Prasetya Online

>

Berita UB

Penumbuh Jenggot Karya Mahasiswa UB Sabet Medali Emas di Ajang Internasional

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dietodita pada 15 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 486

Mahasiswa UB Berhasil Memperoleh Medali Emas di Ajang International Invention & Innovative Competition (InIIC) Series 1/2018,  Kategori Higher Institution Student
Mahasiswa UB Berhasil Memperoleh Medali Emas di Ajang International Invention & Innovative Competition (InIIC) Series 1/2018, Kategori Higher Institution Student
Dewasa ini produk penumbuh jenggot, jambang, kumis, dan bulu dada alami merupakan produk yang kian digemari oleh kalangan pria di Indonesia. Sebab tumbuhnya jambang atau kumis akan mengesankan sifat maskulin pria. Bahkan jenggot pada pria dianggap sebagai tanda kehormatan dan kebijaksanaan pada era Yunani kuno dan peradaban Mesopotamia.

Penumbuh jenggot dalam bentuk balm atau minyak membuat jenggot, jambang serta kumis tumbuh lebat dan lembut tertata. Namun sayangnya produk yang beredar di Indonesia masih didominasi oleh produk impor dan mengandung bahan sintetis kimia yang bersifat kurang baik pada kesehatan kulit maupun rambut. Lebih parahnya dapat menyebabkan kurangnya rasa cinta masyarakat terhadap produk dalam negeri.

Menilik fenomena tersebut mahasiswa Fakultas Peternakan yang berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Pertanian, dan Fakultas Teknik Kimia Universitas Brawijaya menciptakan APIS BEARD. Yakni inovasi penumbuh jenggot, jambang, dan kumis yang alami, berbahan baku lokal, dan ekonomis. 

Produk yang digagas oleh Guruh Prasetyo (Fapet 2014), M.Andika Yudha H (Fapet 2016), M.Farhan Baehaqi (FP 2016), Helmy Aulia Muhammad ( FP 2016), dan M.Rizal Fauzi (Teknik Kimia 2014) ini mengandung biotin dari bee pollen yang terfermentasi di sarang lebah. Berguna membantu menumbuhkan rambut dan sudah terbukti mampu menumbuhkan jambang dan kumis.

Melalui produk tersebut, tim yang dibimbing oleh Firman Jaya, MP, salah satu dosen Teknologi Hasil Ternak ahli bidang pengolahan hasil lebah madu Fapet UB ini berhasil memperoleh medali emas di ajang International Invention & Innovative Competition (InIIC) Series 1/2018,  kategori Higher Institution Student. Selain itu, mereka juga mendapatkan program hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh KEMENRISTEK DIKTI pendanaan 2018.

InIIC merupakan kompetisi tingkat Internasional yang ditujukan bagi peneliti, dosen, mahasiswa, serta siswa yang diselenggarakan oleh MNF Network Malaysia. Tahun ini InIIC mengusung tema Innovation For Sustainable Growth yang dilaksanakan di Federal Hotel, Bukit Bintang Road-Kuala Lumpur-Malaysia, Sabtu (12/05/2018). (Guruh/dta/Humas UB)

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID