Prasetya Online

>

Berita UB

Sosialisasi Otonomi Kampus bagi Mahasiswa

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2832

Setelah sosialisasi bagi kalangan pejabat di lingkungan Universitas Brawijaya, awal bulan ini (1-2 Maret 2005) diadakan sosialisasi otonomi kampus untuk para fungsionaris mahasiswa. Kegiatan bagi para fungsionaris Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan dan Program Studi ini diadakan di Hotel Grand Palem, Batu.
Acara dibuka oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, yang sekaligus membawakan materi tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Otonomi Kampus. Dilanjutkan kemudian dengan penyampaian beberapa materi oleh Tim Kajian Persiapan Otonomi Unibraw. Topik "Kesehatan Organisasi dan Kualitas Pendidikan di Perguruan Tinggi" dibawakan oleh Dr. Suhadak, topik "Evaluasi Diri Universitas Brawijaya" disampaikan oleh Dr-Ing Setiawan P. Sakti MEng, dan topik "Rancangan Anggaran Dasar Universitas Brawijaya" diantarkan oleh Dr. Sihabudin SH.

Tahun Baru Hijriyah dan Silaturrahim Haji Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1644

Tahun Baru 1426 Hijriyah, diperingati warga Universitas Brawijaya. Acara yang digelar di Widyaloka, Senin 28/2 pagi, dihadiri segenap pimpinan, dosen, karyawan, dan mahasiswa Unibraw, serta para undangan lainnya. Acara ini dirangkum dengan acara silaturrahim jamaah haji Universitas Brawijaya yang baru saja usai melaksanakan rukun Islam kelima itu bulan Desember-Januari silam.
Diawali dengan pembacaan tilawatil Qur'an; QS Al Baqarah 197 dan QS At Taubah 36 oleh Nurlaila Azizah, pemenang MTQ Tingkat Universitas Brawijaya 2004, Dr. Muhammad Yudhi Batubara SH MH, salah seorang anggota jamaah haji dari KBIH Unibraw menyampaikan pesan dan kesannya selama menunaikan ibadah suci tersebut. Ia merasa bangga  menjadi jamaah haji KBIH Unibraw, karena Unibraw adalah satu-satunya PTN di Indonesia yang memiliki KBIH.  Menurutnya hal ini relevan dengan misi tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Di akhir pesan dan kesannya, secara simbolis, Dr. Batubara atas nama jamaah haji KBIH Unibraw menyerahkan sumbangan sebesar 300 riyal yang dikumpulkan oleh para jamaah haji Unibraw tahun 2005 sebagai ungkapan rasa syukur dan dukungan kepada KBIH Unibraw.

Diskusi Nasional Pendidikan Terbuka-Jarak Jauh

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2341

Empat dosen Universitas Brawijaya, masing-masing Prof. Dr. Soekarlawi (Fakultas Perlanian), Prof. Dr. Hendrawan Soetanto (LP3), If. Harry Soekotjo Dachlan MSc, dan Achmad Basuki ST (Pusat Pengembangan E-Learning) diundang untuk mengikuti diskusi nasional tentang pendidikan terbuka dan jarak jauh (PT-JJ) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Depdiknas dan SEAMEO Regional Open Learning Canter (SEAMOLEC) di Jakarta Senin 28/1. Seminar berlangsung di ruang sidang Dikti Depdiknas Senayan Jakarta, dibuka oleh Dirjen Dikti Prof. Dr. Satrio S. Brodjonegoro, diikuti oleh sekitar 50 orang dart perguruan tinggi seluruh Indonesia dan lembaga psndidikan terkait.
Dirjen Dikti mengatakan bahwa lambat atau cepat kita akan mempraktekkan PT-JJ untuk menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia. Kenyataan menunjukkan bahwa Depdiknas juga telah merintis PT-JJ sejak tahun 1950-an dengan llama kursus guru tertulis kemudian terus berkembang menjadi SMP Terbuka, SMA Terbuka, dan Universitas Terbuka. Walaupun segi positif dari PT-JJ tidak diragukan, namun sisi kelemahan harus terus diperbaiki. Demikian diungkapkan oleh Prof. Satrio. Kelemahan yang paling meninjol dari pelaksanaan PT-JJ adalah di sisi penyelenggaraan, khususnya di aspek proses belajar mengajamya.

Terapkan TI, Tak Perlu Buku Pelajaran

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1935

Pemerintah sebenarnya tidak usah menyediakan lagi buku-buku pelajaran tingkat SD (sekolah dasar) sampai SLTA (sekolah lanjutan tingkat atas). Itu, jika pemerintah benar-benar mau menerapkan TI (teknologi informasi). Lontaran itu diungkapkan Richard Mengko, staf Menristek bidang TI, sesaat sebelum menyampaikan materinya di seminar nasional Basic Science oleh FMIPA di gedung Widyaloka Unibraw kemarin.
Dalam seminar bertajuk 'Peran Basic Science dalam Pembangunan yang Berkelanjutan' itu, Richard membawakan materi 'Jembatan Perguruan Tinggi dan Industri dalam Era Kultur Digital'. Selain Richard, hadir sebagai pembicara lainnya, ahli biologi molekuler dari Korea Dr Jeohn Gwang Ho dan dosen matematika FMIPA Unibraw Dr Agus Suryanto.
Pernyataan di atas, menurut Richard, bukan tanpa alasan. Mahal dan sering bergantinya buku panduan belajar siswa tingkat SD-SLTA membuatnya cukup prihatin. Kondisi itu, menurut dia, tidak hanya membuat siswa, terutama siswa kurang mampu, merasa berat. Karena itulah, dia mengimbau, hendaknya pemerintah mulai menyetop penyediaan buku-buku pelajaran tersebut.
Solusinya? "Cukup mendown-load semua materi ke internet. Nantinya, terserah pada lembaga masing-masing. Mau di-print (cetak) atau distensilkan," ucapnya. Langkah itu, kata dia, bukan saja langkah penghematan, tapi juga optimalisasi TI. "Dengan begini, semua orang bisa mengambilnya. Bukan hanya orang-orang tertentu," tambah dia.

Seminar dan Diskusi Publik Legislasi Kesehatan

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2349

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Minggu pagi 27/2, menggelar Seminar dan Diskusi Publik dengan topik "Legislasi Kesehatan". Acara di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai kalangan. Di antaranya, para praktisi kesehatan, perwakilan dari ILMIKI, ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) serta perwakilan mahasiswa kedokteran dari beberapa universitas, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Jember, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Hang Tuah Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Brawijaya.
Dari seminar dan diskusi ini terungkap bahwa Undang-undang Kedokteran dan RUU Keperawatan merupakan  suatu hal yang mutlak bagi profesi dokter dan perawat. Sementara itu berbagai upaya legislasi sistem kesehatan yang dilakukan sejak diundangkannya UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan masih memiliki dampak yang belum bisa diselesaikan, demikian pula dengan pengesahan RUU Praktek Kedokteran 15 September 2004 yang masih menuntut perbaikan.