Prasetya Online

>

Berita UB

Menteri Pertanian: Delapan Tantangan Pembangunan Pertanian

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 9663

Dr. Ir. Anton Apriantono MS
Dr. Ir. Anton Apriantono MS
Meskipun saat ini telah menunjukkan hasil yang nyata, yang ditunjukkan oleh pertumbuhan pendapatan domestik bruto (PDB), perkembangan produksi, peningkatan ekspor dan pemantapan ketahanan pangan, namun pembangunan pertanian masih dihadapkan pada sejumlah masalah. Di antaranya, keterbatasan dan penurunan kapasitas sumberdaya pertanian, sistem alih teknologi yang masih lemah dan kurang tepat sasaran, keterbatasan akses terhadap layanan usaha terutama permodalan, rantai tata niaga yang panjang dan sistem pemasaran yang belum adil. Di samping itu kualitas, mental dan keterampilan sumberdaya petani rendah, kelembagaan dan posisi tawar petani rendah, lemahnya koordinasi antar lembaga terkait dan birokrasi dan kebijakan makro ekonomi yang belum berpihak kepada petani. Demikian ungkap Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. Anton Apriantono MS pada Semiloknas Neoliberalisme Pembangunan Pertanian, Sabtu (12/3) lalu di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya.

Unibraw Harus Dekat Petani

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1697

Menteri Pertanian RI Dr Ir Anton Apriantono MS menyerukan kepada Unibraw sebagai PTN (perguruan tinggi negeri) satu-satunya se-Jatim yang memiliki fakultas pertanian, agar berkomitmen untuk memajukan pertanian di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikannya ketika menjadi keynote speaker dalam Seminar dan Lokakarya Nasional "Neoliberalisme sebagai Tantangan Kebijakan Pembangunan Pertanian dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Petani" yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Unibraw, di gedung Widyaloka kemarin.
Sebab, peran serta perguruan tinggi harus lebih besar. Khususnya dalam transfer keilmuan kepada petani, maupun mengajarkan alih teknologi pertanian. "Perguruan tinggi harus lebih dekat lagi dengan masyarakat. Caranya, dengan melakukan interaksi yang intens dengan masyarakat petani," kata Anton.
Selanjutnya, Anton mengatakan hal tersebut harus dibicarakan lagi oleh dikti maupun perguruan tinggi agar kurikulum pertanian lebih menunjang mahasiswa untuk banyak praktik di lapangan. Dia mencontohkan perguruan tinggi di luar negeri yang memiliki jurusan pertanian mewajibkan mahasiswa semester pertama langsung praktik di lapangan, dan semester berikutnya. Praktis, mereka terbiasa menangani masalah-masalah yang dihadapi petani.

Master Inc. 2005

Dikirim oleh prasetya1 pada 10 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1913

Himpunan Mahasiswa Matematika, Statistika dan Ilmu Komputer (Himamaster) mengadakan beberapa kegiatan yang berlangsung 12 Maret hingga 10 April 2005 yang diber nama Master Inc. 2005. Menurut Ketua Pelaksana, Paramita Dewanti, kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Pelatihan Software Matematika (SPSS), Olimpiade Matematika, Bazaar, Musik dan Bakti Sosial.
Kegiatan Master Inc.2005 bertujuan mempererat persatuan anggota Himamaster , menumbuhkan rasa kepedulian tinggi anggota Himamaster terhadap sesama manusia, mengembangkan potensi intelektual dan kreatifitas generasi muda bangsa serta memperkenalkan Himamaster khususnya ke luar FMIPA dan umumnya ke masyarakat dengan tema "Master Inc. 2005 merupakan ajang pengembangan potensi intelektual dan kreatifitas mahasiswa, pelajar dan pemuda sebagai generasi muda bangsa Indonesia".

Melongok Mahasiswa Malaysia di Malang di Tengah Ketegangan RI-Malaysia

Dikirim oleh prasetya1 pada 10 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3200

Dilarang Terlibat Politik, Kirim Relawan ke Aceh.
Kehadiran sekitar 65 mahasiswa Malaysia di Malang hanya murni untuk tugas belajar dari Pemerintah Malaysia. Mereka pun harus menandatangani kontrak yang harus dipatuhi selama enam tahun. Mengapa?
Hampir setiap tahun Pemerintah Malaysia mengirimkan sekitar 25 orang mahasiswa untuk menjalani tugas belajar di Fakultas Kedokteran (FK) Unibraw. Saat ini tercatat ada 66 mahasiswa asal Malaysia yang bakal menjadi dokter-dokter pegawai negeri sipil Kerajaan Malaysia.
Mereka adalah mahasiswa pilihan yang lolos seleksi yang mirip dengan SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) di sana.
"Setelah dinyatakan lolos, kami harus menandatangani kontrak yang berisi pasal-pasal yang harus kami patuhi. Salah satunya, kami dilarang terlibat dengan kegiatan politis apapun, termasuk memberikan pernyataan politis," kata Shahrul Fahmi bin Mohd Idris, Yang Dipertuan Presiden (YDP) atau Ketua PKPMI (Persatuan Keluarga Pelajar Malaysia di Indonesia) Cabang Malang 2004/2005, saat ditemui di Fakultas Kedokteran (FK) Unibraw bersama Pembantu Dekan III FK UB dr Sri Poeranto MKes.

Umar Burhan Raih Doktor dengan Cumlaude

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1875

M. Umar Burhan
M. Umar Burhan
M. Umar Burhan, dosen senior Fakultas Ekonomi, Senin 7 Maret 2005 berhasil  mempertahankan disertasi berjudul "Perilaku Rumah Tangga Muslim dalam Menabung, Berinvestasi, dan Menyusun Portofolio Kekayaan dan Implikasinya terhadap Perkembangan Bank Syari'ah", di depan sidang ujian terbuka di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Penelitian Umar Burhan dilakukan Januari sampai Maret 2004 dengan jumlah responden sebanyak 151 orang, yang meliputi rumah tangga muslim yang berdomisili di Desa Ganjaran dan Desa Putat Lor Kecamatan Gondanglegi di Kabupaten Malang, serta Kelurahan Tlogomas dan Kelurahan Kauman di Kota Malang. Menurut pria kelahiran Palembang 58 tahun silam ini, pendirian bank syari'ah adalah untuk mengakomodasi kebutuhan umat Islam yang tidak mau berhubungan dengan bank konvensional. Namun ternyata respon dari umat Islam sendiri masih lambat. Hal ini tercermin dari rendahnya partisipasi umat Islam untuk menjadi nasabah bank syariah, yang salah satu penyebabnya adalah ketidakjelasan status bunga.