Prasetya Online

>

UB News

Benih Produksi Rekayasa Genetik (PRG) Jadi Bahan Diskusi Kemenko Perekonomian dan FPUB

Print version PDF version RTF version
Submit by prasetyaFP on September 06, 2017 | Comment(s) : 0 | View : 347

FGD Road Map Pengembangan Benih PRG
FGD Road Map Pengembangan Benih PRG
Kementrian Kordinator Bidang Perekonomian RI bekerjasama  dengan Fakultas Pertanian UB,mengadakan acara Forum Discussion Group (FGD) dengan tema “ Road Map Pengembangan Benih Produk Rekayasa Genetik (PRG) “ ,rabu (06/09/2017) bertempat di Gedung Baru Lantai 5 FPUB.

Acara ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir Nuhfil Hanani AR, Ms dan dihadiri oleh perwakilan Kementrian Pertanian, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementrian Kesehatan, Bappenas, BPPT, LIPI,BP-POM dan beberapa Perwakilan Perguruan Tinggi, Kepala dinas Terkait di lingkungan Provinsi Jawa Timur serta LSM , Swasta dan BUMN.

Asisten Deputi Prasarana dan Sarana Pangan dan Pertanian , Kemenko Perekonomian Ir. Ignatia Maria M. M.Sc dalam sambutannya mengatakan bahwa pengembangan benih PRG ini merupakan bagian dari sub nawacita pemerintah RI untuk meningkatkan ekonomi  dibidang pertanian khususnya bagi para petanian.

Dari hasil beberapa studi menerangkan bahwa benih PRG ini mampu meningkatkan hasil produksi pertanian dan produktifitas yang tahan akan serangan hama dan mampu meningkatkan lahan produksi. Oleh karena itu, dibutuhkan Road Map agar menjadi jalan bagi perwujudan pengembangan benih PRG di indonesia.

“Saya berharap dengan adanya acara ini bisa ada masukan dengan diskusi dan sharing,hingga menjadi bahan kajian bagi kami untuk segera mewujudkan road map pengembangan benih ini,karena dilapangan para petani sangat menunggu benih-benih PRG yang mampu mereka dapatkan segera, “ katanya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh beberpa narasumber, antaralain Prof Drh. Bambang Purwantara, MSc, PhD (Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik) , Ir. Arifin Noor S, M.Sc,Ph.D dari Laboratorium Pemuliaan Tanaman FPUB, Ir. Nurmalasari , M.Sc dari PTPN XI dan Prof dr Djoko Wahono Suatmadji SpPDKE (FK UB).

Dalam akhir acara Dr. Ir. M Thohari , DEA dari Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetika  menyampaikan bahasannya bahwa PRG ini mendasarkan prinsip kehati-hatian dan berlandaskan kajian laboratorium dan lingkungan.

Melihat keuntungannya yang sangat besar maka 30 negara sudah menggunakan benih PRG,beda dengan di indonesia,pemerintah sangat berhati-hati karena PRG ini harus sesuai dengan kaidah agama,sosial,budaya,dan estitika.(zma/Humas UB)


Comments

Send your comment

Use ID