Prasetya Online

>

Berita UB

Ditetapkan, Nomor Urut dan Tata Cara Dialog Bakal Calon Rektor

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2067

1
2
3
4
5





Prof. Budiono Mismail
Prof. Soekartawi
Prof. Yogi Sugito
Prof. Djanggan Sargowo
Prof. Umar Nimran
Kelima bakal calon rektor yang telah menyerahkan kesediaan dicalonkan, Rabu 7/12 siang, diundang oleh Panitia Penjaringan dan Pertimbangan Calon Rektor (PPPCR) Universitas Brawijaya untuk mendapatkan penjelasan tentang tata cara dialog dan penjaringan, serta melakukan pengundian nomor urut calon. Acara dipimpin oleh Ketua PPPCR Dr. Sihabudin SH, diikuti oleh segenap panitia, dan 3 orang bakal calon rektor yakni Prof. Budiono Mismail, Prof. Soekartawi, dan Prof. Yogi Sugito. Sementara, dua bakal calon lainnya, Prof. Djanggan Sargowo dan Prof. Umar Nimran berhalangan hadir karena ada acara di luar kota. Nomor urut calon yang ditetapkan dengan undian, calon nomor urut 1 Prof. Budiono Mismail, urutan 2 Prof. Soekartawi, urutan 3 Prof. Yogi Sugito, urutan keempat Prof. Djanggan Sargowo, dan urutan kelima Prof. Umar Nimran.Dalam pertemuan itu, disepakati pula acara dialog bakal calon rektor akan diselenggarakan di Widyaloka, Rabu 14/12, mulai 8.30 hingga 12.30 wib. Para bakal calon rektor diminta menyerahkan materi paparan visi, misi dan program baik dalam bentuk hard copy maupun soft copy dua hari sebelumnya, Senin 12/12 pukul 13.00. Para bakal calon rektor diminta datang 10 menit sebelum acara dimulai. Dialog dipimpin seorang moderator dengan lima bakal calok rektor sebagai panelis. Panelis secara berturut-turut menyampaikan paparan visi, misi, dan program dengan alokasi waktu 15-20 menit untuk masing-masing calon sesuai dengan nomor urut. Dalam menyampaikan paparan dan berdialog, bakal calon diharuskan menjunjung tinggi nilai-nilai etika, tanpa menyinggung hal-hal yang bersifat pribadi dan unsur-unsur SARA. Sesi tanya-jawab dapat dimanfaatkan untuk dialog antara panelis dengan audiens.

Beasiswa PT Medco untuk Mahasiswa Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2522


Perusahaan minyak terkemuka, PT Medco E&P Indonesia, Rabu (7/12) menyerahkan beasiswa untuk 6 mahasiswa Universitas Brawijaya. Upacara penyerahan berlangsung di gedung Rektorat lantai VIII.
Dari pihak Medco hadir Kusnio Malibari (Senior Manager of Relations), Taufik Rahardjo (Government and Media Relations Section Head) serta Sugiarsih (Community Development Officer) yang diterima langsung oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Bambang Guritno beserta Pembantu Rektor III Bidang Kemahasis-waan, Drs. Tjahjanulin Domai MS beserta staf dari biro admi-nistrasi akademik dan kemahasiswaan.
Dalam kesempatan tersebut dibagikan beasiswa senilai Rp 21,4 juta kepada 6 orang mahasiswa. Penerima beasiswa baru, 4 orang, yaitu Heru Suratmono, Wahyudi Wirjanto, Choirul Azhar dan Fajar Ardiansyah masing-masing menerima Rp 3,6 juta. Sementara penerima beasiswa perpanjangan, Umar F. Andy Santoso dan Silvianti Dewi, masing-masing menerima beasiswa sebesar Rp 3,5 juta. Pemberian beasiswa tersebut untuk masa 1 tahun dan bila perlu dapat diperpanjang.
Menyampaikan sambutannya dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Bambang Guritno berharap agar pihak industri seperti PT Medco pada saat ini turut mendukung pendidikan dari mulai proses awalnya dan bukan hanya sebagai penampung tenaga kerja. "Bantuan tersebut dapat berupa beasiswa seperti pada saat ini, ataupun bantuan-bantuan lain seperti kegiatan PKL", urainya.
Sementara itu, pihak PT Medco E&P Indonesia yang diwakili oleh Kusnio Malibari, menyampaikan bahwa beasiswa serupa juga dibagikan kepada 12 universitas lain yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Disampaikan oleh Kusnio bahwa PT Medco yang pada saat ini telah memiliki 6 field yang tersebar di Indonesia telah terbiasa menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di antaranya melalui beasiswa, program magang, ataupun program Graduate Engineering Training (GET).
Menjawab pertanyaan mengenai rekrutmen yang dilontarkan salah seorang mahasiswa penerima beasiswa, pihak PT Medco menganjurkan para mahasiswa aktif membuka website untuk mendapatkan informasi tentang hal itu. [nok]

Dies Natalis ke-43: Dari Temu Alumni hingga Kegiatan Ilmiah

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1788

Dengan tema "Peningkatan budaya akademis dan kerjasama menuju otonomi perguruan tinggi yang dinamis berdaya saing tinggi dan mampu melewati batas nasional", Panitia Dies Natalis ke-43 Universitas Brawijaya merangkum semua kegiatannya dalam 9 kemasan acara. Yaitu mulai dari temu alumni, pengabdian masyarakat, penguatan kelembagaan, kajian pengembangan institusi, olahraga, seni, keperempuanan, hingga kegiatan ilmiah.
Sebagai pembuka kegiatan diawali dengan temu alumni yang direncanakan akan dilaksanakan Sabtu 10 Desember 2005 di Hotel Shangrila Surabaya. Pemilihan tempat di Surabaya karena ada salah satu alumni yang telah berhasil, di Bank Jatim dan bersedia untuk membiayai kegiatan tersebut. Alumni yang akan hadir diramalkan sebanyak 500 orang. "Mereka yang diundang bukan sembarangan alumni melainkan mereka alumni yang berpotensi," jelas Dra. Ida Atmawati, sekretaris Pengurus Pusat (PP) Ikatan Alumni (IKA) Unibraw. Menjelaskan alasan mengapa acara ini digelar di hotel mewah di Surabaya, menurut Ida, adalah untuk menyesuaikan dengan eksistensi Unibraw sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Bahwa Unibraw pun bisa melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan UGM. Unibraw juga mempunyai alumni yang sukses di berbagai bidang.
Kegiatan dalam rangka memperingati Dies Natalis ini juga akan diadakan di masing-masing fakultas. "Di masing-masing fakultas nantinya akan dilaksanakan agenda sendiri. Fakultas Ekonomi misalnya nanti akan mengadakan seminar yang bekerja sama dengan Menko Ekuin dalam pengembangan UKM," terang Prof Bambang Subroto, wakil ketua panitia. [van]

Unibraw akan terapkan ISO 2000

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1349

Sistem pendidikan selalu berubah sesuai dengan tuntutan jaman. Unibraw sebagai salah satu perguruan tinggi yang terkemuka di Jawa Timur berusaha mengimbanginya dengan perubahan sistem penilaian mutu atau kualitas pendidikannya. Beberapa elemen yang terkait dari dosen dan mahasiswa pun nantinya akan dipertanyakan bagaimana kualitasnya. "Unibraw akan membuat standart kelulusan dan kami sudah memulai untuk merancangnya," ucap Abdul Madjid, dosen Fakultas Hukum.
ISO 2000 menjadi metode pilihan untuk mengukur kualitas lulusan. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mewujudkannya pertama ada stake holder yang nantinya peran ini akan diberikan kepada alumni Unibraw yang telah sukses di dunia kerja. Selain itu Unibraw harus membuat jaringan kerjasama dengan luar negeri.
Unibraw mulai mempersiapkan semuanya sampai pada tahap pembuatan team. "Kalau di UGM ada Kantor Jaminan Mutu (KJM), maka kami menyebutnya PJM atau pusat jaminan mutu," jelas Abdul Madjid SH MHum yang juga salah seorang panitia Dies Natalis 43 Unibraw. Prof Dr Soebarinoto, gurubesar Fakultas Peternakan, kemudian ditunjuk sebagai ketua tim penjaminan mutu Universitas Brawijaya. [van]

Menyikapi Isu Terorisme

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3006

Terorisme berupa aksi pengeboman yang pada saat ini marak, terasa semakin meresahkan warga masyarakat. Bukan hanya umat Islam yang pada saat ini paling banyak terkena imbasnya dari berbagai kejadian tersebut tetapi juga seluruh warga masyarakat yang merasa telah kehilangan rasa aman yang juga merupakan bagian dari hak asasinya.
Berangkat dari hal tersebut, Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya berinisiatif mengadakan dialog publik yang bertemakan "Optimalisasi Peran Mahasiswa dan Masyarakat dalam Menyikapi Isu Terorisme". Acara ini diselenggarakan di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya pada Selasa (6/12). Diungkapkan oleh Agung Pamudjianto, Presiden  Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menetralisir opini dengan menyampaikan persepsi berbagai pihak yang berhubungan langsung maupun tidak langsung terutama persepsi dalam pendefinisian terorisme serta jihad dalam Islam. Hadir sebagai pemateri dalam kesempatan tersebut adalah Muhammad Achwan (Ketua Lajnah Perwakilan Wilayah Majelis Mujahidin Jawa Timur), AKBP Drs. H. Dunan Ismail Isja MM (Kapolresta Malang) serta Abdul Hamid SH (Kepala Bidang HAM Bakesbang Propinsi Jawa Timur).