Prasetya Online

>

Berita UB

Disertasi M Ali Nur: Program Rekapitalisasi Perbankan Relatif Berhasil

Dikirim oleh prasetya1 pada 10 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2883

Program rekapitalisasi perbankan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai usaha penyehatan perbankan nasional melalui struktur permodalannya, relatif berhasil. Ini ditunjukkan oleh adanya perubahan yang menggembirakan, bahwa 12 Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengalami peningkatan predikat tingkat kesehatannya menjadi 98,81 persen sehat dan 1,19 persen kurang sehat.  Demikian ungkap Drs. Ec. Muhamad Ali Nur, dalam disertasi berjudul “Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Eksternal terhadap Tingkat Kesehatan Perbankan Peserta Program Rekapitalisasi Perbankan di Indonesia (Studi pada Bank Pembangunan Daerah Peserta Program Rekapitulasi Perbankan), dalam ujian terbuka di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 10 Mei 2006.
Drs. Ec. Muhamad Ali Nur
Drs. Ec. Muhamad Ali Nur
Lebih lanjut Muhamad Ali Nur mengatakan, sebelum mengikuti program rekapilitasi perbankan, kedua belas BPD, yaitu BPD Nangroe Aceh Darussalam, BPD Sumatera Utara, BPD Bengkulu, BPD Lampung, BPD DKI Jakarta, BPD Jawa Tengah, BPD Jawa Timur, BPD Kalimantan Barat, BPD Sulawesi Utara, BPD Maluku, BPD Nusa Tenggara Barat dan BPD Nusa Tenggara Timur, predikat kesehatannya adalah 56,25% sehat, 20,83% cukup sehat, 16,67% kurang sehat, dan 6,25% tidak sehat. Oleh karena itu Ali Nur menyarankan, agar program rekapilitasi perbankan yang dilakukan pemerintah menjadi lebih efektif, seharusnya kebijakan itu dibarengi oleh kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan manajemen inflasi, suku bunga, nilai tukar rupiah, dan pajak. Namun demikian, Ali Nur mengungkapkan bahwa program rekapitalisasi yang dilakukan pemerintah tidak tepat waktunya. Hal ini dikarenakan: pertama, bank-bank pada saat itu banyak yang sedang mengalami negatif spread yang cukup besar; kedua, penambahan modal kepada bank-bank yang mengalami negatif spread dalam rangka kebijakan rekapitalisasi akan sia-sia karena penambahan modal tersebut akan habis untuk menutupi kerugian bank akibat negatif spread; dan ketiga, pada akhir Juli 1997 total modal seluruh bank umum dibandingkan posisi akhir September 1998 mengalami penurunan yang sangat drastis. Hal ini menunjukkan kerugian bank berlangsung berkepanjangan seagai akibat menurunnya pendapatan bank dari kredit karena banyak yang mengalami kemacetan sebagai akibat negatif spread telah mengambil sebagian besar modal bank.

Monev Program Kreativitas Mahasiswa Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 10 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1361

Untuk mengetahui perkembangan dan memantau hasil kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun anggaran 2006, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, melakukan monitoring dan evaluasi PKM pada Rabu 10 Mei 2006 di Gedung PPI. Selain melakukan diskusi pleno antara mahasiswa penerima dana PKM dari Dikti dengan tim monev Dikti yaitu Dr.Drg. R. Darmawan Setijanto, MKes., juga dilakukan kunjungan ke daerah diselenggarakannya PKM.
Universitas Brawijaya untuk tahun anggaran 2006, menerima dana penelitian PKM dengan total nilai 194 juta rupiah, bagi 36 judul PKM yang diterima dan dinyatakan layak diberikan bantuan oleh Dikti. Ketiga puluh enam judul tersebut terdiri dari PKM kewirausahaan (5 judul), PKM pengabdian masyarakat (4 judul), PKM penelitian (20 judul) dan PKM teknologi (5 judul). Selain melakukan monev di Universitas Brawijaya, Dikti juga melakukan monev di empat perguruan tinggi lain di kota Malang, yaitu ITN, Politeknik Negeri Malang, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Widyagama.[nik]

Struktur dan Personalia PJM Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 10 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1563

Untuk menjamin mutu akademik secara berkelanjutan, termasuk monitoring dan evaluasi program-program hibah kompetisi (PHK) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di lingkungan Universitas Brawijaya, dipandang perlu membentuk Pusat Jaminan Mutu.
Rektor Prof.Dr.Ir. Bambang Guritno melalui keputusan nomor 023A/SK/2006 tanggal 13 Februari 2006, menetapkan membentuk Pusat Jaminan Mutu Universitas Brawijaya dengan struktur dan personalia sebagai berikut. Ketua: Prof Dr Ir Soebarinoto, Sekretaris: Dr. Endang Arisoesiloningsih, Koordinator Akreditasi Program Studi/Institusi: Prof.Dr.Ir. Jody Moenandir, Koordinator Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Akademik): Dr. Surachman MSIE,  Koordinator Monev Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat: Dr. M. Nurhuda, Koordinator Pengembangan Sistem Jaminan Mutu Akademik: Dr. Ir. M. Bisri MS, Koordinator Pengembangan Audit Akademik: Dr. Unti Ludigdo Ak, dan staf pendukung: Drs. Djaelani dan Yulie Wiro Eko S SSi.

Akuntansi dan Pendidikan Dokter Favorit sebagai Pilihan Pertama

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2184

Program Studi Akuntansi dari Fakultas Ekonomi merupakan pilihan favorit calon mahasiswa Universitas Brawijaya melalui jalur Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK) gelombang pertama. Program studi ini diminati oleh 356 calon sebagai pilihan pertama. Peringkat berikutnya adalah Program Studi Pendidikan Dokter dari Fakultas Kedokteran, diminati oleh 318 calon sebagai pilihan pertama. Disusul kemudian oleh Program Studi Manajemen dari Fakultas Ekonomi (260 calon). Berikutnya, Program Studi Ilmu Hukum dari Fakultas Hukum (215 calon), Ilmu Komunikasi dari Program Ilmu Sosial (198 calon), Teknik Elektro dari Fakultas Teknik (161 calon), Ilmu Komputer dari Fakultas MIPA (123 calon), Ilmu Keperawatan dari Fakultas Kedokteran (119 calon) dan Teknik Sipil dari Fakultas Teknik (108 calon).
Demikian hasil pengolahan data pendaftar program seleksi SPMK yang dikeluarkan Pusat Komputer (Puskom) Unibraw, Senin 8 Mei 2006, dengan data jumlah pendaftar sebanyak 2572 (laki-laki 1280, perempuan 1292)..
Jumlah peminat yang menempatkan program studi lain sebagai pilihan pertama, berada pada tingkatan di bawah 100 calon. Bahkan untuk program studi kelompok IPA jumlah peminat sangat minim nampak pada Program Studi Ilmu Tanah (tak ada peminat), Sosial Ekonomi Peternakan (tak ada peminat), Sosial Ekonomi Perikanan (1), Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (2), Teknologi Hasil Ternak (3), Manajemen Sumberdaya Perairan (3). Pada program studi selebihnya untuk kelompok IPA, jumlah peminat berkisar antara 4 calon hingga 87 calon.

Buku Baru Prof. Soekartawi 'Komunikasi Pertanian' Diterbitkan UI-Press

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 5138

Pada saat pemerintah giat melaksanakan program revitalisasi pertanian dengan menghidupkan kembali para penyuluh pertanian serta membekalinya dengan teknik berkomunikasi yang modern, Prof. Dr. Ir. Soekartawi meluncurkan buku karyanya. Buku karya gurubesar Fakultas Pertanian ini diterbitkan kembali oleh penerbit UI-Press, Jakarta. Buku dengan tahun terbit 2005 (akhir) ini mulai beredar tahun 2006.
Buku berjudul 'Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian' tersebut ditulis dan disiapkan bukan saja untuk mahasiswa yang belajar ilmu-ilmu pertanian, tetapi juga bisa digunakan oleh para penyuluh pertanian. "Ini berita yang menggembirakan, mengingat buku saya ini justru diterbitkan kembali ketika jumlah peminat buku-buku seri pertanian umumnya sedang menurun. Artinya buku saya ini tergolong laris". Demikian keterangan Soekartawi kepada PRASETYA.
Selanjutnya Soekartawi menjelaskan, buku ini terdiri dari 6 bab, yaitu (1) Pendahuluan, (2) Komunikasi Pertanian: Komunikator, Komunikan dan Pesan, (3) Proses Komunikasi Pertanian, (4) Proses Adopsi-Inovasi dalam Bidang Pertanian, (5) Proses Difusi-novasi dalam Bidang Pertanian, dan (6) Penelitian Adopsi-Inovasi dalam Bidang Pertanian.