Prasetya Online

>

Berita UB

Kejuaraan Bulutangkis Brawijaya Cup IV

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1854

Sebanyak dua puluh tiga universitas dari wilayah Jawa mengikuti Invitasi Bulutangkis Mahasiswa (IBM) IV, yang berlangsung pada 14-19 Maret 2005 di gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Aktivitas Bulutangkis ini dibuka oleh Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito. Turut hadir dalam acara pembukaan yaitu Ketua Umum PBSI Nono Suhartono, Ketua Umum KONI kota Malang Bambang Suyono, dan Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Brawijaya Drs. Umar Usman.
Dengan mengangkat tema "Olahraga bulutangkis sebagai wahana untuk meningkatkan sportifitas dan kekeluargaan antar mahasiswa perguruan tinggi se-Indonesia", ketua pelaksana kegiatan Guntur Bakhtiar menyatakan bahwa tujuan diselengarakannya kegiatan ini adalah menjadikan IBM sebagai sarana penyaluran minat dan bakat olah raga bulu tangkis di lingkungan perguruan tinggi, menciptakan hubungan dan komunikasi yang harmonis antar perguruan tinggi, serta memupuk kerjasama dan membangun solidaritas dikalangan perguruan tinggi.
IBM IV 2005 mempertandingkan kategori beregu (putra/putri), perseorangan (putra putri), ganda (putra/putri) dan campuran dengan memperebutkan piala bergilir dari Brawijaya dan uang pembinaan dengan jumlah total Rp 6.600.000,00 Kedua puluh tiga perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Surabaya, Universitas Widyagama Malang, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Bhayangkara Surabaya, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas Kristen Petra, Universitas Merdeka Malang, Universitas Widya Karya Malang, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, STIE Malang Kucecwara, Universitas Jember, Universitas Negeri Malang, Universitas Kanjuruhan Surabaya, Universitas Gajayana, UNJ, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, ITN Malang, Universitas Indonesia, STIKI Malang, dan Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah. [nik]

Menteri Pertanian: Delapan Tantangan Pembangunan Pertanian

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 9385

Dr. Ir. Anton Apriantono MS
Dr. Ir. Anton Apriantono MS
Meskipun saat ini telah menunjukkan hasil yang nyata, yang ditunjukkan oleh pertumbuhan pendapatan domestik bruto (PDB), perkembangan produksi, peningkatan ekspor dan pemantapan ketahanan pangan, namun pembangunan pertanian masih dihadapkan pada sejumlah masalah. Di antaranya, keterbatasan dan penurunan kapasitas sumberdaya pertanian, sistem alih teknologi yang masih lemah dan kurang tepat sasaran, keterbatasan akses terhadap layanan usaha terutama permodalan, rantai tata niaga yang panjang dan sistem pemasaran yang belum adil. Di samping itu kualitas, mental dan keterampilan sumberdaya petani rendah, kelembagaan dan posisi tawar petani rendah, lemahnya koordinasi antar lembaga terkait dan birokrasi dan kebijakan makro ekonomi yang belum berpihak kepada petani. Demikian ungkap Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. Anton Apriantono MS pada Semiloknas Neoliberalisme Pembangunan Pertanian, Sabtu (12/3) lalu di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya.

Unibraw Harus Dekat Petani

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1670

Menteri Pertanian RI Dr Ir Anton Apriantono MS menyerukan kepada Unibraw sebagai PTN (perguruan tinggi negeri) satu-satunya se-Jatim yang memiliki fakultas pertanian, agar berkomitmen untuk memajukan pertanian di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikannya ketika menjadi keynote speaker dalam Seminar dan Lokakarya Nasional "Neoliberalisme sebagai Tantangan Kebijakan Pembangunan Pertanian dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Petani" yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Unibraw, di gedung Widyaloka kemarin.
Sebab, peran serta perguruan tinggi harus lebih besar. Khususnya dalam transfer keilmuan kepada petani, maupun mengajarkan alih teknologi pertanian. "Perguruan tinggi harus lebih dekat lagi dengan masyarakat. Caranya, dengan melakukan interaksi yang intens dengan masyarakat petani," kata Anton.
Selanjutnya, Anton mengatakan hal tersebut harus dibicarakan lagi oleh dikti maupun perguruan tinggi agar kurikulum pertanian lebih menunjang mahasiswa untuk banyak praktik di lapangan. Dia mencontohkan perguruan tinggi di luar negeri yang memiliki jurusan pertanian mewajibkan mahasiswa semester pertama langsung praktik di lapangan, dan semester berikutnya. Praktis, mereka terbiasa menangani masalah-masalah yang dihadapi petani.

Master Inc. 2005

Dikirim oleh prasetya1 pada 10 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1887

Himpunan Mahasiswa Matematika, Statistika dan Ilmu Komputer (Himamaster) mengadakan beberapa kegiatan yang berlangsung 12 Maret hingga 10 April 2005 yang diber nama Master Inc. 2005. Menurut Ketua Pelaksana, Paramita Dewanti, kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Pelatihan Software Matematika (SPSS), Olimpiade Matematika, Bazaar, Musik dan Bakti Sosial.
Kegiatan Master Inc.2005 bertujuan mempererat persatuan anggota Himamaster , menumbuhkan rasa kepedulian tinggi anggota Himamaster terhadap sesama manusia, mengembangkan potensi intelektual dan kreatifitas generasi muda bangsa serta memperkenalkan Himamaster khususnya ke luar FMIPA dan umumnya ke masyarakat dengan tema "Master Inc. 2005 merupakan ajang pengembangan potensi intelektual dan kreatifitas mahasiswa, pelajar dan pemuda sebagai generasi muda bangsa Indonesia".

Melongok Mahasiswa Malaysia di Malang di Tengah Ketegangan RI-Malaysia

Dikirim oleh prasetya1 pada 10 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3122

Dilarang Terlibat Politik, Kirim Relawan ke Aceh.
Kehadiran sekitar 65 mahasiswa Malaysia di Malang hanya murni untuk tugas belajar dari Pemerintah Malaysia. Mereka pun harus menandatangani kontrak yang harus dipatuhi selama enam tahun. Mengapa?
Hampir setiap tahun Pemerintah Malaysia mengirimkan sekitar 25 orang mahasiswa untuk menjalani tugas belajar di Fakultas Kedokteran (FK) Unibraw. Saat ini tercatat ada 66 mahasiswa asal Malaysia yang bakal menjadi dokter-dokter pegawai negeri sipil Kerajaan Malaysia.
Mereka adalah mahasiswa pilihan yang lolos seleksi yang mirip dengan SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) di sana.
"Setelah dinyatakan lolos, kami harus menandatangani kontrak yang berisi pasal-pasal yang harus kami patuhi. Salah satunya, kami dilarang terlibat dengan kegiatan politis apapun, termasuk memberikan pernyataan politis," kata Shahrul Fahmi bin Mohd Idris, Yang Dipertuan Presiden (YDP) atau Ketua PKPMI (Persatuan Keluarga Pelajar Malaysia di Indonesia) Cabang Malang 2004/2005, saat ditemui di Fakultas Kedokteran (FK) Unibraw bersama Pembantu Dekan III FK UB dr Sri Poeranto MKes.