Prasetya Online

>

UB News

Doktor Mengabdi Program: Shallot Village of Tegalrejo Village, Probolinggo Regency

Submit by prasetyaFT on December 10, 2018 | Comment(s) : 0 | View : 135

pdm hunay3
pdm hunay3
The Doctor Service Program (PDM) is an activity held by the Institute for Research and Community Service (LPPM) Universitas Brawijaya (UB) and conducted by a team of UB lecturers to carry out the high education Tri Dharma. Lecturer in the Urban & Regional Planning Department (PWK), Faculty of Engineering (FT) UB, AR. Rohman Taufiq Hidayat, ST., M.AgrSc. collaborating with Lecturers of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Dr. Ir. H. Maftuch, M.Sc, and Dwi Ayu Mawarni and a number of PWK students did this service in Tegalrejo Village, Dringu District, Probolinggo Regency.

Tegalrejo Village is located in Dringu District, Probolinggo Regency. Probolinggo Regency is famous for shallot producers along with Nganjuk Regency for East Java Province. The main potential of this village is the agricultural sector with the main commodity in the form of shallots. The production of shallots in Tegalrejo Village in 2017 was ranked first in Dringu District at 1628 tons/year and was among the highest at the Probolinggo Regency level.

This is supported by the dominance of paddy fields in the village of Tegalrejo, which is 75.1% of the total land area of Tegalrejo Village. Therefore the people in Tegalrejo Village who work as farmers and farm laborers approximately 90% of the total population who works. Seeing this data the PDM team took the title of Community Development Assistance in Tegalrejo Village, Dringu District, Probolinggo Regency Based on Shallot Commodities.

Bagikan Telur dan Susu Pada Siswa Tutup Konggres XII ISPI 2018

Submit by dietodita on December 10, 2018 | Comment(s) : 0 | View : 99

Pengurus ISPI Termasuk Ketua PB ISPI yang Lama dan Baru Bersama Dekan FAPET
Pengurus ISPI Termasuk Ketua PB ISPI yang Lama dan Baru Bersama Dekan FAPET
 Pengurus ISPI Bersama Dekan FAPET Membagikan Susu dan Telur  Kepada Siswa TK, SD dan SMP
Pengurus ISPI Bersama Dekan FAPET Membagikan Susu dan Telur Kepada Siswa TK, SD dan SMP

Protein merupakan salah satu dari senyawa makronutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar, karena sebagai sumber energi. Selain itu, manfaat utamanya adalah membangun dan memelihara jaringan otot dan saraf, serta produksi hormon.

Berdasarkan jenisnya, protein dibagi menjadi dua macam yaitu protein nabati dan hewani. Namun protein hewani mengandung lebih banyak asam amino esensial yang berfungsi sebagai bahan utama pembentukan sel dan jaringan tubuh. Bagi anak-anak dibutuhkan asupan gizi dengan kandungan protein tinggi untuk menunjang tumbuh kembang yang baik.

ISPI Berikan Empat Rekomendasi dalam Kongres ke-XII

Submit by oky_dian on December 10, 2018 | Comment(s) : 0 | View : 114

Foto saat penyerah tongkat kepemimpinan dari Prof. Dr. Ali Agus, DAA, DEA ke ketua  ISPI  terpilih Ir. Didiek Purwanto (kiri ke kanan)
Foto saat penyerah tongkat kepemimpinan dari Prof. Dr. Ali Agus, DAA, DEA ke ketua ISPI terpilih Ir. Didiek Purwanto (kiri ke kanan)
Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) memberikan empat rekomendasi bagi pemerintah dan stakeholder lainnya terhadap sub sektor peternakan. Pertama, perlu dilakukan harmonisasi regulasi yang menjadi kendala dalam pembangunan peternakan nasional. Kendala tersebut dapat berupa hambatan, tumpang tindih, dan atau beberapa hal yang belum diatur. Sebagai contoh, masih ada beberapa kebijakan yang berbeda antara pusat dengan daerah. Contoh lain yaitu dalam proses peningkatan protein hewani, dinas peternakan digabung dengan perikanan, pertanian, ataupun kehutanan, sehingga fokus menjadi terpecah. ISPI menyampaikan rekomendasi bahwa kebijakan pembangunan peternakan sebaiknya berbasis satu data peternakan yang bersumber pada BPS, berbasis koefisien atau parameter teknis peternakan.

Kedua, penggunaan konsep "Ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan" dalam peternakan nasionalPenyusunan dan review road map masing - masing komoditi yang sesuai dengan dinamika pembangunan peternakan perlu dilakukan sebagai arah pembangunan peternakan nasional. Pendekatan pembangunan juga sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi sosial, ekonomi, dan kondisi masyarakat dengan mengedepankan kearifan lokal serta keterlibatan stakeholder.

UB Mempertahankan Akreditasi A

Submit by oky_dian on December 10, 2018 | Comment(s) : 0 | View : 190

Sertifikat Akreditasi UB
Sertifikat Akreditasi UB
Berdasarkan keputusan BAN-PT No. 328/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018. UB dinyatakan mendapatkan peringkat terakreditasi A. Sertifikat ini berlaku selama lima tahun sejak tanggal 4 Desember 2018 sampai dengan 4 Desember 2023.

"Nilai batas untuk mendapat akreditasi A adalah 361 keatas.  Hal ini berarti dari sisi nilai UB sudah dinyatakan layak, namun masih banyak yang harus kita kerjakan dan perbaiki terutama dari segi SDM,"kata Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) UB Ir. Achmad Wicaksono,M.Eng.,Ph.D.

Lower Life Standard, Villagers are more Vulnerable to Zoonosis

Submit by denok on December 10, 2018 | Comment(s) : 0 | View : 213

Prof. Stanley G, Fenwick
Prof. Stanley G, Fenwick
Zoonosis management in Indonesia is considered to have been sufficient. The roles of national commission on zoonosis that have joined with international organization like FAO and WHO also contribute in zoonosis control. Such activities to carry out as workforce training, like capacity building of veterinary medicine graduates. For more than 15 years, FAO also participates in veterinary standard improvement in rural areas.