Prasetya Online

>

Berita UB

Ujian Terbuka Disertasi Dra Sulastri MPd MM

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2285

Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu pagi 16/3 menggelar ujian terbuka bagi Dra Sulastri MPd MM. Kandidat doktor dari program studi ilmu ekonomi dengan kekhususan manajemen ini membawakan disertasi berjudul "Pengaruh Intellectual Capital dan Social Capital terhadap Kompensasi Karyawan dan Kinerja Perusahaan", dengan promotor Prof. M. Syafiie Idrus MEc PhD dan kopromotor Prof. Dr. Djumilah Zain SE, dan Armanu Thoyib SE MSc PhD.
Hasil penelitian disertasi Sulastri menunjukkan, intellectual capital yang dimiliki perusahaan manufaktur yang telah go public di Bursa Efek Jakarta (BEJ) tidak memberikan kontribusi yang signifikan pada kinerja perusahaan. Temuan ini sejalan dengan rendahnya anggaran biaya R&D (reseach and development). Sebagian besar perusahaan manufaktur berada pada kelompok usaha dengan intensitas teknologi rendah. Kondisi ini menggambarkan rendahnya knowledge perusahaan yang mengindikasikan rendahnya allignment antarsumber daya perusahaan.
Demikian pula umur perusahaan, menurut Sulastri, berpengaruh negatif signifikan terhadap intellectual capital pada kondisi ekonomi normal, dan tidak signifikan pada kondisi recovery. Temuan ini mengindikasikan rendahnya perhatian pimpinan pada intellectual capital yang direfleksikan rendahnya alokasi biaya R&D. Umur perusahaan juga berpengaruh positif signifikan terhadap kenierja perusahaan pada kondisi ekonomi normal, dan tidak signifikan pada kondisi recovery. Perbedaan ini menunjukkan lingkungan ekonomi turut memberikan pengaruh pada kinerja perusahaan.

Butet Kartaradjasa di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1923

Butet Kartaradjasa
Butet Kartaradjasa
Sebagai rangkaian acara Pekan Budaya yang diadakan oleh Program Studi Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya, pada hari Rabu (16/1) pihak panitia menghadirkan Butet Kartaradjasa, budayawan asal Yogyakarta. Pada kesempatan ini, Butet tampil untuk bermonolog di Widyaloka Universitas Brawijaya tanpa ditemani kelompok teatrikalnya, Sinten Remen.
Sebelum melakukan monolog, ia memberikan kesempatan kepada para penggemarnya untuk berdialog pada siang harinya di Ruang Kuliah Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya.
Dalam acara dialog, Butet didampingi oleh Ketua Program Studi Bahasa, Ketua BEM Bahasa dan Sastra, staf pengajar Program Bahasa dan Sastra (Bastra) Yusri, serta Teng Su budayawan asal Malang. Dalam kesempatan tersebut Butet memaparkan perjalanan panjangnya dalam dunia seni teater yang juga digeluti bersama adiknya, Djadug. Putera seniman tari dan pelukis kenamaan, Bagong Kusudiardjo ini mengaku telah menggeluti seni teater sejak 1978. Perjalanan selama kurun waktu 20 tahun, tepatnya selama kemerdekaan berekspresi menyampaikan pendapat dan pemikiran mati suri adalah perjalanan yang sangat sulit dan melelahkan. Kemudian ketika tahun 1998 dimana kran demokrasi melalui gerakan reformasi mulai digulirkan, perjuangannya untuk membela kaum tertindas dan melawan kaum tirani melalui seni teater mulai bersemi dan berbuah kesuksesan seperti saat ini.

Entrepreneurship Seminar & Student Essay Contest

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1963

Lingkar Studi Mahasiswa Ekonomi (LSME) Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, selama 3 hari, 17-19 Maret 2005, menyelenggarakan Entrepreneurship Seminar and Student Essay Contest (ESSENCE). Dua bentuk kegiatan dilaksanakan dalam kesempatan tersebut, yakni seminar kewirausahaan dan lomba penulisan esai populer antar pelajar SMU se-Jawa Timur dan Bali.
Hal ini didasari oleh keinginan LSME untuk mendorong para pelajar agar lebih dapat mengembangkan kemampuan dalam menyikapi fenomena-fenomena yang timbul di masyarakat, sekaligus menyediakan ajang berlomba bagi generasi muda.
Dalam seminar akan diundang pemateri dari kalangan akademisi maupun praktisi. Dengan demikian diharapkan para pelajar nanti dapat memberikan kontribusi yang lebih baik bagi sekolah dan daerahnya masing-masing dan untuk mengembangkan jiwa inovatif dalam bisnis baik bagi pelajar SMU khususnya dan masyarakat umumnya.

186 Pebulu tangkis Ikuti Brawijaya Cup

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1844

Malang, Surya - Mulai 14-19 Maret, Unit Aktivitas Bulu Tangkis Unibraw (UABT-UB) menggelar invitasi bulu tangkis mahasiswa se-Indonesia. Invitasi yang digelar di Samantha Krida itu diikuti 23 perguruan tinggi (PT) dengan peserta sekitar 186 orang.
Menurut bagian sekretariat panitia, Bambang Wicaksono, event Brawijaya Cup IV ini untuk mencari bibit pebulutangkis sekaligus menciptakan hubungan yang harmonis antarperguruan tinggi. "Beberapa PT yang ikut seperti UI, UGM, Universitas Negeri Jogjakarta, Universitas Negeri Jakarta, IPB, dan Unibraw sendiri," ungkapnya, Senin (14/3).
Dalam even itu Unibraw sebagai tuan rumah akan menrunkan 34 atlet. Mereka bertanding di berbagai nomor. Unibraw merupakan tim dengan kontingen terbanyak.
Tim lain yang juga mengirim banyak pebulutangkis adalah Universitas Negeri Jakarta yaitu 21 orang, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) 15 orang, Universitas Negeri Jogjakarta mengirim 13 orang, dan IPB sebanyak 12 orang.

Bedah Buku Suluk Malang Sungsang: Konflik dan Penyimpangan Ajaran Syaikh Siti Jenar

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 4510

Sebagai rangkaian acara Pekan Budaya yang diadakan oleh Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya, pada Selasa (15/3) bertempat di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya diselenggarakan acara Bedah Buku Suluk Malang Sungsang: Konflik dan Penyimpangan Ajaran Syaikh Siti Jenar. Tujuh jilid buku Syaikh Siti Jenar ini ditulis oleh Agus Sunyoto dengan metode penulisan secara kualitatif, dengan penerbit LKIS. Agus Sunyoto memiliki latar belakang pendidikan sarjana seni rupa dan magister pendidikan sosial. Turut diundang sebagai pembanding dalam bedah buku kali ini adalah Dra. Sugiarti M.Si yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana pada Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember kemudian melanjutkan program magister Sosiologi di UMM. Sugiarti adalah staf pengajar UMM.
Dalam pemaparannya, Agus Sunyoto mengungkapkan bahwa dalam mitos masyarakat Jawa telah tertanam mainstream pemikiran bahwa Syaikh Siti Jenar adalah cacing yang menjelma menjadi manusia mengajarkan ajaran sesat, kemudian diadili oleh Walisongo dan meninggal menjadi anjing. Menurutnya, Syaikh Siti Jenar berasal dari Cirebon yaitu daerah Selatan, tepatnya Lemah Abang. Sehingga dengan latar belakang tersebut ia tidak banyak mengambil rujukan dari babad tanah Jawa melainkan dengan melakukan pendekatan historiografi orang-orang Cirebon terutama Pangeran Wongsokerto. Pendiskreditan Syaikh Siti Jenar menurutnya berasal dari kalangan gusti (keraton) karena Syaikh Siti Jenar pada waktu itu mempelopori perubahan tatanan sosial yang ada di masyarakat. Dalam kesempatan tersebut secara implisit ia mengatakan bahwa tujuan penulisan buku ini adalah rekonstruksi sejarah dengan ilustrasi implementatif menembus dimensi waktu kekinian, sebuah tawaran bahwa Syaikh Siti Jenar adalah pembaharu yang mendobrak dunia patriarkhi pada waktu itu.
Dalam penulisannya ia banyak menggali inspirasi penulisan dari literatur dan pendekatan wawancara sehingga disampikannya bahwa novel ini adalah novel pertama yang dilengkapi dengan kajian pustaka dan diterbitkan langsung 7 jilid. Sementara itu, Dra Sugiarti MSi dalam pemaparannya menyampaikan bahwa buku ini lebih tepat dikatakan sebagai novel sejarah yang memberikan sebuah tawaran baru bagi masyarakat khususnya generasi muda agar terketuk untuk memiliki semangat sebagai pembaharu dalam peradaban masyarakat. [nok]