Prasetya Online

>

Berita UB

Awal dan Akhir Peradaban adalah Komunikasi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafisip pada 13 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 469

dari kanan, Yudhistira Massardi, Nisa Almira, Verdy Firmantoro
dari kanan, Yudhistira Massardi, Nisa Almira, Verdy Firmantoro
"Awal dan akhir peradaban adalah komunikasi," kata Yudhistira Massardi saat mengawali Workshop Metode Performance Research dalam Riset Komunikasi. Acara tersebut diadakan di Ruang Sidang lantai 7B FISIP Universitas Brawijaya pada Kamis, (05/04/2018). Menurut Yudhis, apapun urusannya, dari keinginan untuk makan, hingga menjadi pengusaha, yang diperlukan adalah komunikasi. 

"Komunikasikan ide dan karyamu. Performer Research tidak hanya menghasilkan karya tulis yang hanya di lemari, tapi bisa dilaksanakan, ada produknya," lanjut Yudhis.

Bagi penulis yang sudah masuk ke dunia sastra sejak SMP ini, menulis membuat dirinya memiliki kemampuan untuk menciptakan apa saja. Tidak hanya puisi, Yudhis juga menulis resensi buku dan lirik lagu.

"Kemudian saya menulis yang agak serius ke Kompas, majalah horison. Saya menulis puisi dan drama. Di situ banyak sekali ruangan yang bisa dibuka di otak," ujar Yudhis.

Selain Yudhis, pembicara dalam acara tersebut ada Nisa Alfira, S.I.Kom., M.A., dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UB, Verdy Firmantoro, S.I.Kom., mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi FISIP UB, serta Gema Isyak (Uniloka). Pada kesempatan tersebut, mereka membicarakan tentang Performance Research dari berbagai sudut pandang pembicara. Di UB, performance research mulai dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi. Selain itu, Nisa dan beberapa dosen lainnya juga telah lama melakukan riset menggunakan metode ini dengan tema korupsi.

Performance research sendiri merupakan diseminasi penyebarluasan gagasan, berbagi kajian kepada umum dengan berbagai cara agar menyasar kognitif dan emosional yang menggabungkan penelitian akademis dan humaniora. "Di sini kami punya beberapa pandangan akan PR yang diterapkan dalam penelitian kombinasi antara teoretis dan praktis. Peneliti sebagai agent of change, diharapkan setelah penelitian selesai peneliti tetap melanjutkan penelitiannya,"kata Nisa. [Charisma/Humas FISIP/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID