Prasetya Online

>

UB News

FTUB Held Socialization of SIBIMA Konstruksi

Submit by prasetyaFT on May 18, 2018 | Comment(s) : 0 | View : 156

9683_20180518104113
9683_20180518104113
Faculty of Engineering Universitas Brawijaya (FTUB) is determined to produce engineers who are competent in their field. With the signing of the MoU with the Ministry of Public Works and People’s Housing (PUPR) on February 19, 2018, FTUB has a long-distance training program through the Independent Self-Study Information System for Construction (SIBIMA Konstruksi). Facilitating this program, FTUB organized a socialization and mentoring of SIBIMA Konstruksi long-distance training on Wednesday, May 9, 2018 at Auditorium Prof. Ir. Suryono Lt. 2 FTUB.

Hundreds of students of Civil Engineering, Water Resources Engineering, and Architecture are invited to learn more about this system. SIBIMA Konstruksi provides remote training, provision of technical specifications, and other PUPR field regulations, as well as knowledge management services for construction technology applications.

Pasar Rakyat Brawijaya

Submit by oky_dian on May 17, 2018 | Comment(s) : 0 | View : 245

Pasar Rakyat Brawijaya
Pasar Rakyat Brawijaya
Pasar Rakyat Brawijaya merupakan program kerja dari Kementerian Sosial Masyarakat EM UB yang bekerjasama dengan BEM. Dengan nama awal Pasar Ramadhan Brawijaya, acara ini sukses mengambil hati masyarakat.

Acara yang diselenggarakan, Sabtu (12/05/2018) ini memilih RW 03, Ketawanggede, Lowokwaru sebagai lokasinya, tujuannya adalah memberikan sembako dan barang barang murah pada masyarakat  membutuhkan, yang mayoritas penduduknya kalangan menengah kebawah.

Pasar Rakyat Brawijaya diselenggarakan mulai pukul 15.00 hingga 20.00 WIB. Dengan diawali sambutan dari Ketua Pelaksana Muhammad Iqbal Herdiasyah  dilanjutkan oleh Presiden EM UB Muhammad Nur Fauzan dan Ketua RW 03 Bapak Sutrisno. M Iqbal mangatakan dengan adanya Pasar rakyat brawijaya harapannya dapat menghubungkan dan memperbaiki tali silaturrahmi antara mahasiswa UB dengan masyarakat sekitar.

Humas PT PLN: 'Institusi Pemerintah juga Membutuhkan PR'

Submit by prasetyafisip on May 17, 2018 | Comment(s) : 0 | View : 155

Humas PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Irma Rifqayani, S.I.Kom
Humas PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Irma Rifqayani, S.I.Kom

 

Istilah Public Relation (PR) sering dikaitkan masyarakat dengan sebuah perusahaan. Tugas utama PR adalah menciptakan citra yang baik di mata publiknya. Berbeda dengan marketing yang hasilnya nyata berupa keuntungan materiil, PR memiliki hasil produk yang tidak terlihat, yaitu citra. Hal tersebut membuat mayoritas menganggap PR tidak penting, apa lagi untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang produk atau jasanya selalu dibutuhkan oleh masyarakat.

Irma Rifqayani, S.I.Kom, selaku Humas PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan juga sebagai alumni dari Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Imu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) angkatan 2005, mematahkan anggapan tersebut pada Talkshow yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UB dengan tema “Public Relations Practices in Two Countries: Indonesia-Malaysia”, Rabu, (16/5/2018). Dia mengatakan bahwa tidak hanya perusahaan swasta, BUMN juga membutuhkan praktisi PR di dalamnya.

Praktisi PR Malaysia: Tell the Truth

Submit by prasetyafisip on May 17, 2018 | Comment(s) : 0 | View : 110

Executive Chairman Shebs PR Empire Malaysia Shebley Haslan Abdul Majid
Executive Chairman Shebs PR Empire Malaysia Shebley Haslan Abdul Majid

 

Dalam membangun kepercayaan kepada masyarakat, kejujuran menjadi hal wajib yang harus dilakukan oleh praktisi Public Relation (PR). Tidak hanya di Indonesia, praktisi PR yang ada di Malaysia pun berpikir demikian.

Shebley Haslan Abdul Majid, Executive Chairman Shebs PR Empire Malaysia pada Talkshow yang diselenggarakan Rabu, (16/5/2018) dengan tema “Public Relations Practices in Two Countries: Indonesia-Malaysia”, mengungkapkan bahwa praktisi PR harus membangun hubungan baik dengan semua pihak yang terkait dengan perusahaan.

Rachmat Kriyantono: PR Harus Mampu Bangun Kepercayaan Publik

Submit by prasetyafisip on May 17, 2018 | Comment(s) : 0 | View : 113

Rachmat Kriyantono, Ph.D dalam Talkshow
Rachmat Kriyantono, Ph.D dalam Talkshow

 

Di era global ini, masyarakat telah dimudahkan dalam mengakses informasi melalui internet. Hal tersebut tentunya berdampak positif bagi perkembangan informasi. Namun jika informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan, maka akan timbul masalah baru.

Sebagai praktisi PR, salah satu masalah yang harus dihadapi adalah berkembangnya isu-isu negatif di masyarakat. Sebab meskipun mereka telah dimudahkan dalam memperoleh informasi, kemampuan untuk menyaring informasi masih kurang.