Prasetya Online

>

Berita UB

Penjaringan Siswa Berprestasi 2006, 17,4% Tidak Daftar Ulang

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1983


Universitas Brawijaya, Rabu 5/7, mengadakan pendaftaran ulang calon mahasiswa yang terseleksi melalui program Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB). Dalam kesempatan ini, ternyata 128 calon tidak mendaftar ulang, yang berarti hilang haknya menjadi mahasiswa Unibraw untuk tahun akademik 2006/2007 yang terseleksi melalui jalur PSB.
Seleksi PSB sendiri telah berlangsung beberapa bulan yang lalu dan telah diumumkan hasilmya 1 Mei 2006 silam. Dalam pengumuman itu, terjaring 745 orang calon yang dari 7298 pendaftar yang berasal dari 668 SMTA (sekolah menengah tingkat atas) di seluruh Indonesia. Dari 745 orang itu, 701 orang terseleksi melalui jalur akademik, dan 44 orang melalui jalur non akademik. Mendahului pendaftaran ulang, pekan silam Senin 26/6, telah diadakan tes bakat/ketrampilan terhadap 44 orang calon yang diterima PSB dari jalur non akademik. Dari hasil tes itu, 9 orang dinyatakan gugur sementara 35 sisanya lolos. Kepada mereka yang lolos ini pun diwajibkan hadir untuk melakukan daftar ulang pada pagi hari ini, Rabu 5/6, di Sasana Samanta Krida.
Hasil rekapitulasi panitia, tercatat 128 calon atau 17,4% dari peserta tidak melakukan daftar ulang. Sementara 608 orang calon dari 44 program studi melakukan daftar ulang. Secara rinci, program studi ilmu hukum 42, ekonomi pembangunan 14, manajemen 38, akuntansi 25, administrasi publik 24, administrasi bisnis 22, agronomi 9, hortikultura 7, ilmu tanah 12, ilmu hama dan penyakit tumbuhan 11, penyuluhan dan komunikasi pertanian 7, sosial ekonomi pertanian 19, pemuliaan tanaman 9, produksi ternak 8, nutri dan makanan ternak 15, sosial ekonomi peternakan 2, teknologi hasil ternak 10, teknik sipil 12, teknik mesin 15, teknik elektro 20, teknik pengairan 14, arsitektur 11, perencanaan wilayah dan kota 13, teknik industri 9, pendidikan dokter 11, ilmu keperawatan 11, ilmu gizi 8, manajemen sumberdaya perairan 7, teknologi hasil perikanan 8, sosial ekonomi perikanan 6, budidaya perairan 11, pemanfaatan sumberdaya perikanan 7, biologi 7, kimia 8, fisika 10, matematika 10, statistika 13, ilmu komputer 11, teknologi hasil pertanian 18, teknik pertanian 14, teknologi industri pertanian 19, sosiologi 17, ilmu komunikasi 36.
Pendaftaran ulang ini dilaksanakan bersamaan dengan hari pertama pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB).
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Prof Yogi Sugito beserta para pejabat lainnya. Dalam kesempatan itu, Rektor memperkenalkan satu persatu rombongan yang menyertai kenjungannya kepada para calon mahasiswa baru. [Far]

Terorisme: Basir Umar Dilimpahkan ke Kejari Malang

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1633

Malang, Kompas - Tim Penyidik Detasemen Khusus 88 menyerahkan tersangka baru aksi terorisme di Indonesia kepada Kejaksaan Tinggi Jatim yang kemudian langsung dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Malang, Selasa (4/6). Pelimpahan ke Kejari Malang terkait dengan tempat kejadian perkara.
"Hari ini adalah penyerahan tahap kedua dari penyidik Densus 88 kepada penuntut umum untuk tersangka dan barang bukti. Tersangka jangan sampai error inpersona," tutur Kepala Kejari Malang Syafrudin seusai penyerahan barang bukti. Tersangka yang diserahkan bernama Ahmad Basir Umar (32), warga Jalan Kalimas, Surabaya.
Dalam kesempatan itu Densus 88 menyertakan 28 barang bukti, antara lain tas warna hitam, satu buku Hukum Bom Bunuh Diri dan Antek-anteknya, satu buku Ketika Jihad Memanggil, dua bendel alasan mengapa berjihad, satu bendel operasi identity, satu buku Hukum Intel, satu bendel Principle of War, dua marhalah taqwiyah, dan sejumlah barang bukti lainnya.
"Bukti-bukti ini semua akan jelas saat di pengadilan. Kami secepatnya akan melimpahkan kasus ke pengadilan, setelah mendiskusikan dakwaan secara formal dan konstruksinya," kata Syafrudin.
Dia menuturkan, tersangka didakwa Pasal 13 B Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang diubah menjadi Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan PP Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002, yaitu menyembunyikan pelaku tindak pidana terorisme. Ancaman hukuman pelanggaran pasal itu adalah pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun.
Menurut salah satu jaksa penuntut umum (JPU) senior dari Kejati Jatim, Mulyono, tersangka Basir dianggap menyembunyikan Noordin M Top karena pernah dua kali bertemu dengan Noordin di Asrama KOPMA Universitas Brawijaya Malang dalam rentang waktu 2004-2005, namun tidak melaporkan ke pihak berwajib. Pertemuan itu dimungkinkan dalam rangka merekrut atau memberikan pelatihan tentang terorisme.
"Dalam Undang-Undang Terorisme, kalau pernah bertemu teroris namun tidak melaporkannya, maka dianggap terlibat," ucap Mulyono.
Basir sendiri, menurut Mulyono, adalah ketua perwakilan wilayah Jatim salah satu organisasi yang terkait dengan Jamaah Islamiyah. Dia selama ini memiliki dua tempat kos, antara lain di Asrama KOPMA Unibraw. "Mereka selama ini sering berpindah-pindah," ucapnya. (DIA/Ina) http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0607/05/jatim/54578.htm

SPMB Unibraw Hari Pertama Berjalan Aman

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1670


Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) digelar serentak di seluruh Indonesia mulai pagi hari ini Rabu 5/7, dan akan berlangsung juga besok Kamis 6/7. SPMB Universitas Brawijaya, yang berlangsung seluruhnya di dalam kampus Unibraw, menyediakan tempat ujian bagi 9000 peserta tes, terinci 3200 peserta tes IPA, 3800 peserta tes IPS dan 2000 peserta tes IPC.
Namun demikian, tercatat 163 calon yang tidak mengembalikan formulir kepada panitia, sehingga otomatis termasuk peserta absen. Di samping itu tercatat pula sebanyak 96 peserta ujian absen pada hari pertama ini, terinci atas 46 peserta tes IPA, 33 peserta IPS, dan 17 peserta IPC.
Tidak banyak kasus yang terjadi dalam pelaksanaan ujian hari pertama ini, sehingga terkesan berjalan lancar, aman dan terkendali. Kejadian yang terdeteksi oleh Crisis Center di antaranya 13 kartu peserta hilang, dan 2 orang peserta terlambat (lebih dari 15 menit). Sementara peserta tersesat meskipun ada, tapi dapat segera ditangani. Tidak dilaporkan terjadinya penyimpangan apapun pada hari pertama ujian ini. Hanya sedikit kemacetan lalu lintas terjadi beberapa saat setalah ujian usai di jalan poros kampus Unibraw dan sekitar gerbang kampus di Jalan Veteran maupun di Jalan Mayjen Haryono. Satuan Pengamanan dibantu aparat kepolisian dengan sigap menangani masalah ini.
Sementara itu upaya panitia meningkatkan kualitas pengawasan dilakukan dengan menambah jumlah pengawas, dari semula 515 orang pengawas menjadi 586 orang pengawas, sehingga ratio pengawas:peserta menjadi 1:15,4 jauh lebih baik daripada ratio semula 1:17,5.
Pagi ini, Rektor Prof. Yogi Sugito beserta para pejabat lain, mengadakan kunjungan ke lokasi-lokasi ujian untuk mengamati secara langsung jalannya tes. Selepas kunjungan ini, Rektor beserta rombongan melakukan kunjungan ke laboratorium dan fasilitas pendidikan di beberapa fakultas, meninjau fasilitas gedung alumni dan gedung Bank BTN yang sedang dalam taraf penyelesaian pembangunannya, serta bertatap muka dengan para calon mahasiswa baru yang terseleksi melalui Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB) yang melakukan daftar ulang di Sasana Samanta Krida. [Far]

Tes SPMB Diikuti 22.000 Peserta

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1574

Tes SPMB Diikuti 22.000 Peserta
Rabu, 05 Juli 2006
Untuk Hindari Kecurangan, Pengawasan Ditingkatkan
Malang, Kompas - Kota Malang kini dibanjiri sekitar 22.000 orang yang akan mengikuti tes seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk tiga perguruan tinggi negeri di kota ini, yang akan digelar mulai Rabu (5/7) ini. Ketiga PTN tersebut adalah Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang dan Universitas Islam Negeri.
Subpanitia ujian masuk lokal ketiga perguruan tinggi negeri sudah siap menyelenggarakan tes. Humas Universitas Brawijaya Farid Atmadiwirya menjelaskan, pihaknya sudah siap menyelenggarakan tes ini dengan seksama, termasuk peningkatan cara pengawasan terhadap peserta tes.
"Tahun lalu kami sempat kebobolan karena ada sederet peserta tes dengan pola jawaban yang persis sama sebagaimana tampak dari pemeriksaan jawaban dengan komputer. Namun, usaha mereka menjawab soal secara curang tidak termonitor petugas," katanya.
Tahun ini pihaknya menyiagakan 515 pengawas yang direkrut dari tenaga pengajar senior. "Gunanya agar kewaspadaan dan keseriusan pengawasan terhadap peserta ditingkatkan. Setiap pengawas senior akan didampingi pengawas yunior dari tenaga administrasi yang bertugas sebagai pembagi soal," katanya.
Meski demikian, karena alasan keterbatasan biaya, jumlah pengawas yang diterjunkan dalam tes belum bisa berubah dari rasio selama ini, yaitu satu pengawas untuk 10 peserta tes. "Satu kelas ada yang terdiri dari 20 peserta dan ada yang terdiri dari 40 peserta. Pada kelas dengan 20 orang itu ada dua pengawas, namun pada kelas dengan 40 orang ada tiga pengawas," katanya.
Selain 22.000 peserta ujian itu, Kota Malang kini juga dimasuki ribuan mahasiswa baru peserta program penelusuran siswa berprestasi (PSB). Jumlahnya di Unibraw saja mencapai 745 mahasiswa. Mereka wajib hadir di kampus pada Rabu ini dan menurut aturan dilarang mengikuti tes SPMB. "Mereka boleh mengikuti tes SPMB, namun dengan syarat harus melepaskan kesempatan terjaring dalam PSB," kata Farid.
Jumlah sebesar itu, kata Farid, berasal dari 7.298 siswa SMA pendaftar yang berasal dari 668 sekolah se-Indonesia. Hari Selasa, di berbagai sudut kawasan kampus tampak rombongan kecil para peserta tes sedang menengok bakal lokasi tes atau calon mahasiswa PSB yang datang bersama orangtua maupun pengantarnya.
Mereka tampak baru turun dari bus atau angkutan kota, membawa tas besar, dan bertanya-tanya lokasi kampus atau tempat kos. Ada juga mahasiswa yang datang berombongan dari luar kota dengan kendaraan sendiri, beramai-ramai mengendarai mobil pribadi yang dipenuhi tas dan barang bawaan. " Setiap pengawas senior akan didampingi pengawas yunior dari tenaga administrasi yang bertugas sebagai pembagi soal. " Farid Atmadiwirya, Humas Unibraw [Oleh Dody Wisnu Pribadi]
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0607/05/jatim/54596.htm

LPM Unibraw Gelar Semiloka Koperasi UKM 2006

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Juli 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1352

Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Brawijaya bekerjasama dengan LPM Universitas Airlangga Surabaya menggelar semiloka "Memacu Ketangguhan Koperasi-UKM sebagai Pelaku Ekonomi dalam Meningkatkan Daya Saing Koperasi di Era Global" pada Rabu 5 Juli 2006, di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Semiloka ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada praktisi koperasi dan mereka yang peduli dengan koperasi, untuk maju dan berkembang dalam sebuah
Dasar pemikiran yang melandasi kegiatan ini adalah bahwa selama ini koperasi di Indonesia dikembangkan dengan dukungan pemerintah dan berbasis pada sektor primer serta mampu memberikan lapangan kerja terbesar bagi penduduk. Lima puluh sembilan tahun sudah koperasi Indonesia berkembang. Meski di satu sisi menunjukkan keberhasilan pelaksanaan program pemerintah seperti swasembada beras namun juga masih menimbulkan beban sosial dan dikatakan oleh sebagian orang belum menjadi soko guru perekonomian nasional. Agar benar-benar tercipta koperasi yang kuat, tangguh, serta diandalkan, diperlukan sebuah revitalisasi gerakan koperasi yang menyentuh semua aspek primer maupun sekunder.
Kegiatan semiloka diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-59. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta ini dibuka oleh Sekretaris LPM Universitas Brawijaya Prof.Dr.Ir. Bambang Suharto, MS. Hadir sebagai pembicara yaitu Kepala Dinas Koperasi PK&M Propinsi Jawa Timur Soedirman SH MM, Kabag Bina Lingkungan dan Usaha Kecil PT Semen Gresik (Persero) Tbk Drs. Budi Priyantono, pemerhati koperasi Prof. Dr. Sri Edi Swasono, kepala Dekopinda Malang Prof. Dr. JG Nirbito MPd., dan Ketua umum Puskud Jatim Drs. H. Mardjito GA. Materi yang disampaikan meliputi "Memacu Ketangguhan Koperasi-UKM sebagai Pelaku Ekonomi dalam Meningkatkan Daya Saing Koperasi di Era Global", "Penyediaan Dana PUKK BUMN: Menuju Optimasi Pembinaan Koperasi sehingga Memiliki Daya Saing di Era Global", "Pengembangan Pendekatan Pemberdayaan Koperasi Tanpa Meninggalkan Jati Diri Koperasi", "Strategi dan Kiat Jitu Koperasi: Pajak Berkeadilan Guna Memacu Ketangguhan Koperasi sebagai Pelaku Ekonomi", serta materi "Peran dan Upaya yang harus dilakukan didalam peningkatan kinerja dan penguatan bisnis koperasi UKM di era global: pemberdayaan daya saing pemasaran". [nik]