Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen FTP UB Mengikuti IWA di Jerman

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 10 October 2011 | Komentar : 0 | Dilihat : 5082

Yusuf Wibisono, M.Sc
Yusuf Wibisono, M.Sc
Tanggal 3-7 Oktober 2011 Yusuf Wibisono, MSc salah satu staff pengajar Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) mengikuti "6th IWA Specialist Conference on Membrane Technology for Water & Wastewater Treatment" di Eurogress Aache, Jerman. Kurang lebih 570 delegasi dari 50 negara hadir dalam konferensi internasional tersebut. Mereka terdiri dari para peneliti, perusahaan manufaktur, para ahli dalam bidang air dan membran filtrasi, serta para pengguna. Konferensi ini merupakan ajang pertemuan para membrane specialist yang merupakan bagian dari kurang lebih 10 ribu individu dan 400 perusahaan dari 130 negara yang tergabung dalam the International Water Association (IWA).

Pada kesempatan ini Yusuf mempresentasikan paper yang berjudul "The effect of bubble size on the effectiveness of air/water cleaning in spiral wound membrane element". Riset ini adalah bagian dari studi PhD di Membrane Technology Group, MESA+ Insitute of Nanotechnology, University of Twente, Belanda. Presentasi tersebut merupakan lanjutan publikasi riset setelah sebelumnya telah dipresentasikan dalam forum International Congress on Membranes and Membrane Processes (ICOM 2011) yang diselenggarakan di Amsterdam, pada tanggal 23-29 July 2011 lalu. ICOM sendiri adalah konferensi terbesar di dunia dalam bidang teknologi membran yang diadakan setiap 3 tahun sekali. ICOM 2011 di Amsterdam diikuti oleh lebih dari 1000 orang pakar di bidang teknologi dan proses membran dari seluruh dunia.

Pada hari terakhir konferensi, para peserta dibawa langsung untuk mengunjungi beberapa lokasi aplikasi teknologi membran filtrasi untuk pengolahan air dan air limbah di Jerman seperti Membrane Bioreactor (MBR) plant di Nordkanal yang merupakan diantara yang terbesar di Eropa, unit Ultrafiltrasi air minum Roetgen yang terbesar di Jerman dan pusat penelitian dan pelatihan untuk sewage treatment (SIMAS). [yus/pon] 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID