Prasetya Online

>

Berita UB

Staf Bagian Sistem Informasi Ikuti Pelatihan di Alphine 

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1548

Sebagai pelaksanaan program cakupan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI), 10 orang staf BAPSI mengikuti pelatihan komputer. Pelatihan diadakan selama 10 hari, di Alphine Citra Komputer. Mereka terdiri dari Kepala Bagian Sistem Informasi, Kasubag Data, Kasubag Pelayanan Informasi dan staf. Materi yang diberikan meliputi program MS Acces dan pendalaman MS Excel.
Dengan pelatihan ini diharapkan terjadi peningkatan ketrampilan, khususnya dalam pengolahan data, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kinerja staf Bagian Sistem Informasi.
Pelatihan dimulai tangal 6 Maret dan berakhir pada tanggal 21 Maret 2006, dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama 5 orang staf mengikuti pelatihan pagi hari, dan tahap kedua 5 orang staf mengikuti pelatihan sore hari. Pelatihan ini akan dilanjutkan lagi bila dirasa masih perlu pengalaman lebih jauh. [MW]

Mantan Ketua Dema Unbra Moch. Amien SH Berpulang 

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2518

Mochammad Amien SH
Mochammad Amien SH
Mochammad Amien SH, mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Brawijaya (Dema Unbra), Kamis 16/3 meninggal dunia dalam usia 71 tahun. Almarhum dikenal sebagai tokoh mahasiswa pada jamannya, yakni pada masa-masa awal Orde Baru di tahun 1967-1968. Mochammad Amien (SMHk, waktu itu) menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Brawijaya pertama pada masa Orde Baru, setelah organisasi mahasiswa intra universiter ini vakum selama beberapa lama.
Dalam masa kepemimpinannya, Mochammad Amien menggelar sidang gabungan dewan dan senat-senat mahasiswa Universitas Brawijaya yang menjadi cikal bakal Student Government di universitas ini pada Oktober 1968. Sidang gabungan itu akhirnya meleburkan diri menjadi Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), organisasi mahasiswa tertinggi sebagai perwujudan dari kedaulatan seluruh mahasiswa Universitas Brawijaya. Pada bulan April 1969, MPM yang diketuai oleh Husni AS berhasil mengesahkan AD dan ART Keluarga Mahasiswa Universitas Brawijaya (KMUB), dan memilih Ketua Umum Dewan Mahasiswa yang baru, yakni Agil H. Ali.
Setelah lulus, Mochammad Amien SH aktif sebagai dosen Fakultas Hukum Unibraw hingga pensiun pada tahun 1999, di samping sebagai penasehat hukum.

Sumpah Dokter 

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 4014

Sebanyak 108 dokter baru mengucapkan sumpah dokter yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran dr. Harijanto MSPH, pada Kamis (16/03) di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya.
Dalam sambutannya Dekan menyampaikan sampai saat ini FK Unibraw telah meluluskan 3039 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia menambahkan untuk mendapatkan surat ijin praktek sebagai dokter maka mereka yang telah menempuh pendidikan tahap profesi dokter harus mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai dokter umum. Hal ini sesuai dengan UU Praktek Kedokteran dan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Sertifikat kompetensi ini harus didapatkan dari Kolegium Dokter Indonesia (KDI) sebagai kelengkapan mendapatkan Surat Tanda Registrasi dan Konsil Kedokteran Indonesia. “Ketentuan yang ada telah diwajibkan semua dokter baru yang lulus setelah April 2006,” terangnya.
Standart kompetensi dokter pada tahun 2008 nantinya hanya akan ada satu yang berasal dari KKI dan KDI. Menurut Hari, ini sesuai dengan kesepakatan draft Mutually Recognition Agreement (MRA) yang telah ditandatangi pada Mei 2005 oleh 9 negara ASEAN. Ia menyarankan agar kemampuan yang dimiliki oleh para dokter dapat ditingkatkan dengan menambah pengetahuan dan penguasaan teknologi.
Profesi kedokteran merupakan salah satu profesi yang banyak mendapatkan sorotan masyarakat. Dokter sebagai bagian jaringan sosial masyarakat menuntut untuk kinerjanya yang lebih profesional. Dr. Pawik Supriadi Sp JP, Direktur RSU Dr. Saiful Anwar menyampaikan dalam sambutannya bahwa profesionalisme seseorang hanya dapat dibuktikan oleh kemampuan menguasai dan selalu memperbaharui iptek di bidangnya.

Hasil Seleksi CPNS Unibraw 2005 

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1684

SK Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Depdiknas nomor 7758/A2/KP/2006 tanggal 11 Maret, menetapkan dan mengumumkan kelulusan 84 orang CPNS formasi tahun 2005 di lingkungan Universitas Brawijaya. CPNS baru itu terinci 69 orang dari pelamar umum, dan 15 orang dari pelamar honorer.
Daftar selengkapnya dapat 
diklik di sini.

Berdasarkan SK tersebut, Rektor mengeluarkan pengumuman nomor 006/Peng/2006 yang ditandatangani PR-II Prof. Dr. Moch. Munir SH atas nama Rektor, dikeluarkan tanggal 15 Maret 2006. Pengumuman itu mengundang para peserta seleksi yang dinyatakan lulus untuk hadir pada hari Kamis, 16 Maret 2006, pukul 9.00 WIB, di ruang sidang lantai VIII, gedung Rektorat Unibraw guna mendapatkan pengarahan dan penjelasan tentang prosedur kepegawaian.
Untuk itu, peserta yang lulus diminta mempersiapkan berkas-berkas: surat lamaran (ditulis tangan sendiri, dengan huruf latin, menggunakan tinta hitam, tidak boleh dengan ballpoint; nama, tempat, tanggal lahir, dan alamat harus sama dengan yang tertera pada ijazah) ditujukan kepada Mendiknas melalui Rektor Unibraw, SKKB(surat keterangan kelakuan baik), surat keterangan sehat jasmani dan rohani, dan kartu kuning (kartu tanda pencari kerja).

Sosialisasi Peraturan Internasional Ketenaganukliran 

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1912

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
Perkembangan peraturan yang pesat mengiringi perkembangan iptek nuklir yang cepat menuntut pemahaman yang tepat dan obyektif mengenai hal itu. Dalam rangka memperdalam pemahaman tentang peraturan internasional dalam pemanfaatan iptek nuklir demi kepentingan nasional, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Rabu (15/3), mengadakan sosialisasi tentang peraturan internasional ketenaganukliran.
Hadir sebagai pembicara Dr. Ferhat Azis MSc (Kepala Biro Kerjasama Hukum dan Humas BATAN), Estopet MD Sormin SH (Kepala Bagian Perjanjian, Biro Kerjasama Hukum dan Humas BATAN), dan Mohammad Ridwan SH MS (dosen Fakultas Hukum Unibraw).
Dalam makalahnya "Peranan Indonesia dalam Konvensi Ketenaganukliran", Dr. Ferhat Aziz menyatakan keselamatan dan keamanan teknologi nuklir diatur dan diawasi secara internasional dalam berbagai konvensi/traktat. Hal ini adalah sebagai upaya masyarakat internasional dalam pemanfaatan iptek nuklir untuk maksud damai, pembudayaan keselamatan dan keamanan nuklir yang mencakup aspek lingkungan masyarakat dan pekerja, proteksi dari penyalahgunaan terhadap bahan nuklir dan fasilitas nuklir, pengawasan dan pengelolaan bahan bakar bekas dan limbah radioaktif, dan asistensi terhadap penanggulangan dampak kecelakaan dan kedaruratan. Dikatakan pula, Indonesia mendukung upaya peningkatan keselamatan dan keamanan nuklir secara global melalui ratifikasi berbagai konvensi/traktat internasional ketenaganukliran, termasuk pemisahan yang efektif antara fungsi badan pengawas (BAPETEN) dan badan pelaksana (BATAN).
Khawatir berlebihan
Sementara itu, Estopet MD Sormin SH, dalam makalah berjudul "Ketentuan Internasional Ketenaganukliran di bidang Pemanfaatan Nuklir untuk Tujuan Damai", mengatakan kekhawatiran sebagian besar masyarakat tentang dampak pemanfaatan iptek nuklir seringkali berlebihan, melampaui batas kewajaran ilmu pengetahuan dan logika. Ditambahkannya, berbagai konvensi dan ketentuan internasional ketenaganukliran yang ada saat ini setidaknya dapat mencegah atau sama sekali tidak memungkinkan suatu negara untuk mengembangkan dirinya menjadi negara nuklir. Hal ini, menurut Estopet, dikarenakan teknik pengawasan (safeguard) yang dikembangkan IAEA (badan tenaga atom internasional) sangat efektif untuk evaluasi pertanggungjawaban pemanfaatan nuklir, pengawasan terhadap pekerja, masyarakat, dan lingkungan, serta transparansi program dan fasilitas nuklir. Dinyatakan pula Indonesia yang telah meratifikasi berbagai peraturan internasional ketenaganukliran maupun melalui peraturan nasionalnya, hanya akan memanfaatkan nuklir untuk tujuan damai.
Acara yang digelar di Ruang Sidang Utama Fakultas Hukum Unibraw ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen hukum dari perguruan tinggi di Malang. [vty]