Prasetya Online

>

Berita UB

Menghadapi Pendudukan Israel, Hebron Ingin Tetap Maju

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 07 Januari 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 563

Kuliah umum oleh Walikota Hebron Tasyir M.M. Taha (kedua dari kiri)
Kuliah umum oleh Walikota Hebron Tasyir M.M. Taha (kedua dari kiri)
Tindakan kekerasan dan pendudukan Israel di Palestina telah melumpuhkan segala kegiatan seperti pendidikan dan pembangunan di wilayah tersebut. Walikota Hebron Mr. Tasyir M.M. Taha menyampaikan dukungan berbagai pihak dibutuhkan untuk mengakhiri tindakan keji Israel menuju perdamaian hakiki dan kemakmuran bagi bangsa Palestina. Hal ini disampaikannya dalam kuliah tamu berjudul "Peace and Prosperity" yang digelar Senin (7/1/2019) di gedung widyaloka Universitas Brawijaya (UB).

Walikota Hebron berkomitmen memajukan kota yang diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO ini, meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk pendudukan Israel. Di Kota ini pula terletak Makam Nabi Ibrahim a.s. yang dikenal sebagai Nabi tiga agama yakni Yahudi, Kristen dan Islam. Meskipun makam tersebut ditutup pasca serangan Israel pada 1994 yang menewaskan banyak korban.

Rektor UB Prof Nuhfil Hanani menerima syal dari Walikota Hebron
Rektor UB Prof Nuhfil Hanani menerima syal dari Walikota Hebron
Tasyir M.M. Taha percaya bahwa pendidikan dan investasi pembangunan menjadi bagian dari cara terbaik dalam mewujudkan kemakmuran Bangsa Palestina. Di Kota ini terdapat dua perguruan tinggi ternama di Palestina yakni Hebron University dan Palestine Polytechnic University. "Meskipun berada di bawah pendudukan Israel, kami terus mengupayakan pembangunan terutama fasilitas air dan rumah tinggal agar masyarakat bisa tinggal dengan aman, nyaman dan tenang," kata Tasyir M. M. Taha.

Secara khusus Walikota Hebron mengapresiasi peran diplomasi Indonesia selama ini di antaranya dalam pembangunan rumah sakit dan sarana publik lainnya. Sebagaimana disampaikan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun, dukungan Indonesia dan banyak pihak lainnya tetap dibutuhkan bagi perjuangan Bangsa Palestina. "Palestina sangat membutuhkan bantuan Indonesia dan berbagai pihak, apalagi Palestina dan Indonesia merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan," kata Al Shun. [Denok/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID