Prasetya Online

>

Berita UB

FKH UB Buat Inovasi Terapi Kucing Obesitas

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 11 September 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 462

Operasi Sedot Lemak Pada Kucing
Operasi Sedot Lemak Pada Kucing
Kucing merupakan salah satu hewan kesayangan yang digemari oleh masyarakat, namun pemilik kucing tidak ingin kucingnya beranak terus menerus. Salah satu cara untuk mencegah pengendalian populasi adalah menggunakan sterilisasi dengan mengangkat organ reproduksi, sehingga kucing tidak akan bereproduksi dan menurunkan penggunaan kolesterol sebagai hormon reproduksi.

Dampak dari sterilisasi adalah kucing menjadi kelebihan berat (obesitas). Kucing yang menderita obesitas memiliki resiko penyakit komplikasi metabolic seperti penyakit jantung, penyakit gangguan liver, diabetes mellitus, gagal ginjal dan osteoporosis sehingga akan membebani pemilik Kucing. Oleh karena itu Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya melakukan sebuah penelitian inovasi terapi pada kucing Obesitas  melalui terapi Sedot Lemak (Liposuction).

Tim Penelitian yang terdiri atas drh. Fajar Shodiq Permata, M.Biotech, drh. Ajeng Aeka N., M.Sc dan drh. Dodik Prasetyo, M.Vet dibantu dengan sembilan mahasiswa FKH UB tingkat akhir melakukan penelitian pengaruh Sedot Lemak pada Kucing sebagai salah satu inovasi terapi untuk kucing obesitas dengan melihat beberapa parameter kimia darah terkait resiko beberapa penyakit metabolik.

Parameter resiko penyakit jantung melalui pemeriksaan kolesterol, lemak, HDL dan LDL. Parameter resiko penyakit gangguan liver melalui pemeriksaan ALT, ALP, Total Protein, Kadar Bilirubin dan GGT.

Parameter resiko penyakit Diabetes Mellitus seperti Kadar Glukosa, dan Enzim Amylase. Parameter resiko penyakit ginjal meliputi Kadar Ion Na+, ion K+, BUN, Kreatinin. Parameteri resiko penyakit osteoporosis yaitu Kadar Kalsium dan Fosfor.

Metode Sedot Lemak yang digunakan berupa operasi pada daerah perut kucing dengan kucing dianestesi terlebih dahulu, kemudian lemak daerah perut diambil sebanyak 1% dari berat badan dengan sayatan yang pendek (1 cm). Pengukuran  kimia darah dilakukan sebelum operasi sedot lemak, lalu 3 hari pasca operasi dan 10 hari pasca operasi dan 17 hari pasca operasi.

Hasil akhir Penelitian ini mengharapkan bahwa Terapi Sedot Lemak pada Kucing akan mampu menurunkan resiko penyakit komplikasi metabolik akibat obesitas pada Kucing selaku hewan Kesayangan di masyarakat. [Fajar/Humas UB]

 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID