Prasetya Online

>

Berita UB

Hidayat Nur Wahid di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2058


Ketua MPR-RI Dr. Hidayat Nur Wahid MA, Jumat siang 2/12, berkunjung ke Universitas Brawijaya. Di kampus ini, Hidayat Nur Wahid memberikan ceramah umum berjudul "Ilmuwan Profesional dalam Perspektif Islam", di depan sivitas akademika Fakultas Ekonomi Unibraw yang memenuhi ruang pertemuan Widyaloka hingga ke atas balkon. Acara ini diselenggarakan dalam rangka dies natalis ke-44 FE Unibraw.
Sebelumnya, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini berkhutbah selaku khatib Jumat di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya, dan sekaligus bertindak sebagai imam shalat Jumat di tempat itu.

Khutbah Jumat
Mengawali khutbahnya, Hidayat Nur Wahid mengajak seluruh jamaah untuk selalu konsisten terhadap tiga hal yaitu, selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, memakmurkan kehidupan, serta mendorong lahirnya generasi yang memiliki kontribusi terhadap kepemimpinan. Dalam menghadapi hal tersebut, keimanan yang ada dalam diri manusia dituntut mampu melahirkan kepribadian, jati diri serta perilaku cerminan nilai-nilai keislaman.
"Kebenaran bukan hanya dalam sanubari tapi juga harus diimplementasikan dalam realita", tuturnya. Dalam melaksana-kan perikehidupan di dunia, ia menghimbau untuk selalu menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri tauladan. Dalam perjuangannya Rasulullah selalu menghadapi rintangan dan hambatan, mulai dari fitnah, isolasi, maupun embargo. Dalam kondisi saat ini, ketika Islam sebagai keyakinan dan refleksi kebenaran tengah menghadapi berbagai fitnah, Hidayat menghimbau kepada seluruh umat islam untuk selalu istiqamah dalam keimanan. Fenomena terorisme yang menyesatkan umat serta mengaburkan kepribadian dan jati diri umat Islam semakin memojokkan posisi Islam dalam eksistensinya.




Siswa SMPN 1 Malang Kunjungi Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2076


Sebagai sarana untuk memasyarakatkan gerakan mencintai karya tulis ilmiah, siang ini, Kamis (1/12), siswa-siswi SMP Negeri 1 Malang melakukan kunjungan ke Universitas Brawijaya. Dalam kunjungan tersebut, aktivis PIRKIR (Penelitian Ilmiah Remaja dan Karya Ilmiah Remaja) SMP Negeri 1 Malang kelas 7, 8 dan 9 diterima di lantai 8 gedung Rektorat oleh staf ahli PR III, Ir. Arief Prayitno MS.
Rombongan siswa-siswi SMP Negeri 1 Malang sekitar 40 orang ini didampingi oleh 2 guru pembimbing, Dewi Rukiati dan Endang Harikasih. Dewi Rukiati menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan minat pada siswa dalam bidang penelitian dan penulisan karya ilmiah. "Dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ilmu dan memacu para siswa yang pada saat sebelumnya telah berprestasi sebagai Juara 1 Lomba Fisika se-Kota Malang dan Juara 3 Lomba Biologi se-Kota Malang", ungkap guru IPA di sekolah yang beralamat di Jalan Lawu 12 Malang tersebut.
Sementara itu, Ir. Arief Prayitno MS berharap agar kegiatan seperti ini digalakkan sebagai upaya untuk memasyarakatkan
gerakan cinta penulisan karya ilmiah sejak dini. Ditambahkan pula oleh dosen Fakultas Perikanan ini bahwa Universitas Brawijaya dengan senang hati berbagi pengalaman dan membina karya ilmiah pada level sekolah, seperti SMP 1 Malang saat ini.
Cindy, salah seorang siswi kelas 7/D, menyatakan kegembiraannya dapat bertandang ke Universitas Brawijaya. "Saya sangat tertarik dengan cara kerja di karya ilmiah, makanya saya ikut PIRKIR", ungkap Cindy mengenai alasannya mengikuti PIRKIR. "Nanti, saya pengin kuliah di Fakultas Kedokteran Unbra sini", tuturnya tentang harapan dan cita-citanya di masa yang akan datang. [nok]

Mahasiswa Jebol "Jalan Tikus"

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1675

Penutupan "jaIan tikus" Unibraw ke Jalan Raya Sumbersari dan Jalan Kertoleksono, Ketawanggede, menuai banyak protes dari mahasiswa. Padahal, jalan tembus itu biasa dipakai mahasiswa yang kos di Kelurahan Sumbersari dan Ketawanggede. Tak pelak, tembok pembatas yang baru dibangun 20 November tersebut dihancurkan mahasiswa.
Jalan tembus itu biasa dilewati mahasiswa Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan, dan Fakultas Peternakan. Sebab, gadung kuliah ketiga fakultas ini lebih dekat dijangkau dari jalan tembus itu dibanding melalui JaIan Veteran atau Jalan Soekarno-Hatta. Selisihnya bisa sampai 5 km. Karena itu, dengan penutupan itu mobilitas mahasiswa menjadi terhambat.
Menanggapi dijebolnya jalan tembus itu, Kabag Umum Unibraw Ir. Suhardiyono mengungkapkan, bahwa penutupan jalan tersebut demi keamanan kampus. Selain itu penutupan dilakukan setelah pihak rektorat mendapat laporan dari Dekan Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan, dan Fakultas Peternakan.
"Kami tidak secara tiba-iiba menutup jalan tersebut, namun setalah kami mendapat laporan bahwa terjadi beberapa kasus pencurian di tiga fakultas tersebut dan hila dirupiahkan kerugiannya lumayan besar," jelas Suhardiyono.
Ditambahkan, kedua jalan itu merupakan jalan ilegal yang dibuka masyarakat. Setelah dilacak dengan menggunakan anjing pelacak, memang jalan itu yang dilalui pencuri. "Jadi penutupan itu telah dipertimbangkan matang-matang." [skm]
RADAR MALANG Kamis, 1 Desember 2005

Ujian Terbuka Disertasi Ir. Aswin MM

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2457


Implementasi desentralisasi fiskal dan otonomi daerah yang didasarkan pada undang-undang No. 32 tahun 2004 dan UU No. 33 tahun 2004 memberikan kewenangan yang luas dan nyata kepada pemerintah daerah untuk mengelola dan mengatur sumberdaya sesuai dengan kepentingan masyarakat daerahnya. Desentralisasi fiskal ternyata tidak berpengaruh terhadap kinerja secara langsung terhadap tiga propinsi di wilayah Kalimantan, tetapi mampu meningkatkan kinerja pelayanan secara tidak langsung melalui kinerja proses bisnis internal dan kinerja pembelajaran dan pertumbuhan. Demikian terungkap pada ujian terbuka disertasi Ir. Aswin MM yang digelar Program Pascasarjana (PPS) Universitas Brawijaya, Kamis (1/12). Bertindak selaku promotor bagi kandidat doktor dalam ilmu ekonomi minat manajemen ini, Prof. Dr. Djumilah Zain SE, dan ko-promotor masing-masing Prof M.Syafi'ie Idrus SE MEc PhD dan Armanu Thoyib SE MSc PhD. Sedangkan para penguji terdiri dari Prof. Dr. Eka Afnan Troena SE, Agus Suman DEA PhD, Prof. Dr. Moeljadi Poedjosoemarto SE SU, Prof. Dr. Prijono Tjiptoheriyanto (dari UI), dan Dr. H Syaukani HR SE MM (Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur).

Unibraw Paling Responsif dalam Kegiatan Penalaran Mahasiswa.

Dikirim oleh prasetya1 pada 30 November 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2550

Universitas Brawijaya, dinyatakan sebagai perguruan tinggi paling responsif dalam kegiatan penalaran mahasiswa untuk dua tahun terkahir ini. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Direktur Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan, Ditjen Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Ir. Supeno Djanali di depan para peserta rapat kerja para pembantu rektor bidang kemahasiswaan yang berlangsung di Yogyakarta 28-30 November 2005.
Penilaian ini didasarkan pada banyaknya makalah yang dikirimkan mahasiswa dalam kompetisi PPKM (Pemikiran Kritis Mahasiswa), LKTM (Lomba Karya Tulis Mahasiswa) bidang Seni, LKTM Lingkungan Hidup, LKTM Indonesia Timur, serta usulan dosen berprestasi dan mahasiswa berprestasi. Unibraw untuk tahun 2005 mengirimkan 34 makalah PPKM, 29 LKTM Seni, 23 LKTM LH, 1 dosen berprestasi, dan 1 mahasiswa berprestasi, dengan total 88. Di belakang Unibraw tercatat antara lain Unair Surabaya (42), UNS Sebelas Maret (38), ITS Surabaya (37), UGM Yogyakarta (35), ITB Bandung (30), UN Semarang (28), IKIP Singaraja (26), IPB Bogor (22), dan 79 perguruan tinggi lainnya.
Prestasi ini sebenarnya telah dicapai Unibraw sejak tahun 2004 yang lalu. Ketika itu Unibraw mengirimkan 74 makalah, sementara UGM 39, IPB 34, ITB 34, Unair 32, UM 23, UN Padang 23, Unesa 22, IKIP Singaraja 20, UN Semarang 18, dan masih ada 112 perguruan tinggi lainnya.
Responsivitas Unibraw dalam mengirmkan makalah ini juga diikuti dengan prestasinya sebagai juara dalam kegiatan penalaran mahasiswa. Untuk tahun 2005 ini, Unibraw menduduki posisi teratas, disusul kemudian oleh Unair, IPB, Unlam, UGM, Unud, ITS, Unmul, Untan, UN Padang, UN Yogyakarta, UI, dan Undip, serta beberapa perguruan tinggi lainnya. [Far]