Prasetya Online

>

Berita UB

Peletakan Batu Pertama Jembatan Swadaya Keempat FTUB - Radar Malang

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 05 Januari 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 382

FTUB dan Radar Malang bekerjasama bangun jembatan swadaya
FTUB dan Radar Malang bekerjasama bangun jembatan swadaya
Peletakan batu pertama jembatan swadaya FTUB - Radar Malang
Peletakan batu pertama jembatan swadaya FTUB - Radar Malang
Satu lagi Jembatan swadaya bakal digarap Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) bareng Jawa Pos Radar Malang. Setelah membangun Jembatan KH A. Fattah  Betek, Jembatan KH Yusuf Tasikmadu, dan Jembatan Klayatan Tajinan, proyek keempat berada di Kelurahan Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang.

Peninjauan akhir calon lokasi jembatan telah dilaksanakan oleh Rektor UB Prof Dr Ir M. Bisri MS, Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad, anggota DPRD Kota Malang Imam Ghazali, serta pihak Kelurahan Merjosari pada Selasa (2/Jan/2018) yang lalu. Sesuai arahan rektor UB, peletakan batu pertama diadakan hari ini, Jum'at, 5 Januari 2018.

Saat ini jembatan bambu reyot ini hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki. Jembatan itu nantinya akan dibangun dengan bahan beton dan baja dengan panjang 20 meter dan lebar 3 meter dan diharapkan bisa menjadi akses alternatif dari Merjosari menuju Kota Batu.

Lokasi pembangunan jembatan di kawasan Merjosari
Lokasi pembangunan jembatan di kawasan Merjosari
Di dekatnya memang ada jembatan beton, saat kering mobil pun bisa melintas. Namun, saat hujan deras, aliran sungai meninggi dan membenamkan jembatan beton ini sehingga tertutup total. Bahayanya, jalan ini adalah akses kegiatan lalu lalang warga, diseberang sungai juga terdapat pondok pesantren yang padat kegiatan. Beberapa waktu lalu seorang anak kelas 4 SD menjadi korban hanyut saat pulang sekolah.  Jadi jembatan ini dibangun dengan ketinggian 5,62 meter dari permukaan sungai dan kedalaman fondasinya 2,5 meter.

"Proses pembangunan jembatan ini diharapkan bisa selesai dalam 3-4 bulan. Semoga dengan dibangunnya jembatan keempat ini dapat memberi kemanfaatan ekonomi dan sosial bagi warga sekitar," harap Rektor yang sekaligus Guru Besar Teknik Pengairan FT-UB ini.

Dalam kesempatan siang ini Direktur Jawapos Radar Malang yang akrab dipanggil Mas Kum ini juga mengapresiasi kolaborasi ini. "Empat jembatan dalam rentang waktu 4 tahun. Sinergi kampus, media, dan pemkot untuk membangun fasilitas umum, khususnya jembatan ini sangat jarang ditemui. Jembatan ini dibangun untuk mempermudah orang lain. Semoga dengan ini jalan kita juga akan dipermudah oleh Allah SWT," tukasnya.

Aparat desa dan Kota Malang ikut hadir dalam peletakan batu pertama
Aparat desa dan Kota Malang ikut hadir dalam peletakan batu pertama
Dekan FT Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono sebagai ketua pelaksana pembangunan jembatan melaporkan bahwa saat ini saldo yang dimiliki Tim pelaksana masih tersedia di kitaran 200 juta dari kebutuhan 650 juta. Untuk itu dirinya bersama dengan Tim Radar Malang terus mengajak masyarakat Malang dan sekitarnya untuk berpartisipasi. Selain itu dirinya bersama LPPM UB juga akan mengajukan proposal kepada Rektir UB untuk mengajukan bantuan alokasi pendanaan dari Program Doktor Mengabdi. [mic/emis/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID