Prasetya Online

>

Berita UB

Rektor: "Maju Tidaknya Unibraw Bukan di Tangan Satu Orang" 

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2300

Upacara bendera dalam rangka perayaan dies natalis ke-43
Upacara bendera dalam rangka perayaan dies natalis ke-43
Upacara bendera dalam rangka perayaan dies natalis ke-43 di lapangan Rektorat, Kamis 5/1, terkesan istimewa. Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno untuk terakhir kalinya menjadi inspektur upacara, karena masa jabatannya berakhir bulan Maret mendatang. Dalam sambutannya rektor mengharapkan agar Universitas Brawijaya semakin maju dan semakin dekat mencapai visinya yaitu sebagai perguruan tinggi terkemuka yang mampu melewati batas nasional.

Prestasi
Tanda-tanda terwujudnya visi Universitas Brawijaya, menurut rektor telah ditunjukkan oleh berbagai prestasi tingkat nasional maupun internasional yang dicapai oleh sivitas akademika. Di tingkat nasional misalnya, LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kegiatan Instansi Pemerintah) Universitas Brawijaya merupakan yang terbaik di lingkungan Depdiknas untuk dua tahun terakhir, diraihnya e-Science Award dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi oleh Perpustakaan Universitas Brawijaya, tiga tahun berturut-turut Universitas Brawijaya berada di posisi tiga besar dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), mahasiswa Unibraw berhasil merebut 8 penghargaan Bogasari Award dari 30 pemenang dari seluruh Indonesia. mahasiswa dan lomba karya tulis tingkat nasional. Di bidang Teknologi informasi, website Universitas Brawijaya mendapatkan penghargaan Bubu Award untuk kategori pendidikan. Sementara di tingkat internasional, Universitas Brawijaya bersama ITB menjadi wakil Indonesia sebagai anggota Asian Internet Interconnection Initiatives (AI3) yang beranggotakan delapan negara Asia. Selain itu, bersama UI, ITB, dan UGM, Universitas Brawijaya mendapat kepercayaan menyelenggarakan program pendidikan double degree dengan perguruan tinggi di Jepang yang akan terealisir pada tahun akademik 2006/2007. Dalam kurun waktu 3 tahun, sebanyak 41 orang mahasiswa Universitas Brawijaya berangkat ke luar negeri untuk mengikuti berbagai kegiatan bertaraf internasional yang semuanya melalui seleksi yang ketat, dan saat ini sudah ada 59 orang dosen sedang studi lanjut di 9 negara.
"Saya sangat bangga atas prestasi yang dicapai oleh sivitas akademika. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kampus sangat gandrung akan kemajuan, sangat menghargai profesionalisme, namun ironisnya masih ada yang berpendapat bahwa Unibraw seolah-olah hanya peternakan mahasiswa", tukas Rektor.

Registrasi Mahasiswa Semester Genap 2005/2006 

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1891

Sistem registrasi mahasiswa untuk semester genap tahun akademik 2005/2006 mendatang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya semua kegiatan registrasi terpusat di fakultas masing-masing, sekarang pembayaran SPP dapat dilakukan langsung dari semua cabang Bank BTN di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini lebih memudahkan mahasiswa, dan mereka dapat lebih lama menikmati liburannya.
Masa registrasi mahasiswa sendiri berlangsung 16-27 Januari 2006. Untuk melakukan registrasi mahasiswa cukup menunjukkan KTM semester ganjil 2005-2006 kepada petugas cabang Bank BTN di manapun ia berada. Kemudian mahasiswa tersebut melakukan pembayaran SPP ke rekening Rektor Unibraw dengan nomor rekening 00012-01-30.000227-7.
Selanjutnya, pengisian KRS dilakukan di fakultas masing-masing pada 6-11 Februari 2006, dengan menyerahkan KTM semester ganjil dan fotokopi slip (struk) pembayaran SPP.  Dari situ mahasiswa akan menerima KTM baru untuk angkatan 2002 dan sebelumnya. Sedangkan untuk mahasiswa angkatan 2003 dan sesudahnya, diberi KTM barcode yang diberi “hot stamp”.
Cara registrasi semacam ini merupakan tindak lanjut penerapan sistem pengisian KRS on-line yang telah diberlakukan di beberapa fakultas. Kasubag Pendidikan dan Evaluasi, Drs. Agus Yuliawan Sd, mengatakan bahwa cara registrasi seperti ini akan lebih memudahkan mahasiswa. Kerja sama Unibraw dengan Bank BTN sudah dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu. [vty]

