Prasetya Online

>

Berita UB

UB Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 09 Agustus 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 404

Proses Evakuasi oleh Tim FK UB-IDI Malang di Lombok
Proses Evakuasi oleh Tim FK UB-IDI Malang di Lombok
Gempa di Lombok menyisakan duka bagi masyarakat di Indonesia. Banyak relawan turut membantu dalam berbagai cara untuk meringankan kesulitan masyarakat Lombok. khususnya Lombok Utara. Universitas Brawijaya, melalui Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia wilayah Malang turut berpartisipasi membantu korban bencana gempa di Lombok.

UB telah mengirimkan dua ambulans yang berangkat pada Selasa (7/8/2018), dengan didampingi oleh 2 orang dalam satu tim, yaitu Ghozali Eko Rimanto dan Moh. Maulidin Hakim dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Tim yang tergabung dalam tim perawat jiwa atau trauma healing bagi para wisatawan mancanegara ini berangkat sejak pukul 19.00 WIB dari Pelabuhan Tanjung Perak dan sampai pada pukul 13.00 WITA di Pelabuhan Lembar. Tim ini akan membantu hingga pada 14 Agustus 2018 mendatang.
 
Tim FK UB dan IDI juga membantu dalam pelayanan medis. Pada Rabu (8/8/2018), Dr. M. Kuntadi, Sp. OT; Dr. Putra Agung Dewata, Sp. EM; Dr. Anom Josafat terbang menuju Lombok untuk memberikan pelayanan medis langsung kepada korban yang belum tertangani maksimal. Selain membawa ambulans, tim FK UB-IDI juga membawa berbagai obat-obatan serta peralatan medik guna penunjang keselamatan korban gempa. Kedua tim ini dikomando oleh dr. Soetrisno Aji, Sp.OG. Disamping memberikan pelayanan, tim FK UB-IDI juga membantu dalam proses evakuasi yang belum tertangani di Kabupaten Lombok Utara. Proses evakuasi ini juga dibantu oleh kapal TNI AL dr. Suharso di Pelabuhan Carik.

Selain tim dari alumni FK UB-IDI, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Brawijaya juga akan mengirimkan 11 orang dosen sebagai relawan. Menurut Eko Andi Suryo, ST., MT., Ph.D selaku salah satu relawan, tim FT UB akan berada di Lombok berkoordinasi dengan Universitas Mataram untuk menguji kelayakan gedung. "Nanti akan dikepalai oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil, Dr.Eng. Alwafi Pujiraharjo, ST., MT. Selain itu juga untuk mem-back up tim FK UB untuk penampungan dan rumah sakit darurat", terangnya. Tim FT UB akan membawa Peralatan Non-Destructive Test untuk menguji kelayakan/kekuatan bngunan. "Pengujian akan dilakukan pada titik yang dianggap rawan oleh tim ahli", pungkas Eko.

Saat berita diturunkan, terjadi gempa susulan dengan kekuatan 6.2 SR di Lombok. Posisi tim FK UB pada saat itu sedang berada di ambulans untuk merujuk pasien trauma menuju RS terapung dr Soeharso menuju arah Sengigi. Berdasarkan informasi terbaru, dr.Kuntadi akan membantu di RS terapung dr.Soeharso, sedangkan komando diserahkan kepada dr. Putra Agung Dewata.[vicky]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID