Prasetya Online

>

Berita UB

Doctor: Alat Pencegah Lumba-Lumba Terdampar

Dikirim oleh oky_dian pada 21 Juni 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 201

Ilustrasi DOCTOR
Ilustrasi DOCTOR
Pola migrasi lumba-lumba seringkali tidak sesuai dengan tempat tujuan mereka untuk mencari makan, berkembang biak, dan mencari habitat baru yang kaya akan makanan. Lingkungan laut yang merupakan habitat alami bagi mamalia cetacean ini, menyimpan banyak misteri bagi kelangsungan hidupnya. Sering kali lumba-lumba berenang terlalu dekat dengan perairan dangkal mengakibatkan lumba-lumba terjebak  dan tidak dapat kembali ke laut lepas.  

Tercatat di Indonesia, selama kurun waktu 29 tahun (1987-2016) ada sebanyak 289 kejadian lumba-lumba yang terdampar. Ironisnya sebanyak 77,85% lumba-lumba tidak dapat kembali kelaut lepas dengan selamat. Pada tahun 1987-2013, beberapa spesies lumba-lumba yang sering terdampar diantaranya spesies Orcaella brevirostris, Stenella longirostris, Steno bredanensis, Tursiops aduncus, Grampus grisseus. Salah satu contoh spesies lumba-lumba yang dilindungi adalah lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) populasinya diseluruh dunia diperkirakan  tersisa berkisar hanya 600,000 ekor.

S4: Alat Pereduksi Asap Kebakaran Hutan

Dikirim oleh ireneparamita pada 21 Juni 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 238

Tim PKM Super Solar Smoke Sucker (S4)
Tim PKM Super Solar Smoke Sucker (S4)
Kebakaran merupakan ancaman besar bagi hutan tropis di Indonesia. Menurut Departemen Kehutanan, luas lahan hutan yang terbakar tahun 2015 mencapai lebih dari 60.000 hektar dengan 140 titik api. Kabut asap akibat kebakaran hutan menyebabkan konsentrasi partikel asap dan debu naik hingga 10 kali lipat dari rata-rata pada wilayah penduduk di daerah rawan kebakaran hutan.

Berdasarkan pengukuran kualitas udara yang dilakukan oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (BAPEDALDA) tahun 2013, kondisi asap yang ditimbulkan oleh kebakaran menunjukkan rata-rata konsentrasi partikel mencapai 670 µgr. BNPB memperkirakan lebih dari sekitar 43 juta jiwa penduduk Indonesia terpapar oleh kabut asap akibat kebakaran hutan. Hal ini menimbulkan kerugian secara ekonomi hingga mencapai Rp 200 Trilliun.

Mahasiswa UB Juara Karya Tulis Al-Qur'an Nasional

Dikirim oleh prasetyaFT pada 20 Juni 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 505

Dheri Maulana Akbar (nomer dua dari kiri) Bersama Dua Rekannya Hanna Shobrina Iqomatul Haq dan Bimo Aji Kalacakra
Dheri Maulana Akbar (nomer dua dari kiri) Bersama Dua Rekannya Hanna Shobrina Iqomatul Haq dan Bimo Aji Kalacakra
Nyeri kehamilan hingga persalinan tiba hampir dialami 90% wanita di seluruh dunia. Akan tetapi solusi yang ada saat ini masih memiliki banyak kekurangan dan kurang efektif dalam menurunkan derajat nyeri kehamilan. Prihatin dengan keadaan ini, Dheri Maulana Akbar, Mahasiswa Teknik Elektro (2014), Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) bersama dua rekannya Hanna Shobrina Iqomatul Haq (FTP '15) dan Bimo Aji Kalacakra (FPIK '16) menciptakan alat terapi nyeri kehamilan dan persalinan,
 MP Relaxin, pada Lomba Karya Tulis Al-Qur'an (LKTA) selama tiga hari (16/6-18/6/2017).

Maternal Portable relaxation machine (MP Relaxin) merupakan inovasi alat terapi non farmakologi nyeri kehamilan dan persalinan berbasis 3+1 ; suhu, getaran, aroma terapi, plus metode lantunan Al-Qur'an.

Mahasiswa FT Buat Alas Anti Ngantuk

Dikirim oleh oky_dian pada 19 Juni 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 554

Wahyu Tasry Naufal, Prayoga Bintang Primawan, dan Asri Anjasari
Wahyu Tasry Naufal, Prayoga Bintang Primawan, dan Asri Anjasari
Tiga mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya membuat Alas Duduk Anti Kantuk atau ALAKANTUK.

Wahyu Tasry Naufal, Asri Anjasari, dan Prayoga Bintang Primawan mengatakan ALAKANTUK diciptakan karena tingginya tingkat kecelakaan di Indonesia yang disebabkan karena faktor manusia yaitu mengantuk.

ALAKANTUK merupakan inovasi alas duduk yang mampu meningkatkan detak jantung manusia melalui getaran.

Prinsip kerja ALAKANTUK berawal dari sensor detak jantung yang terpasang di pergelangan tangan. Ketika detak jantuk terbaca dibawah angka normal, maka alas duduk bisa menciptakan getaran yang memicu detak jantung kembali meningkat.

Mahasiswa UB Buat Alat Penyerap Tumpahan Minyak dari Eceng Gondok

Dikirim oleh oky_dian pada 16 Juni 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 1288

Di Pesisir Pelabuhan Air Laut Berwarna Hitam Akibat Masuknya Minyak Solar dan Oli Bekas dari Perahu-Perahu Nelayan
Di Pesisir Pelabuhan Air Laut Berwarna Hitam Akibat Masuknya Minyak Solar dan Oli Bekas dari Perahu-Perahu Nelayan
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) ciptakan alat penyerap minyak yang tumpah di perairan khususnya pelabuhan bernama MABOA. Keempat mahasiswa yang beranggotakan Romi Dwi Nanda, Mauliddiana Nurul Ilyas, Nur Sakinah Junirahma dan Muhammad Alfian Arifin memanfaatkan ledakan pertumbuhan gulma perairan yaitu eceng gondok yang dicampur dengan sekam padi menjadi 'magic briket' penyerap tumpahan minyak di perairan. 

Mereka merangkai ‘magic briket’ tersebut menjadi suatu sistem alat berbentuk jaring yang dikombinasikan dengan auto spray berisi bakteri pendegradasi minyak sehingga sistem alat ini bersifat ramah lingkungan.