Prasetya Online

>

Berita UB

2010 Unibraw Persiapan BHMN

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2212

Keinginan Universitas Brawijaya (Unibraw) menjadi kampus otonom dengan status berbadan hukum milik negara (BHMN) baru terealisasi setelah tahun 2010 mendatang.
Pembantu Rektor III Unibraw, Dr Tjahjanulin Domai MSi mengatakan lamanya waktu mencapai status BHMN karena masa evaluasi saja dibutuhkan lima tahun. Artinya, untuk mengetahui keberhasilan sebuah kampus setelah berstatus otonom diketahui setelah lima tahun.
"Masa ini dianggap sebagai masa transisi kampus untuk melakukan perubahan sesuai aturan pelaksanaan dan teknis. Jadi kalau dibandingkan dengan ITB, IPB, UI, dan UGM yang sudah BHMN tentu berbeda. Mereka ditunjuk langsung, sedangkan Unibraw harus melalui proses pengusulan," jelas Tjahjanulin Domai, di sela Sosialisasi Sistem Pendidikan dan Otonomi Perguruan Tinggi di Hotel Grand Palem, Batu, Selasa (1/3).
Hadir dalam acara itu, Rektor Unibraw Prof Dr Ir Bambang Guritno, Pembantu Rektor I, Prof Yogi Sugito serta anggota tim BHMN Unibraw.
"Jadi persiapan saja baru bisa dilakukan setelah tahun 2010, urutan Brawijaya ini dengan Universitas Hasanudin saja masih kalah," ungkap Domai.
Dalam rangka menuju BHMN, Unibraw saat ini mempersiapkan segala fasilitas, termasuk mengkaji kondisi organisasi (Unibraw) apakah sehat atau tidak serta mengkaji kualitas output pendidikan.

Pengambilan Sumpah 74 Dokter Baru

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3026

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dr. Harijanto MSPH mengambil sumpah 74 dokter baru. Mereka adalah para dokter yang lulus pada yudisium awal bulan ini (3/2). Pengambilan sumpah dilakukan di gedung Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, Selasa 1/3.
Ketujuh puluh empat orang dokter tersebut adalah: dr. Anik Sakinah, dr. Arif Alamsyah, dr. Nursalim Arrasyidi, dr. Ansarulloh, dr. Bambang Riwhardana, dr. Candy Maharani, dr. Eka Maya Sofa, dr. Fauzul Wildan, dr. Santi Sri Wulandari, dr. Astri Devi, dr. Beatrix Aryani, dr. Buyung Hartiyo, dr. Catur Suci, dr. Christiana, dr. Cici Sunihapsari, dr. Cynthia Aristi, dr. David Rubiyaktho, dr. Delfitri Lutfi, dr. Dian Hasanah, dr. Dian Maharani, dr. Didin Retno, dr. Endah Puspitorini, dr. Erma Handayani, dr. Eveline, dr. Fifi Kurnaini, dr. Hanik Ruliani, dr. Hans Christian, dr. Harir Rahmaniah, dr. Hera Permatasari, dr. Heru Iskandar, dr. Herwina Brahmantya, dr. Herwinda Brahmanti, dr. Hudi Wiyassari, dr. I Nyoman Sasputra, dr. Iin Trilistiyanti, dr. Ina Budi Hartati, dr. Ira Rahma Hidayati, dr. Joys Karman, dr. Juni Teguh, dr. Komang Ayu Kartika, dr. Lukita Hanggraeni, dr. Mamik Sri Utami, dr. Maria Magdalena, dr. Maria Niasari, dr. Maslihatul Aini, dr. Melany Farrahdilla, dr. Minar Setyorini, dr. Muhayati Kusuma, dr. Mujiyono, dr. Ni Nyoman Indrawati, dr. Nina Handayani, dr. Novina Purwita, dr. Ria Margiana, dr. Fransiska Ria, dr. Rina Lestari, dr. Robert Hunan, dr. Rona Mora, dr. Saiful Anam, dr. Saptadi Yuliarto, dr. Siti Fatma, dr. Sofia Fitri, dr. Sri Nur Azizah, dr. Teni Widiyastuti, dr. Yuke Eka, dr. Yuliana Rianto, dr. Zamroni Afif, dr. Selvambigai D/O Raman, dan dr. I Gusti Lanang Ngurah Agung. [nik]

Consortium On Accounting Pascasarjana

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2028

Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, 28 Februari - 1 Maret 2005 menyelenggarakan konsorsium bidang akuntansi untuk pertama kalinya. Kegiatan ini mengangkat topik "Non-mainstream Accounting and Research Methodology" dan menghadirkan pembicara Prof. MJR Gaffikin dari The University of Wallonggong Australia, dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta,  Tjiptohadi Sawarjuwono SE Ak MEc PhD dari Universitas Airlangga Surabaya, serta Eko Ganis Sukoharsono SE MCom (Hons) PhD, dan Iwan Triyuwono SE Ak MEc PhD dari Universitas Brawijaya.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa pascasarjana bidang akuntansi dari wilayah Malang dan luar Malang.  Materi yang dibawakan oleh pembicara meliputi "Understanding theory an introduction to the theoretical bases of accounting knowledge" oleh Prof. MJR Gaffikin, "Their existences without formality" dan "Pengukuran kinerja pembangunan sarana jalan raya" oleh Dr. Indra Bastian MBA Ak, "Transforming accounting practice and business through critical accounting" oleh Tjiptohadi Sawarjuwono SE Ak MEc PhD, "Power/knowledge on accounting discipline and practice: The Foucauldian Perspective" oleh serta Eko Ganis Sukoharsono SE M.Com (Hons) PhD dan "The rationality and the intuition unfolding the hidden connection on accounting" oleh Iwan Triyuwono SE Ak MEc PhD. [nik]

Ujian Disertasi Khusnul Ashar SE MEc

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2234

Merebaknya program Lembaga Kredit Mikro (LKM) di seluruh dunia sebagai upaya penanggulangan kemiskinan yang semakin populer, ternyata mengandung kerentanan dalam masalah kesinambungannya. Faktor yang menentukan kelangsungan hidup LKM adalah faktor strategi, metode yang diterapkan dan kesetiaan nasabah. Dalam rangka mengidentifikasi pengaruh faktor kehandalan, daya tanggap, dan empati dari jasa kredit serta petugas baik terhadap kesetiaan maupun kedisiplinan nasabah, Khusnul Ashar, SE., MA., menyajikan disertasinya berjudul "Persepsi Nasabah terhadap Kualitas Jasa Lembaga Kredit Mikro (LKM): Faktor-faktor yang Mempengaruhi dan Hubungannya dengan Kesetiaan Nasabah". Ujian disertasi yang berlangsung di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu, 2 Maret 2005 ini dipromotori oleh Prof. Dr. H.M. Syafiie Idrus, SE., M.Ec., ko promotor Prof. Dr. Djumilah Zain, SE. dan Prof. Dr. Imam Syakir, SE. Dewan penguji terdiri dari Prof. Dra. S.M. Kiptiyah Iksan, MSc., Dr. Armanu Thoyib, SE, M.Sc., Dr. Agus Suman, SE., DEA dan penguji luar dari Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. M.Zaini Hasan.

Mahasiswa Unibraw Menyikapi Sosialisasi Otonomi Kampus

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1723

Diawali pemaparan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno serta Tim Kajian Otonomi Universitas Brawijaya, forum sosialisasi otonomi kampus bagi fungsionaris lembaga lembaga kemahasiswaan diadakan di Grand Palem Batu 1-2 Maret 2005. Acara yang berlangsung dinamis ini diikuti oleh fungsionaris Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa serta Himpunan Mahasiswa Jurusan dan Program Studi. Berangkat dengan berbagai persepsi, pada kesempatan tersebut dicoba untuk menyamakan persepsi mengenai otonomi kampus, demi kebaikan Universitas Brawijaya ke depan.
Sementara ini berkembang berbagai anggapan bahwa otonomi identik dengan pencabutan subsidi pemerintah, dan jika diberlakukan berarti akan terjadi kenaikan SPP. Anggapan semacam itu, menurut Tim Kajian Otonomi sangat tidak rasional. Tidak ada pendidikan murah, apalagi gratis, jika kita berorientasi pada kualitas output yang disertai dengan fakta kenaikan harga kebutuhan infrastruktur dan sarana prasarana pendukung pendidikan. Sehingga dalam hal ini BHMN bukan merupakan satu-satunya faktor utama apabila ada kenaikan SPP nantinya, walaupun Tim Kajian Otonomi sendiri mengakui pembebanan biaya operasional kepada mahasiswa adalah alternatif yang mungkin tidak bisa dihindari, tetapi jika hal itu diberlakukan pun akan dilaksanakan dengan transparan dan akuntabel.