Prasetya Online

>

Berita UB

Kecelakaan Lalulintas Fenomena Global 

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3052

Prof. Dr. Ir. Harnen Sulistio MSc,
Prof. Dr. Ir. Harnen Sulistio MSc,
Kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah serius di negara berkembang dan negara maju. Angka kematiannya menurut WHO telah mencapai 1.170.694 orang di seluruh dunia. Jumlah ini setara dengan 2,2 % dari seluruh jumlah kematian di dunia dan menempati urutan ke sembilan dari sepuluh penyebab kematian. Sedangkan kerugian ekonomi yang diakibatkannya mencapai 1 % GNP pada negara berkembang, 1,5 % pada negara transisi dan 2 % pada negara maju. Ini menunjukkan bahwa kematian akibat kecelakaan lalu lintas telah menjadi masalah sosial dan ekonomi.
Prof. Dr. Ir. Harnen Sulistio MSc, dosen senior FT Unibraw mengungkap hal tersebut dalam orasi ilmiah pengukuhan jabatan gurubesar dalam ilmu teknik jalan raya, Sabtu 28/1. Selanjutnya dipaparkan bahwa meningkatnya populasi manusia dan mobilitas jumlah kendaraan atau fasilitas tranportasi ini menjadi pemicu meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Sebenarnya telah ada beberapa usaha untuk mencegah atau menurunkan angka kecelakaan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) dengan beberapa kajian dan strategi dalam perencanaan keselamatan lalulintas telah dibuat.
Ia juga menjelaskan 5 faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa kecelakaan lalulintas yaitu faktor pengemudi (manusia), lalulintas, jalan, kendaraan dan lingkungan. Karakteristik pengemudi, jalan dan lingkungan berbeda juga memberikan kontribusi kasus kecelakaan yang terjadi.

Kunjungan Siswa SMAN1 Balikpapan 

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2226

kunjungan siswa-siswi SMAN 1 Balikpapan
kunjungan siswa-siswi SMAN 1 Balikpapan
Universitas Brawijaya, pagi ini Jum'at (27/1), menerima kunjungan siswa-siswi SMAN 1 Balikpapan. Rombongan diterima secara resmi di Gedung Widyaloka oleh Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Kepala Bagian Pendidikan Ir. Hesti Indriatin Rahayu MSi, dan Kepala Sub Bagian Evaluasi Pendidikan Drs. Agus Yuliawan S.
Menurut pimpinan rombongan Darmawansyah Mansyur yang juga Kepala Sekolah SMAN 1 Balikpapan, rombongan terdiri dari 103 orang siswa dan 10 orang guru. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengenal lebih dekat Universitas Brawijaya. "Sebagian besar menyatakan kekagumannya atas Universitas Brawijaya", tuturnya dalam sambutan perkenalan.
Dari pihak tuan rumah, diberikan penjelasan mengenai pendidikan di Universitas Brawijaya, baik mengenai program studi yang ada, maupun sistem seleksi mahasiswa baru.
Pada akhir acara kunjungan itu, PR-I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito menyerahkan leaflet dan booklet berisi informasi lengkap tentang fakultas yang ada di Universitas Brawijaya kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Balikpapan. [dev]

Seminar dan Kampanye Anti Korupsi 

Dikirim oleh prasetya1 pada 26 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 4845

Dalam rangka dies natalis ke-43, Universitas Brawijaya, Kamis (26/1) menyelenggarakan Seminar dan Kampanye Anti Korupsi, di gedung Widyaloka, dengan tema “Melawan Korupsi dengan Budaya untuk Menciptakan Pemerintahan yang Bersih”.
Acara yang dihadiri oleh para mahasiswa, akademisi, praktisi hukum, jajaran Muspida Jawa Timur, serta anggota DPRD Jawa Timur dan Malang ini dibuka oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno dengan mengajak segenap hadirin menyematkan pin bertuliskan “Saya Anti Korupsi”, diiringi lagu Bagimu Negeri.
Seusai penyematan pin, masih dipimpin oleh Rektor, hadirin yang memenuhi ruang pertemuan Widyaloka itu pun diajak untuk mendeklarasikan bahwa pejabat publik se-Malang Raya sepakat pada tiga hal, yaitu: "Melaksanakan tugas negara sesuai dengan tanggung jawab yang diemban; menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN; serta bersama masyarakat turut membudayakan anti korupsi".
Diskusi panel yang digelar seusai deklarasi, menghadirkan 4 orang panelis, yakni: Taufiequrachman Ruki (Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK), KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU), Denny Indrayana SH LLM PhD (pakar hukum tatanegara UGM), Syamsul Arif SH MH (Ketua Tim Tipikor Jatim), dan Drs. Adami Chazawi SH (pakar hukum pidana korupsi dari FH Unibraw). Diskusi panel ini dipimpin oleh Dr. Jazim Hamidi SH MH dari FH Unibraw.

Ujian Terbuka Disertasi Doktor Okid Parama Astirin 

Dikirim oleh prasetya1 pada 26 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2176

Dra. Okid Parama Astirin MS
Dra. Okid Parama Astirin MS
Dalam lima tahun terakhir produktivitas budidaya udang windu cenderung menurun. Padahal jenis udang yang paling banyak dibudidayakan maupun ditangkap dari perairan alam di Indonesia adalah udang windu (Penaeus monodon, Fab.). Hal ini antara lain disebabkan oleh buruknya manajemen budidaya, penurunan kualitas air, rendahnya keragaman genetik induk dan benih udang windu yang dihasilkan, dan serangan white spot syndrome virus. Selain itu, salah satu faktor yang memungkinkan terjadinya kegagalan produksi udang adalah terbentuknya gas pencemar H2S (hidrogen sulfida) di dasar tambak. Demikian ungkap Dra. Okid Parama Astirin MS dalam ujian akhir terbuka disertasi yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 26/1. Dalam ujian tersebut, kandidat membawakan disertasi berjudul “Ekspresi Genetik Udang Windu (Penaeus monodon Fab) sebagai Respon Ketahanan terhadap Pencemar Hidrogen Sulfida”.
Berlangsung di Laboratorium Budidaya Perikanan, Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut, Gondol, Bali, penelitian terhadap udang windu asal Aceh dilakukan Okid dengan cara memberikan larutan H2S yang telah diatur konsentrasinya. Hasil penelitian membuktikan adanya variasi genetik yang terkait dengan ketahanan udang terhadap H2S, yang merupakan karakter bersifat genotip. Udang yang mati oleh H2S, menunjukkan performa fisik lamela insang mengkerut, memipih, dinding sel selubung filamen pecah, susunan tidak teratur dan kutikula mengelupas. Udang yang mati akibat hidrogen sulfida sangat tinggi terjadi pada siang hari, utamanya menjelang kematian.
Bertindak sebagai promotor Prof. Dr. Ir. Soemarno MS, dan kopromotor masing-masing Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro SU DSc. Sedangkan para penguji terdiri dari Ir. Marsoedi MSc PhD, Prof. Dr. Ir. Rustidja MS, Dra. Haryanti MS PhD, Dr. Drh. Aulani’am DES, dan Prof. Drs. Sutarno MSc PhD sebagai penguji dari UNS Surakarta.
Dalam yudisium pada akhir ujian, kandidat dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian dengan predikat cum laude (IPK 3,97, masa studi 3 tahun 5 bulan).
Dr. Dra. Okid Parama Astirin MS (42 tahun) adalah dosen pada Jurusan Biologi Fakultas MIPA UNS Surakarta sejak 1997. Sebelumnya (1986-1997) dia menjadi dosen Fakultas Kedokteran pada universitas yang sama. Ibu 2 anak, dan isteri dari Ir. Samsudin Raidy ini lulusan S1 Biologi (1985), dan magister (2001) dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. [Far]

Pelatihan Manajemen Keuangan Sekolah 

Dikirim oleh prasetya1 pada 25 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3176

Pelatihan Manajemen Keuangan dalam Perspektif Manajemen Berbasis Sekolah
Pelatihan Manajemen Keuangan dalam Perspektif Manajemen Berbasis Sekolah
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Brawijaya, Rabu 25/1, menyelenggarakan seminar dan lokakarya "Pelatihan Manajemen Keuangan dalam Perspektif Manajemen Berbasis Sekolah". Pelatihan yang berlangsung di Widyaloka ini antara lain menghadirkan Drs. Riaji MPd dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan Prof. Dr. Moeljadi SE SU dari LPM Unibraw.
Dalam kesempatan itu Drs. Riaji MPd mengatakan, konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) sebagai salah satu bentuk desentralisasi pendidikan memberikan kewenangan yang lebih luas kepada sekolah dalam mengelola dan memberdayakan semua sumber daya pendidikan. Dengan kemandirian tersebut sekolah akan lebih berdaya dalam mengembangkan program-programnya sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Menurut Riaji, dengan MBS seharusnya sistemlah yang dibongkar untuk disesuaikan dengan guru. "Di sini guru bertindak sebagai dokternya", ungkapnya lebih lanjut.
Ratusan peserta dari berbagai SD dan SLTP yang diwakili oleh kepala sekolah dan guru se-Malang Raya ini menghadiri acara tersebut. Keberadaan BOS (bantuan operasional sekolah) yang menjadi salah satu sumber dana rintisan MBS menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta. Menjawab pertanyaan salah seorang peserta dari SLTP Bululawang: "Apakah BOS akan berlanjut sampai tahun depan?" Riaji menegaskan: "Jika tidak didemo dan BBM tidak naik, maka BOS akan terus berlanjut". [DYF&NIA]