Prasetya Online

>

Berita UB

Kerjasama Mahkamah Konstitusi dengan 4 Perguruan Tinggi Jatim

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2332


Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia mengadakan kerja sama dengan Universitas Brawijaya dan tiga perguruan tinggi lain di Jawa Timur, yakni Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Merdeka Malang, dan Universitas Jember. Penandatanganan piagam kesepahaman untuk menjalin kerjasama itu dilakukan di gedung PPI Universitas Brawijaya, Kamis 29/9. Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie SH menyaksikan penandatanganan yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi Janedjri M. Gaffar bertindak atas nama Mahkamah Konstitusi, dan keempat rektor atas nama perguruan tinggi masing-masing. Pihak Universitas Brawijaya diwakili oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, Universitas Muhammadiyah Malang oleh Rektor Drs. Muhadjir Effendy MAP, Universitas Merdeka Malang oleh Drs. Budi Siswanto MSi, dan Universitas Jember oleh Prof. Dr. Ir. Tarcisius Sutikto.

Ujian Disertasi Djumahir SE MM: Perusahaan Lebih Suka Utang daripada Ekuitas

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2314


Dari pengujian terhadap penentu struktur modal, ternyata pengurang pajak dari utang (debt tax shields) telah mendorong  perusahaan untuk lebih menyukai utang daripada ekuitas. Hal ini menunjukkan, adanya pengurang pajak perusahaan akan lebih banyak menarik utang daripada ekuitas. Sementara, penentu struktur modal yang lain, yaitu pertambahan struktur aktiva, keunikan, ukuran perusahaan, profitabilitas, piutang dagang, akan menyebabkan naiknya utang perusahaan.
Demikian antara lain dinyatakan Djumahir SE MM dalam ujian terbuka disertasi doktor yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 29/9. Kandidat Djumahir SE MM mempertahankan disertasi yang berjudul "Pengaruh Variabel-variabel Tax Shield dan Non-Tax Shield terhadap Struktur Modal dan nIlai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Go-Public di Bursa Efek Jakarta)".

Dr. Mintarti Rahayu: Wirausahawan Tiongwha Ulet, Hemat, dan Menabung

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1823


Kewirausahaan yang dijalankan etnis Tiongwha dalam membangun organisasi pembelajaran menunjukkan kuatnya unsur kepemimpinan dan tercermin dalam tiga prinsip yang dipegang teguh oleh mereka yaitu ulet, hemat dan menabung, sehingga menjadikan mereka sukses dalam menjalankan usahanya.
Demikian kandidat Mintarti Rahayu SE MS dalam ujian terbuka disertasi yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu (28/9). Ujian ini dipromotori oleh Prof. Dr. Djumilah Zain SE dengan kopromotor Prof. Dr. M. Syafiie Idrus SE MEc, dan Prof. Dr. Moeljadi SE SU. Sementara tim penguji terdiri dari Dr. Ubud Salim MA, Armanu Thoyib SE MSc PhD, Dr. Ir. Solimun MS, serta Prof. Dr. Arsono Laksmana SE Ak.

Pelatihan TQM bagi Pejabat dan Staf Administrasi Kantor Pusat

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1668

Dalam rangka meningkatkan kualitas manajerial staf di lingkungan Kantor Pusat Universitas Brawijaya, Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI) menyelenggarakan pelatihan Total Quality Management (TQM).
Pelatihan dilaksanakan dua hari, 27-28 September 2005, di gedung Rektorat lantai 8 Universitas Brawijaya, dibuka oleh Pembantu Rektor IV Prof Dr. Umar Nimran MA.
Peserta pelatihan ini adalah para pejabat dan staf di lingkungan Kantor Pusat yang meliputi BAUK, BAAK, dan BAPSI. Materi yang diberikan selama pelatihan meliputi “Orientasi Umum Kepemimpinan dan Teknik Komunikasi” oleh Drs. Djanalis Djanaid, “Konsep Dasar TQM”, dan “Pelibatan dan Pemberdayaan Karyawan” oleh Drs. Djamhur Hamid MSi., serta “Manajemen Perubahan”, “Gugus Kendali Mutu dan Team Building” dan “Pembuatan Keputusan” oleh Drs. Kertahadi MCom. [nik]

Seminar Nasional Agronomi: Menurun, Peran Sektor Pertanian

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2311


Dalam kurun waktu 1993-2003, peran sektor pertanian dalam pembangunan nasional menurun. Ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah petani gurem dari 10,8 juta KK menjadi 13,7 juta KK atau meningkat 2,6 persen per tahun. Dengan kata lain, telah terjadi marjinalisasi pertanian akibat dari pertambah-an penduduk dan penurunan luas lahan subur atau konversi lahan pertanian ke sektor non pertanian yang mencapai rata-rata 110.000 ha per tahun.
Marjinalisasi pertanian juga terjadi pada aspek terbatasnya sumberdaya lahan dan air, sempitnya luas lahan pertanian per kapita penduduk (900m2/kapita) dan rendahnya tingkat pendidikan petani. Kondisi tersebut melatarbelakangi perlu dipercepatnya revitalisasi pertanian.
Demikian sambutan tertulis Menteri Pertanian yang disampai-kan oleh Kepala Puslitbang Tanaman Pangan Bogor Dr. Ir. Suyamto dalam Seminar Nasional Agronomi, yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi), Selasa (27/9), di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya.