Prasetya Online

>

Berita UB

Buku-buku Bantuan Sampoerna 

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3493

buku-buku bantuan PT HM Sampoerna Tbk
buku-buku bantuan PT HM Sampoerna Tbk
Pembantu Rektor IV Prof. Umar Nimran MA PhD menerima secara simbolis buku-buku bantuan PT HM Sampoerna Tbk, yang diwakili oleh Head External Communication Yudy Rizard Hakim, dan kemudian diteruskan kepada Kepala Perpustakaan Dra. Welmin Sunyi Ariningsih MLib, Kamis 2/3, di Perpustakaan Universitas Brawijaya.  Buku sebanyak 525 judul dan 565 eksemplar ini adalah untuk menambah koleksi Sampoerna Corner yang diresmikan tahun lalu, 16 Juni 2005. Subyek buku bantuan tersebut beragam, mulai tentang politik, psikologi, biografi, ekonomi, komunikasi, hingga buku-buku tentang seni dan budaya.
Pilot project
Yudy Rizard dalam sambutannya menyatakan bahwa Sampoerna Corner Universitas Brawijaya adalah pilot project pertama PT HM Sampoerna Tbk, untuk mewujudkan visi menjadi warga usaha yang baik. Selain Universitas Brawijaya, Sampoerna Corner juga terdapat di Universitas Airlangga dan tahun ini akan dibuka di enam perguruan tinggi lain seperti ITB, Universitas Padjadjaran, UGM, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, dan Universitas Sriwijaya Palembang.
Lebih lanjut dikatakan Yudy bahwa tujuan didirikannya Sampoerna Corner di perguruan tinggi adalah untuk membuka wawasan para mahasiswa untuk lebih berfikir secara nasional dan internasional. “Generasi muda Indonesia saat ini adalah generasi MTV yang serba instan, dan cepat puas atas apa yang telah diraihnya. Cobalah untuk think out of the box agar menjadi pemimpin yang jujur dan berwawasan,” ungkapnya.

Prof. Bambang Guritno Pejabat Rektor 

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 4089

Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno
Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno
Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA, menetapkan Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, sebagai Pejabat Rektor Universitas Brawijaya, selama belum ditetapkan rektor definitif. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 82/MPN.A4/KP/2006 tanggal 1 Maret 2006. Keputusan ini didasari pertimbangan bahwa Keputusan Presiden nomor 18/M Tahun 2002, tanggal 7 Februari 2002, Prof. Bambang Guritno ditetapkan sebagai Rektor Unibraw periode 2002-2006, dan dilantik pada 4 Maret 2002, dan berakhir masa jabatannya 4 Maret 2006. Untuk menjamin koordinasi kelancaran pelaksanaan tugas sehari-hari, Mendiknas memandang perlu menetapkan seorang pejabat rektor sampai dengan ditetapkannya rektor definitif.
Lebih lanjut, Keputusan Mendiknas ini menetapkan bahwa dalam pengambilan keputusan yang mengakibatkan perubahan ketenagaan, anggaran dan perlengkapan, pejabat rektor diminta untuk berkonsultasi dengan Mendiknas melalui Dirjen Pendidikan Tinggi. Keputusan ini berlaku mulai 4 Maret 2006 sampai dilantiknya Rektor Unibraw definitif.
Sementara itu proses pemilihan rektor pengganti Prof. Bambang Guritno, saat ini telah melewati tahap pengajuan usulan calon rektor kepada Presiden melalui Mendiknas, dan tinggal menunggu keluarnya Keputusan Presiden yang menetapkan rektor definitif.
Prof. Bambang Guritno adalah gurubesar Fakultas Pertanian, lahir di Surabaya, 7 Juni 1945, berpangkat Pembina Utama, golongan IV/e. Sebelum ini pernah menjabat sebagai Asisten Dekan III (1976), Pembantu Dekan I (1983-1989) dan Dekan Fakultas Pertanian (1992-1995), Pembantu Rektor IV (1995-2002), dan Rektor Unibraw (2002-2006). [Far]

Refleksi Kebijakan Publik Kota Batu 

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2921

Refleksi Kebijakan Pemerintahan Kota Batu Menuju yang Bersih dan Berwibawa
Refleksi Kebijakan Pemerintahan Kota Batu Menuju yang Bersih dan Berwibawa
Kota Batu, yang telah berbentuk pemerintahan kota (pemkot) selama 5 tahun ini, masih menghadapi beberapa masalah. Hal itu diperparah oleh adanya perubahan peraturan. Misalnya PP22 tahun 1999 diganti dengan PP32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah. Peraturan ini dirasa sangat menyulitkan Kota Batu untuk beradaptasi. Perubahan status dari pemerintahan kota administratif (kotif) menjadi pemkot tidak dibarengi dengan perubahan pola pikir masyarakat. Perubahan tersebut harus diikuti oleh masyarakat, pemerintah, dan pengusaha. Demikian dikemukakan Ketua Panitia Tunggul Anshari Setia Negara SH MHum dalam diskusi panel ”Refleksi Kebijakan Pemerintahan Kota Batu Menuju yang Bersih dan Berwibawa” yang digelar di ruang sidang utama Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Rabu (1/3).
Di samping itu, untuk mendukung keinginan pemerintah kota Batu menjadi lebih baik dan bersih, perlu transparasi, akuntabilitas, dan partisipasi. Sebagai salah satu perguruan tinggi yang ada di Malang, Universitas Brawijaya berupaya menyumbangkan pikiran untuk masyarakat kota Batu, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Diskusi ini merupakan kerja sama Fakultas Hukum Unibraw dengan Fakultas Hukum Wisnuwardhana. Diundang sebagai pembicara dalam diskusi panel antara lain: Ngesti D. Prasetyo SH MHum (dosen FH Unibraw), Widodo SH (Kasubag Hukum Pemkot Batu), Imam Ropii SH (dosen FH Universitas Wisnuwardhana), Agus Yulianto SH MHum (dosen FH Unibraw).

Disertasi Dr. Nurdiana: Fenomena Hipertensi Wanita Menopause

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 5256

Efek 17 b estradiol mampu menurunkan kontraksi otot polos aorta, melalui pengaruhnya terhadap IGF-1 (insulin-like growth factor-1) dan reseptor adrenergik a1D, menjadi salah satu dasar penjelasan fenomena hipertensi pada wanita menopause dan postmenopause. Hal ini dikarenakan pada perempuan menopause dan postmenopause produksi estrogen cenderung mengalami penurunan sehingga dapat meningkatkan IGF-1.
Demikian dr. Nurdiana MKes mengungkapkan dalam disertasi berjudul “17 b Estradiol Menurunkan Kontraktilitas Otot Polos Pembuluh Darah Tikus yang Dikendalikan Reseptor Adrenergik a1D Melalui IGF-1, Pendekatan Farmakodinamik Aorta Tanpa Endotel pada Hewan Coba Invitro”.
Dr. dr. Hj. Nurdiana MKes
Dr. dr. Hj. Nurdiana MKes
Penelitian Nurdiana diharapkan menjadi dasar untuk menjelaskan efek estrogen dan pengembangan bahan dengan aktivitas estrogenik dan penghambat IGF-1, khususnya untuk pencegahan penyakit hipertensi pada wanita postmenopause.
Disertasi Nurdiana menyimpulkan bahwa 17 b estradiol merupakan antagonis nonkompetitif terhadap reseptor adrenergik a1di membran sel otot polos aorta tikus sebagai konsekuensi efek genomik terhadap aktivitas intrinsik reseptor adrenergik a1 di intrasel. Efek genomik 17 b estradiol terhadap aktivitas intrinsik reseptor adrenegik a1D berupa penurunan jumlah reseptor adrenergik a1D di sel otot polos aorta tikus. Di samping itu terdapat interaksi antara reseptor adrenergik a1D di intrasel dalam pengendalian kontraksi otot polos aorta tikus. 17 b estradiol mempunyai efek menurunkan kontraktilitas otot polos aorta tikus dengan menurunkan ekspresi reseptor adrenergik a1D di otot polos aorta tikus melalui IGF-1. Efek 17 b estradiol menurunkan kontraksi otot polos aorta, melalui pengaruhnya terhadap IGF-1 dan reseptor adrenergik  a1D menjadi salah satu dasar penjelasan fenomena hipertensi pada wanita menopause dan postmenopause.

Kuliah Umum Sekjen Departemen Kelautan dan Perikanan

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2393

Sekjen Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Dr. Ir. Andin H Taryoto MS, dalam kuliah umum
Sekjen Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Dr. Ir. Andin H Taryoto MS, dalam kuliah umum
Kekayaan sumberdaya alam (SDA) yang terdiri dari wilayah perairan sangat potensial untuk dikuasai, ditaklukkan, dikendalikan, dilestarikan, dan dimanfaatkan untuk kehidupan manusia di bumi. Hal itu disampaikan oleh Sekjen Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Dr. Ir. Andin H Taryoto MS, dalam kuliah umum tentang kebijakan pembangunan dan program pembangunan kelautan dan perikanan, Selasa (28/02), di Widyaloka Universitas Brawijaya.
Dikemukakannya, Indonesia yang terletak di antara 2 benua (Asia dan Australia) dan 2 samudera, Pasifik dan Hindia, merupakan nilai tambah tersendiri atas potensi yang dimiliki oleh Indonesia. Namun demikian, illegal fishing, pengelolaan pulau-pulau di perbatasan, meningkatnya tuntutan standar mutu negara-negara importir, permasalahan tenaga kerja, dan makin meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga BBM, menjadi tantangan yang harus dihadapi Indonesia.
Hambatan
Isu globalisasi pun tidak dapat dipisahkan dari pengembangan produk perikanan. Beberapa hambatan dalam perdagangan internasional, antara lain meningkatnya persyaratan dari negara pengimpor (bio security, sanitary & phytosanitary, anti dumping, environment), meningkatnya peranan organisasi internasional dan isu perdagangan internasional.
Kuliah umum yang dihadiri segenap mahasiswa dan dosen Fakultas Perikanan Unibraw ini, oleh Andin yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, dimanfaatkan untuk menyemangati agar para mahasiswa kelak menjadi pebisnis di bidang perikanan. Diungkapkannya potensi di bidang perikanan tangkap yang masih mempunyai peluang kurang lebih 1,12-2,4 juta ton per tahun, menurut Andin masih perlu diperhitungkan. Ia juga mengatakan bahwa potensi ekonomi usaha tambak udang yang mempunyai nilai ekspor udang nasional sebesar US $10 miliar per tahun.