Prasetya Online

>

Berita UB

Young Scientist Internastional Seminar dan Expo 2019

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ronnysetiantoko pada 26 Juni 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 382

Pemukulan Gong Oleh Rektor UB
Pemukulan Gong Oleh Rektor UB
Universitas Brawijaya selama dua hari, Senin dan Selasa (24-25/6/2019) menyelenggarakan Young Scientiest International Seminar and Expo (YSIS) 2019 dengan tema young "Scientist Contribution Through Inovation of Science and Technology in Response to SDG's 2030".

Kegiatan yang dipelopori oleh Lingkar Riset mahasiswa Brawijaya yang dikoordinatori Riset dan Karya Ilmiah Mahasiswa UB (RKIM UB) dibuka langsung oleh Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS.

Dalam Keterangannya, Ketua Pelaksana YSIS 2019 Shofi Ramadhani menjelaskan bahwa kegiatan YSIS 2019 sendiri terbagi dalam dua agenda utama yaitu Seminar dan Expo.
"Untuk seminar berlangsung pada hari Senin (24/6/2019) bertempat di Gedung Widyaloka UB yang diawali dengan plenary session dengan pembicara Direktur RKIM UB Rizhaf Setyo Hartono serta Anggun Trisnanto Hari (Dosen FISIP UB) dan dilanjutkan dengan presentasi dari masing-masing tim peserta," jelas Sofhi.

Sedangkan pada Selasa (25/6/2019) berlangsung expo yang diadakan di lapangan Rektorat UB dimana masing-masing tim peserta akan menampilkan atau mempublikasikan hasil karya mereka.
Ditambahkan Sofhi ada sekitar 181 tim atau kurang lebih 867 peserta mengikuti kegiatan YSIS tahun ini, dimana selain mahasiswa UB juga diikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang terlibat dalam kegiatan ini, antara lain mahasiswa dari Universitas Negeri Malang, Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Negeri Yogjakarta, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta serta beberapa tamu undangan dari luar negeri seperti dari Malaysia, Sudan , Palestina dan Tajikstan.
Peninjauan Dewan Juri
Peninjauan Dewan Juri
Ditemui PRASETYA, Ketua Panitia YSIS 2019 Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life Sc., Ph.D menjelaskan bahwa dalam YSIS ini sebagian besar adalah karya hasil inovasi program kreativitas mahasiswa (PKM) untuk tahun 2019, tetapi juga hasil kreasi dari mahsiswa RKIM UB.
"Memang sebagian besar adalah karya hasil inovasi program kreativitas mahasiswa (PKM) untuk tahun 2019, tetapi ada juga juga hasil kreasi dari anak-anak mahasiswa riset yang kalau di UB sendiri di tiap-tiap fakultas terdapat riset group khusus untuk mahasiswa, mereka diberikan pendanaan yang nanti outputnya harus bida menghasilkan suatu produk inovasi," jelas Yusuf.
Tujuan dari kegiatan diselengarakan YSIS ini sendiri menurut Yusuf adalah untuk memotivasi mahasiswa, mengembalikan fitrah mahasiswa bahwa fitrah mahasiswa itu adalah kembali ke ilmiah, ke scientist dan inovasi.
"Jadi mereka itu sebetulnya disini itu belajar untuk berinovasi menghasilkan karya yang bisa dijual sehingga jika mereka lulus nanti mereka bisa menjadi entrepreneur yang tangguh. Nah ini sudah banyak sekali contoh-contohnya alumni kita yang sekarang sudah menjadi entrepreneur dari berjualan produk hasil karya mereka,"
Yusuf berharap kedepan perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia, UB khususnya dapat menghasilkan entrepreneur-entrepreneur muda yang mampu menjual produk teknologi atau techknopreneur, yang artinya yang dijual adalah inovasi teknologinya. Menjadi seorang techknopreneur yang berhasil yang sukses yang bisa membuka wirausaha untuk masyarakat.
"Nah kemarin dari Pak rektor memandatkan bahwa UB ini tidak boleh berlari tetapi harus terbang artinya yang dibidik adalah berbagai karya inovasi/produk yang bisa dikomersilakan jadi tidak hanya samapai ditahap penelitian tetapi harus dihasilkan suatu produk yang bisa dikomersilkan dan harus bisa bersaing secara internasional," pungkasnya. [ronny]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID