Prasetya Online

>

Berita UB

Kunjungan SMAN 1 Kediri 

Dikirim oleh prasetya1 pada 23 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2049

Rombongan SMA Negeri 1 Kediri, berjumlah 279, terdiri atas 261 siswa kelas II dan para guru pembimbing, Kamis 23/3, berkunjung ke kampus Universitas Brawijaya. Di gedung Widyaloka, rombongan diterima secara resmi oleh Tim Promosi Pendidikan Universitas Brawijaya yang diwakili oleh Ir. Abdul Hadi Djaelani dan Dr. Ir. Agus Tjahjono MS. Pada kesempatan itu Tim mempresentasikan sekilas tentang Universitas Brawijaya, dan memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru, termasuk sistem ujian masuk. Dalam sesi diskusi yang diadakan setelah pemaparan, siswa lebih banyak menanyakan soal beasiswa, prospek lulusan, serta biaya pendidikan.
Selepas dari Universitas Brawijaya, rombongan meneruskan perjalanan ke Universitas Negeri Malang, untuk selanjutnya menuju  ke Bali.
Kunjungan rombongan siswa SMA ke kampus Universitas Brawijaya ini merupakan rangkaian dari program promosi pendidikan yang dilaksanakan sejak awal 2006. Dimulai dari kunjungan siswa-siswi SMAN 1 Balikpapan (27/1), SMAN 4 Madiun (16/2), SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (21/3), dan terakhir SMAN 1 Kediri (23/3). Bulan April mendatang, tercatat dua SMA telah menyatakan keinginannya untuk berkunjung, yakni SMAN 1 Mejayan Madiun (8/4), dan SMAN 6 Surabaya (11/4).
Sementara itu Tim Promosi Pendidikan yang diketuai Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi MS dan beranggotakan Ir. Abdul Hadi Djaelani, Dr. Ir. Abdul Mukri Prabowo, Dr. Ir. Agus Tjahjono MS, Dr. Ir. Solimun MS, dan Drs. Hardowiyono MSi, telah melaksanakan serangkaian kunjungan promosi. Daerah-daerah yang telah dikunjungi adalah Sidoarjo (14/2), Gresik (25/2), Probolinggo (4/3), Denpasar (10/3), Kertosono (17/3), dan Pacitan (21/3). Sudah diagendakan kunjungan ke beberapa kota lainnya, seperti Lumajang (27/3), Jombang (28/3), dan Bojonegoro (29/3). Sementara yang sedang menunggu konfirmasi adalah kunjungan promosi ke Banyuwangi, Jember, Madiun, Kediri, Blitar, Tuban, serta Bontang dan Balikpapan. [nok/Far]

Ujian Disertasi Indra Prasetyo 

Dikirim oleh prasetya1 pada 22 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2852

Indra Prasetyo SP MM
Indra Prasetyo SP MM
Pengetahuan teknis, komitmen yang tinggi, kemampuan memahami munculnya konflik afektif, konflik tugas, dan kemampuan mengelola konflik dengan lebih mengedepankan perilaku kompromi, perlu dimiliki calon anggota tim APBD. Demikian ungkap Indra Prasetyo SP MM, dalam ujian akhir disertasi pada Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 22/3. Disertasi Indra berjudul "Pengaruh Pengetahuan, Komitmen, Kekuasaan, Tipe dan Perilaku Konflik terhadap Kepuasan Kerja". Ujian ini berlangsung dengan ketua sidang Direktur Pascasarjana, dan promotor Prof. Dr. Eka Afnan Troena SE serta kopromotor Prof. Dr. Umar Nimran MA dan Dr. Armanu Thoyib MSc. Para penguji terdiri dari Prof. Dr. M. Syafiie Idrus MEc, Prof. Dr. Djumilah Zain SE, Dr Agus Suman DEA, dan Prof Dr Yuhara Sukra MSc penguji dari IPB Bogor.
Lebih lanjut Indra mengungkapkan, konflik merupakan perilaku individu sebagai akibat adanya ketidaksepakatan dalam mencapai kebutuhan atau keinginan. Konflik akan selalu muncul dalam suatu proses interaksi antar individu. Konflik tersebut muncul sebagai akibat adanya pengetahuan, komitmen, dan kekuasaan yang berbeda dari masing-masing individu. Penelitian disertasi ini dilakukan untuk mempelajari bagaimana pengaruh pengetahuan, komitmen, kekuasaan, tipe konflik dan perilaku konflik terhadap anggota tim lintas fungsi. Penelitian terhadap 136 anggota tim APBD kabupaten/kota di Jawa Timur ini menemukan kenyataan, semakin besar penggunaan konfrontasi dalam menyelesaian konflik, maka semakin tidak puas anggota tim baik terhadap proses maupun hasil kerja tim.
Berdasarkan temuan tersebut, untuk meningkatkan kepuasan kerja akibat dari baiknya hasil kerja anggota tim RAPB sebagai tim ad-hoc yang berasal dari lintas departemen, Indra menyarankan dalam membentuk tim RAPB perlu diperhatikan orang-orang yang sudah memiliki keterampilan teknis penyusunan RAPB. Tim ad-hoc yang ditugasi menyusun RAPB hendaknya orang-orang yang punya komitmen tinggi terhadap penyelesaian tugasnya. Anggota tim juga mereka yang memiliki kesamaan strata anggota tim, terutama kesamaan keahlian di antara mereka. Hal ini diperlukan karena seorang anggota tim yang memiliki keahlian menonjol, cenderung menggunakannya sebagai legitimasi kekuasaan.
Dalam yudisium ujian terbuka tersebut Indra Prasetyo dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor ilmu ekonomi (kekhususan manajemen) dengan predikat memuaskan (IPK 3,24)
Dr. Indra Prasetyo SP MM (36 tahun), adalah pria kelahiran Surabaya, sarjana ekonomi pertanian Universitas Wijaya Putra (1997) dan magister manajemen dari Universitas Gadjah Mada (2000), bekerja sebagai dosen pada Universitas Wijaya Putra Surabaya. [nik]

Visitasi Robot 

Dikirim oleh prasetya1 pada 22 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2117

tim visitasi mengunjungi Universitas Brawijaya untuk menilai kesiapan tim robot Unibraw
tim visitasi mengunjungi Universitas Brawijaya untuk menilai kesiapan tim robot Unibraw
Menyambut Kontes Robot Indonesia, Rabu (22/03), salah satu tim visitasi mengunjungi Universitas Brawijaya untuk menilai dan mengevaluasi kesiapan tim robot Unbraw. Tim tersebut diketuai I Dewa Made Subrata yang ditunjuk untuk mengadakan visitasi di wilayah Malang.
Semenjak tahun 1999, kegiatan kontes robot di Indonesia menjadi agenda rutin Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Ada 2 kontes yang digelar, yaitu Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Empat perguruan tinggi di Malang mengikuti KRI, yaitu Unibraw, Politeknik Negeri Malang, Universitas Negeri Malang dan Universitas Muhamadiyah Malang. Sedangkan KCRI diikuti 3 perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi Nasional, Universitas Merdeka dan Universitas Brawijaya.
“Awalnya kegiatan ini hanya dapat diikuti oleh politeknik saja, tapi kemudian pada tahun 2002 universitas diperbolehkan mengikuti kontes ini,” jelas Muhamad Akbar Basuki, koordinator tim kontes robot. Mahasiswa Teknik Elektro ini menambahkan untuk tahun ini acara ini dilaksanakan di Balairung, Universitas Indonesia, Depok.
Akbar mengatakan Unibraw telah mengikuti kontes ini semenjak tahun 2002. Prestasinya pun terbilang baik. Tahun pertama mengikuti kontes, Unibraw memenangkan best mobile 2002. Pada tahun 2004 Unibraw masuk 8 besar dan tahun 2005 Unibraw masuk 4 besar. "Kita menargetkan pada tahun ini kita masuk final,” ucap mahasiswa angkatan 2002 ini.
Menyambut kontes yang dilaksanakan pada 3-4 Juni 2006 mendatang,  Workshop Elektro Unibraw telah mempersiapkan diri sejak Desember 2005. “Lima hari terakhir ini kita telah dapat menyelesaikan rakitan dan menggerakkannya”, kata Akbar.
Tema yang ditetapkan ABU Robocon selaku penyelenggara adalah “Membangun Menara Cita-cita Bangsa Setinggi-tingginya”. Tema ini dipilih karena terinspirasi oleh kontes selanjutnya yang akan dilaksanakan di Malaysia pada Desember 2006 untuk membangun menara kembar Petronas seperti yang ada di Malaysia.
Unibraw sendiri akan menampilkan dua tim untuk KRI yang terdiri dari 14 mahasiswa dan dua tim untuk KCRI dengan 5-6 mahasiswa. Tim KRI Unibraw yaitu Mahameru Satu menampilkan 3 robot otomatis dan 1 robot manual, sama halnya dengan Mobot. Sedangkan untuk tim KCRI yaitu Makuto Romo menampilkan 1 robot expert, dan Ultra_Najah menampilkan 1 robot standard.
Akbar menjelaskan, sesuai dengan tema kontes, tim KRI Unibraw bertugas menyusun builder block. Sedangkan tim KCRI bertugas mencari titik api dan memadamkannya. “Nantinya, titik api tidak hanya pada satu ruangan saja, ada sekatnya, dan harus tepat dipadamkan”, tutur Akbar. [vty]

Dua Mahasiswa Unibraw Lolos Seleksi ke Jepang

Dikirim oleh prasetya1 pada 22 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2262

mahasiswa Universitas Brawijaya mendapatkan beasiswa studi ke universitas di Jepang
mahasiswa Universitas Brawijaya mendapatkan beasiswa studi ke universitas di Jepang
Dua mahasiswa Universitas Brawijaya dari Program Bahasa dan Sastra Jepang berhasil lolos mendapatkan beasiswa studi ke universitas di Jepang selama satu tahun. Robbi Widodo dan Hermina Regina akan berangkat bersama dua belas mahasiswa lain dari Universitas dr. Soetomo Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, dan STBA LIA Jakarta.
Sebelum dinyatakan lolos, keduanya mengikuti seleksi (Monbukagakusho Ryugaku Shiken) pada bulan Desember 2005 silam yang diselenggarakan Konsulat Jepang di Surabaya. Seleksi itu sendiri diikuti sekitar 60 peserta dari wilayah Indonesia timur. Dari penjaringan di Surabaya keduanya bersama lima orang peserta lainnya yang lolos, berhak mengikuti seleksi wawancara yang diselenggarakan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam seleksi ini peserta dari Indonesia timur bersaing dengan lebih kurang 20 peserta dari wilayah Indonesia bagian barat.
Ujian penyaringan bagi mahasiswa asing yang akan studi ke Jepang ini diselenggarakan oleh departemen pendidikan Jepang. Pada ujian Monbukagakusho keduanya diharuskan mengerjakan soal yang meliputi tata bahasa, kosa kata, membaca, dan huruf kanji tentang linguistik serta sosial budaya orang Jepang. Robbi dan Hermina berhak mendapatkan biaya pendidikan dengan jumlah total sebesar 139 ribu yen yang diberikan setiap bulannya.
Kedua mahasiswa ini mengaku sangat gembira mendengar kabar bahwa keduanya diberi kesempatan studi ke Jepang dan berkesempatan untuk belajar lebih banyak mengenai kehidupan masyarakat Jepang, yang selama ini hanya mereka ketahui melalui buku dan televisi. [nik]

Presentasi Pendidikan di Perancis 

Dikirim oleh prasetya1 pada 22 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2501

presentasi oleh Edu France
presentasi oleh Edu France
Untuk memberikan wawasan tentang sistem pendidikan di Perancis dan informasi tentang beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Perancis, Rabu (22/3), diselenggarakan presentasi oleh Edu France di Gedung PPI Universitas Brawijaya. Kegiatan ini diikuti oleh staf pengajar di lingkungan Universitas Brawijaya, mahasiswa Program Bahasa dan Sastra, guru serta siswa SMA di kota Malang, dan dibuka oleh Ketua Program Bahasa dan Sastra Dra. Sri Endah Tabiati MEd.
Edu France adalah lembaga yang berada di bawah naungan kedutaan besar Perancis. Hadir sebagai nara sumber, Senior Konsultan Edu France Fida Larue dan Justine Harald dari CCCL. Dalam paparannya Fida menuturkan bahwa sejak 2002 perguruan tinggi di Perancis dan Uni Eropa mulai menggunakan sistem pendidikan LMD atau Licence-Master-Doctorat, dari sebelumnya yang menggunakan sistem siklus. Jika pada sistem yang lama menggunakan penilaian secara nominal dari modul mata kuliah, maka sekarang diterapkan sistem kredit Eropa atau European Credit Transfert System (ECTS). Dengan demikian
maka para mahasiswa yang akan menempuh gelar Licence (setara dengan S1) harus menyelesaikan 180 kredit. Sementara untuk Master 300 kredit dan Doktoral 480 kredit.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa sistem pendidikan tinggi di Perancis ada dua kategori yaitu Universitas dan sekolah spesifik atau Grande Ecole. Kedua jenis pendidikan ini berbeda karakter satu sama lain. Apabila di universitas penjaringan mahasiswa tidak ketat, sementara untuk grande ecole, seseorang harus benar-benar dipilih sesuai dengan kemampuan akademiknya (penjaringan
mahasiswa sangat ketat). Untuk keterangan lebih lanjut mengenai studi di Perancis, dapat mengakses website www.edufrance-Indonesia.com. [nik]