Prasetya Online

>

Berita UB

Wilayah Malang Raya Mengalami Penurunan Permukaan Tanah 3 Meter dalam 3 Tahun

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dinaoktavia pada 11 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 371

Gambar 1
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 2
Bencana yang terjadi beberapa waktu yang lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar tidak lagi terdapat banyak korban jiwa dan kerugian material yang besar dari masyarakat. 
Edukasi terhadap literasi bencana perlu dilakukan secara terintegrasi, dan semua pihak harus memberikan kontribusi positif.

Berdasarkan hal tersebut, Grup Riset Geoinformatka, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) melakukan analisis terhadap pergerakan vertikal dari wilayah Malang Raya dan sekitarnya berbasis data satelit radar (Sentinel-1) milik Uni Eropa.

Fatwa Ramdani, D.Sc., S.Si., M.Sc. selaku Ketua grup Riset Geoinformatika, FILKOM UB mengungkapkan bahwa data yang dikumpulkan adalah data dalam periode tiga tahun terakhir, yaitu sejak tahun 2015 hingga tahun 2018. Pendekatan Differensial Interferogram Synthetic Aperture Radar (DinSAR) dilakukan untuk mendapatkan informasi perubahan secara vertikal dari permukaan muka tanah.

Hasilnya cukup mengejutkan, wilayah Malang Raya bagian Selatan dan sekitarnya mengalami penurunan muka tanah yang signifikan dalam kurun waktu tiga tahun, yaitu hampir tiga meter (warna merah pada Gambar 1).

Sementara wilayah tengah dan utara tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Namun sebaliknya, wilayah paling utara, seperti Surabaya dan Pulau Madura mengalami kenaikan muka tanah dengan sekitar 3 cm (warna biru pada Gambar 1). Aktivitas lempeng Australia yang terus bergerak mendorong ke arah utara menuju selatan Pulau Jawa bergerak sekitar 71mm/tahun (Gambar 2). Hal ini terlihat kecil, namun dampaknya ternyata sangat besar pada penurunan muka tanah.

Hal ini dapat menunjukkan kepada masyarakat di wilayah Malang Raya Selatan dan sekitarnya bahwa mereka perlu mempertimbangkan struktur bangunan yang tahan terhadap perubahan penurunan muka tanah yang signifikan agar tidak mendatang kerugian baik materil maupun non-materil dikemudian hari. 

Sementara itu, pada wilayah tengah dan utara dari Malang Raya perlu memperhatikan pembangunan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan. Pertumbuhan yang tidak terkontrol akan mendatangkan bencana seperti banjir dan longsor pada musim penghujan.

"Analisis sementara kami menunjukkan bahwa selama 20 tahun terakhir Kota Malang dan Batu tumbuh sangat cepat,"kata Fatwa. [Fatwa Ramdani/PSIK Filkom/Humas UB]

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID