Prasetya Online

>

Berita UB

Workshop Nasional Biokonversi Limbah 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1893

Limbah padat organik dapat menimbulkan masalah serius dalam berbagai aspek. Misalnya, biaya transportasi, kebutuhan lahan penampungan, bau, masalah higinis, emisi gas rumah kaca, ataupun cairan lindi. Di Indonesia, penanganan limbah tidak ditangani dengan benar. Limbah padat organik umumnya diolah melalui proses biologis seperti pengkomposan dan biomentanasi, yang memiliki nilai ekonomis sekaligus sebagai konservasi biomasa, nutrisi dan energi. Berangkat dengan tujuan untuk membangun sinergi antara para ahli diberbagai bidang keilmuan, bisnis, dan masyarakat umum mengenai penangan limbah, serta untuk mensosialisasikan teknik penangan limbah padat yang aman, padat dan menguntungkan, Pusat Penelitian Biokonversi Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya menyelenggarakan Workshop Nasional Biokonversi Limbah Padat pada 11-12 Maret 2006.
Workshop ini menghadirkan pembicara kunci Menteri Negara Lingkungan Hidup Ir. Rachmat Witoelar, Deputi Menristek bidang Perkembangan Riptek, Prof Dr Frank Schuchardt dari FAL Jerman, Prof Dr Ir Chandrawati Cahyani MS dari Universitas Brawijaya, dan Dr Ir Enri Damanhuri dari Institut Teknologi Bandung. menghasilkan keluaran seperti rekomendasi dan draft regulasi bagi pembuat dan penentu kebijakan, menunjukkan kebutuhan penelitian ilmiah, serta proposal pembangunan pusat pertanian organik terpadu. Materi yang dibahas antara lain undang-undang persampahan, teknologi limbah padat, konservasi massa dan energi dari limbah padat, potensi daur ulang, kompos dan biogas, pertanian organik, pengelolaan limbah padat domestik, limbah padat agrokompleks, dan limbah padat industri, serta kebijakan teknik lingkungan.
Selain mengikuti workshop, setiap peserta yang diharapkan hadir dari kalangan instansi pemerintah dan swasta, dosen dan mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat serta masyarakat umum ini juga dapat menghadiri pameran.
Keterangan lebih lanjut mengenai workshop biokonversi limbah dapat menghubungi panitia di Lemlit Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, Telp (0341) 575824 dengan contact person Dr. Rurini Retnowati MSi di 081334110369 atau Zubaidah Ningsih, SSi di 081334610292. [nik]

Dibuka: SPMK  Gelombang I 

Dikirim oleh prasetya1 pada 10 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2201

Penerimaan mahasiswa Universitas Brawijaya baru melalui seleksi program minat dan kemampuan (SPMK) gelombang pertama segera dibuka. Pendaftaran akan berlangsung mulai 10 April hingga 5 Mei 2006. Ujian tulis dilaksanakan hari Minggu, 7 Mei 2006, dan hasilnya diumumkan minggu kedua Mei 2006. Biaya pendaftaran gelombang pertama Rp 200 ribu, tempat pendaftaran di gedung Student Center Unibraw, dan tidak ada pembatasan tahun ijazah. Pembantu Rektor I, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, mengungkapkan hal ini Sabtu 8/4 setelah mengadakan koordinasi dengan jajaran akademik (pembantu dekan I).
Perubahan jadwal ini (semula pendaftaran 10-21 April, ujian 23 April, pengumuman 29 April 2006) menurut Prof. Yogi adalah untuk menyesuaikan diri dengan jadwal ujian akhir SMA yang mulai dilaksanakan Senin 24/4.
Jalur baru
Di samping melalui jalur penerimaan PSB (penjaringan siswa berprestasi, tanpa ujian tulis, yang sedang berlangsung, SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tulis nasional), dan SPMK (seleksi program minat dan kemampuan, dengan ujian tulis lokal), mulai tahun akademik 2006/2007 Universitas Brawijaya membuka beberapa jalur baru penerimaan mahasiswa baru program sarjana (S1) sebagai pengembangan dari SPMK.
Jalur baru penerimaan mahasiswa itu meliputi: SPKS (seleksi program kemitraan sekolah, ada dua macam: tanpa ujian tulis berjalan bersama PSB, dan melalui ujian tulis yang diseleng-garakan sesuai kesepakatan), SPKIns (seleksi program kemitraan instansi, melalui ujian tulis, calon dikirim oleh instansi/ perusahaan milik negara maupun swasta), SPKD (seleksi program kemitraan daerah, melalui ujian tulis, kerjasama dengan pemerintah daerah, calon dikirim sebagai mahasiswa tugas belajar).

Festival Monolog Teriak Brantas

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2277

Festival monolog Pekan DAS Brantas VIII 2006
Festival monolog Pekan DAS Brantas VIII 2006
Satu lagi usaha yang dilakukan oleh panitia Pekan DAS Brantas (PDB) VIII 2006 untuk meneriakkan gerakan peduli lingkungan sungai. Festival monolog yang dilaksanakan pada Sabtu (9/4) di Student Center Unibraw ini diikuti oleh 26 peserta dari Universitas Gajayana, Universitas Muhammadiyah, SMAN 4, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya, Teater Umum dan lainnya. Azwar Kharis Fadillah, koordinator acara mengatakan tujuan dari kegiatan ini memang untuk mengenalkan Pekan DAS Brantas VIII kepada pengunjung dengan teater. Walaupun mengusung tema Teriak Brantas pihak penyelenggara tidak membatasi tema monolog untuk dipentaskan.
Penilaian festival ini menurut Azwar, berdasarkan musik, karakter, lighting dan naskah. “Ada 3 kejuaraan yang akan diambil berdasarkan penilaian keseluruhannya,” jelas mahasiswa angkatan 2003 ini. Ia menambahkan tim juri berasal dari Dewan Kesenian Malang (Aziz), Yosi (seniman Malang) dan Farid.
Festival yang hanya dilaksanakan selama 1 hari ini menghasilkan pemenang yaitu juara I Abdul Aziz dari teater Kertas Unibraw, juara III Pudi Indardi dari Kelompok Dua Indonesia Universitas Negeri Malang dan juara III Ragil Winarto dari Teater Imoro. Pemenang festival monolog ini juara I mendapatkan piala rektor, sertifikat dan fresh money Rp 500 ribu, juara II mendapatkan
piala rektor, sertifikat dan fresh money Rp 300 ribu sedangkan juara III mendapatkan piala rektor, sertifikat dan fresh money Rp 100 ribu. [vty]

Ekonomi Indonesia Tahun 2006 

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1940

Ekonomi Indonesia Tahun 2006, Antara Harapan dan Kenyataan
Ekonomi Indonesia Tahun 2006, Antara Harapan dan Kenyataan
Mahasiswa baru angkatan 2005 Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Sabtu 8/4, menyelenggarakan inaugurasi dalam bentuk seminar nasional. Acara di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya ini bertema “Ekonomi Indonesia Tahun 2006, Antara Harapan dan Kenyataan”. Seminar diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, praktisi, dan politisi. Terbagi dalam dua sesi, sesi pertama bertema “Efektivitas Kebijakan Moneter terhadap Kinerja Sektor Riil”, dan sesi kedua dengan materi “Akankah Usaha Perbaikan Ekonomi Sejalan dengan Peningkatan kesejahteraan Masyarakat”. Diundang sebagai pemateri, Dr. Hartadi A. Sarwono (Deputi Bank Indonesia), Dr. Harry Azhar Azis MA (Anggota Komisi XI DPR RI Bidang keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan), Prof. Dr. Sri-Edi Swasono (Ketua Dewan Pakar PKP-Indonesia dan Pj. Ketua Umum Dekopin), Dr. Munawar Ismail, DEA (akademisi Universitas Brawijaya), Ahmad Erani Yustika PhD (akademisi Universitas Brawijaya dan Direktur Eksekutif The Economic reform Institute, ECORIST) dan Dr. Komet Mangiri MA MED (Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Kerakyatan dan Sistem Informasi).
Bantuan Masyarakat Miskin
Dalam makalah berjudul “Akankah Usaha Perbaikan Ekonomi Sejalan dengan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”, yang disampaikan oleh Dr. Komet Mangiri MA MED (staf ahli bidang Ekonomi Kerakyatan dan Sistem Informasi), Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Ir. Aburizal Bakrie menyatakan perbaikan ekonomi pasti akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ini dikarenakan tujuan program pembangunan ekonomi nasional yang telah dirancang secara terpadu adalah untuk mencapai kesejahteraan rakyat, seperti tertuang dalam UUD 1945. Dalam mengukur parameter tingkat kesejahteraan, di samping subjektivitas masing-masing individu (rakyat), Aburizal juga menggunakan lebih dari 40 indikator utama yang di antaranya mencakup pendapatan per kapita, jumlah pengangguran, kondisi tempat tinggal, kondisi sanitasi, jumlah partisipasi wanita, jumlah penduduk miskin, dll yang terangkum dalam Millenium Development Globals (MDGs) dan dinyatakan dengan Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dalam perencanaan makro pemerintah.

Ujian Disertasi Dossy Iskandar Prasetyo SH MHum 

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3005

Dossy Iskandar Prasetyo SH MHum
Dossy Iskandar Prasetyo SH MHum
Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai sebuah lembaga baru dan bentuk kesadaran baru dalam menanggapi persoalan-persoalan ketatanegaraan dan konstitusional yang dihadapi selama ini, masih memiliki kekurangan. Dossy Iskandar Prasetyo SH MHum, mengemukakan hal ini ketika mempertahankan disertasi berjudul ”Ide Normatif Mahkamah Konstitusi dalam Konteks Cita Hukum dan Negara Hukum”, dalam ujian terbuka di Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 8/4.
Penelitian disertasi Dossy bertujuan menemukan, mengkaji, memperdalam dan mengembangkan teori dan konsep akademis mengenai ide normatif Mahkamah Konstitusi dalam konteks cita hukum dan negara hukum.
Kekurangan-kekurangan tersebut di antaranya soal kewenangan judicial review dari MK yang hanya terbatas pada UU dan tidak menjangkau jenis peraturan perundangan lainnya dan ketiadaan kewenangan MK menilai tindakan legislatif dan eksekutif melalui produk-produknya sebagaimana yang diungkapkan Jimly Asshiddiqie dan Laica Marzuki.