Prasetya Online

>

Berita UB

Analisa Potensi Produksi Tebu dan Sistem Pergulaan di Indonesia

Dikirim oleh prasetya1 pada 23 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 5843

Indonesia pernah berjaya sebagai negara eksportir terbesar gula di dunia. Tetapi hal itu kini telah berbalik seratus delapan puluh derajat dan menjadikan posisi Indonesia sebagai negara importir gula terbesar di dunia sejalan dengan kebutuhan akan gula yang juga terbesar dikarenakan kultur masyarakat sebagai pegiat rasa manis, disamping pula perkembangan perusahaan makanan dan minuman.
Melihat kondisi tersebut jelas diperlukan kajian dan analisis yang mendalam dalam rangka mengurai benang kusut permasalahan gula di Indonesia dari mulai hulu sampai hilir. Himpunan Mahasiswa Budidaya Pertanian (Himadata) sebagai penghasil human capital yang juga merupakan entitas dalam benang kusut tebu dan pergulaan, telah berhasil menangkap kondisi yang memprihatinkan tersebut. Melalui kegiatan seminar nasional yang bertajuk "Analisa Potensi Produksi Tebu dan Sistem Pergulaan di Indonesia", Himadata menjembatani berbagai pihak yang berkompeten diantaranya pemerintah sebagai pengambil kebijakan, asosiasi profesi serta praktisi dan peneliti untuk mencoba mengurai dan menganalisis berbagai permasalahan yang ada dan menyelesaikannya. Hadir sebagai pemateri dalam kesempatan tersebut adalah Dr. Ir. Agus Suryanto (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan propinsi Jawa Timur), HM Arum Sabil (Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia), Adig Suwandi (PT Perkebunan Nusantara XI Persero) dan Peneliti dari P3GI Pasuruan, Soeparmono dan Husnan Effendi.
Dalam kesemaptan itu, Kepala Depperindag Propinsi Jawa Timur menyampaikan besarnya peranan gula dalam mendukung berbagai sektor baik dalam skala regional maupun nasional diantaranya memberikan lapangan pekerjaan bagi 1,4 juta orang sebagai sumber penghidupan petani kecil, serta mendukung peningkatan industri makanan dan minuman. Tapi di sisi lain, pergulaan Indonesia terlilit permasalahan serius meliputi rendahnya produktivitas gula, rendahnya kualitas produksi gula lokal serta fluktuasi harga di tingkat konsumen. Ia juga menyampaikan beberapa kebijakan yang telah dilakukan pemerintah mengenai kebijakan tata niaga gula impor, tata niaga gula di dalam negeri serta berbagai kebijakan gubernur jawa Timur guna mengamankan stabilitas pasokan serta harga dan industri gula di Jawa Timur. Hal ini sangat relevan dengan posisi Jawa Timur sebagai penyokong 45% total produksi gula nasional.

Prof Thohir Luth Guru Besar Hukum Islam: Syariat Islam Cenderung Dicitrakan Negatif

Dikirim oleh prasetya1 pada 23 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2358

Dr. Thohir Luth MA
Dr. Thohir Luth MA
Semenjak pemerintah kolonial menjajah negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia, syariat Islam telah mengalami pembusukan yang serius. Pembusukan ini dilakukan penjajah dan para sekutunya. Sampai saa ini "aroma pembuisukan" tersebut masih tercium. Syariat Islam cenderung dicitrakan sebagai sesuatu yang negatif, dan tidak relevan dengan perkembangan zaman. Ia hanya sesuai untuk masa lampau saja.
Demikian antara lain Dr. Thohir Luth MA, dalam orasi ilmiah pengukuhan jabatan gurubesar dalam Ilmu Hukum Islam pada Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, berjudul "Kewarisan Islam, Satu Renungan untuk Orang-orang Beriman", di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya, yang berlangsung di gedung PPI Unibraw, Sabtu 23/4.
Selanjutnya dikatakan bahwa citra buruk yang dilekatkan pada syariat Islam oleh kaum penjajah ini ternyata berhasil membentuk opini publik, dan menarik simpati sebagian besar umat Islam untuk menolak kehadiran syariat Islam.
Menurut pria kelahiran Flores Timur 50 tahun silam ini, hal tersebut aneh tetapi nyata. Bahkan sebagian besar ahli hukum Islam yang muslim pun ikut melanggengkan budaya para penjajah untuk menolak  syariat Islam yang bersumberkan Al-Qur'an dan Hadits. "Mereka lebih senang menggunakan hukum Barat (Belanda dan sekutu-sekutunya), yang jelas bersumberkan syahwat dan nalar mereka saja", tukasnya.

Pameran Lukisan dan Foto SLF FIA Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 21 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2252

Bertempat di lobby lantai 1 gedung rektorat Universitas Brawijaya, pada hari Kamis-Sabtu (21-23 April 2005) diselenggarakan kegiatan pameran lukisan dan foto oleh Sanggar Lukis dan Foto (SLF) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Unibraw. Turut dipamerkan dalam kesempatan tersebut sejumlah foto dari 6 fotografer anggota SLF serta 5 buah lukisan karya seorang mahasiswa program Sastra Inggris angkatan 2003, Ria. Disampaikan oleh Yunan Lestarinda (mahasiswa FIA Negara 2002) ketua Umum SLF, kegiatan ini secara khusus bertujuan untuk memperingati Hari Kartini dengan misi untuk memberdayakan kaum perempuan, dimana hal ini diimplementasikan dengan semua panitianya perempuan dan menampilkan karya-karya perempuan terutama anggota SLF.

Penjaringan Calon Dekan FE: Prof Bambang Subroto dan Dr. Gugus Irianto Teratas

Dikirim oleh prasetya1 pada 20 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2017

Setelah pemaparan visi dan misi 7 orang calon dekan berlang-sung di Hotel Kusuma Agro Wisata, Batu, Kamis 14/4 minggu lalu, Senat Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Rabu 20/4, melaksanakan proses penjaringan calon dekan.
Ketua panitia pemilihan Bambang Hariadi SE, menjelaskan semestinya proses penjaringan itu diikuti oleh 5 calon, namun yang memenuhi syarat ternyata hanya empat orang. Keempat orang calon tersebut adalah Prof Dr Bambang Subroto SE Ak, Gugus Irianto SE Ak, Iwan Triyuwono SE Ak MEc PhD, dan Prof Dr M Harry Susanto SE SU.

KPRI Unibraw Bagi-bagi Hadiah

Dikirim oleh prasetya1 pada 20 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1704

Dalam rangka realisasi program kerja tahun 2004, Kamis 21/4, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Universitas Brawijaya akan mengundi kupon berhadiah. Kegiatan promosi kepada anggota ini diselenggarakan di Gedung KPRI Unibraw, mulai pukul 10.00 WIB. Menurut Wakil Manajer KPRI Unibraw, kupon ini telah dikumpulkan anggota sejak bulan Maret 2004. Hadiah yang akan dibagikan, untuk pemenang I berupa 1 buah kulkas LG, pemenang II: 1 buah TV berwarna 14 inch merk Sharp, pemenang III: mesin cuci, pemenang IV: kompor gas Rinnai, pemenang V: 1 buah kamera, pemenang keenam: 1 buah kipas angin, dan pemenang VII: 1 buah radio. Selain itu, ada juga tambahan 23 hadiah hiburan yang berupa kacamata, kotak makan, setrika listrik, jam meja, korek api, dan kaos.