Poltek Terima TPSDP Rp 1 M 

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1865

Selain Unibraw dan UM, dana TPSDP (technologycal and professional skills development sector project) sebesar USD 100 ribu atau sekitar Rp 1 miliar juga diterima Politeknik Negeri Malang. Dana ini akan dialokasikan untuk pengembangan electronic library.
Dengan dana yang dikucurkan Asean Development Bank (ADB) dan Dikti tersebut, unit komputer akan ditambah. Sistem komputerisasi juga akan dikembangkan, sehingga mahasiswa dapat mengakses informasi perpustakaan melalui media online. Sistem ini juga akan semakin membuka kerja sama dengan universitas lain.
Dana ini juga akan dimanfaatkan untuk menambah jumlah koleksi buku. Dari 13.500 menjadi 20 ribu. Penambahan akan lebih difokuskan pada buku baru, karena buku yang ada di perpustakaan ini rata-rata terbitan tahun 80-an. Selain itu juga akan dilakukan perluasan perpustakaan.
Pembantu Direktur I Poltek Luchis Rubianto mengatakan, pengembangan ini sangat dibutuhkan. Sebab, perpustakaan merupakan penunjang pendidikan. Tanpa perpustakaan yang berbasis elektronik, maka mahasiswa akan terlambat menerima informasi.
Luchis juga menambahkan akan memperbaiki kinerja sumber daya manusia yang ada. "Karena teknologi yang bagus tidak ada artinya tanpa diimbangi dengan kemampuan SDM-nya," ungkapnya. Untuk itu, staf perpustakaan akan dikirimkan ke beberapa universitas yang telah berhasil mengembangkan perpustakaan.
Sebenarnya Poltek juga mengajukan laboratorium bahasa dan quality assurance, namun hanya perpustakaan yang lolos. "Biar pun hanya satu yang lolos, paling tidak ini membuktikan bahwa Poltek sudah bisa membuktikan kemampuan. Selanjutnya akan kami jadikan sebagai motivasi," ungkapnya. (skm) http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=112774&c=88

Ujian Disertasi Sri Haryati 

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2910

Dra Ec Sri Haryati MM
Dra Ec Sri Haryati MM
Bank harus mampu memupuk permodalan dari sumber internal dan memperhatikan proporsi pengalokasian dana dalam aktiva tetap/inventaris secara optimal. Bank harus benar-benar menerapkan prinsip prudential banking dalam alokasi dana sehingga memperkecil aktiva produktif bermasalah dan memperkecil risiko kerugian yang dapat mengakibatkan terkikisnya permodalan bank. Selain itu bank juga harus tetap menjaga efisiensi, meningkatkan pendapatan operasional dan tetap mengupayakan pendapatan operasional non bunga, sehingga laba operasional mengalami pertumbuhan dan bank dapat memupuk pertumbuhan modal secara internal. Demikian ungkap Dra Ec Sri Haryati MM, kandidat doktor ilmu ekonomi kekhususan manajemen, dalam ujian terbuka disertasi di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu (4/1).
Dengan promotor Prof. Dr. M Syafiie Idrus SE MEc dan kopromotor Prof. Dr. M. Harry Susanto SE SU, serta para penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Djumilah Zain SE, Dr. Armanu Thoyib SE MSc, dan penguji luar Prof. Dr. Imam Syakir SE dari Universitas Airlangga Surabaya, Sri Haryati membawakan disertasi berjudul “Studi Tentang Model Prediksi Tingkat Kesehatan Bank Umum Swasta Nasional Indonesia”. Untuk penyusunan disertasi tersebut Sri Haryati meneliti 462 bank umum swasta nasional (BUSN) yang beroperasi di Indonesia. Diungkapkan bahwa dari 27 variabel yang dianalisis, 16 variabel merupakan pembeda signifikan tingkat kesehatan BUSN. Enambelas variabel itu terdiri dari 4 variabel permodalan, 5 variabel kualitas aktiva, dan 7 variabel profitabilitas.
Dengan model diskriminan yang diambil dari 12 variabel yang signifikan untuk prediksi terhadap tingkat kesehatan BUSN, Sri Haryati menemukan hanya 4 variabel saja yang memberikan kontribusi terbesar untuk menilai tingkat kesehatan bank, yakni: Fixed Asset to Capital Ratio (FACR) dari permodalan, Non Performing Loan (NPL) dan Aktiva Produktif Bermasalah (APB) dari aktiva, serta Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO).
Dalam yudisium hasil ujian, Sri Haryati dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu ekonomi, dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,73, masa studi 2 tahun 6 bulan).
Dr. Sri Haryati MM, wanita kelahiran Tuban, 56 tahun silam, ibu dari 3 orang anak, menyelesaikan S1 ekonomi dan magister manajemen dari Unair Surabaya, adalah dosen tetap STIE Perbanas Surabaya (1982-sekarang). Kariernya diawali sebagai peneliti pada Badan Penelitian Pelayanan Kesehatan Surabaya (1980-1982), staf Pembantu Direktur II Akademi Ilmu Perbankan Perbanas Surabaya (1982-1984), Pembantu Direktur II STIE Perbanas Surabaya (1984-1989), Pejabat Kepala Laboratorium Bank Mini STIE Perbanas Surabaya (1984-1987), Ketua Jurusan Manajemen STIE Perbanas Surabaya (1989-1991), Pembantu Ketua II STIE Perbanas Surabaya (1990-1998), dan Pembantu Ketua I STIE Perbanas Surabaya (1999-2000). [nik]

Yudisium Pascasarjana 

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2596

Program Pascasarjana Universitas Brawijaya mengadakan yudisium, Selasa, 3/1. Sebanyak 45 lulusan dihasilkan dalam yudisium itu, dengan rincian 7 lulusan program doktor, dan 38 lulusan program magister.
Dalam sambutannya Direktur Pascasarjana Prof. Dr. dr. Djanggan Sargowo SpPD SpJK(k) mengharapkan para alumni untuk menginformasikan mengenai bidang ilmu yang telah mereka peroleh kepada masyarakat luas serta memberikan feedback
kepada Program Pascasarjana mengenai spesialis (program studi) apa saja yang dibutuhkan oleh stakeholder, sehingga terjadi link and match antar institusi. Upacara itu dihadiri oleh para pembantu direktur dan ketua program studi pada Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Berikut adalah nama para peserta yudisium. Dari S3 Ilmu Ekonomi: Dr. Dra. Stanss Levynna Hermien Verronica Joyce Lapian MEc, Dr. Drs. M. Pudjihardjo SU, dan Dr. Ir. Aswin MM. S3 Ilmu Kedokteran: Dr. dr. Budi Siswanto SPOG, Dr. dr. PWM Olly Indrayani SpPD, dan Dr. Ir. Rudy Soenoko MEngSc. S3 Ilmu Administrasi: Dr. Drs. Sulardi MM. Sementara itu dari program magister ekonomi pertanian: Sutoyo SP MP; magister ilmu ternak: Bhumi Budhy Santosa SPt dan Ir. Bambang Edy Santoso; magister manajemen: Bhimo Aryanto ST, Muhammad Teguh SP, Ary Melany SE, Mahsun SAg, Yusnia Rahma SE, Anang Catur Sulaksono SPt, Vidorova Nurcahyani SE, Dodik Juliardi SE Ak, Aman Purwadi SE, Christian Novi SH, John Agustinus SE STh, Ratih Sukmawati SE, Siswoko SE, Subur Christianto Lumban Gaol SE, dan Taufan Muhammad SE; magister ilmu administrasi bisnis: Djajusman Hadi SSos, Dra. Siti Nurbaya, Drs. Abdul Rachman Soendjoto, dan Sri Hartati Setyowarni SSos; magister biomedik: dr. Candra Rini Hasanah Putri, dr. Endang Sri Wahjuni, dan dr. Thontowi Djahari Nur Subchi; magister teknik sipil: Tumiran Anang Cundoko ATD; magister ilmu hukum: Totok Koernianto SH; magister ilmu ekonomi dan studi pembangunan:
Martinus Sudadmoko SE; magister sains akuntansi: Drs. Haris Yanuarno Ak, Eko Adi Widyanto SE, Muhamad Sjapii SE, dan Sabulon Sayang SE; magister teknik mesin: Ir. Winarno Yahdi Atmodjo, Badrur Romadlon ST, Prihanto Trihutomo ST, dan Suharto Eko Kurniawan ST; dan magister sosiologi: Drs. I Gede Nyoman Mudita, dan Drs. Budijanto. [nik]