Prasetya Online

>

Berita UB

UB Inisiasi Pencanangan Kampung Biogas Sanan

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ronnysetiantoko pada 14 Februari 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 1372

Peresmian Kampung Biogas Sanan ditandai dengan pemotongan tumpeng
Peresmian Kampung Biogas Sanan ditandai dengan pemotongan tumpeng
Setelah berhasil menginisiasi terbentuknya kampung wisata 3G di Glintung, Universitas Brawijaya (UB) dengan program pengabdian kepada masyarakatnya pada Selasa (13/2/2018) kembali menginisiasi terbentuknya kampung wisata baru di Kota Malang tepatnya di Sanan RW 15 Kelurahan Purwantoro. Kalau selama ini Sanan dikenal sebagai sentra produksi kripik tempe, ternyata Sanan juga memiliki potensi limbah yang bisa dimanfaatkan dan UB melalui Program Doktor Mengabdi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat berupaya untuk membantu dalam pengelolaannya dengan menginisiasi pencanangan Kampung Biogas Sanan.

Seperti diungkapkan Ketua Program Doktor Mengabdi yang juga Wakil Rektor IV UB Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, MS, Sanan ternyata memiliki potensi limbah yang bisa dimanfaatkan. Limbah dari sisa kedelai untuk memproduksi tempe ternyata selama ini digunakan sebagai pakan sapi. Menariknya, selama ini tidak banyak yang tahu jika di Sanan terdapat sekitar 600 sapi. Dari situlah, UB melihat ada potensi limbah kotoran sapi yang bisa dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif
https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif

Rektor dan Ketua Program Doktor Mengabdi kunjungi Sanan
Rektor dan Ketua Program Doktor Mengabdi kunjungi Sanan
"Melalui teknologi biogas inilah kami ingin memanfaatkan limbah kotoran sapi agar tidak terbuang percuma. Sehingga bisa bermanfaat lagi bagi warga untuk penerangan maupun memasak. Selain itu, kotoran yang tersimpan dalam digester juga bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik," ujar Sasmito

Sedangkan Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS., dalam sambutannya menjelaskan Program Doktor Mengabdi merupakan program rintisan yang mungkin baru UB yang telah melaksanakan. Dan memang diharapkan perguruan tinggi khususnya UB bisa dekat dengan masyarakat karena tugas perguruan tinggi itu tidak hanya mengajar dan meneliti tetapi juga mengabdi kepada masyarakat.

"Tahun kemarin ada sekitar 72 program Doktor Mengabdi semacam ini dengan anggaran hingga mencapai 4 milyar. Meskipun program ini dikhususkan untuk lingkungan di sekitar kampus di Kota Malang namun juga pernah ada yang dilaksanakan di perbatasan Indonesia - Malaysia," ujar Bisri.

Ketua RW 15 Sanan berbincang dengan Rektor dan Ketua Program Doktor Mengabdi
Ketua RW 15 Sanan berbincang dengan Rektor dan Ketua Program Doktor Mengabdi
Untuk Kampung Biogas Sanan sendiri dianggarkan secara internal sebesar Rp 70 juta yang mana masih ada sisa untuk membangun biogas lainnya. Harapannya nanti selain dari UB, juga ada bantuan dari sponsor atau CSR yang berkaitan dengan biogas seperti Petrokimia.

Seperti halnya Kampung 3G Glintung, Rektor berharap ke depannya melalui program yang difokuskan di Sanan, kampung tersebut akan bersih dan memiliki manfaat maksimal dari pengolahan limbah yang dikembangkan menjadi biogas dan pupuk.

"Harapan saya dengan komitmen dan kebersamaan, kampung ini bisa menjadi kampung Biogas beneran yang bersih, sehat dan bermanfaat secara maksimal serta bisa menjadikan Sanan sebagai kampung wisata yang seperti halnya Kampung 3G Glintung yang telah me-nasoinal dan bahkan meng-internasional," harap Bisri.

Pencanangan Kampung Biogas Sanan sendiri ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Rektor dan juga Ketua Program Doktor Mengabdi yang Juga Wakil Rektor IV UB, dan disaksikan langsung oleh Lurah Purwantoro Drs. Moch. Hadi, M.Ap. yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke tempat pengolahan limbah dan lingkungan sekitar. [ronny/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID