Prasetya Online

>

Berita UB

EM UB Gagas Gerai Brawijaya Untuk Konservasi Air

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 05 Desember 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 247

EM UB Gagas Gerai Brawijaya
EM UB Gagas Gerai Brawijaya
Saat ini, keprihatinan mahasiswa yang peduli akan lingkungan, khususnya kualitas dan kuantitas air kian hari semakin menurun. Kualitas air yang semakin menurun ini banyak penyebabnya, salah satu cotoh adalah kontaminasi bahan pencemar, baik kimia maupun non kimia. Lain halnya dengan kuantitas air bersih yang semakin menurun disebabkan oleh banyaknya air yang menggenang percuma dan tidak bisa mengalir ke sungai sehingga tidak dapat dioptimalkan sesuai keperluan, misalnya rumah tangga, pangan, dan lain sebagainya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup (LH) Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya (UB) mengadakan kegiatan bernama Gerakan Konservasi Air Brawijaya atau Gerai Brawijaya. Gerakan ini menggunakan prinsip konservasi air yaitu melestarikan dengan cara menampung kelebihan air sebanyak-banyaknya ke dalam tanah.

"Dalam pelaksanaannya Gerai Brawijaya dikemas dalam sebuah rangkaian yaitu seminar,gerakan, dan pemberian penghargaan. Hal ini sejalan dengan konsep yang kami usung, diantaranya Edukasif yaitu memberikan wawasan secara konseptual - aplikatif. Aplikatif yaitu menerapkan wawasan dalam bentuk gerakan pembuatan lubang resapan air dan biopori. Terakhir Reward yaitu memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan konservasi air," jelas Umi Masrurin selaku Humas LH EM UB.

Gerai Brawijaya dilaksanakan sejak bulan April hingga November lalu dengan melakukan pelaksanaan gerakan ke delapan Fakultas di UB. Fakultas tersebut antaralain Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Umi menambahkan Gerai Brawijaya bertujuan untuk mengurangi genangan dan memaksimalkan air limpasan dan air hujan agar dapat meresap kedalam tanah sehingga bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas air tanah.

"Selain itu juga untuk pemanfaatan hasil kompos guna area lingkungan sekitar. Terlebih lagi untuk mengajak dan mengedukasi mahasiswa akan pentingnya kelestarian air dan lingkungan," lanjutnya.

Untuk membuat lubang resapan air, tambah Umi, memiliki empat langkah, diantaranya yang pertama Survey lokasi yang sesuai dengan kriteria tidak ada pipa yang tertanam, berada di dekat daerah yang tergenang, tidak ada bekas puing bangunan. Kedua, pengeboran dengan menggunakan alat-alat seperti linggis, bor biopori, cetok. Pengeboran dilakukan sedalam panjang pipa, yaitu kurang lebih 60 cm. Ketiga, pipa yang digunakan adalah harus sudah dilubangi di setiap sisi (pada selimut tabung) dan tutup pipa. Terakhir, setelah dilakukan pengeboran sesuai ketentuan, pipa dimasukkan dan dirapikan.

"Dari sini, kami berharap agar mahasiswa UB memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian air dan lingkungan di sekitarnya. Selain itu juga kami berharap agar kampus UB dapat menjadi role model dalam peningkatan mutu kampus hijau di Indonesia khususnya Jawa Timur," pesan Umi. [Afwega/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID