Prasetya Online

>

Berita UB

FISIP UB Berharap Polarisasi Tidak Terjadi di Indonesia

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafisip pada 11 Januari 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 291

Refleksi Akhir Tahun FISIP UB
Refleksi Akhir Tahun FISIP UB

Polarisasi diartikan sebagai sebuah pembelahan pendapat dan keperpihakan dua kutub atau lebih yang tidak bisa dipertemukan satu dengan yang lain. Ada dua hal yang mempengaruhi polarisasi, yaitu  perkembangan teknologi komunikasi yang berpengaruh terhadap jangkauan dan kebebasan ekspresi masyarakat Indonesia, serta demokrasi proseduralyang menjadikan suara terbanyak sebagai memegang kekuasaan.

Polarisasi diharapkan tidak terjadi di Indonesia, sehingga integrasi negara  semakin kuat. 

Hal itu juga yang diharapkan mengingat tahun 2019 merupakan tahun politik yang memungkinkan terjadinya polarisasi.

Permasalahan tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas pada “Refleksi Akhir Tahun FISIP UB: Membaca Indonesia yang Terpolar”.  Kegiatan tersebut merupakan upaya membahas suatu perspektif pemikirian terkait kondisi bangsa, khususnya mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia sepanjang 2018.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) berupaya untuk memberikan wadah dalam mendiskusikan topik tersebut. Laboratorium Social Data Analytics dan PSIK (Pusat Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Kehumasan) FISIP UB menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2018, di Ruang Rapat lantai 7 gedung B FISIP UB .  Kegiatan tersebut diisi oleh tim peneliti dari FISIP UB, yaitu Wawan Sobari, Ph.D. (Dosen Ilmu Politik FISIP UB), Yusli Effendi, S.IP, MA (Dosen Hubungan Internasional FISIP UB), dan Rachmad Gustomy, S.IP, M.IP (Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP UB).

Pada sambutannya, Dekan FISIP UB, Prof. Unti  Ludigdo menyatakan bahwa kegiatan ini sangat tepat dilakukan setiap akhir tahun. Selain itu, karena merupakan kajian akademik, maka hal-hal yang disampaikan tidak asal bicara, tetapi berbasiskan kajian akademik, baik berupa data maupun teori yang telah dipelajari.

“Saya berharap, semoga yang disampaikan pada kegiatan ini dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat dan pemimpin, serta sebagai masukan untuk penyelenggaraan kebijakan selanjutnya, ujar Unti. (04/Fariza/Humas FISIP/Humas UB)

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID