Prasetya Online

>

Berita UB

Libama: Brawijaya Menang Telak

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2195

Tim basket putra Universitas Brawijaya Malang menang telak atas VEDC Malang, 124-26, dalam laga penyisihan Pool D Kejuaraan Daerah (Divisi I) Liga Basket Mahasiswa 2006 di lapangan basket di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (3/4).
Keunggulan postur tubuh dan teknik permainan yang dimiliki membuat para pemain Brawijaya relatif mendominasi jalannya pertandingan. Bahkan pada kuarter pertama, VEDC tidak berhasil meraih satu pun poin. Brawijaya memimpin dengan skor 21-0.
Keunggulan tersebut dilanjutkkan pada kuarter kedua dengan memimpin hingga kedudukan 47-8. Kegigihan anak-anak VEDC di kuarter ketiga tetap tidak membuahkan banyak hasil. Brawijaya tetap memimpin 77-25 pada kuarter ketiga. Pada kuarter akhir, VEDC hanya mampu menambah satu poin sebelum dihajar telak 124- 26.
Forward andalan Brawijaya, Riza "T-Rex", menjadi penyumbang angka terbanyak bagi timnya dalam laga kemarin siang. Secara rata-rata, Riza mengumpulkan poin 7,28.
Pada pertandingan lainnya, tim putra Universitas Widya Kartika Surabaya kalah dari Universitas Merdeka Malang, 23-65. Tim putri Universitas Petra Surabaya mengungguli Perbanas Surabaya 45-26.
Sementara tim putri Universitas Negeri Surabaya dikalahkan Universitas Negeri Malang, 33-44. Pada pertandingan lain, tim putra ITS dikalahkan Unika Widya Mandala Surabaya, 33-44.
Wakil Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia Jatim Ridwan Prayogo menuturkan, kejuaraan seharusnya dilaksanakan pada Februari. "Akan tetapi karena pada Februari ada kegiatan, kami geser ke bulan ini.. Tidak ada masalah, yang penting dilaksanakan sebelum penyelenggaraan kejuaraan wilayah Libama pada Mei-Juni mendatang," ujar Ridwan. (INK). KOMPAS (Selasa, 4 April 2006)

Diskusi Bersama Putu Wijaya 

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2290

Putu Wijaya
Putu Wijaya
“Proses Kreatif dan Tantangan Kesenian di Era Global” sebuah tema yang diambil dalam konferensi pers dan dialog bersama Putu Wijaya. Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya sebagai promotor acara dalam rangkaian kegiatan Pekan Budaya III yang diadakan Selasa (4/4) di gedung PPI.
Putu Wijaya, sastrawan serba ini mengatakan bahwa globalisasi pada suatu saat bukan hanya dilihat dengan adanya penjualan BBM oleh Pertamina saja akan tetapi nantinya banyak dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.
Menurutnya nanti tidak hanya perusahaan minyak saja akan tetapi pendidikan pun akan diwarnai dengan banyaknya sekolah-sekolah dari luar negeri. “Kalau isinya sudah dimiliki oleh luar negeri maka materinya pun akan dari luar negeri,” ujar pria bernama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya.
Sedangkan dalam berkesenian ia mengatakan bahwa banyak seniman lokal yang tidak mampu bersaing ditingkatan nasional. Padahal jika mereka mampu sebenarnya dengan mengusung warna lokal dari daerahnya menurut pria kelahiran 11 April 1944 akan memberi ciri khas tersendiri. Sama halnya dengan sebuah karya, ciri khas seorang Putu Wijaya yang khas dengan gaya berceritanya akan berbeda dengan gaya menulis Pramudya Ananta Toer. Hal inilah yang kemudian menurutnya harus lebih dikuatkan.
Daya khayal yang tinggi dan pintar bercerita inilah yang kemudian akan ia dan Teater Mandiri pentaskan dalam sebuah monolog yang bertajuk “Surat Kepada Setan”. Pentas Monolog yang akan diadakan pada Rabu (05/04) di Samantha Krida Unibraw, para penonton akan dikenai biaya masuk sebesar Rp 15.000 untuk kelas festival dan Rp 25.000 untuk kelas VIP. [vty]

Bedah Buku: ”Akulah Setan, Anda Siapa?” 

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 4069
Bedah Buku: Akulah Setan, Anda Siapa?
Bedah Buku: Akulah Setan, Anda Siapa?
Dalam rangkaian kegiatan Pekan Budaya III, Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya menyelenggarakan bedah buku berjudul ”Akulah Setan, Anda Siapa? Tafsir Imajiner Ayat-Ayat (tentang) Setan” karya Aang Efha, terbitan Pustaka Pesantren. Hadir dalam kesempatan tersebut sang penulis, Rajarul Hakam Fauzi (Aang Efha) yang juga dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan  Agus Sunyoto, pengarang buku Syekh Siti Jenar sebagai pembanding.
Dalam pemaparannya, Aang Efha mengungkap bahwa buku ini ditulis dengan perspektif ’keberadaan’ setan, sehingga dengan membaca buku ini kita mampu mempelajari ’gerak-gerik’ dan tipudaya setan yang diciptakan dari api untuk menggoda manusia. ”Membaca buku ini bukan untuk meniru setan apalagi menyembahnya, tetapi untuk ’membaca’ sifatnya”, ungkap Aang. Lebih lanjut Aang mengatakan, tugas menggoda manusia, setidaknya telah berhasil dilaksanakan setan dengan baik. Tetapi bagaimana dengan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi, dan sekaligus sebagai hambaNya, yang bahkan sebelumnya telah ditolak oleh berbagai ciptaanNya yang lain?"
Sang penulis mengakui ketidakberhasilannya dalam mendefinisikan dan mengidentifikasi ’setan’ itu sendiri yang bersifat metafisis. Tetapi menurut pandangan Aang, ”segala sifat dan tingkah laku buruk manusia adalah setan, dan bahkan setan mengalir dalam darah manusia”, ungkapnya. Sementara itu, Agus Sunyoto, dalam bandingannya menyatakan bahwa sang penulis tidak berani untuk keluar dari mainstream dalam penafsirannya, yang diduganya akan berimbas pada reaksi umat Islam mainstream. ”Berbagai tayangan irasional di televisi yang menggambarkan sosok ’maujud’ yang metafisis hanyalah hasil gambaran dan angan-angan manusia saja”, ungkapnya. [nok]

Pembukaan Pekan Budaya III 

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2487

Pekan Budaya III
Pekan Budaya III
Karnaval budaya mewarnai pembukaan ”Pekan Budaya III” yang diselenggarakan Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya, Senin (3/4). Ritus yang digelar ini, diawali dengan sambutan Pembantu Rektor III, Drs. Tjahjanulin Domai MS.
Dalam kesempatan itu PR-III berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda universitas dalam upaya peningkatan sensitivitas mahasiswa terhadap khazanah budaya dan pariwisata.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Nanang Endrayanto MSc, menjelaskan, ”karnaval budaya ini merupakan manifestasi dari doa dan harapan agar kegiatan yang dilaksanakan mendapat berkah dari-Nya”. Terangkum dalam kegiatan dengan ritual khas Jawa ini adalah ”pencucian tangan” yang merupakan simbol penyucian diri, ”memecah kendi” yang merupakan simbol awal mula kehidupan, ”sesajen” yang merupakan ungkapan hidup seimbang dengan alam, ”buceng” sebagai ungkapan rasa syukur serta ”ongkek” sebagai semangat bekerja dalam kehidupan Jawa.
Selain berbagai aktivitas simbolik tersebut, digelar pula tarian yang dibawakan oleh mahasiswa Program Bastra, yaitu tari Batik dari Banyuwangi yang menggambarkan kegiatan membatik para gadis di tepi pantai, dan "Yosakhoi" tarian petik padi ala Jepang. Sesuai dengan tema, ”Membangun Budaya Unggul Melalui Apresiasi Khazanah Budaya”,  ditampilkan pula kebudayaan berbagai negara, seperti Perancis dengan budaya Mardigra, Inggris dengan budaya Victorian, dan Arab dengan kesenian Hadrah.
Prosesi karnaval budaya ini berakhir di gedung Student Center, tempat diselenggarakannya Open House Program Bastra, Bazar buku, pernik-pernik, dan khazanah budaya berbagai negara (Inggris, China, Prancis, Arab) yang diselenggarakan sampai Kamis (6/4). [nok]

Seminar Comparison Entrepreneurship 

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1592

Junior Achievement (JA) Worldwide
Junior Achievement (JA) Worldwide
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Senin 3/4, menyelenggarakan seminar internasional dengan tajuk “Comparison Entrepreneurship Educational Outcome Between Indonesia With Other Countries In Indonesia”. Junior Achievement (JA) Worldwide mengirimkan perwakilannya dalam seminar yang berlangsung di gedung Widyaloka. Sementara itu perwakilan pelajar SMA se-Malang Raya diundang sebagai peserta seminar. Ditampilkan sebagai pemateri Nancy Keel (Operational Director JAI for Asia Pacific), Robert D Gardiner (Operational Director JA Indonesia), Ir. Unggul Abinowo (Direktur SPT), Ir. M. Nadjikh (Presiden Direktur PT KLM) dan perwakilan Dinas Perindagkop Kota Malang, Setyo Budi SE MT.
Dalam paparannya, Setyo Budi menyampaikan strategi sukses para macan Asia yaitu Jepang, Korea, China, Taiwan, Singapura dan Hongkong. Lebih lanjut disampaikannya, Jepang dengan konsepsinya, Kaizen, TQM, JIT, Kanban, Statistical Process Control dan SMDE (Single Method Die Exchange, Keiretsu) berhasil meraih kesuksesannya melalui berbagai hal di antaranya perencanaan strategis, perencanaan transfer teknologi, target dari produk celah dan pasar, teamwork dan eksekusi yang excellent serta komitmen dan keinginan untuk menang. Untuk Indonesia, Setyo Budi yang didaulat sebagai perwakilan
birokrat mengungkap bahwa sebagai konsekuensi sebagai negara agraris, pembinaan terhadap industri yang berbasis agro harus dikembangkan karena memiliki dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional.
“Selain itu, agroindustri dapat dijadikan produk unggulan dengan prioritas kerajinan, makanan dan minuman serta houseware”, tutur Budi.
Sementara itu Robert J. Gardiner menyampaikan, Junior Achievement yang diindonesiakan menjadi Prestasi Junior Indonesia, bertujuan memotivasi masyarakat Indonesia, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa, untuk berwirausaha dengan fokus pendidikan. ”Kami telah melakukan observasi terhadap kultur dan karakteristik pelajar dan institusi di berbagai negara. Dan hasilnya akan kami jadikan panduan dalam delivery program yang bersifat jangka panjang, tanpa mengubah karakter”, ungkapnya. [nok]