Prasetya Online

>

Berita UB

Kominfo: Kasus Cyber Crime di Indonesia Melonjak

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 16 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 321

Teguh Arifiyadi, Kepala Sub Direktorat Penyidikan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
Teguh Arifiyadi, Kepala Sub Direktorat Penyidikan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
Setiap tahun, Indonesia mengalami peningkatan kasus terkait kejahatan siber yang meresahkan banyak pihak. Hal ini disampaikan oleh Teguh Arifiyadi, Kepala Sub Direktorat Penyidikan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo) saat mengisi materi dalam Kuliah Tamu Cyber Crime & Security Issue. Dengan tema "Membangun Kesadaran dan Tindakan Pencegahan Kejahatan di Dunia Maya", kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (15/5/2018) di UB Guest House, kerjasama antara Program Pendidikan Vokasi UB dan Kementrian Komunikasi dan Informatika.

"Saat ini kami tengah mengalami lonjakan peningkatan yang cukup tinggi terkait kasus cyber crime. Jika tahun 2016 kami menangani sebanyak 6300 konten, saat 2017 sudah melonjak 60 ribu kasus," jelas Teguh.

Cyber Crime sendiri adalah kejahatan dengan menggunakan internet sebagai medianya. Kasusnya pun beragam, diantaranya penipuan, pornografi, tindakan sara menggunakan konten yang tidak pantas, dan lain sebagainya.

Teguh juga menjelaskan kejahatan ini pada umumnya adalah akun anonim. "Walaupun anonim, akun tersebut dapat dilacak hingga detil dan status biodatanya yang tidak jelas, kami bisa melacak jejak aplikasinya. Kominfo dapat melacak Internet Protocol Address (IP) sampai provider yang digunakannya sehingga diketahui biodata serta posisi sang pengguna sebenarnya," tegasnya.

Setiap harinya Kominfo selalu melakukan monitoring terhadap akun-akun berpotensi cyber crime. Contohnya akun yang menyebarkan konten pornografi di sosial media. Teguh menjelaskan timnya mempunyai data lalu lintas akun yang sering menyebarkan konten atau link pornografi di media sosial, mulai dari Twitter, Instagram, Facebook, dan lain sebagainya. Kasus lain yang ditangani Kominfo salah satunya adalah perdagangan satwa yang sedang ramai diperbincangkan.

Dengan menanggulangi maraknya kasus cyber crime dengan sosial media sebagai sasaran, Teguh mengajak masyarakat untuk pro aktif dengan melakukan report akun-akun terkait. "Salah satu tips yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan report secara massal dari alamat IP yang berbeda. Ini akan menon-aktifkan akun yang dilaporkan", pesanya. [afwega/vicky]

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID