Prasetya Online

>

Berita UB

Dr. Joyce Lapian: Produsen Kopra Masih Perlu Pemberdayaan

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2364


Perubahan pola hidup manusia juga menyebabkan perubahan selera konsumen, produksi kompetitor bukan hanya berlaku di bidang industri pabrikan non-agribisnis saja, tetapi berlaku juga pada bidang agribisnisnis termasuk perkebunan kelapa rakyat.
Kopra dan minyak goreng sebagai produk turunan komoditi kelapa, merupakan komoditi ekspor nonmigas yang memiliki prospek pasar yang cerah.
Namun, kebijakan pembatasan ekspor minyak kelapa dan kopra pada tahun 1979-1990 mengakibatkan menurunnya peluang pasar ekspor kopra Indonesia. Adanya substitusi minyak kelapa dengan minyak sawit semakin berpengaruh pada perkembangan industri kelapa. Demikian ungkap Stanss Levynna Hermien Verronica Joyce Lapian dalam ujian disertasinya yang berjudul "Strategi Pemasaran Produsen Kelapa Tradisional dan Non Tradisional serta Pengaruhnya terhadap Kinerja di Sulawesi Utara", yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin (3/10).
Ujian disertasi Joyce Lapian dipromotori oleh Prof. Dr. Djumilah Zain SE, serta kopromotor Prof. Dra. SM Kiptiyah MSc dan Armanu Thoyib SE MSc PhD. Sementara tim penguji terdiri dari Prof. Ir. M. Iksan Semaoen MSc PhD, Dr. Agus Suman SE DEA, M. Syafi'ie Idrus SE MEc PhD, dan penguji luar instansi Prof. Dr. Arsono Laksmana SE Ak.
Obyek penelitian Joyce Lapian adalah produsen kelapa/kopra di Sulawesi Utara dengan sampel sebanyak 102 responden. Dari penelitiannya diketahui bahwa separuh produsen kelapa di daerah itu sudah berorientasi maju atau non-tradisional, namun masih dibutuhkan Pemberdayaan (empowering) dari pemerintah.
Pada akhir ujian terbuka tersebut, Joyce Lapian dinyatakan lulus dan berhak memperoleh gelar doktor dalam ilmu ekonomi dengan kekhususan manajemen, dengan predikat kelulusan memuaskan, indeks prestasi kumulatif 3,2.
Dr. Joyce Lapian, kelahiran Manado 43 tahun silam, adalah dosen Universitas Sam Ratulangi Manado, gelar sarjana ekonomi diperoleh dari Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado (1985), dan gelar master dari Management Sciences and Public Policy Studies, University of Tsukuba Jepang (1990).
Pernah mendapatkan penghargaan sebagai dosen teladan di Universitas Sam Ratulangi (1992) dan aktif pada berbagai organisasi profesi di antaranya ISEI. [nik]

Laporan PRASETYA dari Aceh (2)

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1526

Keberlanjutan Pendidikan Masih Terancam. Tsunami yang melanda masyarakat Aceh beberapa waktu silam, masih menyisakan trauma yang mendalam di Aceh, baik fisik maupun psikis. Sebagian sarana prasarana telah mulai didirikan walau di sana-sini masih nampak kerusakan dan puing-puing bangunan serta banyak pula masyarakat yang masih tinggal di barak pengungsian.
Dalam kesempatan tersebut, kami sempat mengunjungi beberapa kawasan di Banda Aceh yang masih rata seperti di Desa Lampuuk Kecamatan Lhok Nga, Desa Ulhee Leueu serta Kampung Jawa. Di Desa Ulhee Leue semua bangunan rata dengan tanah kecuali masjid yang masih tegak berdiri di kawasan tersebut. Sedangkan di Kampung Jawa, masyarakat yang tinggal di barak pengungsian tetap bertahan di sana, enggan pindah dari barak dan mempertahankan tanahnya dari rencana pemerintah untuk mendirikan ruko di kawasan tersebut.
Di samping permasalahan sarana prasarana, sebagian besar masyarakat Aceh masih menderita trauma atas kejadian tersebut terutama mereka yang kami survey adalah anak-anak usia sekolah. Seperti disampaikan oleh guru-guru yang sempat kami kunjungi, indikasi trauma tersebut nampak ketika hujan turun anak-anak segera berhamburan lari keluar kelas dan bahkan gurunya pun turut pula walau banyak pula relawan yang berhasil menghibur mereka untuk tetap tinggal di kelas ketika hujan turun dan PBM sedang berlangsung.

Seminar Regional Penanggulangan Gangguan Pernafasan

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1831

Himpunan Mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Uni-versitas Brawijaya, mengadakan seminar regional, hari Minggu (2/10) di gedung PPI. Seminar membahas tinjauan medis dan perawatan pasien ARDS (Adult Respiratory Distress Syndrome).
ARDS terjadi sebagai komplikasi dari penyakit lain atau trauma yang berkembang parah dan progresif akibat proses inflamasi sistemik. Beberapa penyakit dan trauma yang biasa menyebab-kan ARDS di antaranya adalah shock, infeksi gram negatif, transfusi masif, cardiopulmonary bypass, eklamsia, luka bakar, pnemunia, trauma emboli lemak, dan tenggelam.
Seminar diikuti oleh sekitar 200 peserta dari sekolah dan akademi perawat se Jawa Timur, menghadirkan pemateri dr. Antonius Freddy SpEM, dr. Ari Prasetyadjati SpEM dan Ns. Nisofa SKp dari RSUD Saiful Anwar Malang. [nik]

Wisuda Periode II Tahun 2005/2006

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2128


Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, di hadapan rapat terbuka Senat Universitas Brawijaya, di Sasana Samanta Krida, Sabtu (1/10), mewisuda 1005 orang lulusan periode II tahun akademik 2005/2006, terdiri dari 904 lulusan program sarjana dan program diploma, dan 101 orang lulusan program pascasarjana.
Fakultas Hukum meluluskan 45 orang, Fakultas Ekonomi 132 orang, Fakultas Ilmu Administrasi 171 orang, Fakultas Pertanian 133 orang, Fakultas Peternakan 25 orang, Fakultas Teknik 118 orang, Fakultas Perikanan 54 orang, Fakultas MIPA 95 orang, dan Fakultas Teknologi Pertanian 63 orang. Sementara itu Program Pascasarjana, untuk periode II ini meluluskan  9 orang doktor, dan 92 orang magister.

Wisudawan Terbaik
Rektor juga memberikan penghargaan kepada 20 orang wisudawan terbaik untuk setiap program dan fakultas dengan kriteria IP kumulatif tertinggi dan lama studi tercepat. Mereka itu adalah: Niken Galuh Luciareny SH (S1 Ilmu Hukum), Eka Findi Tresnawati SE (S1 Akuntansi), Trini Irmawati AMd (D-III Keuangan dan Perbankan), Wenny Mardhatanti SAB (S1 Ilmu Administrasi Bisnis), Febe Parmawati AMd (D-III Pariwisata), Nila Santi SP (S1 Pemuliaan Tanaman), Edi Susanto Amd (D-III Agribisnis Pertanian), Nuraini Nadzifah SPt (S1 Nutrisi dan Makanan Ternak), Anggita Wahyu Pratiwi ST (S1 Teknik Elektro), Tri Puspitasari SPi (S1 Sosial Ekonomi Perikanan), Rini Astuti SSi (S1 Statistika), Mutmainnah AMd (D-III Manajemen Informatika), Ani Fitriyah STP (S1 Teknologi Industri Pertanian), Aniati Rochmah AMd (D-III Manajemen Sistem Industri Pertanian), Truroyya SS (S1 Sastra Inggris), Ni Luh Putu Premita Ary Wardani AMd (D-III Bahasa Inggris), Sudartik AP (D-I Bahasa Tionghoa), Dr. Abdul Yuli Andi Gani MS (S3 Ilmu Administrasi), dan Aji Dedi Mulawarman SP MPA (S2 Sains Akuntansi). [Far]

Seminar Nasional Jalur Lintas Selatan

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2670


Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) sebagai sistem jaringan jalan di wilayah selatan Propinsi Jawa Timur diharapkan dapat menunjang sistem transportasi dan pembangunan semua sektor, terutama di bidang industri, perdagangan dan pariwisata.
Fakultas Teknik Universitas Brawijaya tergerak untuk membahas pembangunan Jalur Lintas Selatan dalam sebuah seminar nasional bertajuk "Pengaruh Pembagunan Jalur Lintas Selatan Jawa Timur terhadap Tata Air dan Lingkungan", di gedung PPI Unibraw, Sabtu 1/10.
Ketua pelaksana seminar, Dr. Ery Suhartanto ST MT, pakar hidrologi dan staf pengajar FT Unibraw, menjelaskan, sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan, pembangunan JLS seharusnya dapat menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan kepentingan untuk menjaga kualitas lingkungan dan ekosistem, serta keseimbangan antara generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Dampak negatif dari setiap aktivitas pembangunan khususnya JLS terhadap keberadaan sumberdaya air yang harus dikelola untuk kebutuhan jangka panjang harus dapat dihindarkan atau diminimumkan, sehingga tidak mengganggu tujuan pengelolaan DAS yaitu terwujudnya kondisi yang optimal
Dikatakannya, kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan semua pihak yang berkompeten dalam pembangunan JLS yaitu Bappeprov, Dinas Pengairan Jatim, Binamarga Jatim, Perum Jasa Tirta I, serta pemerintah kabupaten yang dilalui JLS, meliputi Pacitan, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.