Prasetya Online

>

Berita UB

Peran Polimorfisme Gen AGTR1 A1166C pada Sistem Renin Angiotensin Aldosteron sebagai Faktor Predisposisi Hipertensi Esensial

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 31 Januari 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 245

Atik Sri Wulandari, SKM.,M.Kes
Atik Sri Wulandari, SKM.,M.Kes
Hipertensi (HT) menjadi masalah besar di dunia karena merupakan faktor risiko utama pada penyakit jantung, stroke, dan ginjal, serta menjadi penyumbang utama  kematian akibat kardiovaskuler. Pada tahun 2000, hampir 972 juta orang dari populasi orang dewasa di dunia mengalami hipertensi. Angka-angka ini  diperkirakan  akan terus meningkat. Patogenesis utama terjadinya HT ada pada sistem Renin - Angiotensin Aldosteron  (RAA). Dalam jalur ini terdapat hormon Angiotensin II sebagai efektor utama  yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.  Selain komponen dalam sistem RAA, faktor-faktor lingkungan, gaya hidup, dan genetik juga ikut berkontribusi pada kejadian HT. Salah satu faktor genetik yang diduga ikut berperan pada kejadian hipertensi adalah adanya polimorfisme gen-gen reseptor pada jalur RAA, antara lain gen AGTR1 A1166C.

Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu daerah yang memiliki angka kejadian HT yang cukup tinggi, merupakan 10 penyakit terbanyak dan semakin meningkat.  Hingga sekarang belum ada studi tentang tingginya angka HT di wilayah Sidoarjo, khususnya  peran faktor genetik dan faktor risiko lain. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis peran faktor risiko hipertensi khususnya adanya polimorfisme gen AGTR1 A1166C dikaitkan dengan faktor risiko lain, seperti faktor lingkungan dan kebiasaan hidup.

Hal tersebut disampaikan Atik Sri Wulandari, SKM.,M.Kes dalam Ujian Terbuka Disertasi  yang berjudul "Peran Polimorfisme Gen AGTR1 A1166C pada Sistem Renin Angiotensin Aldosteron Dikaitkan dengan Faktor Risiko Hipetensi Sebagai Predisposisi Hipertensi Esensial pada Suku Jawa Puskesmas Taman Kabupaten Sidoarjo" yang digelar Program Pasca Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Pada Rabu (16/01) di Auditorium Pusat Pendidikan FKUB, dengan majelis penguji yang terdiri dari Prof.dr. M.Aris Widodo, MS.,SpFK.,PhD (promotor),  Prof,Dr.dr Teguh Wahju Sardjono, DTMH., M.Sc. SpParK (ko promotor I), Dra. Diana Lyrawati, Apt. M.Kes.,PhD. (ko promotor II), Prof.Dr.dr. Djanggan  Sargowo, SpPD., sPjP.(K).FIHA.FACC.FCAPC.FESC.FASCC (penguji I), Prof.Dr.dr. Loeki Enggar Fitri, M. Kes., SpParK (penguji II), Prof.dr. Kuntoro, MPH.,Dr.PH. (penguji III).

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dengan subyek para pengunjung Puskesmas Taman Kabupaten Sidoarjo, selama bulan September 2016 sampai dengan Agustus 2017 dengan berbagai kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, kemudian dilakukan analisis polymorfisme AGTR1 A1166C  dengan Real-time PCR (ABI 7300 Real Time PCR System, Applied Biosystem, Foster City, CA), with SYBR green probe (Eurogentec, Seraing,Belgium) PCR Core Reagents; pemerisaan Serum  sodium Ion Selective Electrodes (ISE), glukosa darah Glucose oxidase-Phenol Aminophenazone (GOD-PAP), dan lemak Cholesterol Oxidase-Phenol Aminophenazone (CHOD-PAP).

Atik memaparkan dari 200 orang yang pada awalnya telah menyatakan kesediaan ikut dalam penelitian, pada akhirnya tersisa 106 orang, 66 orang diantaranya mengalami hipertensi dan 40 orang normotens. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa ada hubungan antara polimorfisme AGTR1 A1166C dengan kejadian hipertensi esensial (p = 0.035; CI = 95 %) dengan OR  4.66 (CI = 95%, dari 106 subyek penelitian 91 mempunyai genotip AA, 15 genotip AC (13 genotip AC diantaranya  mengalami hipertensi  dan 2 subyek genotip AC diantaranya normotensi). Polimorfisme AGTR1 A1166C berhubungan dengan kadar natrium serum. Polimorfisme AGTR1 A1166C pada genotip AC tidak berhubungan  dengan usia,  jenis kelamin, konsumsi gula, MSG, rokok, Indeks Massa Tubuh (IMT), obesitas viseral, gula darah trigliserida, High Density Lipoprotein (HDL), Low Density Lipoprotein (LDL), dan kolesterol.  Sedangkan Hipertensi esensial berhubungan dengan polimorfisme AGTR1 berkaitan dengan usia, konsumsi garam, MSG, obesitas viseral, kadar natrium serum, gula darah, LDL, dan tidak berhubungan dengan jenis kelamin, rokok, IMT, trigliserida, HDL, kolesterol. Dan analisis regresi menunjukkan obesitas visceral, natrium serum, glukosa, dan LDL tinggi merupakan faktor predisposisi hipertensi esensial.

Melalui penelitiannya, Atik berharap adanya perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dan lebih baik untuk pencegahan hipertensi esensial. "Dengan adanya indeks prediktif ini dihrapkan kader atau petugas kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kewaspadaan terhadap faktor resiko hipertensi. Pemeriksaan dapat diawali dengan pengukuran lingkar perut, gula darah, LDL maupun natrium serum", pungkasnya.[vida/vicky] 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID