Prasetya Online

>

Berita UB

Tim Tahu Telor UB Ciptakan Aplikasi TOBAGO Untuk Panggil Pedagang Keliling

Dikirim oleh prasetyaPTIIK pada 23 Maret 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 254

Tim Tahu Telor
Tim Tahu Telor
Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang penduduknya memiliki mata pencarian sebagai pedagang keliling, mulai dari menjajakan makanan, produk rumah tangga hingga jasa perbaikan barang. Meski demikian hingga saat ini belum ada sistem yang dapat mendukung untuk meningkatkan pemasaran pedagang keliling tersebut. Untuk itu tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) yang menamakan dirinya Tim Tahu Telor membuat sebuah aplikasi yang dapat mendukung pemasaran pedagang keliling dengan nama Toko Bergerak Online atau disingkat TOBAGO. Mereka bertiga adalah mahasiswa Program Studi Teknik Informatika angkatan 2014, yaitu Defara Fikry Akmal (Project Manager), Aditya Wisnu Jati Kusumo (User Experience Designer/UXD) dan Ahmad Kamil Almasyhur (Programmer).

Fikry mengatakan pedagang keliling memiliki banyak kendala dalam memasarkan dagangannya. Sering kali karena pedagang keliling tidak memiliki tempat usaha yang tetap maka konsumen yang ingin membeli dagangan atau membutuhkan jasa pedagang keliling akan sulit untuk mencari dan menemukannya. Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka TOBAGO dirancang memiliki tiga fitur.

Tabir Surya Alami berbahan Rambut Jagung karya Dosen FTP

Dikirim oleh prasetyaftp pada 23 Maret 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 207

Dosen FTP UB Rosalina Ariesta Laeliocattleya, S.Si. M.Si.
Dosen FTP UB Rosalina Ariesta Laeliocattleya, S.Si. M.Si.
Melimpahnya limbah rambut jagung tanpa pengolahan yang memadai menginspirasi salah satu dosen jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Rosalina Ariesta Laeliocattleya, S.Si. M.Si. memanfaatkannya sebagai tabir surya.

Dipaparkan Rosalina yang merupakan dosen Kimia Dasar, Kimia Pangan dan Biokimia bahwa kandungan nutrisi rambut jagung mampu melindungi kulit dari paparan matahari dengan perlindungan sebesar SPF 25 sehingga sangat potensial dikembangkan lebih lanjut sebagai tabir surya alami.

LignoFlava, Alternatif Vanila Pod dari Limbah Pertanian

Dikirim oleh vicky.nurw pada 23 Maret 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 163

LignoFlava
LignoFlava
Vanilin merupakan senyawa fenolik yang dihasilkan dari tumbuhan vanila. Harga vanila berbentuk bubuk di pasaran masih sangat tinggi, mengingat ekstrak ini sangat banyak digunakan untuk kebutuhan kuliner dan kosmetik. Sebagai gantinya, empat orang mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya menemukan bahan alternatif yang dibuat dari limbah pertanian, seperti serabut kelapa, jerami dan kulit kakao.

BAN PT Visitasi ke Prodi S1 Teknologi Bio Proses FTP

Dikirim oleh prasetyaftp pada 23 Maret 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 210

BAN PT Visitasi ke Prodi S1 Teknologi Bio Proses FTP
BAN PT Visitasi ke Prodi S1 Teknologi Bio Proses FTP
Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan visitasi ke Program Studi S1 Teknologi Bioproses Jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (TBP FTP-UB), Jumat (17/03/2017).

Visitasi merupakan rangkaian proses perolehan akreditasi PS S1 TBP. Kunjungan site ini dilakukan setelah tahap proof reading dokumen borang 3A dan 3B.

Espriex 2017, Selaraskan Jiwa Wirausaha dan Manfaat Keilmuan

Dikirim oleh zenefale pada 23 Maret 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 108

Kompetisi model bisnis Espriex 2017 secara resmi dibuka oleh Dekan FIA Prof Bmbang Supriyono MS bersama ketua panitia Brillyanes Sanawiri
Kompetisi model bisnis Espriex 2017 secara resmi dibuka oleh Dekan FIA Prof Bmbang Supriyono MS bersama ketua panitia Brillyanes Sanawiri
Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya (FIA UB) menggelar business model competition setingkat ASEAN, Espriex 2017. Acara yang bertajuk "The Largest Lean Startup Competition in ASEAN" ini berlangsung selama dua hari (21/3-22/3/2017). Sebanyak 25 tim yang lolos final terdiri dari berbagai negara di ASEAN, salah satunya adalah tuan rumah UB.

Kegiatan yang sudah diselenggarakan selama empat tahun ini merupakan langkah awal bagi para mahasiswa untuk membentuk smart entrepreneur di masa depan. Saat ini model bisnis merupakan sebuah syarat bagi calon wirausaha agar dapat bersaing dengan kompetitor lainnya. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan ketua panitia Espriex, Brillyanes Sanawiri. Dia mengatakan dalam kompetisi bisnis peserta tidak hanya dituntut mendalami berbagai aspek seperti konsep bisnis, kemitraan, pangsa pasar, penyebarluasan jaringan, penghitungan biaya keuntungan namun juga penyebarluasan keilmuan yang bermanfaat.