Prasetya Online

>

UB News

Gelar Rapat Koordinasi dengan Stakeholder, UB Bahas Masalah Anggaran Program Kemahasiswaan

Submit by zenefale on April 26, 2019 | Comment(s) : 0 | View : 351

Wakil Rektor III Prof Dr Drs Abdul Hakim MSi memaparkan program kerja kemahasiswaan di depan para stakeholder
Wakil Rektor III Prof Dr Drs Abdul Hakim MSi memaparkan program kerja kemahasiswaan di depan para stakeholder
Hingga kini program beasiswa menjadi salah satu langkah yang paling banyak diminati bagi kalangan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, baik dari mahasiswa kurang mampu, mahasiswa berprestasi hingga mahasiswa yang memiliki kewirausahaan secara mandiri. Tentunya, dua program beasiswa yang saat ini menjadi pilihan favorit adalah Beasiswa Bidikmisi dan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Dengan banyaknya jumlah mahasiswa yang memiliki minat untuk mendapatkan fasilitas tersebut, Universitas Brawijaya terus melakukan langkah-langkah dalam mengedepankan pengembangan program beasiswa. Salah satunya adalah kerjasama dengan berbagai stakeholder untuk beasiswa program PPA. Sebanyak 93 stakeholder dari berbagai intansi dan perusahaan diundang dalam rapat koordinasi "Peningkatan Prestasi Kemahasiswaan" yang digelar di Ruang Jamuan Lt 6, Kantor Pusat, Rabu (24/5).

Student of FCS UB Achievements on The 2019 Asian English Olympic

Submit by prasetyafib on April 26, 2019 | Comment(s) : 0 | View : 565

Debora (middle) and Calvin (right)
Debora (middle) and Calvin (right)
Other achievements were accomplished by two students of Study Program of English Faculty of Cultural Studies (FCS) Universitas Brawijaya (UB). They are Calvin Satria Tama and Debora Karen, who have succeeded in winning various kinds of competitions, for example winning a competition in the field of Storytelling and Speech held in UB.

The latest one was Asian English Olympic (AEO) held at the University of BINUS Jakarta. It should be noted that this competition was attended by participants from 7 countries, namely Indonesia, South Korea, Bangladesh, Kyrgyzstan, Philippines, Malaysia, Macau and Vietnam, with several competitions including Storytelling, Debate, Speech, Spelling Bee, Drama Radio and News-casting.

In the competition, Calvin participated in the Storytelling contest and succeeded in achieving the best prepared story category. On the other hand, Debora played an active role in Radio Drama competition and with her team. She won the first 1st place in the competition.

Usung GARBARGAIN, Mahasiswa UB Raih Medali Emas di Malaysia

Submit by ireneparamita on April 25, 2019 | Comment(s) : 0 | View : 676

Usung GARBARGAIN, Mahasiswa UB Raih Medali Emas di Malaysia
Usung GARBARGAIN, Mahasiswa UB Raih Medali Emas di Malaysia
Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) meraih medali emas pada kompetisi International Student Affairs Invention, Innovation and Design Competition (I-SAIID) 2019 di Universitas Teknologi Mara Kedah Branch-Malaysia. Mereka adalah Aza Nur Alisa (FISIP 2018), Fara Fazira Noorani (FISIP 2018), Ahmad Dani Alfaza (Vokasi 2018), M. Alfan Mubarok (FILKOM 2018), Dziyaa' Annaufal (FILKOM 2018).

Keberhasilan ini mereka raih melalui inovasinya mengelola makanan sisa, yang diberi nama GARBARGAIN : A Solution For Pra-Prosperous Communities By Exchanged Garbage To Get The Suitable Leftover Food.

Submit by vicky.nurw on April 25, 2019 | Comment(s) : 0 | View : 253

Bazaar Viral Food with Sensational Taste THP FTP

Submit by prasetyaftp on April 25, 2019 | Comment(s) : 0 | View : 333

Bazar FTP
Bazar FTP
Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) angkatan 2016 Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) menggelar bazar pangan bertajuk "Viral Food with Sensational Taste" di lapangan FTP, Kamis (25/04/2019) mulai pukul 08.00 pagi.

Kegiatan ini merupakan tugas besar dalam MK Praktikum Bisnis Pangan, mata kuliah wajib untuk seluruh mahasiswa semester 6 program studi Ilmu dan Teknologi Pangan THP berbobot 2 SKS.  Menurut  dosen pengampu Praktikum Bisnis Pangan, Vivien Fathurroya, STP. MT., kegiatan ini bertujuan supaya mahasiswa lebih memahami perspektif entrepreneurship, business plan, serta bagaimana mengkreasi pangan yang sedang viral dengan cita rasa yang sensasional.

“Melalui kegiatan ini kami berharap supaya mahasiswa dapat lebih mengetahui bagaimana mengkombinasi makanan yang sedang viral dengan bahan lain supaya cita rasanya tidak sekedar enak tetapi juga sekaligus sensasional, terlebih jika mereka menggunakan bahan lokal sehingga pangan viral tersebut dapat lebih meiliki ciri khas.  Tidak hanya itu tetapi makanan mereka juga harus layak jual dan harus mendapatkan keuntungan. Jadi mereka belajar banyak hal mulai dari mencari ide, pengetahuan bahan, teknik pengolahan yang harus sehat dan higienis, packaging yang menarik, strategi marketing, target pasar sampai pada perhitungan BEP (break event point, red), karena hasil penjualan mereka harus mendapatkan laba walupun sedikit,” demikian Vivien menjelaskan.