Prasetya Online

>

Berita UB

Rachmat Kriyantono: PR Harus Mampu Bangun Kepercayaan Publik

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafisip pada 17 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 261

Rachmat Kriyantono, Ph.D dalam Talkshow
Rachmat Kriyantono, Ph.D dalam Talkshow

Di era global ini, masyarakat telah dimudahkan dalam mengakses informasi melalui internet. Hal tersebut tentunya berdampak positif bagi perkembangan informasi. Namun jika informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan, maka akan timbul masalah baru.

Sebagai praktisi PR, salah satu masalah yang harus dihadapi adalah berkembangnya isu-isu negatif di masyarakat. Sebab meskipun mereka telah dimudahkan dalam memperoleh informasi, kemampuan untuk menyaring informasi masih kurang.

Hal tersebut dibahas Rachmat Kriyantono, Ph.D dalam Talkshow Public Relations Practices in Two Countries “Indonesia-Malaysia” yang diadakan oleh jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB).

Rachmat memberikan satu contoh permasalahan karena masyarakat yang sangat mudah mempercayai isu.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Auditorium Nuswantara Rabu, (16/5/2018), Rachmat mengangkat cerita produk Ajinomoto yang dulu pernah tersangkut isu mengandung minyak babi. Karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, penjualan produk Ajinomoto mengalami penurunan drastis.

“Apa yang dilakukan Ajinomoto setelah itu? Perusahaan mereka meminta tolong kepada Nahdlatul Ulama, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Mereka mengundang Gus Dur untuk mengonfirmasi bahwa produk mereka tidak mengandung minyak babi kepada para wartawan,”katanya

Penyelesaian isu tersebut juga menegaskan bahwa perusahaan juga harus menjalin hubungan baik dengan media agar mendapat kepercayaan dari masyarakat. Dengan mendapatkan kepercayaan tersebut maka sistem perusahaan juga akan dapat berjalan dengan baik. (Lita/Humas FISIP)

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID