Prasetya Online

>

UB News

Kuliah Tamu Kardiovaskuler Update

Print version PDF version RTF version Word version
Submit by humas3 on May 18, 2011 | Comment(s) : 0 | View : 7058

dari kiri dr M Saifur Rohman PhD (mod), Prof Joseph Dens, dr Dr Karyono Mintaroem SpPA, Prof Paul Lijnen
dari kiri dr M Saifur Rohman PhD (mod), Prof Joseph Dens, dr Dr Karyono Mintaroem SpPA, Prof Paul Lijnen
Rangkaian acara yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) berlanjut dengan kuliah tamu bertema "Cardiovascular Update : From Prevention to Stem Cell Therapy", Sabtu (14/5), di gedung Widyaloka. Kuliah tamu ini dikatakan Dekan FK Dr dr Karyono Mintaroem SpPA diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa dan dosen FK UB terhadap perkembangan kardiovaskuler.

Kuliah tamu ini menghadirkan tiga pakar kardiovaskuler internasional yaitu Dr John Sardjono Prihadi pakar kardiologi bidang preventif dan rehabilitasi dari Rumah Sakit East-Limburg, Campus Sint Barbara Lanaken , Belgia; Prof. Joseph Dens, PhD ahli penyakit jantung koroner dan peneliti sel punca (stem cell) di Sint-Jan genk, Leuven, Belgia; Prof Paul Lijnen ahli hipertensi dan transplantasi sel punca dari Katholieke Universiteit Leuven, Belgia. Selain itu juga didatangkan ahli pengobatan herbal dari Evoria GmbH Berlin, Jerman Dr rer nat Rudi Susilo.

Joseph Dens dalam ceramahnya menyampaikan Acute Coronary Syndrome berdasar European Society of Cardiology (ESC) dan American College of Cardiology (ACC)  disarankan untuk menggunakan anti-aggregation dan anti-coagulation  dengan obat-obatan yang berbeda. Bagaimanapun tidak ada skema (kombinasi obat) spesifik yang dianjurkan. Sehingga setiap rumah sakit harus memiliki skema yang spesifik untuk mencegah gabungan obat dengan dosis yang berbeda-beda. 

Di akhir kuliah tamu, Rudi Susilo yang selama dua puluh tahun bergerak pada bidang industri farmasi di Jerman menyampaikan peluang berkembangnya pengobatan herbal di Indonesia. Saat ini ia sedang mengembangkan buah merah yang berasal dari Wamena. Buah Merah ini dikembangkan dengan nama Pandanus EVOR 9476.

Pihak-pihak yang terlibat antara lain Wamena (penyedia bahan mentah), Finzelberg dan Phytolab dari Jerman (Pengembang dan Produksi Ekstrak dengan kualitas Eropa). Untuk Studi pra klinik ditangani oleh German Cancer Research Center, Vivacell, Biosphings, Focus Immunology, BSL Bioservice, N-Zyme, Zedira yang kesemuanya dari Jerman sedang pihak Indonesia yaitu Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Universitas Sanata Dharma. Formulasi  dilakukan oleh Microcarriersystem, Finzelberg, Evonik Rohm dari Jerman, Evonik Research Center dari India, Dipa Pharma dari Indonesia. Untuk tahap klinis akan dilakukan oleh pihak Jerman.  Dikatakan Rudi, sampai saat ini terus dilakukan evaluasi pengaruh Pandanus nanoemulsion terhadap pembaruan sel punca. [ai]

 

Related Article

Comments

Send your comment

Use ID