Prasetya Online

>

Berita UB

Karya Terbaru Prof Soekartawi Dimuat Publikasi Internasional 

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2005

Prof.Dr. Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian, mengabarkan melalui e-mail bahwa salah satu karya ilmiahnya dimuat di publikasi internasional. Karya ilmiah tersebut berkaitan dengan disiplin ilmu ekonomi pertanian yang ditekuni selama ini, berjudul "Enhancing Agricultural Development through Trade Liberalization".
Artikel ini membahas posisi sektor pertanian Indonesia dalam kaitannya dengan isu global khususnya perdagangan bebas. Dari hasil kajiannya, ternyata posisi produk ekspor pertanian Indonesia memang berat untuk bersaing di pasar dunia, khususnya setelah diberlakukannya peraturan-peraturan WTO (World Trade Organization). Bahkan ekspor ke negara-negara Eropa pun kini sudah hampir dikatakan tidak ada.
Karya ilmiah ini akhirnya berhasil terpilih untuk dimuat di buku prosiding seminar yang berjudul "Agriculture and Rural Development in Asia: Ideas, Paradigms and Policies Three Decades After". Karya ilmiah Prof. Soekartawi yang ditulis bersama Dr. Ratya Anindita ini adalah makalah yang disampaikan dalam forum seminar internasional bergengsi di Hotel Mandarin, Makati, Manila, Filipina,10-11 November 2005 lalu. Buku prosiding ini diterbitkan oleh Regional Center for Graduate Study & Research in Agriculture, Los Banos, Filipina, baru-baru ini. [SKW]

Pustakawan Perpustakaan Bung Karno Kunjungi Unibraw 

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1791

Sebagai salah satu pusat percontohan perpustakaan yang menggunakan IT (information technology) di Indonesia, Perpustakaan Universitas Brawijaya selalu terbuka untuk kunjungan dari perpustakaan lain. Khususnya, yang ingin memperoleh informasi mengenai apa dan bagaimana Perpustakaan Universitas Brawijaya dijalankan. Senin 2/1, Perpustakaan Unibraw menerima kunjungan 40 orang pustakawan dari Perpustakaan Bung Karno, Blitar. Para pustakawan yang tengah mengikuti Diklat Calon Pustakawan Tingkat Ahli ini didampingi oleh Dra. Retno Herawati MM dari Perpustakaan Nasional.
Dalam sambutannya Kepala Perpustakaan Universitas Brawijaya Dra. Welmin Sunyi Ariningsih MLib menyatakan bahwa apa yang telah diraih perpustakaan selama ini merupakan kerja keras dan dukungan dari semua pihak. Welmin menjelaskan, saat ini terdapat lebih kurang 60 buah perangkat komputer dalam menjalankan aktivitas IT di Perpustakaan Universitas Brawijaya. Dan sebagai proyek percontohan, Perpustakaan Universitas Brawijaya siap menerima para pustakawan yang ingin belajar banyak mengenai teknologi informasi perpustakaan apakah dalam bentuk magang maupun diklat. [nik]

Kamis 5 Januari, Upacara Bendera Dies Natalis 

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2125

Dalam rangka perayaan dies natalis ke-43, Universitas Brawijaya menyelenggarakan upacara bendera di lapangan Kantor Pusat, hari Kamis 5 Januari 2006. Peserta upacara yang diundang adalah para pimpinan universitas, para guru besar, para dekan dan direktur pascasarjana, para ketua lembaga, kepala pusat, kepala biro, ketua program diploma dan Direktur Politeknik. Selain itu, seluruh dosen, dan pegawai di lingkungan Unibraw, para fungsionaris lembaga mahasiswa fakultas dan universitas, resmina mahasiswa, seluruh unit aktivitas mahasiswa Unibraw, perwakilan mahasiswa fakultas, pascasarjana, program diploma dan politeknik, serta anggota Dharma Wanita Unibraw.
Upacara dimulai pukul 07.30 WIB. Ketentuan untuk pakaian peserta upacara adalah jas almamater dan celana/rok warna gelap, serta topi. Pakaian untuk menwa adalah seraga menwa, dan untuk pramuka adalah seragam pramuka. Sedangkan ketentuan pakaian untuk dharma wanita bebas dan rapi (menyesuaikan diri).
Ikut memeriahkan upacara, Paduan Suara Mahasiswa Unibraw yang akan membawakan lagu-lagu Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, Hymne Universitas Brawijaya, dan Mars Universitas Brawijaya.
Dalam upacara ini disampaikan laporan ketua panitia pelaksana Dies Natalis ke-43 yang juga Dekan Fakultas Hukum, Warkum Sumitro SH MH, penekanan tombol sirene dan pelepasan balon berhadiah, pemberian penghargaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi, serta amanat Rektor selaku inspektur upacara.
Seusai upacara bendera di lapangan, di setiap unit kerja dilaksanakan acara syukuran bagi warganya masing-masing. [Far]

Voting Senat Unibraw Dinilai Cederai Nilai-Nilai Demokrasi 

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1623

Ngesti D. Prasetyo
Ngesti D. Prasetyo
Pertimbangan final Senat Unibraw Sabtu lalu berbuntut ketidakpuasan. Pilrek Watch menilai, hasil pertimbangan senat mencederai demokrasi yang digeber 17 Desember lalu dalam sesi penjaringan arus bawah. Bahkan, Pilrek Watch mulai hari ini akan menggalang petisi dari elemen-elemen dan civitas Unibraw pro-demokrasi.
Ketua Pilrek Watch Ngesti D. Prasetyo mengatakan, petisi dengan cara pengumpulan tanda tangan tersebut murni untuk menegakkan kembali demokrasi di Unibraw. "Sejak awal, kami telah berkomitmen mengantarkan siapapun yang terpilih di arus bawah untuk menjadi rektor Unibraw. Nah, karena kenyataan penjaringan dan pertimbangan senat berbalik 180 derajat, maka Pilrek Watch terpaksa mengambil tindakan petisi ini," tandas Ngesti.
Seperti diberitakan sebelumnya, hasil voting Senat Unibraw Sabtu lalu dimenangkan Prof Yogi Sugito dengan raihan 39 suara, disusul Prof Djanggan Sargowo 38 suara, Prof Umar Nimran 30 suara, Prof Soekartawi 4, dan Prof Budiono Mismail 1 suara.
Hasil voting itu berbalik 180 derajat tiga besar hasil penjaringan. Sebab, hasil penjaringan menempatkan Prof Umar Nimran di posisi puncak. Sementara Prof Yogi Sugito dan Prof Djanggan Sargowo masing-masing berada di urutan kedua dan ketiga.
Alumnus FH Unibraw yang kini aktif di PP Otoda Unibraw ini membeberkan bahwa pertimbangan senat yang dihelat 31 Desember lalu tak ubahnya seperti oligarki. Yaitu, sebuah kekuasaan yang hanya diputuskan oleh segelintir orang dengan menafikkan suara civitas Unibraw. Ada dua alasan kuat yang membuat senat tidak berhak mengubah hasil penjaringan. Pertama, senat bukan representasi atau perwakilan dari civitas. Artinya, senat sama sekali tidak memiliki hak untuk melakukan perubahan hasil penjaringan yang mewakili seluruh pilihan civitas Unibraw.
Kedua, jika senat tetap melakukan perubahan berarti telah mencederai nilai-nilai demokrasi. "Inilah yang terjadi di Unibraw sekarang. Senat universitas benar-benar mencoreng demokrasi yang berkembang," ujarnya.
Padahal, kata dia, seharusnya nilai-nilai tersebut menjadi tauladan bagi masyarakat di luar kampus. Tapi, senat yang beranggotakan perwakilan fakultas dan guru besar telah gagal mempraktikkan hal tersebut. "Hasil penjaringan yang melibatkan akar rumput yang telah menghabiskan dana Rp 75 juta sia-sia. Senat harus bertanggung jawab atas kondisi tersebut," tegasnya.

Oleh-Oleh Delegasi AIESEC Unibraw 

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1480

Dari HIV/AIDS Youth Conference dan Enterpreneurship, Ngeri Fakta AIDS, Terinspirasi Jadi Penyuluh.
Lima mahasiswa anggota AIESEC Universitas Brawijaya baru-baru ini mengikuti dua even sekaligus di negeri jiran Malaysia selama sepekan penuh. Yakni, HIV/AIDS Youth Conference 2005 di University of Malaya dan AIESEC OCSEALDS (Oceania and South East Asia Leadership Development Seminar) di Ancasa Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia. Apa rekomendasi mereka bagi mahasiswa Indonesia?
----
Dua even berbeda yang diikuti lima delegasi AIESEC Unibraw di Malaysia. Mereka adalah Renny Annisa, Zilva Boaz, Titah Eko W, Ikawati Fitria, dan Lya Yhusiana, yang seluruhnya mahasiswa Fakultas Ekonomi. Sejak 10-16 Desember lalu benar-benar menjadi catatan tersendiri bagi mereka.
Pasca mengkuti konferensi HIV/AIDS, mata, hati, dan perasaan kelimanya tergugah terhadap fenomena HIV/AIDS. Akibatnya, kesadaran untuk mensosialisasikan hasil dua pertemuan yang hanya berbeda lokasi itu begitu menggebu-nggebu. "Yang membuat kami sangat tersentuh, saat disajikan movie screening tentang youth dan HIV/AIDS di akhir sesi education. Semua peserta disuguhkan perjuangan para Odha (orang dengan HIV/AIDS) mempertahankan hidupnya. Video itu benar-benar membuat kami terinspirasi," ucap Titah Eko, Presiden AIESEC Unibraw kemarin.
Bukan itu saja, mereka juga disajikan dengan kenyataan dan data-data aktual HIV/AIDS di Malaysia dan dunia. Isinya sangat mengejutkan, berdasarkan data penelitian UNAIDS 2005 menunjukkan bahwa 4/5 dari total penderita HIV baru pada tahun kemarin adalah orang muda (youth) yang berusia 15-24 tahun. Secara tidak langsung, kenyataan itu menunjukkan bahwa orang-orang muda atau youth merupakan pusat penyebaran global HIV/AIDS. ìSangat memprihatinkan memang, namun dilain pihak merekalah harapan besar dalam penanggulangan dan perlawanan terhadap penyakit mematikan tersebut," tambah Renny, Vice President of Public Relation AIESEC.
Sekadar diketahui, HIV/AIDS Youth Conference 2005 merupakan salah satu agenda AIESEC. Selain diikuti lima delegasi Indonesia dari Unibraw, hadir juga delegasi-delegasi lain dari 90 lebih negara anggota AIESEC dunia. Banyaknya dukungan dari berbagai pihak terhadap acara ini menunjukkan betapa besarnya kepedulian dunia terhadap HIV/AIDS.