Prasetya Online

>

Berita UB

Rektor Sambut Tim Reyog Universitas Brawijaya

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 13 September 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 249

Pembina Tim Reyog UB menyerahkan Piala Presiden Juara Umum Festival Nasional Reyog Ponorogo XXV Tahun 2018 kepada WR III dan Rektor UB
Pembina Tim Reyog UB menyerahkan Piala Presiden Juara Umum Festival Nasional Reyog Ponorogo XXV Tahun 2018 kepada WR III dan Rektor UB
Universitas Brawijaya (UB) menyambut Tim Reyog yang telah berhasil meraih predikat juara umum dalam ajang Festival Nasional Reyog Ponorogo XXV Tahun 2018. Penyambutan digelar di Lobby Gedung Rektorat, Kamis (13/9/2018), dan diterima langsung oleh Rektor beserta segenap pimpinan UB. Prestasi ini merupakan kemenangan kedua kalinya diraih UB, di mana sebelumnya pada tahun 2017, tim Reyog UB juga meraih juara umum pada festival tersebut.

Disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno, M.S., Tim Reyog UB berhasil menjadi juara umum dalam ajang bergengsi tersebut karena menyabet tiga penghargaan yaitu sebagai penyaji terbaik, penata tari terbaik, dan penata musik terbaik.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para pembina Tim Reyog UB, serta segenap Wakil Dekan III semua fakultas yang turut hadir pada saat tim Reyog UB tampil. Ini merupakan bentuk dukungan yang luar biasa dari pimpinan UB untuk tim Reyog," ujarnya.

Dalam sambutannya, Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS menuturkan, kemenangan dua kali berturut-turut ini patut dibanggakan. "Untuk itu kaderisasi sangat penting. Dengan adanya kaderisasi, diharapkan tim Reyog UB dapat mempertahankan kemenangan ini, sehingga tahun depan bisa meraih Piala Presiden untuk yang ketiga kalinya," ucapnya.

Prof. Nuhfil juga berharap dengan kemenangan ini, UB tidak hanya terkenal di Indonesia tapi juga dunia. "Kemarin kami mendengar akan diadakan lomba Reyog tingkat internasional yang direncanakan akan digelar di UB. Saya amat sangat mendukung rencana tersebut. Karena dalam perankingan internasional terdapat indikator academic reputation, di mana akan dinilai reputasi UB di kancah internasional. Jika Reyog UB bisa diakui di kancah internasional, akan menjadi nilai plus bagi UB, dan ke depan, UB bisa menjadi kiblat Reyog untuk mahasiswa," paparnya.

Sementara itu Pembina Tim Reyog UB Dr. Eng. Denny Widhiyanuriyawan mengatakan, kemenangan ini diraih tidak lepas dari persiapan yang cukup lama telah dilakukan. "Kami berlatih sejak bulan Januari. Karena dalam penyajian Reyog sangat diperlukan adanya penjiwaan. Dengan proses latihan yang matang, penjiwaan masing-masing karakter menghasilkan penampilan yang luar biasa," katanya.

Denny berharap tahun depan Unit Aktivitas Karawitan dan Tari (UNITANTRI) UB melalui Tim Reyog dapat meraih juara umum untuk yang ketiga kalinya agar piala presiden dapat menjadi milik UB. "Ini merupakan tantangan yang sangat berat. Namun bukan juara yang kami utamakan, yang paling penting UB sebagai perguruan tinggi mampu menjadi pelestari budaya Indonesia, khususnya Reyog, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional," pungkasnya. [Irene] 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID