Prasetya Online

>

Berita UB

Wisuda Periode I Tahun 2005/2006

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1937

Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, Sabtu 17 September 2005, di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, melepas 1101 orang lulusan dalam acara Wisuda periode I tahun akademik 2005/2006. Program S1 meluluskan 618 orang, yang terdiri dari: Fakultas Hukum 80 orang, Fakultas Ekonomi 42 orang, Fakultas Ilmu Administrasi 46 orang, Fakultas Pertanian 70 orang, Fakultas Peternakan 47 orang, Fakultas Teknik 150 orang, Fakultas Kedokteran 31 orang, Fakultas Perikanan 58 orang, Fakultas MIPA 104 orang, dan Fakultas Teknologi Pertanian 39 orang. Program Diploma-III meluluskan 378 orang, yang terdiri dari D-III Fakultas Ekonomi 90 orang, D-III Fakultas Ilmu Administrasi 78 orang, D-III Fakultas Pertanian 70 orang, D-III Fakultas Peternakan 13 orang, D-III MIPA 36orang, dan D3 Fakultas Teknologi Pertanian 23 orang. Sementara itu Program pascasarjana, untuk periode I ini meluluskan 105 orang, yang terdiri dari 9 orang lulusan program doktor, dan 91 orang lulusan program magister dan Program Dokter Spesialis 1 sebanyak 5 orang.

Ujian Disertasi Adri Patton: Eksistensi Kepala Adat Tidak Bergeser

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2585


Bagi komunitas adat Dayak Kenyah yang tinggal di perbatasan Malinau Kalimantan Timur dengan Sarawak Malaysia, keberadaan kepala adat sebagai pemimpin informal, memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan desa.
Diberlakukannya UU nomor 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, ternyata tidak menggeser peran kepala adat dalam struktur kekuasaan pemerintahan desa, walaupun telah terjadi distribusi kekuasaan dan kewenangan di antara pemimpin formal dan informal.
Demikian pernyataan Drs. Adri Patton MSi dalam ujian terbuka disertasi yang diselenggarakan Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis (15/9). Penelitian disertasi berjudul “Peran Pemimpin Informal dalam Pelaksanaan Pembangunan Desa di Daerah Perbatasan Kabupaten Malilnau Kalimantan Timur” ini dilakukan di Desa Long Nawang dan Desa Nawang Baru, Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur, yang berdekatan langsung dengan Sarawak Malaysia.

Semiloka Nasional Memerangi Kegemukan

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1931

Masalah obesitas atau kegemukan bagi sebagian besar masyarakat masih dipandang sebelah mata. Banyak yang tidak menyadari bahwa timbulnya beberapa penyakit disebabkan oleh masalah kegemukan, seperti gout (rematik), diabetes mellitus, darah tinggi, gagal ginjal, jantung koroner, pendarahan otak, rematoid, atau bahkan kanker. Di lain pihak, mereka yang menyadari tentang bahaya kegemukan selalu berusaha untuk mengurangi berat badan mereka dengan berbagai macam cara. Berbagai jenis obat pelangsing maupun diet dilakukan oleh mereka tanpa menyadari bahwa setiap tubuh memiliki metabolisme dan ciri yang berbeda antara orang yang satu dengan yang lain. Penanganan masalah kegemukan sangat memprihatinkan bagi para dokter karena sebagian besar terapi kegemukan selama ini tidak dapat diatasi secara akurat dan efektif.

Seminar Nuklir di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1867

Bekerja sama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Brawijaya,  Pusat Pengembangan Sistem Reaktor Maju menyelenggarakan seminar nasional ke-11 mengenai teknologi dan keselamatan PLTN serta fasilitas nuklir, Kamis (15/9), di gedung PPI Unibraw. Tema seminar “Peranan Teknologi Nuklir dalam Penyediaan Energi Jangka Panjang dan Partisipasi Perguruan Tinggi dalam Mendukungnya”, dilandasi pemikiran bahwa masyarakat harus mendapatkan informasi memadai mengenai pemanfaatan dan keberadaan teknologi nuklir yang relatif masih baru di tengah masyarakat Indonesia.
Seminar dibuka oleh Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, dan menghadirkan pembicara Prof. Ir. Lilik Hendrajaya MSc PhD dari Kementerian Ristek dengan presentasi “Kebijakan Litbang Energi Nasional”, Dr. Soedyartomo Soentono MSc APU dari BATAN dengan judul “Peran Litbang Teknologi Nuklir dalam Mendukung Pembangungan PLTN”, Ir. Sukarma Amijoyo APU dari BAPETEN dengan judul “Peranan Regulasi dalam Pemanfaatan Energi Nuklir di Indonesia”, Prof. Dr. Ir. Sugiyanto MS dari Universitas Brawijaya dengan judul “Aspek Sosial Budaya Pemanfaatan Teknologi  dan Energi Nuklir di Indonesia” serta pembicara Dr. Takehiko Mukaiyama dari (JAIF-JLO) dengan judul “How Nuclear Power Plant in Japan to Overcome the Negative Issues on Nuclear Fields?”.
Peserta seminar antara lain berasal dari Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Gunadarma, Universitas Brawijaya, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Japan Atomic Industrial Forum (JAIF) perwakilan Jakarta dan BATAN. Dengan jumlah peserta sebanyak 112 orang, 62 makalah dan 50 buah poster tentang nuklir. [nik]

Rektor PTN Protes Kelambatan Pencairan Anggaran Pendidikan

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1218

Sembilan rektor perguruan tinggi negeri (PTN) di Jawa Timur memprotes kelambatan turunnya anggaran pendidikan. Mereka segera membawa protes ini ke pertemuan Majelis Rektor di Banjarmasin 25 dan 26 September ini.
Kesembilan rektor itu adalah dari ITS, Unair, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Trunojoyo Madura, Unversitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Jember, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan Universitas Islam Negeri Malang.
Rektor ITS, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA mengatakan, para rektor mempermasalahkan turunnya dana masyarakat untuk masing-masing perguruan tinggi yang dihimpun dalam PNBP (penerimaan negara bukan pajak) dan disetor ke kas negara. Dana ini, kata dia, tidak bisa keluar sesuai tahun anggaran yang dimulai pada Januari hingga Desember tiap tahunnya.
"Semua tahu, tahun anggaran dimulai pada 1 Januari, tapi kenyataan dana yang dibutuhkan selain gaji rutin, baru turun pada Juni-Juli atau bahkan Agustus. Ini pasti ada sesuatu yang keliru," katanya.
Menurut Nuh, para rektor juga mempertanyakan, mengapa dana yang baru turun di bulan Agustus harus dipertanggungjawabkan pada akhir Desember, sesuai dengan berakhirnya tahun anggaran.
"Belum lagi jika asumsinya ada uang baru program pembangunan dan penelitian berjalan. Itu berarti ada waktu di mana perguruan tinggi tidak ada aktivitas. Ini menggambarkan ketidakberesan dalam penataan keuangan negara," bebernya.
Beberapa usulan yang diajukan perguruan tinggi dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran), lanjut dia, juga banyak dicoret atau tidak disetujui. Padahal uang di kas negara itu adalah uang dari masing-masing perguruan tinggi masing-masing.
"Logikanya digunakan untuk apa saja, asal sesuai kebutuhan dan alasan jelas serta dilengkapi pertanggungjawaban, tidak perlu dipersoalkan.
Kenyataannya, sulit dan lama untuk mencairkan. Apalagi kalau harus meminta persetujuan DPR," katanya.
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2005/09/15/brk,20050915-66631,id.html