Prasetya Online

>

Berita UB

Hasyim Muzadi di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 30 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2266

KH Hasyim Muzadi
KH Hasyim Muzadi

Ketua PB NU KH Hasyim Muzadi, Sabtu 30/4, memberikan ceramah dan mengadakan dialog secara interaktif dengan sivitas akademika Universitas Brawijaya di gedung PPI Universitas Brawijaya. Acara ini diselenggarakan Pusat Pengembangan Agama (PPA) Universitas Brawijaya dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw.
Di dalam ceramahnya, KH Hasyim Muzadi mengemukakan dua hal pokok yang perlu diteladani dari Rasulullah Muhammad saw. Pertama dalam aspek sebagai hamba Allah yang menyangkut hubungan vertikal, dan kedua sebagai khalifah Allah yang menyangkut hubungan horizontal dengan sesama manusia.

Seminar Nasional Angkutan Umum Perkotaan

Dikirim oleh prasetya1 pada 30 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 4067

Permasalahan angkutan umum di Indonesia, selalu menjadi topik menarik untuk didiskusikan. Hal ini karena kondisi sistem angkutan umum masih belum sesuai dengan keinginan masyarakat. Dengan pertambahan jumlah penduduk yang pesat, kebutuhan akan ketersediaan sarana dan prasarana transportasi sebagai media bagi masyarakat untuk
melakukan pergerakan menjadi meningkat pula. Jumlah kendaraan bermotor pada beberapa kota meningkat dengan tajam seiring dengan pertambahan penduduk dan perbaikan kondisi ekonomi masyarakat. Akan tetapi, pertambahan yang cukup signifikan terjadi pada kendaraan bermotor pribadi, baik roda empat maupun roda dua, tidak diikuti dengan pertambahan prasarana yang memadai. Akibatnya, kemacetan terjadi pada banyak ruas jalan di kota-kota Indonesia. Jika dibiarkan tanpa adanya pemikiran dan kebijakan yang tepat, kondisi ini bukan hanya bisa terjadi di Jakarta, Medan, Bandung atau Surabaya, namun pada hampir semua kota di Indonesia.
Beberapa studi terhadap angkutan umum di Indonesia juga menunjukkan bahwa angkutan umum yang ada saat ini belum memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pengguna jasa angkutan umum tersebut. Cukup banyak pengguna angkutan umum yang memerlukan untuk berpindah kendaraan minimal sekali dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya guna melanjutkan perjalanan mereka, dan ada juga yang sampai dua kali pindah kendaraan. Hal ini menunjukkan kekurangsesuaian antara kebutuhan penumpang dengan rute pelayanan yang disediakan.

Peringatan Hari Kartini Dharma Wanita Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 30 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 6692

Dharma Wanita sebagai entitas dalam upaya pemberdayaan wanita sepatutnya menghargai jasa para pendahulunya di antaranya adalah RA Kartini. Kegiatan peringatan ini diimplementasikan dalam berbagai bentuk kegiatan termasuk di antaranya kegiatan-kegiatan yang bercirikan nilai spesifik keperempuanan maupun kegiatan yang bernilai universal.
Hal tersebut dilaksanakan pula oleh Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya. Peringatan Hari Kartini di Universitas Brawijaya bertujuan untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan anggota serta meningkatkan peran serta wanita atau anggota dalam mengisi pembangunan.
Kegiatan yang diselenggarakan meliputi Karaoke, Merias Wajah Tanpa Cermin dan Spontanitas Penilaian Keserasian Busana Untuk Tamu Yang Hadir. Puncak acara kegiatan adalah ceramah pola Hidup Sehat oleh Dr. dr. Atie W. Soekandar bertempat di Gedung Biomedik FK UB pada 30 April 2005..
Diwawancarai di ruang kerjanya, Dra. Ristika MM (Kepala TU Fakultas Kedokteran Unibraw) merinci semua hasil pelaksanaan kegiatan perlombaan sebagai berikut: Untuk lomba karaoke, kriteria penilaiannya meliputi vokal, teknik, dan penampilan dengan juri terdiri dari Yuli Kusnu (Pegawai Kotamadya), Fix Wahyutomo (Dosen Unmer), dan Emalia (RRI). Pemenang kegiatan yang diikuti oleh 33 peserta ini adalah: Juara I: Ibu Rose Amelia (FK), juara II: Ibu Sri Hariyati (FK), juara III: Amir Hasan Ramli (Dharma Wanita aktif), Harapan I: Ibu Susi (Politeknik Negeri Malang), dan Harapan II: Ibu Edy Hary (Dharma Wanita aktif Fakultas Teknik).

