Prasetya Online

>

Berita UB

Dana Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari DP3M untuk Staf Fapet

Dikirim oleh prasetya1 pada 14 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1648

Pada tahun anggaran 2005 ini, Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Brawijaya mendapatkan dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DP3M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Di bidang penelitian telah disetujui sebanyak 4 judul penelitian terdiri dari 1 judul penelitian dosen muda (PDM), 2 judul penelitian hibah bersaing (PHB), 1 judul program PHB lanjutan tahun kedua, dan 1 judul program kreativitas mahasiswa penelitian (PKMP). Sedangkan di bidang pengabdian kepada masyarakat disetujui 12 judul pengabdian masyarakat (7 judul program ipteks, 1 judul program usaha jasa dan industri (UJI), dan 4 judul program vucer).
Penerima dana penelitian adalah sebagai berikuti: Ir. Siti Nurul Kamaliyah MP (PDM), Dr. Ir. Trinil  Susilowati MS (PHB), dan M. Halim Natsir SPt MP (PHB), Dr. Ir. Lilik Eka Radiati MS (PHB tahun kedua), dan Erwin Wieddyanto dengan bimbingan Abdul Manab SPt MP (PKMP).
Sementara itu daftar penerima dana pengabdian kepada masyarakat, berturut-turut adalah Dr. Ir. Sri Wahyuningsih MS (ipteks), Dr. Ir. Woro Busono MS (ipteks), Dr.agr. Ir. V.M. Ani Nugiartiningsih MS (ipteks), Dr. Ir. Suyadi MS (ipteks), Ir. Herni Sudarwati MS (ipteks), Ir. Nurul Isnaini MS (ipteks), Ir. Gatot Ciptadi DESS (ipteks), . Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MrurSc (UJI), Ir. Sucik Maylinda MS (vucer), Ir. Priyo Sugeng W MA (vucer), Ir. Imam Suryo MS (vucer), dan Ir. Imam Thohari MP (vucer).  [fapet]

Kerjasama Unibraw - Universitas Wijayakusuma

Dikirim oleh prasetya1 pada 14 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2181

kerjasama Universitas Brawijaya dan Universitas Wijayakusuma
kerjasama Universitas Brawijaya dan Universitas Wijayakusuma
Berdasarkan semangat kemitraan dan kebersamaan untuk mewujudkan kerjasama yang saling menguntungkan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, Universitas Brawijaya mengadakan kerjasama dengan Universitas Wijayakusuma Surabaya. Naskah kerjasama ditandatangani Rektor Unibraw Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno dan Rektor Universitas Wijayakusuma Surabaya Prof. Dr. H. Bambang Rahino Setokoesoemo, Senin, 14/3 di gedung Rektorat lantai 7. Turut hadir dalam penandatanganan naskah itu para pejabat di lingkungan kantor pusat serta pimpinan fakultas kedua universitas. Naskah kerjasama di tingkat fakultas, sementara dari fihak Unibraw berturut-turut ditandatangani oleh Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Syekhfani MS, Dekan Fakultas Perikanan Ir. Murachman, Pembantu Dekan I Fakultas Peternakan Dr. Ir. Kusmartono, dan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Prof. Dr. Ir. Simon Bambang Widjanarko MAppSc, dari fihak Universitas Wijayakusuma ditandatangani Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Teknologi Pertanian Prof. Dr. Ir. Setyo Budi MS.

Pekan Budaya 2005

Dikirim oleh prasetya1 pada 14 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2345

Pekan Budaya
Pekan Budaya
Dengan tema "Meningkatkan Kerjasama dan Persaudaraan Antar Bangsa Melalui Apresiasi Khasanah Budaya", Unit Pelaksana Teknis Bidang Studi Bahasa Universitas Brawijaya menyelenggarakan Pekan Budaya tahun 2005. Pekan budaya yang kedu ini berlangsung 4 hari, 14-17 Maret 2005.
Rangkaian acara dalam pekan budaya tersebut meliputi: open house, pameran foto, kaligrafi, hasil kerajinan, bazar buku, dan demo adat istiadat; pemutaran film Perancis, Inggris, Jepang, Mandarin, dan Indonesia; dan pentas seni (14-17 Maret); bedah buku "Sang Pembaharu:Pemikiran Syekh Siti Djenar" buah karya Agus Sunyoto (15 Maret); Kursus Bahasa dan Uji Coba TOEFL/IELTS gratis (15-17 Maret) serta Monolog oleh budayawan Butet Kartaredjasa (16 Maret). [nik]

Forum Dekan Fakultas Pertanian se-Indonesia

Dikirim oleh prasetya1 pada 13 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2180

Peran perguruan tinggi dalam pembangunan pertanian seyogyanya diarahkan pada tiga kegiatan utama, yaitu memberikan masukan kepada pemerintah tentang perumusan kebijakan pertanian yang mampu memberdayakan petani, melakukan riset untuk menghasilkan rekayasa teknik maupun kelembagaan yang dapat mendukung pembangunan agribisnis yang memberdayakan petani, serta melakukan pembinaan kepada petani secara langsung maupun tidak langsung. Ketiga peran pokok tersebut didasarkan pada pertimbangan ketidakberdayaan petani yang disebabkan adanya kegagalan pasar pertanian dengan bercirikan kegagalan dalam kompetisi, keterbatasan sumberdaya yang dimiliki, pasar yang tidak sempurna, kegagalan informasi, permasalah makro ekonomi yang kurang mendukung, juga kemiskinan dan ketidakmerataan.
Pertimbangan selanjutnya adalah keterbatasan jumlah dan SDM institusi pertanian di daerah. Fakta menunjukkan bahwa pembangunan pertanian kurang menjadi prioritas pembangunan di daerah, karenanya perguruan tinggi diharapkan menjadi partner institusi di daerah baik dalam konsep, aktifitas maupun dalam menjembatani petani. Terakhir, peran tri dharma perguruan tinggi dalam bidang pertanian, yang memiliki SDM, teknologi dan mahasiswa, selama ini belum sinergis dalam pembangunan pertanian. Ungkapan tersebut disampaikan oleh Forum Dekan Fakultas Pertanian se-Indonesia pada Seminar dan Lokakarya Pertanian Nasional yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Pertanian, Sabtu (12/3) lalu.

Semiloka Nasional Pertanian

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1604

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Sabtu 12/3, menggelar Seminar dan Lokakarya Nasional (Semiloknas) yang merupakan rangkaian kegiatan "Gebyar Pertanian 2005".
Pokok-pokok pikiran yang mendasari, di antaranya adalah posisi Indonesia sebagai negara swasembada beras pada tahun 1984, pada tahun 2002 telah bergeser menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia dengan total impor sebesar 3,25 juta ton. Ditambah lagi, pada era globalisasi ini, diindikasikan semakin derasnya produk pertanian impor masuk ke Indonesia. Realita tersebut harus dihadapi dengan rasional, strategis dan terpadu oleh seluruh komponen yang terlibat, baik itu petani, pemerintah, akademisi maupun masyarakat yang peduli terhadap sektor pertanian, untuk memunculkan keunggulan komparatif bahkan keunggulan kompetitif pertanian di Indonesia.