Prasetya Online

>

Berita UB

Hari Ini, Penjaringan Calon Rektor Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1269

Dua buah baliho besar terpampang di gerbang selatan dan utara kampus Universitas Brawijaya sejak beberapa minggu yang lalu. Baliho itu berisi pesan "Tumbuhkan Demokrasi di Kampus Ini". Hari ini, Sabtu 17/12, ajakan itu akan dibuktikan.
Seribu lebih dosen dari 10 fakultas, 96 pejabat struktural eselon 2 hingga 4 (Kepala Biro, Kepala Bagian dan Kepala Subbagian), serta sekitar 100 orang perwakilan organisasi mahasiswa baik tingkat universitas maupun tingkat fakultas akan memberikan suaranya secara bebas dan rahasia di 11 tempat pemungutan suara, yakni di fakultas-fakultas dan kantor pusat.
Lima nama bakal calon rektor sudah siap untuk dipilih, semuanya gurubesar, semuanya doktor, semuanya haji, dan berusia antara 54 hingga 58 tahun. Mereka itu adalah: Prof. Budiono Mismail (58), Prof. Soekartawi (58), Prof. Yogi Sugito (54), Prof. Djanggan Sargowo (58), dan Prof. Umar Nimran (56). Kelima bakal calon itu sudah pula memaparkan visi, misi, serta program yang ditawarkan dan mengadakan dialog dengan sivitas akademika, baik di tingkat fakultas maupun di tingkat universitas.
Kini giliran sivitas akademika untuk menyalurkan aspirasinya dalam bentuk dukungan suara kepada calon yang dipandang mampu untuk memimpin Universitas Brawijaya selama 4 tahun ke depan.
Proses penjaringan ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Sebelum memberikan suaranya dengan prinsip "one man one vote", para pemilih diharuskan mengisi daftar hadir. Pemberian suara dilakukan dengan melingkari atau memberikan tanda silang nomor urut calon pada kartu suara.
Penghitungan suara dilakukan Panitia Penjaringan dan Pertimbangan Calon Rektor (PPPCR) mulai pukul 13.05 dengan disaksikan 3 orang saksi, dan berakhir paling lambat pukul 16.30 WIB. Hasil perhitungan dari masing-masing unit (fakultas dan kantor pusat), paling lambat harus diterima PPPCR di gedung Rektorat pukul 16.35, untuk selanjutnya dibuat rekapitulasi hasil perhitungan yang kemudian diserahkan PPPCR kepada Ketua Senat (Rektor) guna dibawa ke forum Rapat Senat untuk mendapatkan pertimbangan.
Proses pertimbangan oleh Senat Universitas Brawijaya, diharapkan dapat diselesaikan hingga 31 Desember 2005. Kemudian Senat akan mengusulkan 3 nama calon yang mendapatkan suara terbanyak dalam tahap pertimbangan kepada Menteri Pendidikan Nasional, dan Menteri akan menetapkan seorang di antaranya sebagai Rektor Unibraw periode 2006-2010. [Far]

Pilrek Watch: Ada Dua Pelanggaran Berat

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1401

Konon ada 2 pelanggaran berat yang ditemukan oleh Pilrek Watch. Meskipun demikian, Ngesti D Prasetyo, koordinator institusi ini mengatakan secara keseluruhan penyelenggaraan oleh panitia pemilihan rektor (pilrek) di Universitas Brawijaya ini berjalan cukup baik. Hal ini ditinjau dari waktu dimulainya pemungutan suara, perlakuan terhadap petugas Pilrek Watch, tidak ditemukannya surat suara palsu, dan terjaminnya kerahasiaan. Pilrek Watch juga menemukan keunikan yang terjadi di Fakultas Teknik. Setiap pemilih di sana mendapatkan uang transpor Rp 50 ribu, dan di beberapa tempat lain pemilih mendapatkan makanan kecil (snack) sehabis melakukan pemilihan.
Pelanggaran berat menurut penilaian Pilrek Watch, terjadi di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Peternakan. Di Fakutas Kedokteran, panitia yang masih mengijinkan salah seorang dosen melakukan pencoblosan pada pukul 13.15 WIB padahal menurut tata tertib pencoblosan ditutup pukul 13.00 WIB. Sedangkan di Fakultas Peternakan, pelanggaran dilakukan juga oleh panitia karena pada pukul 12.30 WIB mereka telah menutup tempat pemungutan suara (TPS) dan telah melakukan perhitungan. Padahal pada pukul 12.30 WIB masih ada seorang pemilih yang ingin melakukan pencoblosan tetapi ditolak.
Ngesti D Prasetyo menyampaikan beberapa rekomendasi terhadap proses pemilihan ini, antara lain: perlu perbaikan sistem manajemen pemilihan rektor dan pembantu rektor yang lebih baik, hasil penjaringan hendaknya dijadikan pedoman bagi Senat Universitas untuk merekomendasikan kepada Presiden dan harus diadakan pemilihan ulang di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Peternakan. [vty]

Hasil Total Penghitungan Suara: Umar 420, Yogi 369, Djanggan 324

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1198

Hasil penghitungan suara di 10 fakultas dan Kantor Pusat menunjukkan Prof. Umar Nimran unggul di 5 tempat pemungutan suara (KP, FH, FE, FIA, dan FTP) dengan total suara 420 (32,01%). Di urutan kedua Prof. Yogi Sugito dengan total suara 369 (28,13%), unggul di FP, FPt, FPi dan FMIPA. Di urutan ketiga, Prof. Djanggan Sargowo dengan total suara 324 (24,69%), unggul di 2 fakultas: FT dan FK. Pada urutan selanjutnya, Prof. Budiono Mismal dengan perolehan 106 suara (8,07%), dan terakhir Prof. Soekartawi dengan 60 suara (4,57%).
Jumlah suara masuk (pemilih yang hadir mengikuti proses penjaringan) seluruhnya 1312 suara, dari 1626 pemilih terdaftar yang berhak pilih. Ini berarti angka partisipasi untuk tingkat universitas cukup tinggi (80,19%). Sementara di tingkat fakultas, yang tertinggi adalah Fakultas Perikanan (87,70%) dan Fakultas Teknologi Pertanian (87,35%), dan yang terendah Fakultas MIPA (67,56%). Hal ini, menurut Dekan FMIPA Ir. Adam Wiryawan MS, disebabkan staf FMIPA banyak yang tugas belajar di luar Malang sehingga tidak dapat berpartisipasi dalam penjaringan ini.
Selengkapnya, hasil penghitungan suara adalah sebagai berikut:

TPS
Prof Budiono Mismail
Prof Soekartawi
Prof. Yogi Sugito
Prof Djanggan Sargowo
Prof. Umar Nimran
Tidak sah
Total
KP
2
1
21
18
25
1
68
FH
6
3
20
20
44
1
94
FE
5
2
20
32
61
5
125
FIA
2
1
29
18
79
5
134
FP
2
13
69
16
35
2
137
FPt
1
3
52
11
31
1
99
FT
61
14
38
62
12
7
194
FK
2
0
11
103
31
6
153
FPi
1
6
46
8
41
5
107
FMIPA
23
10
36
24
32
0
125
FTP
1
7
27
12
29
0
76
Jumlah
 106
60 
369
324
420
 33
1312
Rekapitulasi hasil penjaringan ini, oleh Ketua Panitia Penjaringan dan Pertimbangan Calon Rektor (PPPCR) Dr. Sihabudin SH diserahkan kepada Ketua Senat Prof. Dr. Bambang Guritno sore hari itu juga, guna diproses lebih lanjut oleh Senat Universitas Brawijaya.
Rektor Prof. Bambang Guritno menyambut baik hasil penjaringan ini, dan mengatakan: "Keterbukaan mulai muncul di kampus ini". Sebab, pada periode-periode sebelumnya pengumuman hasil penjaringan secara terbuka seperti itu tidak pernah terjadi. Diingatkannya bahwa masih ada proses lebih lanjut, yakni pemaparan program para calon rektor di depan Senat (24/12), dan pemberian pertimbangan Senat terhadap calon yang terjaring (31/12).
Dengan demikian, pada awal tahun baru nanti sudah ada 3 nama yang akan dikirmkan kepada Menteri Pendidikan Nasional untuk ditetapkan satu di antaranya sebagai Rektor Unibraw periode 2006-2010. [Far]

