Prasetya Online

>

Berita UB

World Class Visiting Professor ke Italia dan Jepang oleh Prof. Fatchiyah

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh denok pada 19 Juli 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 350

Prof. Fatchiyah sebagai world class visiting professor pada summer school di Italia
Prof. Fatchiyah sebagai world class visiting professor pada summer school di Italia
Salah satu program peningkatan peringkat dunia dari Universitas Brawijaya (UB) adalah World Class Visiting Professor yang dikenal sebagai "three in one". Melalui three-in-one, program studi berkesempatan untuk mengundang professor atau praktisi profesional dari luar UB baik dalam maupun luar negeri. Banyak dosen/peneliti yang bergelar professor dan doktor (PhD) lebih dikenal di luar negeri karena publikasi, riset dan karya ilmiah yang lain. Salah satunya adalah Prof. Fatchiyah, PhD sebagai dosen FMIPA UB sekaligus Direktur Institute Biosains UB.

Fatchiyah merupakan pakar genetika molekuler yang memfokuskan kajiannya pada nutrisi alami yang dapat mengontrol kaskade gen penyebab penyakit pada manusia, yang disebut Nutrigenomics.

Pada bulan Juni dan Juli 2018 ini ia diundang sebagai Guru Besar untuk mengisi kuliah di Summer school di Italia yaitu "III European summer school on Nutrigenomics" dengan tema "Modulation of the epigenome by nutrition and xenobiotics during early life and across the life span: the key role of life style". Summer School ini diselenggarakan akhir bulan Juni 2018 di Jesi Italia.

Sementara di Jepang ia menjadi visiting professor pada Summer Seminar di Universitas Niigata pada bulan Juli 2018 di Niigata Jepang.

Peserta Summer school di Italia didominasi mahasiswa pascasarjana dari berbagai negara yang berasal dari lima benua dengan jumlah sekitar 100 mahasiswa. Sayangnya dari Asia hanya diwakili oleh Vietnam dan China.

Sedang peserta summer school di Jepang adalah mahasiswa yang ada di Universitas Niigata Japan yang berasal dari Jepang maupun negara lainnya.

Presentasi Prof. Fatchiyah di Italia berjudul "Milk Alpha-S2 Casein Protein Provide Different Physiological Function on Signal Transduction Gene Cascade and Tissue Microstructure Milk Alpha-S2 Casein Protein Provide Different Physiological Function on Signal Transduction Gene Cascade and Tissue Microstructure". Pada kajian ini Fatchiyah menyampaikan tentang fungsi biologis dari protein alfa-S2 kasein dari susu kambing Ethawah untuk mengembalikan kelainan pada penyakit Rheumathoid arthritis yang terjadi pada membrane synovial pada persendian, tulang-tulang persendian, dan jonjot-jonjot usus. Dari hasil penelitiannya diketahui kelainan pada penyakit tersebut menjadi pulih atau mendekati normal dari perkembangan sel-sel normal pada jaringan target, setelah mengonsumsi susu kambing ethawah secara rutin.

Sedang materi yang disampaikan di Jepang adalah "The inhibition mechanism of RAGE-AGEs interaction provided by nutrition on metabolic syndrome". Pada kajian ini, Fatchiyah menyampaikan tentang mekanisme jalur RAGE-AGEs yang berperan dalam penyakit diabetes, Rheumathoid arthritis dan kanker. Jalur RAGE-AGEs dapat dihambat oleh senyawa aktif dalam makanan atau bioaktif peptide suatu protein dari sumber nabati dan hewani.

Kedua materi yang disampaikan tersebut merupakan hasil-hasil riset dan pengembangan teori nutrigenomik di Pusat Studi Molekul Cerdas dari Sumber Genetik Alami (atau "Smart Molecule of Natural Genetics Resource", SMONAGENES UB) yang telah di publikasi di berbagai jurnal internasional bereputasi dan telah pula ditulis dalam berbagai buku teks ilmiah popular yang diminati oleh masyarakat, tidak hanya masyarakat di kampus tapi juga masyarakat umum. [Fatchiyah/Humas UB]

 

 

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID