Prasetya Online

>

Berita UB

Wisuda Periode III Tahun Akademik 2005/2006 

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3509

Wisuda Februari 2006
Wisuda Februari 2006
Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, di Sasana Samanta Krida, Sabtu 8/2, mewisuda 1.110 orang lulusan Universitas Brawijaya. Terdiri dari 106 orang lulusan diploma, 871 orang lulusan S1, dan 133 orang lulusan pascasarjana,. Secara rinci, Fakultas Hukum 50 orang, Fakultas Ekonomi 154 orang, Fakultas Ilmu Administrasi 152 orang, Fakultas Pertanian 112 orang, Fakultas Peternakan 46 orang, Fakultas Teknik 190 orang, Fakultas Perikanan 91 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 110, Fakultas Teknologi Pertanian 72 orang, Program Pascasarjana 128 orang, serta program dokter spesialis 5 orang.
Pada kesempatan tersebut Pembantu Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito melaporkan orang wisudawan terbaik untuk setiap program dan fakultas dengan kriteria IPK tertinggi dan lama studi tercepat, serta orang wisudawan dengan predikat cum laude. Mereka terdiri dari Rusyada Iftirasi AMd (D3 Pariwisata, IPK 3,58), Erly Dwiningtyas Wilupi L. AMd (D3 Manajemen Produksi Ternak, IPK 3,52), Maya Sari S. AMd (D3 Manajemen Informatika, IPK 3,51), Ratna Tri Wulandari SH (S1 Hukum, IPK 3,59), Rahaditya Yunianto SE (S1 Manajemen, IPK 3,94), Nina Restuwardhani SAB (S1 Administrasi Niaga, IPK 3,61), Nurman Fitrianto Rosyadi SP (S1 Agronomi, IPK 3,64), Pradi Sugianto SPt (S1 Produksi Ternak, IPK 3,59), Arya Pradana ST (S1 Teknik Mesin, IPK 3,56), Annisa Khoiriyah SPi (S1 Sosial Ekonomi Perikanan, IPK 3,54), Aan Johan Wahyudi SSi (S1 Biologi, IPK 3,76), Florentina STP (S1 Teknologi Hasil Pertanian, IPK 3,58), Dr. Drs. Bambang Sugeng MA MM (S3 Ilmu Ekonomi, IPK 3,86), dan Drs. Peni Suparto MAP (S2 Ilmu Administrasi Publik, IPK 3,95).
Pada kesempatan tersebut Pembantu Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito melaporkan orang wisudawan terbaik untuk setiap program dan fakultas dengan kriteria IPK tertinggi dan lama studi tercepat, serta orang wisudawan dengan predikat cum-laude.
Drs. KRHT Peni Suparto MAP
Drs. KRHT Peni Suparto MAP
Istimewa
Wisuda kali ini terkesan istimewa karena Walikota Malang, Drs. KRHT Peni Suparto MAP, turut ambil bagian dalam prosesi sebagai wisudawan. Setelah mengikuti studi selama 1 tahun 5 bulan di program Magister Administrasi Publik Universitas Brawijaya, Peni berhasil lulus dengan predikat cum laude dan indeks prestasi kumulatif 3,96. Menurut ketua program studi pascasarjana ilmu administrasi publik Prof. Dr. HR Riyadi Soeprapto MS, tesis orang nomor satu di kota Malang ini berjudul “Pelaksanaan e-Government Menuju Good Governance (Studi pada Pemerintah Kota Malang)”. Ujian tesis Peni berlangsung pada 20 Januari 2006. Pembimbingnya adalah Prof. Dr. HR Riyadi Soeprapto MS dan Drs. Irwan Noor MA, sementara dewan penguji terdiri dari Dr. Soesilo Zauhar MS dan Drs. Heru Ribawanto  MS. [nik]

Fakultas Kedokteran Melepas 10 Dokter Spesialis 

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2485

Sepuluh orang dokter spesialis, Selasa (7/02), dilepas secara resmi dalam sebuah upacara di ruang pertemuan Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Mereka dilepas oleh Direktur Program Pendidikan Dokter Spesialis dr. Pawik Supriadi SpJP bersama Dekan Fakultas Kedokteran dr. Harijanto MSPH, terdiri dari 4 orang dokter spesialis di bidang obstetri dan ginekologi, 2 orang dokter spesialis bedah, 2 orang dokter spesialis paru, 1 orang dokter spesialis patologi klinik, dan 1 orang dokter spesialis mata.
Para dokter spesialis baru itu masing-masing adalah dr. Teguh Santoso SpOG, dr. Nadiyah SpOG, dr. Fitriana Handayani SpOG dan dr. Tatik Sujiati SpOG, Moh. Akram SpB dan dr. I Wayan Widharse SpB, dr. Susanthy Djajalaksana SpP dan dr. Syarifudin SpP, dr. Eko Wulandari SpPK, dan dr. Nadia Artha Dewi SpM. [vty]

Hasil Evaluasi Studi Mahasiswa: 298 Putus Kuliah 

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2648

Dari hasil evaluasi kemampuan akademik mahasiswa yang dilakukan, terdapat 298 orang mahasiswa dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan studi lebih lanjut, dan diberhentikan (putus kuliah) sebagai mahasiswa program S1 maupun program D-III Universitas Brawijaya.
Hal ini termuat dalam Keputusan Rektor nomor 018/SK/2006 tanggal 6 Februari 2006 yang ditandatangani Rektor Prof. Bambang Guritno. Dari 298 orang mahasiswa yang putus kuliah itu, terbanyak dari Fakultas Ekonomi (106; S1 68, D-III 38), disusul kemudian Fakultas Perikanan (68; S1 63, D-III 5), Fakultas Teknik (41), Fakultas MIPA (40; S1 39, D-III 9), Fakultas Peternakan (38), Fakultas Ilmu Administrasi (34; S1 13, D-III 21), Fakultas Hukum (29), Fakultas Pertanian (11), Program Ilmu Sosial (6), Fakultas Kedokteran (5), dan Fakultas Teknologi Pertanian (1).
Evaluasi tersebut dilakukan pada tahun pertama, ketiga, keempat, dan akhir studi. Dari tahun studi, mahasiswa putus kuliah yang terbanyak 143 orang (37,9%) adalah mahasiswa tahun pertama, disusul kemudian 70 orang (18,5%) mahasiswa tahun kedua, dan 67 orang (17,7%) mahasiswa tahun ketiga. Sementara itu tercatat pula sebanyak 61 orang (16,1%) mahasiswa putus kuliah pada akhir tahun studi.
Angka putus kuliah untuk tahun yang lalu, berdasarkan Keputusan Rektor nomor 013/SK/2005 tanggal 4 Februari 2005, menunjukkan jumlah yang lebih besar (418), dengan rincian Fakultas Hukum 14, Fakultas Ekonomi 93, Fakultas Ilmu Administrasi 42, Fakultas Pertanian 33, Fakultas Peternakan 7, Fakultas Teknik 78, Fakultas Kedokteran 5, Fakultas MIPA 22, Fakultas Teknologi Pertanian 103, dan Program Bahasa dan Sastra 8. [Far]

Rektor: Perubahan Organisasi Tak Terhindari 

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1875

Menatap Masa Depan Universitas Brawijaya
Menatap Masa Depan Universitas Brawijaya
“Reputasi di tingkat nasional sudah cukup diperhitungkan, namun dalam era kompetisi global, perlu langkah strategis, sehingga perubahan organisasi Universitas Brawijaya sebagai hal yang tidak dapat dihindarkan”, ungkap Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno mengawali sarasehan "Menatap Masa Depan Universitas Brawijaya", yang diselenggarakan dalam rangka dies natalis ke-43, di gedung Widyaloka. Sarasehan ini berlangsung selama 2 hari, 6-7 Februari 2006.
Ranking Dunia
Menurut Rektor, beberapa hal telah mendorong proses perubahan Universitas Brawijaya, terutama adanya kompetisi global. Pada kesempatan itu Rektor memaparkan publikasi tentang ranking universitas terkemuka di tingkat dunia, dan ironisnya, tidak ada satu pun di antaranya universitas dari Indonesia. Kenyataan ini, menurut Rektor, seharusnya menjadi tantangan untuk memotivasi universitas-universitas di Indonesia, termasuk Universitas Brawijaya.
Untuk memasuki ranking dunia, yang juga termasuk sasaran jangka menengah Universitas Brawijaya, dibutuhkan langkah nyata dan usaha-usaha spesifik untuk mencapai target berapa rasio dosen/mahasiswa, berapa rasio mahasiswa pasca per total mahasiswa, sitasi penulis Unibraw di jurnal internasional, dan berapa rasio internet per mahasiswa.
Dalam waktu bersamaan, sasaran internal Universitas Brawijaya adalah relevansi pendidikan, atmosfer akademik, internal management, sustainable development, serta efficient resource utilization. Sasaran ini harus didukung oleh staf dan pegawai yang memadai, PBM yang berkualitas, serta sarana fisik dan fasilitas yang cukup dengan penyangganya adalah manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel.

Sarasehan "Menatap Masa Depan Universitas Brawijaya" 

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1531

Di era globalisasi, universitas harus selalu berupaya memperbaiki kinerja organisasi dengan standar kinerja internasional. Tidak satupun universitas di Indonesia yang masuk dalam daftar The Times Higher Education Supplement pada Oktober 2005, menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia belum memenuhi standar internasional. Keterpurukan penyelenggaraan pendidikan ini merupakan permasalahan bangsa yang harus dipecahkan oleh semua komponen. Dalam rangka untuk memperoleh masukan dari staf akademik, terkait dengan reformasi organisasi pendidikan tinggi harus segera dilakukan, Universitas Brawijaya menyelenggarakan Sarasehan pada 6-7 Februari 2006. Dengan tema "Menatap Masa Depan Universitas Brawijaya", sarasehan yang berlangsung di gedung Widyaloka ini diikuti sekitar 500 peserta meliputi tenaga akademis, tenaga admnistrasi, dan mahasiswa di lingkungan Universitas Brawijaya. Menurut ketua pelaksana Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati MS, manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan sarasehan adalah munculnya kepedulian serta rasa tanggung jawab terhadap keberlanjutan Universitas Brawijaya. Selain itu juga untuk memperoleh masukan dari mayoritas sivitas akademika mengenai pengembangan Universitas Brawijaya yang dapat digunakan sebagai landasan kebijakan pengembangan organisasi.
Hadir sebagai pembicara di antaranya Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, dan pembantu rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito dari kalangan intern. Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dari pihak luar universitas, serta Direktur PT KAI dan Direktur Keuangan Bulog dari kalangan alumni. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan maka isu yang dibahas meliputi kepemimpinan, struktur organisasi, transparansi pengelolaan, akuntabilitas, aspek pendanaan untuk keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, atmosfer akademik, dan sistem penjaminan mutu. [nik]