Gebyar Festival Tari 2005

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1760


Unit Aktivitas Karawitan dan Tari (Unitantri) dalam rangka Dies Natalis ke-43 Universitas Brawijaya, Sabtu 17/12 menggelar Gebyar Festival Tari 2005. Setiap tahun Unitantri menyelenggarakan Festival Tari untuk memperebutkan Piala Rektor. Fesitval tahun ini adalah festival yang ke-13. Kegiatan ini dinamakan Gebyar Festival Tari Piala Rektor XIII antar Fakultas se-Universitas Brawijaya dan Antar Perguruan Tinggi se-Jawa Timur Tahun 2005. Kegiatan ini diselenggarakan dalam upaya untuk menampung dan mengangkat potensi mahasiswa dibidang seni tari di fakultas-fakultas yang ada di Universitas Brawijaya dan perguruan Tinggi di Jawa Timur.
Festival tari antar perguruan tinggi se-Jawa Timur dan antar fakultas se-Unibraw ini diselenggarakan di gedung Sasana Samanta Krida, mulai pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 4 perguruan tinggi UM, Unesa, Unibraw, dan 5 fakultas dari lingkungan Unibraw.
Pada periode kali ini, tema kegiatan yang diambil adalah "Gebyar Festival Tari Piala Rektor XIII antar Fakultas se-Universitas Brawijaya dan Antar Perguruan Tinggi se-Jawa Timur sebagai wadah penyalur inspirasi dan kreasi dengan tetap memperhatikan kaidah etika dan estetika serta sebagai media silaturrahmi antar mahasiswa dalam proses melestarikan dan mengembangkan seni budaya bangsa. Secara rinci, kegiatan yang diselenggarakan di gedung Samanta Krida Universitas Brawijaya pada Sabtu (17/12) ini bertujuan untuk memacu kreativitas dan mengembangkan minat dan bakat dalam bidang seni, mengembangkan dan melestarikan nilai seni dan budaya bangsa dalam masyarakat khususnya mahasiswa, menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap nilai seni budaya bangsa sebagai nilai yang luhur serta mengembangkan seni tari sebagai aset budaya penunjang pariwisata.

Pensiun: Prof. A Mukthie Fadjar

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2431


Guru besar hukum tatanegara, Prof. Abdul Mukthie Fadjar SH MS, 63 tahun, sesuai dengan Keputusan Presiden nomor 112/K Tahun 2005 tanggal 25 Agustus, telah diberhentikan dari pegawai negeri sipil pada Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dengan hak pensiun. Sehubungan dengan itu, Rektor Unibraw melalui Keputusan nomor 189/SK/2005 pun memberhentikan yang bersangkutan dari keanggotaan Senat Fakultas Hukum maupun Senat Universitas Brawijaya. Keputusan ini berlaku sejak 16 Desember 2005.
Prof. A. Mukthie Fadjar SH MS, adalah sarjana hukum lulusan FH UGM (1970), magister dari Unair (1985), menjadi dosen FH Unibraw sejak 1971, dan sebelum ini pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum, Rektor Universitas Widya Gama, dan terakhir berdasarkan Keppres nomor 147/M/2003 menjabat sebagai hakim pada Mahkamah Konstitusi hingga sekarang. [Far]