Prasetya Online

>

Berita UB

Dirjen Otda: Berdayakan Daya Saing Daerah 

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3768


Di era globalisasi dengan kondisi persaingan disegala bidang yang makin tajam, pemerintah daerah dituntut untuk mengubah paradigma orientasi lokal menjadi orientasi global. Untuk itu pemerintah daerah diharapkan dapat mengembangkan wilayahnya menjadi wadah yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan investasi dan industri, dengan penekanan pada kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan, dengan menggunakan potensi sumber daya manusia serta sumberdaya alam lokal, kelembagaan dan teknologi. Demikian ungkap Direktur Jenderal Otonomi Daerah Drs Kausar AS MSi, sebagai keynote speaker dalam seminar nasional “Mewirausahakan Birokrasi untuk Menyejahterakan Rakyat”, di Widyaloka, Sabtu (7/1) lalu.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa langkah yang dapat dikembangkan pemerintah daerah adalah melakukan pemetaan secara cermat dengan pendekatan yang dapat dipertanggungjawabkan, mengenai berbagai potensi yang dimiliki oleh setiap daerah. Memberdayakan daya saing daerah, merupakan rumusan strategi pencapaian yang dapat dilakukan. Daya saing daerah haruslah spesifik atau tidak serupa, dengan memunculkan dan memupuk core competence-nya masing-masing, agar mampu mewujudkan pusat-pusat pertumbuhan di seluruh wilayah tanah air.
Setelah memberdayakan daya saing, Kausar menjelaskan bahwa daerah juga dituntut untuk memasarkan daya saing daerah. Dengan menyusun sebuah sistem jaringan kerjasama antar daerah, maka masing-masing daerah dapat tukar menukar informasi mengenai potensi daerahnya. Selain itu juga dapat meningkatkan minat investor dan masyarakat untuk berinvestasi.

Sektor Publik Masih Asing Melakukan Inovasi 

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3502

Ir. Fadel Muhammad
Ir. Fadel Muhammad
Gubernur Gorontalo Ir. Fadel Muhammad sebagai panelis dalam seminar nasional "Mewirausahakan Birokrasi untuk Menyejahterakan Rakyat" di Widyaloka Unibraw, Sabtu 7/1, mengatakan, sektor publik masih relatif asing dalam melakukan inovasi, karena yang lazim melakukan adalah sektor swasta. Tetapi saat ini aktivitas inovasi adalah suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi. Inovasi tidak hanya menciptakan kesadaran bagi penyelenggara organisasi publik akan pentingnya proses pertukaran pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga bagaimana mencangkokkan hasil inovasi tersebut dalam agenda sektor publik.

Pro perubahan
Dalam makalah berjudul "Transformasi Organisasi Publik dari Mindset Birokratik ke Mindset Entrepreneurial (Pengalaman Gorontalo)", menurut Fadel, untuk membangun kesadaran akan pentingnya proses pertukaran pengetahuan dan pengalaman serta memanfaatkan hasil inovasi ke dalam agenda sektor publik, diperlukan orientasi kewirausahaan. Orientasi kewirausahaan memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan budaya organisasi yang pro perubahan. Orientasi kewirausahaan adalah suatu orientasi yang mengedepankan kepekaan dan upaya bagaimana memanfaatkan peluang untuk melakukan social improvement dengan memanfaatkan hasil-hasil inovasi dan penemuan yang ada.
Orientasi kewirausahaan berperan penting dalam mengembangkan entrepreneurship capital melalui 3 cara, yakni pertukaran pengetahuan untuk meningkatkan kinerja organisasi, kompetisi gagasan baru untuk menghasilkan produk dan metode baru, dan eksploitasi keunikan dan keistimewaan daerah untuk meningkatkan keunggulan daerah.
Sementara itu, melalui perubahan orientasi dari statis menjadi dinamis organisasi publik akan berubah dalam melihat lingkungan. "Jika sebelumnya selalu melihat ke dalam (inward looking) bahwa lingkungan harus menyesuaikan dengan orientasi organisasi, maka sekarang organisasi dituntut untuk berorientasi ke pasar, yaitu apa yang diinginkan pelanggan", ujar Fadel.

Seminar Nasional Mewirausahakan Birokrasi 

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2462

seminar nasional Mewirausahakan Birokrasi untuk Menyejahterakan Rakyat
seminar nasional Mewirausahakan Birokrasi untuk Menyejahterakan Rakyat
Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya, Sabtu (7/1), menyelenggarakan seminar nasional "Mewirausahakan Birokrasi untuk Menyejahterakan Rakyat". Seminar ini merupakan kerjasama antara FIA Unibraw dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri. Di tengah-tengah seminar, diadakan acara penandatanganan MoU antara Universitas Brawijaya dan Gubernur Gorontalo.
Keynote speaker dalam seminar ini adalah Dirjen Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri Drs. Kausar AS MSi, membawakan judul "Reorientasi Pengelolaan Daerah". Sedangkan para panelis terdiri dari praktisi pemerintahan dan akademisi. Dalam diskusi panel I, Dirjen Bina Administrasi Keuangan Daerah (BAKD) Dr. Daeng Mochammad Nazier MA yang diwakili staf Subditjen Fasilitator Pertanggungjawaban Pengawasan Keuangan Daerah membawakan makalah dengan judul "Accountable Government", Gubernur Gorontalo Ir. Fadel Muhammad membawakan makalah "Transformasi Organisasi Publik dari Mindset Birokratik ke Mindset Entreprenuerial (Pengalaman di Gorontalo)", Bupati Lamongan Masfuk SH membawakan "Pemerintahan yang Berorientasi pada Hasil", dan pakar kebijakan publik Unibraw Prof. Dr. M. Irfan Islamy MPA dengan makalah "Mewirausahakan Birokrasi untuk Menyejahterakan Rakyat: Mungkinkah?".
Sementara itu dalam diskusi panel II, Bupati Banyuwangi Hj. Ratna Ani Lestari SE MM membawakan "Mewirausahakan Birokrasi untuk Kesejahteraan Rakyat", Walikota Tarakan dr. Jusuf SK dengan makalah "Pemerintahan yang Berorientasi pada Pelanggan", Ketua Tim Inkubator Bisnis Unibraw Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito dengan topik "Model dan Mekanisme Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi di Indonesia", dan Drs. Andi Fefta Wijaya MDA PhD dari FIA Unibraw dengan judul "Good Governance dan Mewirausahakan Birokrasi".
Dengan subtema "Transformasi Semangat Wirausaha  ke dalam Sektor Publik", seminar ini diikuti oleh para bupati, walikota, ketua DPRD, sekretaris daerah, para asisten, kepala biro, kepala badan, kepala kantor dan kepala bagian di lingkungan sekretariat daerah, para kepala dinas dan kepala seksi serta camat. Selain itu, para pimpinan perguruan tinggi, mahasiswa pascasarjana dari disiplin ilmu administrasi juga berpartisipasi sebagai peserta.
Dalam hal ini, Dirjen Otda Drs. Kausar AS MSi, telah merekomendasikan agar para gubernur Jateng, Jatim, Bali dan NTB serta para bupati dan walikota menugaskan para pejabat di lingkungan unit kerja masing-masing untuk mengikuti seminar. Rekomendasi itu menunjuk 39 kabupaten dan kota di Jawa Timur, 36 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, 9 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, dan 9 kabupaten dan kota di Nusatenggara Barat. [Far]

Bedah Buku, Assalamu’alaikum: Islam Agama Perubahan 

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2401

Di gedung Program Diploma Pariwisata Universitas Brawijaya, Sabtu (7/1), HMI MPO Komisariat Unibraw menyelenggarakan bedah buku dengan judul "Assalamu’alaikum: Islam Itu Agama Perlawanan" karangan Eko Prasetyo. Bekerja sama dengan penerbit buku Resist Yogyakarta, acara ini menghadirkan pembanding aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Abdul Malik.
Dalam paparannya, Eko Prasetyo mengungkapkan perlawanan perlu dilakukan Islam terhadap beberapa hal, seperti  bentuk-bentuk ketidakadilan, kesenjangan dan invasi lembaga keuangan asing. Pemahaman semacam ini menurutnya penting di tengah fenomena “fakta tidurnya” negara kita yang dihadapkan pada fungsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menyejahterakan rakyat dan melindungi ketertiban dunia. Di akhir kesempatan, ia menyampaikan beberapa konklusi terkait dengan agenda mendesak yang perlu dilakukan meliputi perubahan metodologi pendidikan, independensi untuk mengganti fungsi negara yang sedang “tidur” serta mengubah tradisi gerakan.
Sementara itu, menurut Abdul Malik dalam bandingannya, dibutuhkan keyakinan serta sikap optimisme dalam pengamalan nilai-nilai Islam serta perumusan “common enemy”, solidaritas internal dan eksternal serta akomodatif terhadap berbagai metodologi yang ada terutama dalam hal internalisasi nilai-nilai Islam dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam mengkritik buku tersebut, ia menyampaikan respon positif dalam penulisan yang dinamis meliputi narasi kata-kata, pencatutan berbagai kata-kata hikmah serta hal-hal lucu dalam bentuk kartun. [nok]

Ditemukan, Balon Berhadiah Dies Unibraw 

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2580

Balon berhadiah dalam rangka Dies Natalis ke-43
Balon berhadiah dalam rangka Dies Natalis ke-43
Balon berhadiah dalam rangka Dies Natalis ke-43 Universitas Brawijaya yang diterbangkan kemarin (5/1), sekitar pukul 13.00 WIB siang telah ditemukan di kawasan Nongkojajar (Pasuruan) oleh anggota Batalyon Infanteri Lintas Udara 502 Jabung, Malang. Mewakili anggota regunya, Koptu Karnadi telah datang ke Kantor Pusat Unibraw untuk mengambil hadiah, Jumat pagi (6/1). Hadiah diserahterimakan oleh Kabag Kemahasiswaan Ali Farid SH, selaku Panitia Dies Natalis Unibraw kepada Koptu Karnadi, disaksikan oleh isteri dan anak Koptu Karnadi yang datang menyertainya ke Kantor Pusat Unibraw.
Menurut penuturan Koptu Karnadi, sekumpulan balon yang membawa umbul-umbul berhadiah tersebut ditemukan tersangkut pada sebatang pohon oleh anggota regunya yang sedang mengadakan latihan rutin lintas alam di daerah Nongkojajar, Pasuruan. Kemudian balon-balon tersebut kemudian dibawa pulang ke asrama dan dibagi-bagikan kepada anak-anak mereka.
Sementara itu hadiah uang tunai senilai satu juta rupiah yang diterimanya itu, menurut Koptu Karnadi, rencananya akan dibelikan hewan kurban yang akan disembelih pada waktu hari raya Idul Adha 1426H mendatang. Ayah dua putri ini mengharapkan agar kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan Yonif Linud 502, antara lain dalam pembinaan olahraga bela diri di lingkungan kampus yang telah terjalin selama ini semakin erat. Selain itu ia berharap agar Universitas Brawijaya semakin jaya dan para lulusan Universitas Brawijaya nantinya, tidak segan-segan untuk terjun langsung membaktikan diri pada negara. [nik]