Prasetya Online

>

Berita UB

Kunjungan SMK Perikanan 

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2426

rombongan SMK Arsi Baruna Indonesia Situbondo
rombongan SMK Arsi Baruna Indonesia Situbondo
rombongan SMK Arsi Baruna Indonesia Situbondo
rombongan SMK Arsi Baruna Indonesia Situbondo
Sabtu siang (18/3), rombongan SMK Arsi Baruna Indonesia Situbondo berkunjung ke Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Menurut Retty, salah seorang guru, kunjungan rombongan 79 orang siswa itu ke Unibraw untuk memotivasi para siswa bahwa masih ada jenjang pendidikan yang lebih tinggi jika mereka lulus kelak. Ia juga mengatakan bahwa mereka memilih Unibraw karena banyak alumni Faperik Unibraw yang sekarang mengajar di sekolah itu.
Rombongan dari Situbondo ini dipimpin oleh wakil kepala sekolah, Muji Kuswarsidi. Dekan Fakultas Perikanan Dr. Ir. Sukoso didampingi Ketua Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Abdul Qoid menerima rombongan secara resmi. Pada kesempatan itu, Ir. Abdul Qoid MS memberi penjelasan tentang segala hal yang menyangkut seluk beluk Faperik Unibraw.
Puas berbincang-bincang, siswa-siswi SMK itu kemudian diajak untuk melihat-lihat laboratorium. Beberapa materi yang diajarkan di fakultas ini dijelaskan secara singkat oleh salah seorang mahasiswa yang sedang praktikum di sana. Antusiasme siswa ternyata luar biasa, karena beberapa materi yang diajarkan di Faperik identik dengan yang dipelajari mereka di SMK. [vty]

Teknologi Modifikasi Cuaca di Indonesia

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2553

Tri Handoko Seto MSc
Tri Handoko Seto MSc
Sebagai makhluk ciptaan Allah yang tertinggi, manusia dikaruniai kelebihan di antaranya adalah akal untuk mengkaji alam ciptaan-Nya supaya bersyukur. Dengan semangat ini, maka di ruang kuliah Jurusan Fisika FMIPA Universitas Brawijaya, pada Sabtu (18/3) diselenggarakan kuliah tamu bertajuk “Teknologi Modifikasi Cuaca di Indonesia” dengan menghadirkan alumninya, Tri Handoko Seto MSc, yang pada saat ini beraktivitas di UPT Hujan Buatan LIPI, Jakarta. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di dunia berawal dari sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Langmuir pada tahun 1948 dengan cara menaburkan es kering di atas lapisan awan super dingin dan ternyata mampu melelehkannya. Penelitian ini memberikan inspirasi bagi sebuah teknologi untuk mengurangi atau menghilangkan kabut awan pekat di daerah lintang tengah atau tinggi. Untuk kasus Indonesia, rekayasa teknologi ini dilatarbelakangi oleh pemikiran antisipasi terhadap kondisi ekstrim yang kerap menghadirkan bencana. “Bencana alam akibat cuaca terutama berimbas pada jantung kehidupan seperti listrik dan pertanian”, ungkapnya.
Menurut Tri Handoko, TMC bermanfaat di berbagai bidang. Pertama, bidang energi, yang bisa dilakukan untuk mengisi waduk-waduk PLTA untuk menjaga kelangsungan air seperti telah dilakukan di DAS Brantas Jawa Timur, DAS Citarum Jawa Barat, DAS Riam Kanan Kalimantan Selatan, DAS Towuti Sulawesi Selatan, DAS Maninjau, serta DAS Kedungombo, Gajahmungkur dan Sempor. Kedua, dalam bidang pertanian, ketersediaan air merupakan faktor utama unuk menjaga dan meningkatkan produksi pertanian seperti dilakukan di Lombok dan ketiga, dunia pertambangan, dimana salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia mengelola waduk sendiri untuk keperluan produksi sehingga ketersediaan air adalah faktor penentu kuantitas produksi tambang.“Selain itu, TMC sangat bermanfaat untuk daerah kekeringan seperti telah dilakukan di DAS Cimanuk Jawa Barat, kebakaran hutan seperti telah dilakukan di Jambi, Pekanbaru dan Kalimantan Timur serta penanganan banjir di DKI Jakarta”, ungkap Tri Handoko Seto. Lebih lanjut disampaikannya, bahwa teknologi ini telah berhasil dioperasionalkan selama lebih dari 50 kali sejak tahun 1977-2005.

Bedah Buku: Invasi Politik dan Budaya 

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2987

Political and Cultural Invasion
Political and Cultural Invasion
Divisi Agama Islam BEM Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya, Sabtu (18/3), menyelenggarakan acara bedah buku karya Salim Fredericks yang bertajuk “Invasi Politik dan Budaya”. Buku yang memiliki judul asli Political and Cultural Invasion ini diterbitkan oleh Khilafah Production, London pada 2002. Di Indonesia, buku setebal 292+xii halaman ini diterjemahkan oleh Abu Faiz dan diterbitkan oleh Pustaka Thariqul Izzah. Acara digelar di gedung Widyaloka. Hadir sebagai pembedah M. Rahmat Kurnia MSi, dosen IPB, ketua divisi Insantama Jakarta dan DPP Hizbut Tahrir Indonesia. Sedangkan sebagai pembanding, dihadirkan Prof. Dr. Thohir Luth MA, guru besar FH Unibraw dan Ahmad Ahzar Muslim, anggota DPRD Kota Malang dari FPKS.
Dalam acara yang dihadiri oleh lebih dari 50 mahasiswa ini, MR Kurnia menyampaikan bahwa dalam merespon budaya asing yang masuk ke Indonesia, kita tidak diperbolehkan untuk serta merta menolak ataupun serta merta menerima, melainkan harus kritis dan cerdas. Lebih lanjut disampaikan, bahwa metode penjajahan modern pada saat ini telah mencapai tingkatan strategik dan mencapai semua level dengan mengatasnamakan kehidupan, kebebasan dan kebahagiaan dalam arti materialisme dengan slogannya, "Just do it".
Menjelaskan isi buku tersebut, MR Kurnia menyampaikan bahwa pada saat ini, sadar atau tidak sadar kita telah terinvasi dalam semua bidang, meliputi ideologi, kebudayaan, imperialisme ekonomi, pendidikan, politik serta pengrusakan keharmonisan keluarga. Dari sisi budaya misalnya, kita telah terinvasi oleh F4 meliputi film, fun, food, dan fashion. “Sebut saja makanan, orang Indonesia saat ini, lebih bangga makan di restoran cepat saji ala barat daripada makanan khas lokal seperti Soto Lamongan”, ungkapnya.

Seminar Kesempatan Bisnis (BOUNCE) 

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1678

Orang yang membangun karir profesional menjual keahliannya. Orientasi orang yang berkarir sebagai profesional adalah ’menjual’ kemampuan dan pengalamannya kepada orang lain yang membutuhkan. Demikian salah satu hal yang diungkapkan dalam seminar business opportunity, Sabtu (18/3) di Widyaloka Universitas Brawijaya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas
Ekonomi Universitas Brawijaya ini diikuti ratusan peserta dan dibuka oleh Pembantu Dekan III Drs. Agung Yuniarinto MS.
Diungkap dalam seminar itu, karir adalah apa yang kita niat tekuni sepanjang hidup. Karir dibangun, dipupuk, dan dikembangkan tidak dalam semalam, melainkan dalam waktu relatif lama. Jadi, apabila seseorang hendak memilih karir, sebaiknya harus disesuaikan dengan minat dan kesanggupan seseorang itu dalam menjalaninya. Oleh karena itu, kiat-kiat yang harus dilakukan dalam membangun karir diantaranya adalah memperhatikan iklan lowongan kerja, memastikan anda memenuhi syarat utama, memahami kepribadian diri, pilihlah berkarir di sektor usaha yang dinamis, mencermati budaya promosi, memperdalam ilmu serta tetap komitmen dan memiliki integritas. [nik]

Staf Bagian Sistem Informasi Ikuti Pelatihan di Alphine 

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1591

Sebagai pelaksanaan program cakupan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI), 10 orang staf BAPSI mengikuti pelatihan komputer. Pelatihan diadakan selama 10 hari, di Alphine Citra Komputer. Mereka terdiri dari Kepala Bagian Sistem Informasi, Kasubag Data, Kasubag Pelayanan Informasi dan staf. Materi yang diberikan meliputi program MS Acces dan pendalaman MS Excel.
Dengan pelatihan ini diharapkan terjadi peningkatan ketrampilan, khususnya dalam pengolahan data, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kinerja staf Bagian Sistem Informasi.
Pelatihan dimulai tangal 6 Maret dan berakhir pada tanggal 21 Maret 2006, dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama 5 orang staf mengikuti pelatihan pagi hari, dan tahap kedua 5 orang staf mengikuti pelatihan sore hari. Pelatihan ini akan dilanjutkan lagi bila dirasa masih perlu pengalaman lebih jauh. [MW]