Prasetya Online

>

Berita UB

Teknik Mesin UB Kalahkan Tim Korsel di Shell Eco Maraton Singapore

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 12 Maret 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 832

Tim Apatte 62 bersama Marcello 3 Evo 1
Tim Apatte 62 bersama Marcello 3 Evo 1
Kontingen mobil listrik Apatte 62 Brawijaya Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) kembali meraih prestasi pada kompetisi Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2018. Pada kejuaraan mobil hemat energi se-Asia Pasifik ini tim berhasil menjadi juara 4 di Kategori Urban Concept tipe energy Battery-Electric.

SEMA 2018 diselenggarakan pada 7-11 Maret 2018 di Changi Exibhition Centre, Singapura. Dalam perlombaan ini Apatte 62 Brawijaya Team mengirimkan 13 delegasi yang diketuai oleh Dana Damara (Teknik Mesin 2014) serta didampingi oleh dosen pembimbing Dr.Eng. Eko Siswanto, ST., MT.

Mobil yang diikut sertakan pada SEMA tahun ini bernama Marsella3 Evo 1. Dari 5 race yang telah dijalani, hasil terbaik yang didapatkan yaitu 93.5 Km/Kwh. Pencapaian ini meningkat dari tahun lalu dimana tim ini masih berada di posisi ke-7 di kategori yang sama.

tim Apatte 62 ikuti SEM 2018
tim Apatte 62 ikuti SEM 2018
“Alhamdulillah meningkat dari tahun kemarin. Semoga ke depan kami bisa menyumbang lebih baik lagi bagi alma mater,” ujar Dana bangga.

Di atas Tim Appatte 62 Brawijaya, berturut-turut dari peringkat 1-3 adalah Lac Hong University (LH - EST) 129km/kWh, Institut Teknologi Sepuluh November (Nogogeni ITS Team 1) 125km/Kwh, dan Universitas Pendidikan Indonesia (Bumi Siliwangi Team 4) 108km/kWh. Dibawah Tim Apatte 62 Brawijaya pada peringkat 5 adalah Kookmin University South Korea (Kookmin Racing) 93 km/Kwh.

Shell Eco Marathon adalah sebuah kompetisi global yang diadakan oleh salah satu raksasa bisnis bahan bakar, Shell. Program ini menantang siswa dari seluruh dunia untuk merancang, membangun, dan mengemudikan kendaraan hemat energi karya sendiri. Tahun ini lebih dari 120 tim dari 18 negara Asia Pasifik turut bertanding di kompetisi yang merupakan puncak acara Make the Future Singapore - festival gagasan dan inovasi empat hari di Singapura.

Acara ini mencakup dua kompetisi. Dalam traditional mileage challenge tim berkompetisi untuk merancang kendaraan dengan jarak tempuh terjauh dengan jumlah bahan bakar terkecil. Sedangkan pada mileage challenges ada dua kategori untuk dipilih tim: Prototype dan UrbanConcept.

Kategori prototype, tim ditantang untuk merancang kendaraan futuristik dan aerodinamis, sementara UrbanConcept menampilkan kendaraan yang ekonomis dan inovatif yang menyerupai mobil biasa di jalan.

Setiap tim bersaing berdasarkan sumber energi yang mereka pilih; Bahan Bakar Internal (Bensin, solar, etanol/biofuel), Baterai-listrik, atau Hydrogen fuel cell. (mic)

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID