Prasetya Online

>

Berita UB

Ujian Terbuka Disertasi Ghozali Maski

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2230

Ghozali Maski SE MS
Ghozali Maski SE MS
Teori ekonomi moneter tradisional menyatakan bahwa sasaran akhir dari implementasi kebijakan moneter adalah aktivitas ekonomi yang terdiri dari empat jenis aktivitas yakni pertumbuhan ekonomi, pengangguran, stabilitas harga dan defisit neraca pembayaran. Artinya, bahwa menurut paradigma ini implementasi kebijakan moneter memiliki sasaran ganda dan ini mengakibatkan pencapaian sasaran akhir yang tidak fokus. Sementara itu, secara teoritis maupun empiris, variabel ekonomi makro yang bisa dikendalikan oleh otoritas moneter adalah stabilitas harga atau inflasi. Sekaitan dengan ini, terdapat kontroversi dalam hal penetapan variabel ekonomi makro (besaran moneter atau suku bunga) sebagai target variabel dalam kerangka kebijakan moneter dengan target inflasi. Selain itu, ada studi yang menyatakan bahwa nilai tukar perlu dipertimbangkan sebagai variabel target dan terakhir dibuktikan juga bahwa kredit perbankan tidak kalah pentingnya jika digunakan sebagai variabel target. Namun mengingat pembahasan peran kredit perbankan kaitannya dengan kerangka kebijakan moneter adalah secara makro, studi yang dijalankan oleh Ghozali Maski SE MS mencoba untuk menganalisa peran kredit perbankan secara sektoral. Untuk itu, permasalahan yang mencoba untuk diajukan oleh laki-laki kelahiran Lumajang, 27 September 1958, ini adalah apakah jalur suku bunga lebih efektif dibanding jalur moneter, apakah jalur nilai tukar relevam di Indonesia dan kredit sektor mana yang dominan pengaruhnya terhadap inflasi. Sejalan dengan temuan studi yang dijalaninya, penelitian ini memberikan kontribusi kebijakan bagi Bank Indonesia selaku otoritas moneter dalam rangka menentukan variabel informasi (RPUAB dan KAGRIC) yang berkenaan dengan pembahasan jalur transmisi kebijakan moneter.

Hari Keenam, Formulir SPMB Unibraw Terjual 53%

Dikirim oleh prasetya1 pada 25 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1971

Sampai hari keenam pendaftaran SPMB Universitas Brawijaya, Sabtu 25/6, telah terjual 5536 atau 53,44% dari total 10360 formulir yang disediakan. Secara rinci, IPA 1863, IPS 2449, IPC 1224. Hasil ini masih lebih baik dibandingkan hasil penjualan pada hari yang sama pendaftaran SPMB tahun 2004 lalu, total 5267, IPA 1886, IPS 2281, IPC 1100.

Brawijaya Shooting Course 2005

Dikirim oleh prasetya1 pada 25 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1967

Dalam rangka memperkenalkan serta memberikan pengetahuan dasar mengenai olahraga menembak, di samping untuk menjalin kemitraan antara polisi sebagai aparat negara penegak hukum, pramuka dan masyarakat, Racana Brawijaya Gudep Kota Malang 045283-04284 pangkalan Universitas Brawijaya menyelenggarakan Kursus Menembak 2005. Kegiatan yang pertama kalinya diselenggarakan di Universitas Brawijaya ini  pada 25-26 Juni 2005.
Hal ini dilandasi oleh pemikiran bahwa upaya menambah kemampuan intelejensi dan kreativitas banyak ditentukan pada kegiatan di luar kelas, yaitu saat seseorang dihadapkan pada kondisi nyata dan berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar.
Pembantu Rektor III Drs. Tjahjanulin Domai MS membuka kursus secara resmi dalam sebuah acara di gedung PPI Universitas Brawijaya. Selanjutnya kursus berlangsung di lapangan tembak Brimob di Ampeldento, Malang.

Pemenang Olimpiade Brawijaya 2005

Dikirim oleh prasetya1 pada 25 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1425

Setelah berlangsung selama satu bulan penuh, Olimpiade Brawijaya ditutup hari Sabtu 25/6. Sebanyak 8 cabang olahraga dan seni telah selesai dipertandingkan. Olimpiade yang diselenggarakan dalam rangka menjaring potensi mahasiswa berprestasi sekaligus untuk memperat persahabatan antar lembaga kemahasiswaan Universitas Brawijaya, dibuka Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno bulan lalu (21/5). Berikut adalah para juara.

Workshop Pertanian Organik

Dikirim oleh prasetya1 pada 25 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2666

Sebuah workshop dengan tema "Fair Trade (Perdagangan Adil) di dalam Pertanian Organik", Sabtu 25/6, digelar di Gedung E lantai III Program Pascasarjana Universitas Brawijaya. Workshop dalam rangka mengkampanye-kan pertanian organik beserta produk-produknya ini diselenggarakan sebagai kerja sama Mitra Bumi Indonesia (MBI) dengan Program Ilmu Ta-naman (PIT) Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Mahasiswa Pertanian Organik Nasional (Mahorinas) dan Pusat Kajian Sistem Pertanian Organik (PKSPO) Unibraw.
Koordinator MBI, Yopy Eka Widasanti di sela-sela acara menjelaskan, workshop ini merupakan program Mitra Bumi Indonesia untuk mensosialisasikan produk-produk organik, dan bagaimana cara memperdagangkannya secara adil (fair trade). "Selama ini kami telah melakukan sosialisasi secara langsung ke masyarakat melalui presentasi, diskusi dan seminar, baik dikalangan kelompok sosial masyarakat maupun lembaga/ instansi lain, seperti lembaga pendidikan dan perguruan tinggi", tuturnya.
Yopy juga mengungkapkan, bahwa untuk itu ia telah menyebarkan sekitar 100 undangan kepada staf Dinas Pertanian di Malang, dosen, konsumen MBI, petani MBI, dan petani mitra. Tetapi sayang baru sekitar 50-60 orang yang menghadiri workshop ini. "MBI mempunyai tiga wilayah dampingan beserta para petaninya, meliputi wilayah Jabung, Tumpang, dan  Nangkajajar. Sedangkan untuk wilayah petani mitra kami di Sumberjo, Batu. Semua wilayah ini menghasilkan produk-produk organik berupa sayur-sayuran, misalnya bayam, kangkung, brokoli, wortel dan bunga kol", ujarnya.
Dua narasumber hadir dalam kesempatan ini, staf pengajar Fakultas Pertanian Unibraw, Ir. Sitawati MS dengan materi "Pengalaman Agribisnis Sayuran Organik di Kebun Percobaan Cangar", dan staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Katolik Widya Karya, Stefanus Yufra M. Taneo dengan materi "Perdagangan yang Adil (Fair Trade) sebuah Alternatif Pemberdayaan Petani".