Prasetya Online

>

UB News

LP3M UB Gelar Sosialisasi dan BIMTEK IAPS Versi 4.0

Print version PDF version RTF version
Submit by oky_dian on January 31, 2019 | Comment(s) : 0 | View : 395

Sosialisasi dan BIMTEK IAPS Versi 4.0
Sosialisasi dan BIMTEK IAPS Versi 4.0
Lembaga Pengembangan Pendidikan Penjaminan Mutu Universitas Brawijaya (LP3M UB)mengadakan sosialisasi dan BIMTEK Instrumen Akreditasi Progam Studi Versi 4.0 di Guest House UB lantai 3, Kamis (31/1/2019).

Kegiatan yang dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, dan Dosen di lingkungan UB tersebut membahas tentang instrumen baru dalam penilaian akreditasi oleh BAN PT yang berlaku per 1 Januari 2019.

Anggota Dewan Eksekutif BAN PT Sugiyono, Ph.D mengatakan dalam penilaian yang baru ini, BAN PT menerapkan aturan baru yangmana penilian akan lebih ditekankan pada kualitas bukan sekedar kuantitas saja.

"Jika di tahun lalu kita tidak banyak melihat mutu, maka di tahun ini perguruan tinggi harus melakukan evaluasi mutu institusinya,"katanya.

Sugiyono mengatakan bahwa instrumen yang diterapkan sebelumnya lebih banyak mengembangkan budaya "Hajatan" dibandingkan "mutu"

"Banyak sekali pesan salah yang diterima saat ada penilaian akreditasi. Terutama bahwa akreditasi dianggap hanya seperti barang gawe. Setelah asesor datang dan nilai keluar maka perguruan tinggi akan tertidur. Dan akan bangun lagi ketika ada penilaian oleh asesor. Padahal seharusnya tidak seperti itu,"katanya.

Oleh karena itu dengan adanya instrumen penilaian yang baru diharapkan bisa menjadikan evaluasi setiap prodi untuk menjadi lebih baik.

"Sebenarnya tim asesor datang bukan untuk mencari kesalahan namun untuk membuat program studi menjadi lebih baik,"katanya.

Sugiyono juga menegaskan bahwa untuk penilian Akreditasi yang baru , BAN PT akan melibatkan mahasiswa sebagai observer.

"Kami akan mengundang 100 ketua/presiden Eksekutif Mahasiswa untuk menjadi observer. Mereka akan kami latih karena kami akan melibatkan mahasiswa untuk penilaian,"katanya

Rektor UB Prof. Nuhfil Hanani berharap dengan adanya sosialisasi kali ini, ilmu yang didapat bisa diaplikasikan  sehingga dalam setahun bisa mendapatkan akreditasi dua kali untuk program studi.

"Era yang akan datang persaingan tidak hanya di dalam negeri tapi juga  perguruan tinggi asing yang masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, kualitas menjadi kunci utamanya. Kalau akreditasi sudah A harus naik kelas menjadi akreditas internasional. Sehingga UB tidak hanya bersaing dengan UI dan ITB tapi dengan universitas dunia yang lain,"katanya.

Sementara itu, perubahan signifikan pada IAPS 4.0 yaitu pertama unit pengusul akreditasi adalah Unit Pengelola Program Studi dan bukan lagi Program Studi seperti pada instrumen yang berlaku pada masa sebelumnya; kedua IAPS 4.0 menggunakan 9 Kriteria sebagai berikut: Visi, Misi, Tujuan dan Strategi; Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama; Mahasiswa; Sumber Daya Manusia; Keuangan, Sarana dan Prasarana; Pendidikan; Penelitian; Pengabdian kepada Masyarakat; serta Luaran dan Capaian Tridharma

Ketiga IAPS 4.0 berorientasi pada output dan outcome. Pengukuran mutu lebih dititikberatkan pada aspek proses, output dan outcome, sementara instrumen sebelumnya lebih banyak mengukur aspek input

Keempat IAPS 4.0 terdiri dari Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Akademik (LKA). Laporan Evaluasi Diri menggambarkan status dan analisis capaian masing-masing kriteria. Unit pengelola program studi diharapkan mampu menemukenali kekuatan yang dimiliki serta aspek yang perlu mendapat perbaikan di program studi yang diusulkan akreditasinya

Laporan Kinerja Akademik (LKA) yang memuat data capaian indikator kinerja program studi, yang secara bertahap akan diintegrasikan dengan PD-Dikti

Kelima, hasil akreditasi dengan IAPS 4.0 akan dinyatakan dalam bentuk status akreditasi dan peringkat terakreditasi sebagai berikut Status akreditasi : Terakreditasi atau Tidak Terakreditasi dan Peringkat Terakreditasi : Baik, Baik Sekali, Unggul. [Oky Dian/Humas UB]

 

 

Comments

Send your comment

Use ID