Prof Djanggan Kembali Direktur PPS Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1733

Melalui pemilihan yang dilakukan oleh Senat Universitas Brawijaya, Jumat 29/4, Prof. Dr. Djanggan Sargowo kembali terpilih menjadi Direktur Program Pascasarjana Universitas Brawijaya (PPS Unibraw) untuk periode 2005-2009. Dalam proses pemungutan suara tersebut, Prof. Djanggan mendapatkan dukungan 56 suara, sementara calon lainnya Prof. Dr. Ir. Sumeru Ashari MAgr mendapatkan 21 suara, Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro SU mendapatkan 10 suara, Prof Ir. Budiono Mismail MSEE PhD mendapatkan 6 suara, dan abstain 1 suara. Sebelum proses pemungutan suara, seorang calon Prof. Dr. M. Syafiie Idrus SE MEc menyatakan mengundurkan diri. Prof. Djanggan sebelum ini telah menjabat sebagai Direktur PPS periode 2001-2005. [Far]

Agribisnis Padi Perlu Terobosan

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2155

Padi (beras) merupakan bahan makanan pokok dan karenanya mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah. Bila saja stok beras berkurang maka potensi gejolak sosial pasti akan rnuncul. Karena itulah pamerintah menaruh perhatian yang besar pada peningkatan produksi beras. Sayangnya paningkatan produksi beras selalu lebih rendah dari pertumbuhan penduduk. Sehingga pengadaan beras masih menjadi masalah. Karena itulah kini pemerintah akan mencoba dengan terobosan baru yang dinamakan 'Hybrid Rice Technology'. Cara ini adalah alternatif dari upaya meningkatkan produksi melalui penggunaan padi hibrida. Pemerintah mencanangkan 1 juta ha padi hibrida pada tahun 2009 nanti. Bisa diduga, perdebatan pun terjadi enters yang pro dan kontra.
Suatu seminar digelar untuk membahas soal ini dengan mengambil tema "Commercializing Hybrid Rice Technology: An Option for Indonesia"di Pusst Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Puslitbangtan), Bogor, Kamis 28/4 lalu. Pembicaranya adalah Dr. E. Redona Deputy Director dari PhilRice (Philippines Rice Research Institute) yang diundang khusus untuk bicara soal ini. Prof. Dr. Soekartawi (pakar agribisnis dari Fakultas Pertanian Unibraw) juga diundang khusus dalam seminar itu bertindak sebagai salah satu panelis. Seminar ini merupakan lintas disiplin yang dihadiri sekitar 75 orang dari berbagai instansi. Ada yang dari kalangan pembuat kebijakan, dari ahli agronomi, pemuliaan tanaman, tanah, hama-penyakit, agroekologi, agribisnis atau ekonomi pertanian, dan sebagainya.
Dr. Redone berpendapat bahwa Indonesia berpotensial menjadi negara kelima setelah Cina, India, Vietnam, dan Filipina dalam adopsi padi hibrida di Asia ini. la bahkan meyakinkan bahwa padi hibrida produktivitasnya tinggi, lebih menguntungkan, rasa berasnya enak, dan sebagainya. Selanjutnya dituturkan bahwa di Filipina, selama 5 tahun terakhir, luas lahan padi hibrida sudah mencapai 300 ribu ha.