diperiksa Tambahan
Rabu, 26 Jan 2005
Posisi pejabat Pemkab Malang pada kasus dugaan korupsi dana proyek Kimbun Rp 3 miliar semakin terpojok. Pengakuan notaris Benedictus Bosu yang diperiksa Kejari Kabupaten Malang kemarin memberatkan pemkab. "Akta yang dibuat Beni Bosu-sapaan Benedictus Bosu-sudah benar," ujar Kasi Intel Kejari Abdul Qohar.
Dijelaskan, pemeriksaan Beni diarahkan untuk mengetahui posisi PT Kigumas dengan pemkab. Dalam perkembangannya, perusahaan yang seharusnya berdiri sendiri, ternyata selalu mendapat kucuran dana dari pemkab. Salah satu kucuran dana yang diterima, diduga kuat berasal dari proyek Kimbun.
Seperti diberitakan sebelumnya, tim kejari memanggil pemilik PT Sumber Sarana Mitra Sejati dan notaris Beni Bosu. Keterangan dua saksi ini, untuk melengkapi keterangan saksi sebelumnya. Mereka adalah mantan Sekkab Malang Achmad Santoso, Sekkab Malang Betjik Soedjarwoko, Asisten II Sekkab Bidang Administrasi Keuangan dan Pembangunan Abdul Malik, Kadisbun Hendro Soesanto, dan mantan Kadisbun Fredy Talahatu. Sedangkan keterangan sejumlah pejabat pemkab ini, untuk mempertajam keterangan saski dari LPM Unibraw yang diketuai Syamsul Bahri, serta pengakuan Rektor Unibraw Bambang Guritno. Menurut Qohar, saksi lain yang diminta keterangannya adalah Kasubag Pengendalian Bagian Pembangunan Pemkab Soewignyo. Pengakuan Soewignyo ini, untuk mengetahui hubungan PT Sumber Sarana Mitra Sejati dengan CV Sami Jaya yang dilakukan tanpa tender.

Perpustakaan Unibraw Bangun Leisure Room

Dikirim oleh prasetya1 pada 24 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2410

Leisure room perpustakaan UB
Leisure room perpustakaan UB
Perpustakaan Universitas Brawijaya membangun leisure room atau ruang rekreasi, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanannya. Ruangan yang diresmikan oleh Presiden Eksekutif Universitas Brawijaya, Trio Agus Purnomo mahasiswa FTP angkatan 2000 pada Senin 24 Januari 2005 ini merupakan ruangan yang koleksinya berupa buku-buku hiburan seperti novel, buku cerita dan sebagainya.Turut hadir dalam acara peresmian, Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch. Munir SH, dan pejabat teras di lingkungan Universitas Brawijaya Malang.
Latar belakang diadakannya fasilitas ruang rekreasi tersebut, menurut Kepala Perpustakaan Dra. Welmin Sunyi Ariningsih MLib, adalah untuk mengakomodir keeinginan mahasiswa yang membutuhkan hiburan setelah penat mengikuti perkuliahan atau ujian. Meski jumlah koleksinya masih terbatas, dengan ruang rekreasi diharapkan dapat menggugah sivitas akademika khususnya mahasiswa untuk mencintai perpustakaan sebagai pusat informasi dan menghapus pandangan yang menyatakan bahwa perpustakaan sebagai tempat yang 'menyeramkan'.
Pada kesempatan itu Perpustakaan juga memberikan penghargaan kepada pengunjung dengan rekor kunjungan terbanyak, pengembalian tepat waktu, dan pinjaman terbanyak untuk kurun waktu Januari-September 2004. Rekor kunjungan terbanyak direbut oleh Laily Aulia (FMIPA), Saiful Arifin (FT), Sony Kurniawan (FE), Rian Hermana (FK), dan Linda Ayu Sitoresmi (FT). Rekor pengembalian tepat waktu direbut oleh Trias Fahrudin (FMIPA), Shon Haji (FTP), Nova Dewi (FIA), Doni Wibisono (FT), dan Febri Darmawan (FP). Sementara untuk kategori pinjaman terbanyak direbut oleh Saiful Arifin (FT), Hanif Wanadri (FK), Roynal Pasaribu (FE), Syamsul Arifin (FT) dan Elya Mufidah (Faperik). [li]