Prasetya Online

>

Berita UB

UB Dorong Dosen Untuk Aktif Menulis

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 06 Desember 2013 | Komentar : 0 | Dilihat : 3946

Acara dimeriahkan dengan kesenian tari topeng Malangan
Acara dimeriahkan dengan kesenian tari topeng Malangan
"Menulis adalah bakat sekaligus ketrampilan, karena bakat adalah ketrampilan yang diulang-ulang," itulah salah satu kutipan terkenal Daniel Coyle yang sempat disampaikan Bambang Trimansyah selaku pemateri dalam acara Seminar Nasional Penulisan Buku yang diselenggarakan di Hotel Santika, Rabu (3/12). Acara yang bertemakan "Mengubah karya ilmiah menjadi buku, jalan menuju keabadian ilmu," ini memang menjadi perhatian penting bagi dosen-dosen di Universitas Brawijaya. Pasalnya, UB Press sebagai penyelenggara kegiatan memiliki harapan besar kepada seluruh dosen di UB untuk ikut andil dalam penulisan buku (baik secara ilmiah maupun non-ilmiah).

Ketua Kompartemen Diklat Litbang Informasi tersebut memaparkan, bahwa studi ilmiah seperti skripsi, tesis, disertasi, jurnal maupun penelitian sejatinya bisa dikonversi menjadi sebuah buku. Semua itu bisa dikemas dengan gaya bahasa yang berbeda (informatif), nyaman dilihat dan menarik untuk dibaca. "Di beberapa negara barat, sudah ada kebijakan bahwa setiap dosen yang mengajar wajib untuk menulis sebuah buku. Jika tidak, dosen tersebut tidak diperbolehkan mengajar," ujarnya.

Hal ini juga menjadi pemikiran di era modern bahwa, karya penulisan dalam bentuk sebuah buku tidaklah serta-merta hanya dilakukan oleh seseorang yang memiliki bakat mengarang ataupun menulis, akan tetapi siapapun (khususnya pengajar) juga memiliki peran besar dalam perkembangan kreativitas karya tulis. "Jadi sudah sepatutnya, para dosen-dosen di Indonesia membuka wacana untuk segera menciptakan buku yang bermanfaat bagi pembacanya. Karena dengan menulis, mereka juga mendapatkan sebuah cara pandang baru, menambah ilmu pengetahuan dan menstimulasi kinerja otak untuk meningkatkan kreativitas diri," tambahnya.

Rektor UB, Prof Dr Ir Yogi Sugito menghimbau kepada seluruh peserta untuk berperan aktif dalam menulis buku
Rektor UB, Prof Dr Ir Yogi Sugito menghimbau kepada seluruh peserta untuk berperan aktif dalam menulis buku
Dalam pembukaan acara tersebut, Rektor UB, Prof Dr Ir Yogi Sugito, turut menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk berperan aktif dalam kegiatan menulis. Hal ini tak lain karena adanya kesinambungan (saling berhubungan) antara sebuah karya penulisan dengan metodologi penelitian. Selaras dengan peraturan Dirjen Dikti yang telah ditetapkan, bahwa  dosen yang ingin melakukan sertifikasi atau pengajuan guru besar maka diwajibkan untuk menulis buku dan jurnal. "Penelitian sudah selayaknya diwujudkan dalam karya tulis, karena kita semua tahu bahwa menulis dan meneliti adalah dua hal yang saling berhubungan. Disanalah peran aktif dosen dikembangkan, karena mereka juga memiliki kewajiban meneliti selain mengajar," ujarnya.

Bahkan UB sendiri sudah menyiapkan dana bagi para dosen yang sudah  berkontribusi dalam pembuatan sebuah buku. "Kita akan memberikan insentif kepada dosen maupun sivitas akademika UB yang berhasil menerbitkan sebuah buku jika berhasil lolos dari reviewer dan mendapatkan kualifikasi A" pungkasnya. 

UB Press sebagai media penerbit universitas telah menargetkan pada akhir tahun 2013 untuk mempublikasikan 165 buku, namun nyatanya masih belum terpenuhi. "Hanya 111 buku yang masuk ke dalam penerbitan, baik itu dari dosen, mahasiswa, karyawan maupun para alumni.  Padahal saat ini jumlah dosen di UB sendiri mencapai 2000 orang, namun sayangnya tidak lebih dari 5 persen yang berkontribusi dalam menulis buku," papar Dr Jazim Hamidi SH, MH selaku Ketua UB Press.

Rencananya untuk awal tahun 2014 UB Press juga akan melakukan pelatihan penulisan buku fiksi dan non-fiksi kepada seluruh fakultas, dengan harapan agar prosentase karya penulisan sivitas akademika UB bisa meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 10 persen. [indra]

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID