Prasetya Online

>

Berita UB

Semiloknas Pemberantasan Korupsi di Indonesia 

Dikirim oleh prasetya1 pada 23 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1693

Membangun Sinergitas Gerakan Pemberantasan Korupsi di Indonesia
Membangun Sinergitas Gerakan Pemberantasan Korupsi di Indonesia
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia mencatat bahwa generasi muda (mahasiswa) selalu berperan sebagai pelopor. Hal ini terjadi karena mahasiswa memiliki potensi dalam berbagai dimensi, di antaranya mahasiswa sebagai peserta didik yang dipilih melalui seleksi, memiliki potensi sebagai pemikir, tenaga ahli dan tenaga profesional, sekaligus sebagai penopang pembangunan masyarakat bangsa dan negara. Demikian ungkap Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, pada awal sambutan pembukaan seminar dan lokakarya nasional “Membangun Sinergitas Gerakan Pemberantasan Korupsi di Indonesia,” Kamis (23/2) di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya.
Rektor mengatakan, pemerintahan saat ini mempunyai komitmen memberantas korupsi, namun kegiatan pemberantasan korupsi hingga saat ini belum seperti yang diharapkan masyarakat. “Korupsi yang terjadi di Indonesia sudah sangat sistemik, karena hampir semua infra dan supra struktur politik serta sistem ketatanegaraan, sudah terkena penyakit korupsi. Agenda pemberantasan korupsi hanya dijadikan sebagai komoditas politik bagi elit politik,” tambahnya.
Semiloknas yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya ini diikuti oleh ratusan peserta se-Indonesia. Hadir sebagai pemateri mantan ketua MPR RI Amin Rais yang menyampaikan materi “Strategi pemberantasan korupsi di Indonesia”, Wakil KPU Sjahrudin Rasul dengan materi “Menilai komitmen pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi”, dan mantan auditor BPK Khairiansyah Salman yang mengulas materi “Bersama memberantas korupsi”. Selain itu turut hadir anggota Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo dengan materi “Membongkar Konspirasi Korupsi”, pakar hukum UGM Deny Indrayana menyampaikan “Menciptakan Sistem dan Tata Peradilan Bersih di Indonesia”, serta pimpinan redaksi TEMPO Bambang Harymurti dengan ulasan mengenai “Peran Pers dalam Usaha Pemberantasan Korupsi”. Kwik Kian Gie yang sedianya hadir ternyata berhalangan.

LKTM Hukum dan HAM 

Dikirim oleh prasetya1 pada 22 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2746

Berangkat dari upaya menyuarakan aspirasi arus bawah, Forum Kajian Hukum (FKH) Universitas Brawijaya menyelenggarakan kegiatan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Hukum dan HAM. Selain misi itu, kegiatan ini juga khusus didedikasikan kepada almarhum Munir yang menjadi ikon pembela HAM di Indonesia sampai saat ini.
Kegiatan LKTI ini diikuti oleh beberapa universitas di antaranya UI, UNS, Universitas Jember, Unair, Universitas Mulawarman, Universitas Jambi, Universitas Samarinda, Universitas Lampung serta Universitas Mataram. Beberapa juri yang dihadirkan dalam kesempatan tersebut adalah kepala PP Hukum dan HAM, LSM (LBH Surabaya pos Malang) dan Imparsial Jakarta.
Disampaikan oleh M. Insan Maulana (mahasiswa semester VI FH) selaku Ketua Pelaksana, puncak kegiatan ini akan diselenggarakan Kamis (23/2) di gedung PPI Universitas Brawijaya pukul 19.00 WIB, berupa pengumuman pemenang LKTI dan diskusi publik dengan tema “Pendesakan Percepatan Persidangan Kasus HAM Munir” dengan menghadirkan Suciwati (istri almarhun Munir) selaku perwakilan TIFA Foundation, Kontras, Imparsial, Marsudi Hanafi (Kepala TPF Munir) dan BEM se-Malang Raya. “Pada acara ini akan diselenggarakan pula sounding declaration serta penyikapan berbagai kasus HAM yang akan diusahakan untuk diteruskan ke Kapolri dan Presiden” ungkap Maulana. [nok]

Meninggal Dunia: Drs Lukman Syamsuddin MA 

Dikirim oleh prasetya1 pada 22 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2068

Drs. Lukman Syamsuddin MA
Drs. Lukman Syamsuddin MA
Drs. Lukman Syamsuddin MA (53 tahun), dosen senior dan mantan Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Selasa (21/2) siang sekitar pukul 12.40 WIB meninggal dunia di RSSA setelah beberapa hari dirawat di sana karena stroke. Sebelum ini almarhum telah dua kali mengalami serangan stroke.
Jenazah disemayamkan semalam di rumah duka Jalan Mayjen Panjaitan XI/25 Malang, dan dimakamkan esok harinya, Rabu (22/2) pukul 10.00 WIB di pemakaman umum Samaan, Malang. Acara pemakaman ini dihadiri oleh sanak keluarga, dan kolega almarhum, termasuk Rektor Unibraw Prof. Bambang Guritno dan Dekan FIA Unibraw Dr. Suhadak MEc.
Almarhum adalah putra kelahiran Sumbawa (NTB) 1 Juni 1952, mengabdikan diri sebagai dosen sejak 1979 dengan jabatan asisten ahli madya golongan III/a, hingga lektor kepala IV/c, pernah menjabat Dekan FIA (1998-2002). [Far]

Seminar dan Lokakarya Bioinformatika 

Dikirim oleh prasetya1 pada 21 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2250

seminar dan lokakarya bioinformatika
seminar dan lokakarya bioinformatika
Teknologi informasi saat ini telah merambah biologi dan dunia kedokteran. Merespon kecenderungan ini, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) menyelenggarakan seminar dan lokakarya bioinformatika selama 2 hari (21-22 Februari 2006). Salah seorang panitia, Dr. dr. Loeky Enggar Fitri MKes SpParK mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengembangkan teknologi di laboratorium Biomedik Universitas Brawijaya, di samping untuk peningkatan kemampuan staf edukatif.
"Di luar dugaan, ternyata kegiatan ini diikuti oleh 65 peserta, bahkan ada yang dari luar FKUB seperti FT (Elektro) Unibraw, Fapet Unibraw, USU, Politeknik Gizi Mataram, UGM, VEDC, dan Universitas Jember”, ungkapnya. Dalam seminar tersebut, hadir sebagai narasumber Dra. Fatchiyah MKes PhD, Diana Lyrawati Apt MKes PhD, dan Dr. Arief Budi W. MEng.
Dalam paparannya Diana Lyrawati mengatakan bioinformatika merupakan salah satu jenis aplikasi teknologi informasi untuk biologi yang memuat data (seperti: data metabolisme, data literatur, sequence DNA dan protein), analysis (aplikasi software untuk melihat kesamaan siklus DNA, penterjemahan DNA ke protein, mempelajari interaksi DNA-DNA dan DNA-protein sehingga bisa digunakan untuk deteksi virus melalui pendekatan molekuler, metabolisme dan network), serta prediksi-prediksi melalui simulasi. Disampaikan pula bahwa ilmu ini merupakan pengembangan dari ilmu yang semula bernama biologi komputasi yang mengolaborasikan antara ilmu biologi dan ilmu komputer. “Melalui bioinformatika ini, kita bisa melakukan perbandingan antara kondisi normal dengan subyek penyakit yang sangat bermanfaat untuk proses diagnosa, pencegahan dan manajemen penyakit”, ungkap doktor dari alumni Monash University itu. Ditambahkannya, teknologi ini telah dimanfaatkan di banyak rumah sakit di Jakarta, contoh dalam  pengobatan penyakit Koriokarsino, yang banyak diderita ibu hamil dengan menggunakan genescan dan mycro satelite marker. [nok]

Sosialisasi SIMPEL 

Dikirim oleh prasetya1 pada 21 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1908

SIMPEL
SIMPEL
Universitas Brawijaya saat ini telah mengunakan teknologi informasi dalam menangani administrasi akademik. Ketua Unit Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi (UPPTI) Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi MS menjelaskan usaha-usaha yang telah dilakukan UPPTI dalam mendukung pengembangan teknologi informasi di Unibraw melalui fitur-fitur baru seperti SIAKAD, SIREGI, SIUDA, dan SIMPEL. Penjelasan ini mengawali acara “Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Pelaporan (SIMPEL)” di lantai 8 gedung rektorat Unibraw, Selasa (21/2). Peserta sosialisasi adalah unsur pimpinan seluruh lembaga dan fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya.
Menanggapi keinginan agar Unibraw memperbesar bandwidth supaya internet dan fitur-fitur itu berjalan optimal, Prof Latief sepakat bahwa peningkatan bandwidth menjadi prioritas. “Pada saat ini di Unibraw, bandwidth 768 kbps dibagi untuk 1250 unit komputer. Oleh karena itu internetnya lambat”, ungkapnya. Ditambahkan, dalam waktu dekat bandwidth Unibraw akan ditingkatkan sampai 2 Mbps di samping peningkatan kapasitas dan jumlah server.
Sistem Pelaporan
Dalam kesempatan itu, divisi sistem aplikasi UPPTI Unibraw selaku penanggungjawab sistem ini, mensosialisasikan SIMPEL sebagai Pusat Pelaporan Data Keuangan dan Akademik untuk sistem registrasi online (Siregi). Dijelaskan bahwa sistem layanan ini dapat digunakan oleh fakultas sesuai dengan data akademik dan keuangan mahasiswa yang melakukan pendaftaran ulang (Siregi).
Fitur kunci ini meliputi portabel akses, analisa rekap data, multi laporan data dan real time process. Untuk sementara, layanan ini dimanfaatkan oleh para pimpinan di tingkatan universitas, fakultas, dan jurusan. Dalam sosialisasi tersebut, para peserta diberi pelatihan khusus berbagai petunuk teknis dalam memanfaatkan fitur tersebut.
Makalah lain yang disampaikan di antaranya adalah “Implementasi SIMPT-UB dan Mekanisme Pemrosesan Data yang Berbasis Teknologi Informasi (IT) di Universitas Brawijaya” dan “Analisa Data dengan Bantuan Pivottable dan Pivotchart dari Aplikasi MS Excel”. [nok]